
Tanggal 5 Januari kami sudah kembali bekerja dan menerima orderan yang pertama di awal tahun ini.
Menurut kata dokter usia kandungan ku sudah mencapai 22 Minggu yang artinya umurnya sudah 5 bulan setengah. perut ku sudah mulai membuncit dan aku tetap beraktivitas sebagai mana biasanya walaupun agak lambat dari biasanya.
Tanpa terasa sudah tiba saatnya untuk makan siang dan kami makan bersama dan setelahnya ngopi.
"Bere... setelah berbincang dengan keluarga, Tulang mu setuju ikut bere ke Medan. di tambah lagi ada perumahan untuk karyawan untuk kami." ucap Nantulang Mak Rado.
"saya dan suami juga setuju." ujar Mak Pingky.
"keluarga ku juga" timpal Mak Esra.
"apalagi aku kak, aku masih single dan bapak dan Mamak akan menganggap ku merantau di Medan. apalagi kekasih Ku tinggalnya di Medan." ujar Rada seraya tersenyum.
"Yess...... semua keluarga akhirnya 1000 persen mendukung Ku.
Terimakasih.... terimakasih....., saya akan mengusahakan yang terbaik untuk semua anak-anak Oppung boru Ruth. dan para Suami-suami, akan di pekerjaan sesuai keahliannya masing-masing nantinya."
prok..... prok.... prok.....
tepuk tangan dukungan menghampiriku dan kami tertawa bersama karena Bahagia.
"halo...... pada mau kerja ngak sih...... ngobrol Mulu, dah kyak orang di pesta aja..." ujar Saor yang datang dengan membawa teman-temannya lagi.
Karena Omelan dari Saor akhirnya kami bubar dan kembali ke lapak jahit, kami seperti karyawan yang kepergok bos nya sedang gosip. Saor yang datang bersama temannya yang pernah kami buatkan seragam dress untuk acara lomba paduan suara.
"jangan ngomel-ngomel dong Adikku sayang. ada apa ini datang rame-rame?"
"Bu Tiur, kami datang lagi. dan kali ini kami mau menempa dress untuk yang cewek-cewek dan seragam untuk cowoknya dan kali ini bertema adat Batak dan kami mau dua pasang sekaligus." ujar gurunya.
Otakku langsung berimajinasi dengan tema pakaian yang ku jahit dan langsung ku gambaran.
Ku jelaskan secara rinci kepada kedua gurunya akan setiap detail dan lengkap Nya dan gurunya langsung tersenyum sumiringah melihat dan mendengar penjelasan dariKu.
__ADS_1
Model sudah setuju, demikian juga dengan harga. dan setelah selesai mengukur badan mereka pulang kembali kecuali Saor.
"kak.... kemarin itu sudah ngukur Badannya, kenapa di ukur lagi kak?"
"kan baru tahun baru dek Saor, dan badan beberapa teman banyak yang nambah."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Saor yang tertawa yang tertular ke kami semuanya dan akhirnya kami tertawa bersama.
"kak.... Saor pulang dulu ya, ingat..... jangan lupa fee buat Saor."
"iya.... Saor mau kemana? kok cepat kali pulang Nya, ngak makan dulu?"
"nanti aja di rumah, nanti Nantulang kakak, (ngatain Mamaknya sendiri) itu marah kalau masakannya tidak Saor makan.
Saor mau ngurus ternak dulu kak, sekaligus nyariin pelanggan buat kakak lagi. daaaaaa............"
Khas suaranya begitu centil dan sok manja, tapi Saor ngak manja. mana bisa sama Mamaknya, sama Bapaknya bisa lah Saor bermanja-manja. tapi jangan coba-coba sama Mamaknya, langsung di ceramahin deh itu sih Saor.
Saking seriusnya kami menjahit, kami tidak menyadari kalau Irma, putri camat yang datang bersama 3 kawan perempuan nya kemari. mungkin karena mereka jalan kaki kali ya.
"halo..... Eda Mak Magira..... selamat Sore...... (Mak Magira\= calon Ibu)
"Eda Irma..... maaf sekali, saya ngak tahu kalau Eda datang, silahkan duduk...
dek Ning.... tolong tiga lagi kursinya, tolong sekalian buatin minum ya."
"ok kak, oh iya Kakak-kakak. semangka dari kebun sudah ready untuk di jus, mau jus semangka?"
"maulah Ning, semaiin aja semuanya. karena kami berempat suka kok jus semangka." jawab Irma Seraya tersenyum.
"Ningsih..... biar bou sama Eda Mak Rado yang buatkan, sekalian buat kolak. enak ni jam segini makan kolak. potongan kain 2 tim sudah selesai kami kerjakan. kalian kerja aja ya, kan ahlinya. tok Eda Mak Roda."
__ADS_1
Ujar Mamak sambil menarik tangan Nantulang Mak Rado ke arah Dapur, dan Ningsih kembali menjahit pola.
"Eda Mak Magira, kami berempat mau buatkan dress yang seragam tapi harus cantik.....
karena dua Minggu lagi kami ada acara penyambutan tamu kehormatan yang diadakan di ibukota kabupaten. jadi kami berempat ini perwakilan dari kecermatan ini.
Kali ini harus bertema Adat Batak, harus cantik dan elegan serta sesuai budaya kita."
"okey..... mohon tunggu sebentar......."
Langsung ku gambar sketsa dress Nya, yang mau di pakai untuk acara resmi di pemerintahan dan imajinasi ku pun bermain dan Tara.......
Ku jelaskan secara detail bahan, warna dan serta aksesoris Nya secara lengkap. Irma dan 3 temannya yang masih memakai dinas nya tersenyum manis setelah mendengar penjelasan dariKu.
"Eda Mak Magira memang is the best, ok bungkus." ujar temannya Irma Yanti bernama Sari.
"sekarang giliran Ningsih yang akan mengukur badan, yuk siapa duluan?"
Ningsih yang di bantu Rada mengukur badan mereka berempat secara bergantian, dan tinggal satu orang lagi, mamak dan Nantulang Mak Rado sudah datang dengan jus semangka dan kolak pisang.
Selesai mengukur Badannya, kami istirahat sejenak untuk menikmati jus semangka yang dipadukan dengan kolak buatan Mamak.
"Eda... si Gatal itu bersama Andri, sudah di sidang kode etik. dan hasilnya si Gatal itu akan di pindahkan Minggu ini ke ibukota kabupaten lagi.
Rupanya perempuan itu sudah janda karena ketahuan selingkuh dan kemudian di pindahkan ke kecamatan ini. dan dia akan dikembalikan ke asal Nya setelah kejadian ini.
Hukuman buat si Andri, SK perpanjangan Honorer tidak akan diperbarui lagi. jadi bulan Juni nanti dia akan resmi keluar dari kantor." ujar Irma sembari menikmati kolak buatan Mamak.
"bukan hanya warga yang komplain Eda, tapi para kaum perempuan yang ada di kantor juga komplain. alasannya macam-macam, ada yang takut Suami nya di rayu oleh si gatal itu dan si gatal ngak tahu, kalau hampir semua pegawai perempuan di kantor adalah langganan Eda Magira.
Otomatis mereka belaian Eda Mak Magira dong, lagian kan sudah dijelaskan oleh Dokter Duma dan Dokter Duma itu bukan dokter sembarangan loh....
tapi itu pun masih di ulang, mau heran tapi itu si Andri..... akhirnya terucap kenapa si Andri bisa menjadi tenaga honorer di kantor.
__ADS_1
usut punya usut ternyata hasil sogokan ke pimpinan sebelumnya. dan jelas terbongkar setelah kejadian si gatal itu." timpal Sari teman nya Irma.
Masih jelas teringat, betapa sombong Nya Andri dan si Gatal itu berkata saat di kafe malam itu. dan mereka berdua langsung membayar tunai akan perbuatan mereka sendiri.