MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Bertemu Lagi Dengan Andri


__ADS_3

Setelah kami kembali ke rumah Maria, dan Iren mengundang kembali kedua Romo yang ikut kami di rumah sakit kemarin.


Kedua romo itu datang bersama dua biarawati, Romo Lukas dan Romo Benny memimpin jalannya misa, kami melaksanakan misa untuk untuk membuat rumah ini nyaman di tempat kembali.


Menjauh kan segala bentuk perkara gaib, kesehatan yang menyertai seluruh penghuni rumah ini dan rejeki bagi penghuni nya.


Berkat Tuhan yang melimpah untuk pribadi lepas pribadi, kemuliaan bagi Tuhan Sang Pencipta alam semesta.


Iren kembali bersama rombongan Romo dan kami masih tetap berada di rumah ini.


Amangboru sudah terlihat jauh lebih tenang, demikian juga dengan boru nya yang lain. mereka semua yang duduk di ruang tamu itu dan kemudian di hampir oleh pak Rado.


"Lae, ito ku semua. lebih baik kita ke rumah Mak Elazer saja, terlebih dahulu rumah ini di bersihkan baru di tempati kembali."


"benar itu bang pak Alex, tadi saya menghubungi agen keberhasilan rumah untuk membersihkan seluruh ruangan rumah."


ujar Suami Uli yang menyahut omongan dari pak Rado.


"iya Eda, setelah rumah ini bersih barulah di tempati kembali. kita tidur di rumah kami saja dulu Eda.


Kasihan anak-anak sudah menunggu kehadiran kita."


"Eda Mak Elazer, kenapa Eda masih bisa bermurah hati seperti ini?"


Maria yang bertanya langsung ku peluk, derai air matanya membuat matanya menjadi sembab.


"sudahlah Eda, kita kan keluarga. semua sudah berlalu, Eda ngak lapar?


Sour sudah masak di rumah, masakannya enak loh."


Mamak dan bapak membantu Ku untuk membujuk ke lima Boru amangboru ini untuk istirahat di rumah, seperti kata amangboru rumah ini harus di bersihkan terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sepeninggalan mamak mereka yang sudah menjadi pemuja iblis.


Akhirnya kami semua berangkat ke rumah, setelah menempuh perjalanan 15 menit, dan kami sampai di rumah.


Setelah selesai beres-beres dan berganti pakaian, kami makan malam bersama.


Rasa haru dan nikmat, begitu lah susana saat ini. bersama keluarga kami menikmati makan makan malam bersama.


Selesai makan malam kami ngobrol dan setelah puas ngobrol barulah kami istirahat.**


Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan menyiapkan makanan untuk sarapan bersama.


Selesai sarapan lalu bersiap untuk beraktivitas kembali, Sarah, Devi, dan Gabe pulang ke Brastagi. Uli dan Maria pulang bersama suaminya masing-masing serta anak-anaknya yang dititipkan kemarin.


Tidak berapa setelah mereka kembali ke rumah nya masing-masing, bapak Uda Nya Bastian tiba di rumah ini sambil membawa undangan dalam dus air mineral.


Kali ini adalah tugas pak Rado, pak Pingky dan pak Esra. mereka yang menyebarkan undangan Nya.

__ADS_1


Sementara untuk ibu-ibunya mengurus yang lainnya, mulai dari pakaian seragam untuk kami, Ulos, dan sebagainya.


Sementara aku hanya di minta untuk berdiam diri saja, karena calon pengantin tidak boleh pergi kemana-mana sebelum Syah jadi istri bang Bastian.


Bersama Saor, Indah dan Rani. kami berangkat ke lapak jahit melalui pintu belakang rumah.


Baru saja duduk sebentar Ningsih sudah datang menemui Ku.


"Kenapa dek? kok panik gitu?"


"itu kak, mantan suami kakak di pos satpam. katanya mau bicara sama kakak empat mata."


Berpikir sejenak dan Ningsih masih menunggu jawaban dariKu.


"gini aja, suruh saja dia nunggu di pos satpam. kan disitu ada meja tamunya, tapi tolong beritahu amangboru dan bapak ya."


"baik kak, tapi kakak harus di temani Saor, indah dan Rani. wajib ya, kakak ngak boleh pergi sendirian.


Saor.......


Rani......


Indah....


Tolong kemari dek."


"adek-adek tolong temani kak Mak Elazer ke pos satpam ya."


"baik kak, kami siap mengawal."


Ucap Rani dengan cepat, Saor langsung menggandeng tanganku dan kami berempat langsung bergerak menuju pos satpam.


Andri tersenyum saat menyambut kami tepat di depan pintu masuk pos satpam, tapi aku malah jijik melihat senyuman itu.


Saor, Rani dan Indah duduk di depan pintu masuk kantor pos satpam itu bersama dua orang satpam.


Sekarang aku berhadapan dengan Andri, sebenarnya sudah tidak sudi lagi bertemu dengan nya.


"apa kabar kamu?"


"tujuan mu datang kemari mau ngapain?"


Sapaan nya langsung ku jawab dengan pertanyaan.


"saya ingin kita kembali menjadi suami istri lagi, ini demi anak kita.


Abang sayang sama kamu, Abang cinta sama kamu sayang."

__ADS_1


"cukup ya Andri, saya muak dengan semua ucapan mu.


Tidak sedikitpun aku menyukaimu, kamu berada disini karena aku berpikir kau ingin bertemu dengan anak mu.


Carilah kebahagiaan mu sendiri, dan aku berjanji tidak akan menghalangi mu untuk bertemu dengan anak mu, tapi bukan berarti ini alasan mu untuk meminta ku kembali menjadi istrimu.


kamu nggak perlu bertanya kenapa aku tidak mau lagi rujuk dengan Mu."


"jelas dong itu perlu bagi Tiur, apa karena aku sudah miskin seperti ini?"


"dari dulu saya tidak pernah mencintai mu, dan berharap cinta bisa tumbuh seiring berjalannya pernikahan kita.


Tapi semua itu pupus, hancur berkeping-keping yang tidak mungkin untuk disatukan kembali.


Saya sudah ikhlas akan semua nya, kamu juga harus ikhlas supaya kamu bisa memperoleh kebahagiaan yang baru."


"ini semua demi anak kita Tiur?"


"bulayit.... coba ku tanya, siapa nama anak mu?"


Andri terlihat berpikir keras, tapi apa lupa siapa nama anaknya?


"kenapa Andri, kamu lupa nama anak mu? tapi kau bilang demi anak, nama anak mu saja kau tidak tahu!'


"coba pikirkan ulang dan baik-baik Tiur, mari rujuk kembali. aku berusaha menjadi yang terbaik, kerja apapun akan ku laksanakan demi kebahagiaan kita nanti."


Andri mengalihkan topik pembicaraan, benar-benar keterlaluan. nama anaknya saja bisa dia lupa.


"saya sudah muak dengan semua janji-janji mu, jauh di lubuk hatiku ini sudah remuk terhadap mu Andri."


"Tiur, aku tahu kenapa kau seperti ini. mungkin karena kau sudah kaya raya sehingga kamu melupakan aku seperti ini."


"bukan karena keadaan mu seperti sekarang ini, tapi hatiku benar-benar hancur untuk Mu.


Carilah kebahagiaan mu sendiri, ikhlas kan semuanya dan mulailah hidup baru."


"anak ku bagiamana?"


"anak mu siapa? siapa nama anak mu? jenis kelamin anak apa? anak mana yang kamu maksud?"


Andri terdiam dan alis matanya di naikkan, apa iya Andri tidak mengingat Anaknya?.


"bawa anak ku kemari.!


"anak mu yang mana Andri? siapa nama anak mu?"


Jujur aku sangat syok melihat Andri ini, bahkan nama anak saja dia tidak tahu tapi memaksa ingin bertemu dengan anaknya.

__ADS_1


Andri memang luar biasa...


__ADS_2