MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Masa Lalu Kelam


__ADS_3

Trus Bapak kerja nya apa?


Tulang pak Saor memberikan kepada Mamak bagiannya yaitu Kebun kopi dan kebun cabe serta sawah.


Bapak yang mengerjakan Nya dan hasil panennya tidak Pernah gagal, terus kemana uang hasil penjualan Nya?


Sebagian dari hasil penjualan panen di berikan untuk Oppung Boru atau Mamaknya Bapak, sebagai Nafkah Nya. dan sisanya untuk membayar cicilan hutang di koperasi yang kami tidak tahu uang nya di pakai untuk apa.


Terakhirnya kami tahu itu demi kebutuhan Mamaknya bapak dan juga kakak perempuannya yaitu Mamaknya Andri.


Sebagian lagi di pakai bapak pribadi untuk kebutuhan Nya, beli rokok, nongkrong di lapo tuak (warung Tuak, sejenis minuman beralkohol dari pohon aren. Selain jadi tuak bisa jadi gula aren).


Sisanya baru ke rumah, yang hanya cukup untuk makan satu hari saja.


Bahkan panen dari sawah yang hasilnya berupa padi yang nantinya akan jadi beras tidak pernah sampai ke rumah, Mamak selalu beli beras padahal kami adalah petani yang mempunyai sawah.


Dulu waktu SMK Tata busana, saya bekerja setalah pulang sekolah di salah satu tukang jahit di ibukota kabupaten yang lumayan besar.


Awalnya hanya sebagai Payet kebaya dan lama-kelamaan bisa memegang jahitan hingga mendesain model.


Uang dari hasil kerja paro waktu, aku kirim ke Mamak untuk membantu membeli makanan di rumah serta biaya hidup ku dan biaya sekolah selama di SMK Tata busana, dan Mamak yang mengusahakan biaya sekolah adik-adik.


Kadang-kadang juga bisa ku bantu untuk keperluan sekolah Adek-adek, jika sudah mendekati hari Besar seperti natal dan tahun Baru serta banyaknya orang Nikah.


Kami banjir orderan dan tentunya upah dan bonus sangat lumayan banyak.


Jarak tempuh dari ibukota kabupaten ke kampung halaman hanya satu satu jam lebih, dengan naik bus Kecil, tapi aku tidak pernah pulang kampung.


Semua itu karena kerja, demi mengejar target jahitan. jika aku pulang kampung, Hatiku sakit melihat Mamak yang bekerja banting tulang untuk kami anak-anaknya dengan bekerja Disini aku bisa meringankan beban Mamak.


Mamak dan Adek-adek sangat paham akan keadaan, rindu yang ku tahan untuk segera bertemu tidak kunjung terealisasi.


Rindu hanyalah tinggal rindu, setiap malamnya aku selalu berdoa untuk kesehatan Mamak, Adek-adek dan sedikit kebahagiaan untuk keluarga Ku.

__ADS_1


Pernah aku pulang ke rumah karena permintaan khusus dari Tulang Pak Saor dan juga Adek-adek karena kerinduan.


Kerinduanku lepas seketika Ketika melihat Mamak, Adek-adek, dan Keluarga Tulang Pak Saor.


Tapi kebahagiaan itu harus ku bayar dengan kekecewaan yang dalam, perhatian bapak yang Begitu besar terhadap kakak Nya dan juga di Andri yang membuat ku cemburu.


Dan perkataan bapak yang membuat Ku sakit hati adalah perempuan tidak layak untuk sekolah.


Kasih sayang Bapak yang timpang dan perkataannya yang membuat ku sakit hati, aku masih bisa menahannya, tapi Adek-adek gimana?


Sejak kecil aku sudah membenci Andri dan Mamaknya serta oppung Boru, Karena perhatian Bapak yang begitu besar terhadap mereka.


Karena saking sakit hatinya perasaanku, Waktu meninggal oppung Boru, aku tidak hadir disana begitu juga Mamak dan Adek-adek Ku.


Jadi gunjingan warga?


Tentunya dong, ditambah lagi Mamaknya si Andri yang begitu rajinnya menebarkan fitnah dan gosip yang tidak berguna.


Aku adalah Cucu pertama dari pihak anak, dan seharusnya aku harus hadir disana saat pesta adat Nya.


Tapi sakit hati yang sudah mendarah daging, sehingga ku putuskan untuk tidak hadir disana.


Demikian juga dengan Mamak, dan Adek-adek yang juga tidak hadir. bapak dan Bapaknya Simson (adik laki-lakinya Bapak) seperti duda tanpa anak saat pesta adat saur Matua Mamak mereka.


Inang Uda Mak Simson dan Adek-adek itu tidak ikut hadir saat Adat saur Matua Nya Oppung Boru, karena nasib Inang Uda Mak Simson, dan juga Adek-adek itu sama seperti nasib kami, perhatian Uda pak Simson yang tertumpah untuk Mamaknya dan juga kakaknya yaitu Mak Andri.


Hampir satu tahun Mamak ngak pernah ikut pesta adat, dan juga persekutuan doa marga maupun lingkungan, karena malas menjawab pertanyaan dari warga lain yang hendak membahas adat saur Matua Nya Mamak Bapak.


Bahkan Mamak sering absen ke gereja karena malas di jadikan bahan omongan orang-orang.


Serta Mamaknya Andri yang sibuk menebarkan gosip keburukan Mamak, yang membuat Mamak minder dalam bersosialisasi.


Dimatanya Mamak tidak lebih dari penghianat keluarga.

__ADS_1


Kata Beliau, Mamak tidak pernak memperhatikan Bapak, tidak pernah melayani Bapak di ranjang, tidak pernah memberikan bapak makanan yang layak dan tidak pernah menemani bapak ke pesta adat dan perkumpulan Doa.


Sampai urusan ranjang pun bapak bisa cerita ke Kakak Nya, luar biasa kan. padahal itu adalah hal yang tabu.


Mamak hanya mempu menyajikan makanan sederhana dikarenakan bapak tidak Pernah memberikan nafkah, semua hasil kerja nya diberikan kepada kakak Nya yaitu Mamaknya Andri.


Mamak tidak bersedia ke pesta adat karena akan menjadi bahan olok-olokan, serta bapak akan meminta uang kepada Mamak untuk tuppak (hadiah pernikahan berupa uang tunai).


Daripada ngasi tuppak mendingan digunakan untuk membeli makanan yang bergizi untuk Adek-adek dan membeli keperluan lainnya yang tidak pernah di pikirkan oleh bapak.


Bapak selalu menuntut hidangan yang Mewah seperti hidangan yang tersaji di rumah kakak Nya, tapi ketika Mamak menagih nafkah kepada Bapak dan langsung di adukan ke kakaknya dengan aduan yang tidak masuk akal.


Kakaknya itu langsung melabrak Mamak, dengan nada Suara yang tinggi.


Mamak selalu mengunci pintu rumah, ketika kakak nya bapak datang ke rumah, hingga akhirnya Mamak Andri hanya bisa teriak-teriak di luar rumah.


Yang berkata kalau Bapak di sakiti oleh Mamak.


Mamak adalah Istri yang banyak nuntut, tidak tahu diri, Egois dan miskin.


Bagaimana ngak miskin, Adik nya saja tidak pernah menafkahi keluarganya dengan layak.


Nafkah dan kasih sayangnya direbut olehnya, tapi dia merasa keluarga nya disakiti oleh Mamak.


Itu sangat terbalik, waktu SD sampai SMP saat di kampung. setiap malam Aku selalu melihat Mamak berdoa di tengah malam Sambil menangis. bahkan doanya hanya awalnya yang terdengar jelas sisanya hanya terdengar Isak tangis dari Mamak.


Itu adalah masa-masa tersulit bagiKu, melihat Mamak berdoa tengah malam sambil menangis.


Rasanya perih sekali hati ini, bahkan aku sering melihat Mamak memukul-mukul dadanya yang sesak, betis dan pinggang Nya sakit serta menangis karena menahan rasa sakit hati dan seluruh badannya yang sakit.


Aku yang mengeloni Adek-adek sampai tidur, Setelah adek-adek tidur baru ku sumpal mulut ku dengan kain agar bisa menahan suara tangis Ku.


Melihat penderitaan Mamak membuat dadaku sesak, air Mataku tumpah dan sakit yang di derita Mamak sangat terasa di dadaku.

__ADS_1


__ADS_2