MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Andri Berulah Lagi.


__ADS_3

Langsung aku menghubungi pak Erik, pengacara Ku sekaligus penasihat Hukum untuk usaha ku.


Pak Erik menjelaskan selama Andri tidak bisa menghadirkan saksi-saksi dan bukti terbaru untuk sanggahan, Andri tidak akan bisa banding.


Keputusan Hakim akan perceraian kami sudah berkekuatan Hukum, demikian juga dengan putusan hakim mengenai hak asuh anak, karena sudah hampir tiga minggu Andri dan pengacaranya tidak mengajukan banding.


Sehingga keputusan hak asuh terhadap Ku sudah berkekuatan hukum.


Pak Erik berkata bahwa pernyataan dari Bapaknya saat sidang hak asuh anak yang menyatakan Andri sudah gila itu lebih dari cukup.


Walaupun Andri membuktikan dirinya tidak gila melalui pemeriksaan ke psikiater, tapi masalah yang paling besar disini adalah pernyataan Bapaknya Andri yang mengatakan kalau Andri pengganguran.


Pak Erik meyakinkan aku untuk tidak kwatir, sebagai penasihat hukum usahaku ini. pak Erik juga akan selalu memantau perkembangan gugatan banding.


Lega juga akhirnya, dan apa yang disampaikan oleh pak Erik selaras dengan penyampaian dari Suami nya Maria.**


"bapak, kak...


Ternyata Andri sudah lama menandatangani perjanjian jual beli dengan Pemkab, dan setelah bapak pergi dari kebun baru bisa di eksekusi.


Uli tahu dari rekan kerjanya Bapak nya Daniel, sebenarnya Andri sudah mendapatkan uang muka dari penjualan kebun itu.


Jelas Uli kepada kami, selama aku menelepon pak Erik, Uli juga menerima telepon Suami Nya.


"apa yang harus kita lakukan?" Uli bertanya yang terlihat begitu cemas.


"mau gimana lagi boru, sekarang yang terpenting adalah Mamak kalian. Andri juga tidak mengganggap bapak sebagai orangtuanya, bagi Andri hanya Mamaknya yang menjadi orang tuanya."


"ini saran dari aku,. Amang, didekat sini ada juga rumah sakit jiwa.


(menantu laki-laki akan memanggil bapak mertua nya dengan sebutan amang).* tradisi Batak Toba


Berhubung Amang disini dan juga dua boru Nya Amang, yang akan siap memperhatikan inang kelak nantinya. alangkah lebih baiknya jika inang kita pindahkan saja ke sini.


(sementara ibu mertuanya akan di panggil Inang).


Saran dari saya, Amang ikut kami pulang aja?"


Ujar suami Nya Maria, yang mencoba memberikan saran.

__ADS_1


"bapaknya Alex, jangan gitu lah. keluarga Ku yang mengajak Lae ini kemari. kalau Ito Mak Iren di pindahkan ke rumah dekat sini ngak masalah. asal jangan Lae jangan ikut kalian pulang juga.


Nanti kerja Lae ku disana apa coba? terus akan bergantung kepada boru Nya? ngak etis loh!"


(Lae adalah panggilan kepada Abang atau adik ipar, dan panggilan kebalikan nya adalah Tunggane. * tradisi Batak Toba.


dalam tradisi Batak Toba, orang tua dari pihak perempuan tidak boleh tinggal menetap di rumah putri nya yang sudah berkeluarga.


hal ini dikarenakan bahwa putri nya tersebut sudah jadi milik dari keluarga laki-laki atau suaminya.


Tradisi Batak Toba, suami yang bertanggung jawab atas keluarga. jika orang tua dari istri ikut tinggal menetap di rumah nya, maka itu akan menjadi beban suami nya.


beda hal dengan anak laki-laki, anak laki-laki berkewajiban untuk menafkahi orang tuanya.


Orang tua biasanya tinggal serumah dengan anak laki-lakinya yang paling kecil, dan abang-abang jika ada wajib ikut berpartisipasi dalam hal biaya hidup orang tuanya.


Jaman sekarang ini itu tidak banyak di praktekan lagi, bahkan jaman sekarang orang tua tinggal dan dirawat oleh anak perempuannya. akan tetapi tidak seperti itu.)


"iya benar, orang kami yang membujuk amangboru kesini kok."


Bapak ku dukung, karena Bapaknya Alex yaitu suami nya main bawa aja.


Maria dan Uli langsung memeluk bapak dan juga memelukku, mereka tersenyum saat menatapku dan bapak.


"ngapain cengengesan? bapak kalian itu dilarang pindah dari sini, gimana sih?" ujar suami Nya Maria yang terlihat kesal akan perlakuan istri dan adik iparnya.


"bukan gitu loh pak Alex yang ganteng, saya benar-benar salut dan tersentuh akan sikap baik dari Tulang ku dan juga Eda ku ini.


Sudah jelas-jelas Adikku Andri dan Mamak menyakiti Eda Mak Elazer ini serta nantulang, tapi mereka masih tetap memperhatikan bapak ku ini.


Terimakasih Eda, terimakasih Tulang dan terimakasih nantulang. keluarga ini memang luar biasa."


Ucap Maria yang menjawab pertanyaan dari suaminya.


"begitu rupanya, maaf saya ngak paham." ujar Suami nya Maria yang terlihat tersipu malu.


"saya setuju Amang hela, jika inang Simatua di pindahkan ke rumah dekat sini. tapi saya setuju dengan perkataan Tunggane Oppung Doli Elazer ini.


Saya disini kerja, bisa bertani juga dan di gaji. jadi nanti nya tidak akan merepotkan kalian.

__ADS_1


Untuk kedua boru Ku, selama ini bapak tidak pernah menyayangi kalian. bapak mintak atas semua ketidakberdayaan bapak.


Bapak mintak karena tidak bisa memberikan kalian berdua kasih sayang, b...a....p....


"sudahlah pak, kita semua yang ada disni tahu keadaan gimana. yang terpenting kami sudah bertemu dengan bapak."


Sanggah Maria kepada bapaknya yang tertunduk seraya menangis.


Penyesalan yang begitu dalam membuat nya tidak berdaya menatap kedua putri nya, sikapnya yang dulu seperti seorang bapak yang pengecut yang tidak bisa memberikan kasih sayang kepada putri-putrinya.


"bapak datang hanya membawa luka, bapak mintak maaf.


dulu bapak tidak bisa bersikap adil terhadap semua Boru bapak, sekarang bapak datang membawa beban.


Maafkan b....a....p...a...k....


"Amang, semua itu masa lalu. amang juga bukan berkehendak seperti itu, keadaan yang memaksanya.


Amang, lihat. pohoppu dari anak sudah ada, pohoppu dari boru juga sudah ada. sudah saatnya amang melihat masa depan."


(jika sudah memiliki Cucu dari anak laki-laki dan cucu dari anak perempuan, itu adalah rejeki dan kehormatan tersendiri bagi keluarga Batak Toba.).


setelah mendengarkan penuturan dari suami Nya Maria, bapak mereka berdua baru mengangkat pandangan nya.


"Rumah Uli selalu terbuka untuk bapak, dan Uli berharap kalau bapak bisa tinggal bersama kami.


tadi bapak nya Daniel berpesan agar bapak tinggal di rumah kami pak.


Jujur memang, jika bapak tinggal tinggal di rumah kami nantinya bapak ngak kerja. palingan bapak ikut ke panglong atau bengkel pak.


Sekarang terserah bapak deh mau tinggal dimana, tapi Pak. kunjungi lah kami sesekali ya, Anak ku juga butuh perhatian oppung Doli nya."


"benar kata Mak Daniel Amang, saya juga berharap Amang bisa tinggal bersama kami. tapi Nantinya Amang nggak kerja di rumah.


Bapak dan mamak kandung Ku aja tidak betah tinggal diam rumah, mereka malah balik bertani di kampung.


haaaaaaaa......


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2