
Aku terbangun jam 7 pagi, karena bunyi BBM masuk (BlackBerry messenger) dari Ningsih yang memberi tahukan kalau ternak dan pekerjaan akan di handle oleh Nya dan teman-teman yang lainnya.
Langsung mandi dan berganti pakaian, karena di rumah ini masih ada Pakaian Ku yang tinggal. (tradisi di kampung ini, pakaian Ku serta barang-barang milik ku yang masih tertinggal. bisa ku ambil harus bersama Suamiku, sembari makan malam bersama keluarga Ku. itulah sebabnya barang-barang Ku masih banyak di rumah Mamak ku ini).
Dimeja makan ini kami berkumpul untuk sarapan tanpa Bapak, sebenarnya suasana seperti ini yang ku harapkan. makan bersama ketiga Adikku, bapak dan Mamak. tapi apa daya, bapak sudah berpaling dari kami.
Selesai sarapan kami duduk di ruang tamu, melihat wajah adik-adik Ku rasanya sangat bahagia. biasanya kami bisa berkumpul saat tahun baru, tapi kali ini kami berkumpul karena masalah dalam keluarga ini.
"kak... bagiamana suami kakak? masih di rumah Mamaknya?" tanya Rifan.
Aku hanya mengganguk dan raut wajah kecewa dari Rifan membuat ku menahan air mata.
"kak.. SK Rifan kita gadaikan ya, kata Abang senior bisa dapat 100 juta gitu kak."
"susah loh bang, karena pihak perbankan takut Abang todong kan pistol jika Abang di tagih." sanggah Fernando Adikku yang Kecil.
"ngak perlu dek, karena kami sudah menandatangani perjanjian. biarlah kakak jalani dulu, kakak percaya Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik buat kakak."
"kak... pasti kakak terpaksa melakukan ini kan? hutang Adat yang tidak masuk a.. k..al itu? k..a...k...a...k takut kalau kami tidak bisa melaksanakan pernikahan adat."
"Lisa.... saya ini kakak kalian, kalian tahu kan kalau kakak wanita kuat. jikapun nanti kakak menyerah pasti lah kakak mintak bantuan kalian.
Kita ini keluarga dan harus saling membantu dan saling melindungi, kakak sayang kalian semua. kakak ngak mau adek-adek Ku di sakiti oleh lain."
Adik-adik langsung memelukku, dan rasanya terharu dan bahagia karena bisa berkumpul dengan mereka semua.
"kak Tiur........ oh kak Tiur....... ' suara Soar yang memanggil namaKu.
"uhmmm.... pengacau datang." ujar Fernando.
Fernando dan Saor selalu berantam setiap kali bertemu, dan dari depan pintu. Saor yang datang bersama kedua orang tuanya, yang memandangi Fernando dengan tatapan seramnya.
"ganteng kali bang Rifan.... ya ampun.... sudah kyak Roger Danuarta aja." kata Saor yang menghampiri Rifan setelah melihatnya.
"kok cuman bang Rifan yang di sapa, Soar lupa sama kakak iya" kata Lisa yang merasa di cuekin sama Saor.
__ADS_1
"masa Saor lupa sama kak Lisa yang cantik, ngak mungkinlah." jawab Saor sembari tersenyum.
"iya ampun.... jelek kau dek Saor....." ucap Fernando mengejek pariban Nya itu.
"Abang yang lebih jelek, hitam, dekil lagi. ih... amit-amit deh punya pacar kyak Abang." sanggah Saor, dengan balik mengejeknya.
"walaupun dek Saor jelek, tapi Abang suka loh ma mu dek." ucap Fernando dengan mengedipkan matanya ke Saor.
"bapak... Saor di godain sama om-om tentara."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua tertawa karena ucapan dari Saor yang mengatai Fernando Om-om tentara, maklum lah, Fernando masuk melalui jalur catam (yang direktur dari tamatan SMA).
Lagi pula Fernando baru saja penempatan di Nias Selatan, sebelum penempatan ada serangkaian tes dan pelatihan yang di jalani Fernando.
Fernando pernah menelpon Ku, katanya Adikku itu hampir menyerah saat pelatihan. tapi Karena mengingat Mamak dan Aku sebagai Kakaknya. Fernando kembali semangat.
"Saor ngak suka sama Om-om tentara itu?" tanya Lisa yang kepo.
"masa sih....... ya sudah, nanti Abang ke salon ya biar kinclong." ujar Fernando.
"ngak usah, nanti banyak cewek yang suka."
"mau mu apa sih adek Saor? tadi adek bilang kalau om-om tentara ini hitam dan dekil. tapi Soar ngak mau kalau Fernando ke salon biar kinclong." sanggah Lisa dengan bercanda.
"iya.... lucu aja kak Lisa, masa tentara kinclong? apa kata Dunia?" jawab Saor dengan santainya.
"masa iya? ......
"iya loh kak Lisa, kalau laki-laki itu kinclong cuman ada kemungkinan. pertama.... laki-laki kinclong itu, model, pemain film tapi ngak semua sih.
Yang ke-dua, laki-laki kinclong itu iya bencong kak alias banci.
Laki-laki itu cukup bersih dan rapi, tidak perlu kinclong. menurut karya Novel yang Saor baca, laki-laki yang suka dandan itu karena bekerja di bidang jasa. pada hakekatnya laki-laki itu tidak suka berdandan. tapi karena tuntutan kerja yang mewajibkan nya rapi dan kinclong.
__ADS_1
Untuk bang Nando (nama panggilan Fernando khusus dari Saor). ngak perlu kinclong, yang penting kuat dan sehat."
"suka hati mu aja Boru, Nando mu itu atau Rifan terserah Saor pilih yang mana."
(inilah yang disebut pariban, sepupu yang bisa di nikahi. garis keturunan dari adik kandung laki-laki pihak Mamak.
Adat di kampung ini sangat unik dan sangat menakjubkan, salah satunya paling pantang menolak pariban.
itulah sebabnya Tulang pak Saor menyerahkan pilihan kepada putrinya itu untuk memilih Rifan atau Fernando.
unik tapi tidak masuk akal, tapi itu sudah ketentuan dari nenek moyang kami**.)
"jelas bang Nando lah, Bapak......"
Kami langsung terdiam dan saling melirik satu sama lainnya, tapi wajah Fernando langsung merah dan salah tingkah.
"Dek .. suka sama Saor?" Rifan akhirnya bertanya dengan serius kepada Fernando.
"iya bang." jawab Fernando dengan cepat tanpa mikir.
"Bere..... kalau Tulang ini, ya setuju-setuju saja. tapi tunggu lah Saor tamat sekolah dulu, dan permintaan Tulang, kalau bisa nih... pariban mu ini, setahun atau dua tahun menikmati masa lajangnya lah." Ujar Tulang pak Saor dengan begitu serius.
"Iya Tulang, Mungkin tahun depan dan mudah-mudahan ada rejeki, rencananya Fernando mau kuliah juga tulang. supaya cepat naik pangkat.
Lagi pula, kak Lisa dan bang Rifan juga belum menikah. aku ngak mau melangkahi kak Lisa dan bang Rifan. Karen dek Saor juga masih Muda, kalau ngak Kuliah ya setidaknya menambah pengalaman kerja gitu.
dek Saor.... setuju dengan Abang kan?"
"setuju bang Nando.......
Mak.... Bapak.... buat lagi dong adek nya Saor, kalau nanti Saor nikah bapak dan Mamak siapa yang jaga?"
"Nando.... kamu lihat kan pariban ini, jadi tunggu dewasa dulu ya."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
__ADS_1
Lagi-lagi kami semua tertawa, hilang seketika permasalahan yang kami hadapi hilang dan lenyap. Kopi buatan Mamak serta goreng pisang menambah kenikmatan Susana kami ini.