
Sudah terbiasa bangun pagi dan Mamak juga sudah bangun. Mamak yang masak sementara Aku nyuci.
Pagi sudah terang, dan langsung keluar untuk mengurus ternak. Mamak yang sudah selesai dari dapur langsung menuju kebun sayur Ku. Selesai mengurus ternak Aku langsung Mandi.
Ku menunggu Mamak di meja makan ini, dan akhirnya kami berdua makan bersama. setelah selesai makan, kami berdua langsung menuju meja jahit Ku untuk membuka pintu dan jendela besar.
"Tiur......'".......
Itu Suara Oppung boru Ruth yang datang dengan iringan 3 mobil pickup sekaligus.
Oppung boru Ruth langsung menyusun bakal Pakaian itu di ruang kerja ku yang baru, dan sisanya di masukkan ke ruang tamu ini.
Mesin jahit telah tersusun dengan rapi berikut dengan steling kaca besar untuk memajang hasil jahitan. oppung boru Rut memang tanganku Seraya tersenyum.
"Tiur... oppung sangat menyukai dress dan Kebaya hasil jahitan mu. hei... sini....
ujar oppung Boru Ruth sambil memanggil pegawai nya yang baru datang dengan membawa beberapa peralatan masak dan juga peralatan Makan. kemudian mereka meletakkan barang-barang yang mereka bawa di lantai.
"Tiur... kenalin, yang paling muda namanya Ningsih, yang di sebelahnya namanya Rada, yang baju pink itu Mak Pingky, dan yang berbaju putih Mak Esra. untuk tukang Payet nya ya nantulang mu, Mak Rado. Mamak mu jago dalam mempayet."
Oppung boru Ruth memperkenalkan para pegawainya, yang sebenarnya sudah aku kenal. dan kami hanya bersalaman.
"oppung... besok pagi mau berangkat ke Jakarta, jadi oppung titipan kan anak-anak Oppung ini sama Tiur ya." pinta oppung Boru Ruth.
"iya oppung, Tiur juga kenal kok dengan semuanya. "
"bagus kalau Begitu, oh iyaa. mesin jahit dan mesin bordir kesayangan oppung, Ku berikan untuk Mu.
Jadi yang di dalam rumah itu tetap disitu saja. Karena oppung yakin kalau Tiur akan tetap menjahit walaupun sudah malam. dan tidak mungkin Tiur membuka garasi itu hanya untuk menjahit."
"benar sekali oppung." jawab Ku kepada Oppung boru Ruth.
"jaga kesehatan, banyak minum air putih dan nasihati juga anak-anak Oppung ya. karena mereka itu payah kali di suruh minum air."
"siap oppung, Tiur ucapan kan terimakasih yang sebanyak-banyak nya atas kesempatan dan rejeki yang oppung berikan ini. Tiur akan berusaha untuk melakukan yang terbaik."
__ADS_1
"pasti dong sayang, dan semoga kamu berbahagia. Mak Tiur..... tolong jaga anak-anak Ku dan pohoppu ku ini. oppung pamit ya dulu Tiur.... daa... anak-anak Ku..."
Ucap Oppung boru Ruth, setelah berpelukan dengan para pegawainya dan aku serta Mamak. air mata para pegawainya sebagai salam perpisahan untuk menghantarkan Oppung boru Ruth ke rumah anak-anaknya.**
Kami akhirnya ngobrol di ruang tamu sambil ngopi dan makan goreng pisang buatan Mamak, kesepakatan upah dan jam kerja akhirnya kami sepakati bersama.
Sebanyak 3 pesanan lagi, yang belum diselesaikan dan akhirnya kami kembali bekerja. karena hanya tiga pesanan maka aku membuat pekerjaan baru yaitu membuat dress dan kebaya yang baru dengan model yang baru.
Para pegawai terlihat kagum dengan desain yang aku gambar dan kami mulai membentuk pola, untuk ukuran kami ambil dari para pelanggan oppung Ruth yang sering pesan.
Tanpa terasa waktu sudah Sore dan kami menutup pintu garasi Karena jam kerja sudah berakhir.
Bersama Mamak di ruang tamu ini, kami menunggu bang Andri akan tetapi tidak kunjung pulang.
Bahkan sudah sampai jam 11 malam bang Andri tidak kunjung pulang juga dan kami memutuskan untuk istirahat.**
Seperti biasanya Bangun pagi dan beraktivitas, hingga akhirnya kami sarapan di meja makan ini bersama.
"nanti Mamak mau pulang ke rumah dulu. mamak ingin liat apakah bapak mu sudah pergi atau ngak." ujar mamak di sela-sela sarapan kami.
"Mamak akan tinggal di rumah Tulang Mu Pak Saor." jawab Mamak.
"Mak... jika bang Andri tidak pulang, Mamak nginap disini aja ya."
Mamak hanya mengganguk tanda setuju, dan kami lanjut sarapan. selesai sarapan Mamak langsung pulang ke rumah untuk melihat keadaan rumah.
Para pegawai sudah hadir semua, kecuali Nantulang Mak Rado. karena biasanya Nantulang Mak Rado di panggil jika ada Kebaya yang di Payet.
Ini adalah perdana kami buka untuk menerima orderan, tanpa di sangka Sepasang pengantin baru yaitu Ferdinand dan istrinya anak kepala desa datang.
"selamat pagi pengantin Baru." ujar Ningsih menyambut calon pelanggan pertama.
"selamat pagi kak" jawab Istri Ferdinand.
Ningsih langsung menyuruh pengantin itu duduk di depanku, dan terlihat wajah Ferdinand Kecewa saat melihat Ku.
__ADS_1
"Itok (panggilan akrab yang seumuran) tega ya. bisa-bisanya ngak datang ke acara pernikahan kami. padahal pernikahan kalian kami berdua secara terpisah datang loh, kenapa Itok ngak datang?" Ujar Ferdinand dengan raut wajahnya yang Kecewa.
"maaf... tapi kalian ngak ngundang aku loh, kan pantang menghadiri pesta pernikahan tanpa undangan."
"Itok.... sudah Ku berikan undangan Nya kepada Andri, saat di kantor camat. semua pegawai kantor camat yang sudah menikah kuberikan undangan secara terpisah dari pegawai yang belum Nikah.
jadi Itok.... di kantor kami itu selalu memisahkan undangan untuk sudah menikah dan undangan sekaligus bagi yang belum menikah."
Hanya bisa terdiam menanggapi penjelasan dari Ferdinand, bingung mau jelaskan apa lagi. lagi pula Ferdinand adalah staf yang berstatus pegawai negeri sipil di kantor camat, masa iya tidak mengundang sesama rekannya?
"uhmmm... melihat Itok terdiam seperti ini saya tahu alasannya apa. ya sudah lah, yang terjadi biar terjadi. tapi tolong buatkan dulu Istriku yang cantik dress dan Kebaya."
Ucapnya yang mengakhiri masalah undangan, dan istrinya pun langsung mengambil Alih peran karena ternyata mau pesan kebaya dan dress.
"Eda (panggilan akrab sesama wanita Batak).... cantik kali ku tengok dress yang di pakai Saor, Indah dan Rani saat acara muda-mudi kami itu, langsung ku tanya sama Rani, dia beli nya dimana. dan Rani bilang nempah sama Edak.
Bang Dinan.... masih pantas kan Adek pakai dress seperti yang dipakai tiga cewek-cewek itu?"
Istri Ferdinand bertanya kepada suaminya sambil berputar-putar dihadapan kami, Suaminya itu hanya tersenyum sambil mengangguk.
"ok cinta.... oh iya Eda, Kebaya yang di pakai inang Mak Soar juga cantik. aku juga mau seperti itu."
"masak harus sama? oh iya Eda, saya punya model-model lain kok. ini katalog nya."
"Eda.... aku ngerti detailnya, Eda Tiur.... buat aja yang cantik ya, percuma juga Eda jelaskan. toh juga aku ngak ngerti."
uhmmm.... lagi-lagi pelanggan Ku membiarkan aku berpikir sendirian untuk membuat model.
"ya sudah begini aja dak, nanti kan ada fitting jadi.... disitu aja nanti Eda liat modelnya iya."
"iya eda ku, yang penting cantik seperti dress tiga cewek-cewek yang suka pamer itu."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua hanya bisa tertawa karena ucapan dari istri Ferdinand, setelah mengukur badan Nya mereka akhirnya pulang.
__ADS_1
Tidak berapa lama, datang lagi Calon pelanggan dan kali ini adalah istri camat bersama Putrinya yang sudah menikah yang datang dengan mengendarai mobil sedan.