MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Sidang Pembuktian.


__ADS_3

Selesai sarapan kami semua berangkat ke pengadilan bersama pak Erik, saksi yang ku bawa berjumlah 25 orang sudah termasuk Pemangku Adat dan pak Kepling.


Sesampainya di pengadilan kami sungguh terkejut, pengacara pihak penggugat hanya di temani oleh bapaknya Andri.


Kami semuanya bertanya-tanya, Andri dan Mamaknya kemana?


Hingga akhirnya sidang di buka dan dinyatakan terbuka untuk umum, saksi dari ku sudah duduk rapi sesuai arahan.


"terimakasih atas kerjasamanya sehingga peradilan ini tertib, dan untuk ini kita langsung saja ke bagian perkara yaitu pembuktian.


kepada pihak penggugat untuk menghadirkan saksi ke podium, silahkan..."


Ucap Hakim dengan tegas, dan yang maju ke podium adalah Mantan bapak mertuaku.


Amangboru pak Iren, (panggilan kepada ipar laki-laki dari Bapak yang merupakan Bapaknya Andri, mantan bapak mertua).


"nama saya Belman, saya adalah Bapaknya Andri. ayah penggugat.


Saya datang ke sini memohon kepada yang mulia Hakim untuk memberikan hak Asuh Cucuku kepada ibunya yaitu Tiur.


Kami sekeluarga tidak akan sanggup untuk mengasuh Cucuku."


Ujar mantan bapak Mertuaku, beliau kemudian tertunduk dan terlihat menghapus air matanya.


"mohon maaf kepada saudara Saksi, bisakah saudara saksi memberikan alasannya kepada kami?" ucap yang mulia Hakim.


Bapaknya Andri kemudian mengangkat kepalanya, dan menatapKu seraya menangis dan kemudian berusaha tegar Seraya menyeka Air matanya.


"yang mulia Hakim, dari awal saya tidak setuju kalau Andri menggugat hak Asuh dan harta gono-gini.


untuk hak asuh, saya yakin sekali kalau Andri tidak akan sanggup. boro-boro mengurus anak, mengurus dirinya sendiri tidak bisa.


saya dan istri pasti tidak sanggup, enam Putri kami pergi entah kemana meninggalkan kami, itu karena kami berdua gagal menjadi orang tua.


kami aja sudah gagal menjadi orang Tua, bagiamana kami mengurus Cucu tanpa Ibunya yang mulia Hakim.


Sekarang anak saya Andri, sudah saya pasung. karena kerap mengganggu warga. para warga menyatakan Andri sudah gila.


Istriku sekarang sedang sakit parah, Dokter tidak bisa menyimpulkan penyakitnya. aneh dan sulit untuk di ceritakan.


Tiur..... kamu adalah wanita yang hebat dan tangguh, amang Boru mu ini yakin dan percaya sama Mu, kalau kamu akan menjaga dan mencintai Elazer Cucuku.


Tiur.... saya sebagai oppung Nya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Elazer Cucuku.

__ADS_1


Saya titipkan Kepada Mu, tolong jaga Elazer, cintai dan sayangi dia. jangan pandang Bapaknya, Elazer tidak bersalah yang salah itu saya yang tidak bisa mendidik Andri.


Ku kepalkan kedua tangan Ku ini, Saya mohon kepadamu Inang. tolong jaga Cucuku, selama saya hidup akan ku pastikan kalau Keluarga Ku tidak akan mengganggumu lagi. "


Ujar Bapaknya Andri dan kemudian menyeka air matanya, dan kembali menatap Hakim.


"yang mulia Hakim, saya sudah berulang kali menasehati anak dan istri Ku untuk tidak menggugat. baik hak Asuh dan harta gono-gini.


Tidak sepersen pun uang Andri dan uang sekeluarga di pakai oleh Tiur untuk usahanya, bahkan untuk maharnya saja yang seharusnya milik Tiur, bahkan di pakai untuk membangun kuburan bapak ibu mertuaku serta untuk membeli sepeda motor anak ku.


Saya pastikan kalau harta keluarga tidak pernah di pakai oleh Tiur.


Dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, Saya mohon kepada yang mulia Hakim, untuk memberikan Tiur hak Asuh Cucuku.


Tiur wanita yang baik, ibu hebat, luar biasa dan penuh cinta dan kasih sayang.


Saya yakin dan percaya kalau Tiur mampu menjadi ibu yang baik untuk Cucuku, saya Mohon yang mulia."


Hakim terlihat bingung, dan kemudian menoleh ke arah pengacara Andri.


"Penasihat Hukum Penggugat, ada yang mau disampaikan?"


"terimakasih yang mulia Hakim, saya sebagai penasihat hukum penggugat. sudah bicara terlebih dahulu Kepada pak Belman, akan Sikap nya ini.


Pengacara Nya Andri memberikan pernyataan itu kepada Hakim, seketika itu juga Hakim membaca Nya.


"baik, kepada tergugat silahkan berikan pernyataan Nya."


"terimakasih yang mulia Hakim.


Amangboru.... dengan senang hati, saya akan merawat dan mencintai Elazer Cucu amangboru. dengan segenap Hatiku, Terimakasih Amang Boru, Karena telah memberikan ku kepercayaan untuk mengasuh dan membesarkan Elazer.


Saya berjanji tidak akan mengecewakan amangboru, Karena saya juga sangat menyayangi dan mencintai Anakku Elazer.


Saya tidak akan menghilangkan marga Bapak Nya, dan keluarganya Elazer berhak mengunjungi Nya kapanpun jika punya waktu."


Bapaknya Andri langsung tersenyum ketika mendengar perkataan dariKu.


"terimakasih Inang, dan saya mewakili Andri dan istriku mintak Maaf atas semua perlakuan yang menyakiti hatimu.


Saya benar-benar tidak berdaya inang, ke Enam putriku saja pergi meninggalkan Ku karena Saya bapak yang gagal."


Seketika Hening, dan kemudian Hakim terlihat berbisik kepada rekannya.

__ADS_1


"penasihat hukum penggugat, apakah ada yang mau disampaikan?"


"cukup yang mulia Hakim."


"bagiamana dengan penasihat Hukum tergugat?"


"terimakasih yang mulia Hakim, berdasarkan keterangan dari Saksi. saya rasa kita sudahi saja, karena saya berada disini hanya karena membela hak dari Clien saya.


berhubung dengan pernyataan dari Saksi yang sudah jelas sesuai surat pernyataan Nya, rasanya tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi yang Hakim."


"terimakasih, untuk saudara saksi. apakah masih ada yang mau disampaikan?"


"permintaan saya sudah di penuhi oleh ibunya Cucuku, jadi saya sudah tenang.


Cukup dari saya yang mulia Hakim, dan mohon permintaan saya di kabulkan. terimakasih."


Bapaknya Andri kembali duduk di samping pengacaranya.


Akhirnya Hakim mengetuk palu Nya dan langsung menyatakan hak Asuh jatuh ke tangan Ku.


Hanya Bapaknya Andri yang tepuk tangan seraya tersenyum, dan kemudian kami semuanya ikut tepuk tangan.


Sidang di tutup dan Hakim menunggu untuk banding sebelum keputusan nya berkekuatan Hukum.


"Inang.... bisa saya bertemu dengan Elazer, bisa Inang?" tanya oppung Doli nya Elazer dengan suara yang bergetar.


"bisa amangboru, mari kita ke rumah Amang Boru."


"iya Lae, yuk kita pulang. mari kita lihat Cucu kita, sudah Mulai ngomel dia."


Ujar bapak yang menyambung omongan Ku, bapak merangkul pundak Nya dan kemudian kami sama-sama berangkat ke rumah.


Sesampai di rumah, Lisa yang menggendong Elazer langsung memberikan Nya ke gendongan Oppung Doli Nya.


Elazer terlihat tersenyum saat di gendong oleh Oppung Doli Nya. begitu juga dengan Oppung Nya yang tersenyum seraya menetas kan air matanya.


"ini oppung bawa Ulos mu, sepasang baju dan sepatu Mu. sehat-sehat kamu ya Oppung. nanti kalau sudah besar pulang kampung sesekali untuk lihat oppung ya."


Ucapnya sembari menangis lagi, bapak langsung merangkul nya.


Saya tidak bisa untuk mengekspresikan diri ini, sulit untuk mengungkap nya.


Elazer seolah-olah ingin menghapus air mata oppung Nya, Elazer menjulurkan tangannya ke arah pipi oppung dulunya.

__ADS_1


Tidak bisa lagi ku bendung air mata ini, dan inilah yang ku inginkan, Bapaknya Elazer dan oppung datang kemari untuk melihat Nya yang sudah mulai aktif.


__ADS_2