
Mamak yang duduk di samping Gabe, seketika memegang tangan Gabe. Eda Gabe terlihat menyeka air matanya yang mengalir di pipinya.
Mamak menghapus air matanya, karena pelukan mamak, Gabe terlihat sudah mulai tersenyum.
Kemudian Gabe menolehku seraya tersenyum, sorot matanya terlihat ada penyesalan.
"ketika Eda sudah jadi menantu di rumah, aku merasa kasihan melihat Eda. tapi aku tidak berdamai dengan hatiku lalu bisa berdamai dengan Eda.
Pokoknya setiap kali aku melihat Eda, seketika aku langsung darah tinggi. aneh aja rasanya. tapi kemudian aku menyesal karena melakukan hal itu.
Lagi-lagi aku tidak mengontrol nya, aku bingung dengan diriku sendiri Eda.
Saat Eda jalan bareng dengan Saur, atau Ningsih ataupun dengan Indah dan Rani. aku iri Eda.
Mereka bertiga bisa akrab dengan Eda, tapi kenapa aku ngak?
Ditambah lagi Mak Daniel, bisa akrab gitu dengan Eda. lalu baju Mak Daniel Eda jahit kan, cantik pula itu. hal itu membuat ku semakin iri Eda."
Aku dan Mamak bergantian memeluk Gabe, haru dan bahagia itulah yang aku rasakan. biar bagaimanapun Gabe adalah saudara juga, dia hanya tidak berdaya ketika berhadapan dengan mamak nya.
"Eda Mak Elazer, saya mau minta tolong sama Eda. bisa Eda?"
"ngomong dulu Eda, siapa tahu bisa aku bantu?"
Gabe terdiam, untuk meyakinkan bahwa dirinya pantas untuk aku tolong, air matanya yang mengalir di pipinya aku hapus menggunakan telapak tangan Ku.
Dulu aku sangat tidak menyukai Gabe, karena selalu bersukutu dengan almarhumah Mamaknya untuk menyerang ku.
Tapi itu adalah masa lalu, hati yang ikhlas adalah penawar hati yang pilu.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia. * (Lukas 17:3-4).
Mengampuni jauh lebih baik dari menyimpan dendam, sebab hati yang pendendam adalah milik Iblis.
"begini Eda, bapak kan disini. itu karena bapak merasa lebih nyaman disini. karena disini banyak keluarga yang dari kampung kerja disini, semuanya juga keluarga. jadi lebih terasa nyaman karena ada keluarga di dekat bapak.
Aku kan bukan toko aksesoris, disini aku liat belum toko aksesoris. masih ada ngak lapak yang kosong untukku?
__ADS_1
Aku juga ingin dekat bapak, kalau bisa aku satu rumah dengan bapak."
Lagi dan lagi aku memeluknya, dan pelukan ku terbalas olehnya dengan kehangatan.
"ada satu ruko lagi, nanti Eda tinggalnya di lantai dua dan Eda bisa jualan di lantai bawah. pas sekali di samping lapaknya Indah.
Karena tempat ini adalah khusus memanjakan para wanita yang terbaik, oh iya kalau Eda butuh modal tambahan. nantinya akan saya pinjamkan ke Eda."
Gabe memelukku lagi dan juga memeluk mamak, Bapaknya Gabe langsung berdiri dan menghampiri Ku.
"terimakasih atas semua kemurahan hati mu Inang.
amangboru ngak tahu lagi harus mengucapkan apalagi selain berterima kasih, terimakasih Inang."
Gabe kemudian memeluk Bapaknya seraya menghapus air matanya, untuk mengakhiri acara kesedihan hari. Gabe aku ajak untuk melihat ruko yang di tempati nya.
"bagus kali ini Eda, berapa lah biaya sewa per tahunnya Eda?"
Gabe terlihat menyukai lapaknya, memang daerah ini cukup strategis walaupun dalam kompleks, karena di samping kompleks terdapat pasar tradisional yang cukup besar.
Kompleks ini berdampingan dengan Wisma milik Lisa Adikku bersama suaminya, jadi semua berkesinambungan mendukung satu sama lainya.
Rani dan Indah untuk tahun pertama tidak membayar sewa, itu karena untuk menambah modal usaha.
Namanya juga merintis, pasti akan butuh modal yang lebih besar lagi.
harapnya dengan biaya korting sewa setahun pertama, akan mempu mendongkrak kemajuan usaha.
Rani dan Indah juga keluarga ku, demikian juga Eda, jadi perlakuan nya tetap sama.
Untuk tahun berikutnya diskon 20 persen, dan selanjutnya sudah harus full bayar biaya sewa, biaya sewa belum termasuk uang keberhasilan, keamanan, dan pajak tahunan yang di bayarkan langsung oleh penyewa kepada pemerintah daerah.
Untuk biasanya tahun kedua setelah diskon 20 persen yaitu sebesar 8 juta Rupiah, karena lapak Eda jauh lebih besar dari lapak Indah dan Rani."
"delapan juta? ya Tuhanku. itu sangat terlalu murah Eda.
Lapak aku disana, sangat kecil. jauh lebih besar dari lapak nya Rani dan Indah, kamar mandi harus berbagi bersama.
__ADS_1
Aku membayar 13 juta pertahun Eda, itu belum kewajiban yang lainnya Eda. seperti listrik, retribusi, uang kebersihan dan keamanan. sementara aku juga harus menyewa tempat tinggal untukku, pertahunnya aku harus bayar 7 juta rupiah berikut dengan uang listriknya.
Ruko ini sudah untuk tempat tinggal Ku dan jika bapak mau tinggal juga masih bisa, itu jauh lebih murah dari lapak yang disana.
Jika tanpa diskon seharusnya aku bayar 10 juta dan itu jauh lebih murah ketimbang biaya sewa ku hidup di sana Eda.
Aku mau Eda, sangat mau. terimakasih Eda ku sayang."
"sama-sama Eda Gabe, tapi ada syaratnya Edak ku."
"apa itu syarat Nya?"
"Eda tidak menjual produk yang sama dengan penyewa atau usaha lain yang ada disini. kita harus sportif.
Eda harus menjual yang belum ada disini, karena kesepakatan kami disini tidak boleh membuat yang serupa."
"iya Eda ku, karena disini belum ada yang jual aksesories makanya aku berani nanya sama Eda."
"okey, saya sepakat. nanti akan mintak pak Erik. konsultan hukum untuk membuat perjanjian nya."
"siap Eda, oh iya kapan saya bisa pindah kemari?"
"terserah Eda, disini ada 4 pickup. nantinya akan bisa membantu Eda untuk pindah kemari."
Gabe memelukku berkali-kali, terlihat senyuman itu penuh kebahagiaan.
Tanpa terasa hari sudah menjelang sore, sesuai janjiku kepadanya untuk menjahitkan gaun dan Kebaya.
Setelah mengukur Badannya, lalu Gabe pamit pulang untuk beres-beres di lapaknya yang lama.
Amangboru menawarkan tenaganya untuk membantu Gabe putrinya beres-beres di tempat sana, sekaligus berkunjung ke rumah Sarah dan Devi.
Setelah berkemasan Gabe dan Bapaknya pulang ke arah Brastagi, demikian juga dengan kami bersiap-siap untuk menutup area produksi jahit.
Kompleks usaha buka mulai dari jam 8 pagi dan tutup jam 9 malam di hari biasa, untuk weekend dan hari libur lain kami buka sampai jam 11 malam.
Terkhusus hari Minggu, kami buka jam 1 siang dan tutup jam 9 malam.
__ADS_1
Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar, semuanya mendapatkan rejekinya masing-masing karena Tuhan sudah mengatur setiap rejeki hamba Nya.