MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Hari Bahagia Ku.


__ADS_3

Saor, Rani dan Indah membantu ku merias wajah ini. bak seperti putri Raja, dengan balutan kebaya merah, kini aku sudah bersiap menunggu di jemput oleh calon suamiku.


Iren, Sarah, Devi, Maria, Uli, Gabe dan Bapaknya sudah menunggu di ruang tamu, demikian juga dengan keluarga Ku, dan sebagian keluarga dari kampung. mereka sudah mempersiapkan Elazer dengan memakai kemeja merah dengan stelan jas warna hitam.


Elazer begitu tampan dengan stelan jas itu, stelan tersebut adalah hasil jahitan dari bang Bastian khusus untuk Elazer. Anak ku yang ganteng itu tersenyum sumringah ketika menyambut Ku.


Tidak berapa setalah kami bersiap menunggu calon suami ku yaitu bang Bastian yang sebentar lagi akan di sini b


Bang Bastian tiba dengan rombongan nya, Calon suami itu terlihat begitu tampan nan gagah.


pa..... ha..... uaahhh.... pah.....


Elazer seperti memanggil nya, suaranya yang melengking membuat kami semua tertawa dan bang Bastian tersipu malu karena di panggil anak kami.


Setelah acara adat untuk menerima calon suamiku masuk ke rumah, bang Andri langsung memeluk Elazer.


Berhubung acara selanjutnya akan tetap berjalan, Gabe langsung menggendong Elazer. dan anak ganteng itu seolah-olah mengerti akan keadaan.


Lanjut ke gereja, kebaktian dan kotbah kemudian lanjut ke acara pemberkatan.


Bang Bastian tiba-tiba saja mengambil Elazer lalu menoleh Ku.


"aku menerima sebagai istri ku dan juga Elazer anak kita.


aku mencintaimu dan menyayangi mu, begitu juga Elazer anak kita dan kelak adik-adiknya Elazer nantinya."

__ADS_1


'iya..... pah....huaaaaa.......'


prok....prok...prok.....


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Semua tamu undangan dan jemaat gereja tepuk tangan dan tertawa karena ocehan dari Elazer.


Anak kami ini terlihat bahagia, senyuman yang sumiringah dan tangan yang menunjuk ku serta yang lainnya.


Kemudian Mamak mengambil Elazer dari gendongan bang Bastian, lalu di serahkan kepada Gabe.


Acara pemberkatan pernikahan kami berjalan dengan lancar dan khidmat, dan lanjut ke acara adat di wisma milik Nisa Adikku.


Sebelum berangkat ke wisma, kami terlebih dahulu photo keluarga.


Lisa datang bersama suaminya yang bernama Pangeran dan mereka terlihat serasi dengan balutan pakaian warna senada.


Rifan dan Ningsih yang kompak, demikian juga dengan adik ku Fernando yang kompak dengan Saor.


Tidak ketinggalan Rada yang terlihat cantik dengan Calonnya.


Selesai sesi photo, kami berangkat ke wisma untuk acara adat pernikahan.


Tamu undangan sangat banyak, tidak aku sangka sebanyak ini.

__ADS_1


Keluarga dari kampung hampir semua ada disini, tidak ketinggalan para pelanggan ku dari kantor camat termasuk Diana, putri pak camat yang cantik.


Acara demi acara terlaksana dengan baik, hingga akhirnya kami makan siang bersama. kemudian lanjut dengan rentetan acara adat berikutnya.


Semuanya berjalan dengan lancar dan khidmat.


Hingga akhirnya acara mangulosi, acara terakhir dari rangkaian adat pernikahan.


(mangulosi adalah acara memberikan Ulos kepada pengantin, dengan harapan dan doa sesuai filosofis yang terkandung di dalam ulos tersebut.


Ulos adalah lambang adat Batak yang mengandung filosofi yang dalam akan keberkahan, tidak menjadikan ulos sebagai berhala tetapi media penyampaian doa dan harapan).


Elazer berada di tengah-tengah kami berdua, anak ku yang ganteng itu begitu tenang Nya di pelukan kami berdua.


Setelah ulos diberikan kepada kami, dan hal yang membuat kami kagum yaitu Andri datang membawa ulos untuk kami.


"semoga pernikahan kalian berdua terberkati, seperti hangat dari ulos ini, demikianlah dengan hangatnya pernikahan kalian berdua.


kiranya berkat Tuhan selalu bersama dengan keluarga kalian, bertambah lah rejeki, baik rejeki anak maupun rejeki materi.


Tetap rendah dan selalu bersyukur, inilah hadiah yang bisa aku berikan. terima lah dengan ikhlas."


Demikian ucap Andri, dia begitu terlihat tegar saat mengalami kami tapi ketika menyalami Elazer, anak kami ini seperti menghindari bapak kandungnya.


Andri pun berlalu tapi terlihat dia menyeka air matanya, mungkin karena Elazer yang seperti menghindari nya.

__ADS_1


Acara adat pernikahan dinyatakan selesai tepat pukul 8 malam. sebelum pulang kami makan bersama keluarga di wisma ini, selesai makan malam kami pulang ke rumah tepatnya di rumah ku.


__ADS_2