MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Janji Bapak Terpenuhi.


__ADS_3

Sungguh mengejutkan, bapak menyuruh pak Kepling untuk menjemput kami untuk pulang kampung. dan uang dari penjualan sawah dan rumah sudah di transfer bapak ke rekening Bank Ku keseluruhan Nya.


Mamak, Aku, Rifan dan Fernando, serta Tulang dan Nantulang Mak Saor. kami berangkat ke kampung. sementara Lisa di temani keluarga Indah dan Rani di rumah, karena calon pengantin tidak boleh jalan jauh.


(tradisi Adat di kampung kami tidak memperbolehkan calon pengantin untuk jalan jauh, katanya darah calon pengantin itu manis dan di takutkan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi).


Kami berangkat jam 9 pagi dari Rumah, dengan mengendarai mobil Ku yang memuat 7 orang sekaligus, dan supirnya pak Kepling yang sudah mahir mengendarai mobil dan tentunya sudah punya SIM.


Kami sampai di rumah Tulang pak Saor tepat jam 4 Sore, Rumah Tulang pak Saor di jaga oleh keluarganya Rada. sehingga rumah itu masih terjaga dengan baik.


"selamat datang kembali, syukurlah saya sudah siap masak." ujar Mamaknya Rada yang menyambut kedatangan kami.


"terimakasih Eda Mak Rada, kebetulan saya juga sudah lapar." ujar Nantulang Mak Saor.


"semuanya sudah tersaji di meja makan, Mak Elazer, sini si Adek, biar kalian bisa Makan dan beres-beres." ucap Bou Mak Rada Sambil mengambil Elazer dari gendongan Ku.


Kami langsung menuju meja makan, sementara bou Mak Rada langsung memandikan Elazer. setelah beberapa saat bou Mak Rada sudah kembali dengan membawa Elazer dalam balutan handuk.


"ih.. ih..... Elazer pasti gerah ya di jalan, makanya ngak rewel saat oppung mandikan." ujar bou Mak Rada yang mengurusi Elazer.


"ngak usah buru-buru makan, ntar lagi Inang Uda Nya Rada akan membawa makanan untuk di sajikan nanti malam saat acara adat.


Kami tadi bagi tugas, jadi makanlah dengan santai dan tenang." ucap Bou Mak Rada Sambil membedong anakKu.


Setelah selesai makan, Mamak langsung menyuruhKu untuk mandi agar bersih saat menyusui Elazer nantinya.


Selesai Mandi dan berpakaian serta mengeringkan rambut, ku temui Elazer yang di jaga oleh bou Mak Rada untuk memberikan ASI ke anak ganteng ku.**


Kami sudah bersiap duduk di ruang tamu ini, dan makanan sudah tersaji, dan tidak berapa lama bapak datang bersama Pemangku Adat serta rombongannya.

__ADS_1


Terlebih dahulu kami makan Malam, dan terakhir ngopi yang disajikan berikut dengan lappet (kue tradisional Batak).


"parhorason ma di Huta saluhut na adong di luat on, ala las ni roha benna marpungu Hita di Bagas ni bapak ni Saor, parboru.


(Horas untuk kita semuanya, karena sukacita kita berkumpul di rumah pak Saor selaku pihak keluarga perempuan).


Dison Hita maruloan nadenggan, naeng padamuhon Sanggap na putus Alana pambahanen na suala Suang.


(disini kita berkumpul untuk menyatukan pernikahan yang putus karena perbuatan yang tidak terpuji).


Saunnari hupangido tu oppung Sanggap, Natua-tua ni oppung Elazer Doli Manang bapak Tiur. jala boan gelleng mu tu tonga-tonga Natorop on.


(sekarang saya mintak kepada Oppung Sanggap sebagai orang tua dari oppung Doli Elazer atau Bapaknya Tiur dan bawa lah anak mu itu untuk berdiri di tengah-tengah kami ini).


Saunnari hupangido tu bapak Soar, ito ni oppung Boru Elazer Manang Mak Tiur. nagabe Natua-tua Na. boan ma ito mi tu tonga-tonga Natorop on.


(sekarang saya mintak kepada bapak Saor sebagai saudara laki-lakinya atau orang tua dari oppung Boru Elazer atau Mamaknya Tiur dan bawa lah ito mu itu untuk berdiri di tengah-tengah kami ini).


"Mak Tiur, Manang oppung boru Elazer.... tapahundul ma asa makkatai Hita denggan"


(Mak Tiur, marilah kita duduk agar kita bisa ngomong dengan baik).


Ujar Bapak kepada Mamak dan mereka berempat pun akhirnya duduk.


"Mak Tiur, di hadapan Pemangku Adat, pak kades, pak Kepling, Penatua Marga, di hadapan Bapak Uda ku oppung Sanggap dan juga di hadapan Tunggane pak Saor.


Saya minta maaf atas semua kelakuan yang tidak menyenangkan hati mu dan juga anak-anak kita.


Saya menyesal karena telah mensia-siakan keluarga ku sendiri karena kebodohan Ku sendiri, saya menyesal.

__ADS_1


Kakak, Abang, dan Adek. bapak mintak maaf karena tidak menyayangi kalian anak-anak Bapak. maafkan bapak.


Ternyata Bapak tidak bisa hidup tanpa kalian, Bapak rindu sama kalian. maafkan bapak ya."


Kami bertiga langsung memeluk Bapak, air matanya di ku hapus dengan tanganku sendiri dan juga di hapus oleh Rifan dan Fernando.


"Mak Tiur.... kamu sudah berjanji di hadapan anak-anak kita, kalau saya menepati janjiku padamu maka Mak Tiur maka, mau menerima Ku kembali sebagai Suami mu lagi.


Di depan anak-anak kita saya ingin menagih janji mu Mak Tiur."


"saya sudah melihat Usaha mu pak Tiur, dan sesungguhnya saya juga masih mencintai Mu dan menginginkan Mu untuk menjadi suamiku lagi.


Ini bukan hanya demi anak-anak, karena anak-anak kita juga sudah dewasa. dan ini murni dari Hatiku yang luluh Karena pak Tiur sudah menepati janji." ucap Mamak sembari menyeka air matanya.


"pak Soar, nungga jelas tabege Alus ni Mak Tiur. jadi marpangido AU tu ho pak Saor. ias ma Nian roham manjalo jala pasakkaton Ibotom Mon Mak Tiur, Alana ho do pak Saor Natua-tua di Mak Tiur.


(pak Saor, sudah jelas kamu dengar jawaban dari Mak Tiur. jadi saya Mohon tolong Restui hubungan mereka kembali, sebagai Suami-istri. kamu adalah saudara laki-lakinya sekaligus orang tuanya).


Hupangido Sian ias ni rohakku, gabe ma Nian Mak Tiur parmaen Ku museng. alani halaki nadua tong marsihaholingan do.


(saya memohon dari lubuk hati ku yang paling dalam kepadamu pak Saor, saya menginginkan agar Mak Tiur ini kembali menjadi menantuku, karna mereka berdua masih saling mencintai).


Pak Tiur... pangido ma tu iboto ni Mak Tiur, baen Sian ias roham. asa mimbar rohani ni Tunggane mi.


(pak Tiur, mohon lah kepada saudara nya Mak Tiur agar kamu kembali menjadi suaminya Mak Tiur, mintak dengan ketulusan hatimu).


Jala pasahat ma sosol ni roham, jala pasahat ma padan mu tu Nasida, dohot tu omak ni Tiur, tar lobi-lobi tu akka gelleng mu.


(sampaikan mintak maaf mu kepada pak Saor sebagai saudara laki-lakinya dan orang tuanya, dan berjanji hal baik kepada pak Saor, Istrimu dan juga anak-anak Mu).

__ADS_1


Perintah oppung Doli Sanggap, bapak Uda nya dari Bapak atau adik kandungnya oppung Doli kami yang masih hidup.


__ADS_2