MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Andri dan Perubahan Nya.


__ADS_3

Jujur penjualan dari usaha ku ini lebih banyak karena Saor, sungguh jiwa marketing sangat mempuni walaupun Ia hanya tamatan SMA.


Sebenarnya kedua orangtuanya tidak perlu kerja, tapi yang namanya orang tua manalah bisa diam dan tidak bedanya dengan kedua orang tua Ku dan juga oppung Boru Ruth.


"selamat bekerja kakak dan Abang, tolong jangan kecewakan pelanggan Ku. okey.....


Jangan sibuk berpelukan di jam kerja, emang kalian berdua suami istri tapi tidak baik pamer kemesraan di hadapan Soar, nanti Saor Baper."


ujar Saor dengan muka sok imut dan songon, ingin rasanya mencubit nya tapi bang Bastian menahan Ku.**


Pembangunan tambahan untuk lapak jahit buat bang Bastian dan anggotanya sudah selesai begitu juga dengan renovasi yang lainnya.


kami saling bahu membahu untuk melengkapi dan perpindahan, semua sesuai rencana dan sudah siap beroperasi.


Begitu juga hari Martuppol nya Rada, dan besok kami bersama rombongan dari Medan akan ke kampung untuk menghadiri acara Martuppol Rada dan Binsar.**


Pukul 3 pagi kami sudah bersiap dan akhirnya mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena jalanan tidak terlalu macet kami sampai jam 8 lewat 15 menit di depan rumah Saor yang masih terawat bagus.


Bou Mak Rada dan keluarganya menyambut Kami di rumah Tulang pak Saor, dan kami langsung sarapan bersama.


Rada sudah pulang sejak kemarin bersama Saor, Rani dan Indah, Nantulang Mak Saor serta mamak. untuk membantunya dalam hal makeover.


Selesai sarapan lalu bersiap-siap berangkat ke rumah Rada dan kami sudah bersama Binsar dengan keluarga besarnya.


Adat pembukaan dan kemudian lanjut ke gereja, setelah mengikat janji lalu lanjut ke aula desa untuk melaksanakan adat Martuppol.


Selesai acara kami kembali ke rumah tulang pak Saor, sementara yang lain langsung pulang ke Medan.


Tinggal lah yaitu, tulang dan Nantulang Saor. mamak dan bapak, Gabe serta Bapak nya.


Besok siang kami berangkat ke medan bersama Rada yang tentunya akan di temani oleh Binsar yang masih bersama kami saat ini.


Sore harinya kami kedatangan tamu, yaitu Andri dan seorang perempuan yang sepertinya sudah hamil.


Elazer yang sudah selesai di mandikan oleh Nindy kakak Asuhnya langsung mintak gendong ke bapaknya.


"horas..."


Salam dari Andri dan Tulang pak Saor menanggapi salam tersebut dan mempersilahkan masuk.


Andri menuntut wanita hamil tersebut untuk masuk ke dalam rumah, dengan pelan dia menuntun wanita itu.

__ADS_1


"bapak, kak Gabe. perkenalkan ini istriku namanya Kasih, kami melangsungkan pernikahan di rumah orang tua kasih.


Kata dokter, Saat ini kasih sedang hamil 6 bulan."


Andri menuntun istrinya untuk bersalaman dengan kami, dan jelas terlihat kalau istri dari Indri sesuai dengan yang di sampaikan nya waktu di rumah sakit saat itu.


"seperti yang Andri ucapan saat di rumah sakit saat itu, kalau Istriku ini berbeda dari wanita lainnya.


Dulu waktu kecil mengalami step sehingga perkembangan saraf memorik nya terganggu seperti yang sekarang ini.


Kasih adalah istiku dan aku belajar banyak hal sehingga bisa menerima keadaannya, kasih sedang mengandung anakku dan aku yakin akan hal itu."


"Andri, kamu yakin dari mana?"


"iya pak, Andri meniduri Kasih dalam keadaan gadis dan itu terjadi secara berulang-ulang. itu sebabnya tidak keraguan bagi Andri."


"apa kamu benar-benar menerimanya?'


Andri kemudian tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Bapaknya, seraya kemudian menatap Elazer yang berada di pangkuan bang Bastian.


Elazer lagi-lagi membenamkan wajahnya ke dada papa nya tapi kali ini Elazer tidak menangis.


Perlahan-lahan juga Andri sudah berbaur dengan warga disekitar sini dan Andri sudah bisa mengikuti Adat di kampung ini.


Untuk saat Andri merasa bahagia, dan kebahagiaan ini bertambah ketika melihat Elazer bertambah besar walaupun Elazer belum bisa menerima ku sebagai Bapak Nya."


"kamu yang sabar ya bere, semua secara perlahan kok. lihat aja Elazer tidak menangis lagi saat bertemu dengan bere. dan itu artinya secara perlahan Elazer bisa menerima bere."


Andri Kemudian menolah mamak dan tersenyum tapi air matanya mengalir di pipinya.


"terimakasih Nantulang dan terima kasih juga karena telah memaafkan Andri. maaf yang ikhlas dari Nantulang membuat Andri bisa menjalani hidup ku dengan tenang."


Gabe kemudian mendekati Andri lalu memeluknya.


Gabe kemudian menghapus air mata Andri dan memandangi adik iparnya itu.


"kamu benar-benar berubah, kakak salut melihat Mu."


"terimakasih kak Gabe, dan kakak ku yang juga sudah menjenguk Andri disini. kak Iren atau suster Iren, kak Sarah, kak Devi, kak Maria dan kak Uli.


Mereka memberikan semangat dan doa kepada Andri dan semangat dan doa dari mereka semakin menguatkan hati dan pikiran Ku.

__ADS_1


Oh iya, setelah beberapa bulan pernikahan kami, kasih Istriku menunjukkan perubahan yang baik dan signifikan.


Kaku dalam fisiknya berangsur membaik walaupun belum sempurna."


Terlihat Andri tegar dan tidak seperti dulu yang selalu loyo dan ketergantungan kepada almarhumah Mamaknya.


Obrolan kami semakin dalam dan begitu banyak hal baik terjadi terhadap Andri.


"bapak bangga melihatmu mang, kamu berbesar hati menerima pernikahan mu dan kamu sudah dewasa sekarang."


"terimakasih Pak karena sudah memaafkan dan menasehati Andri.


Terimakasih karena sudah menjadi bapak yang bijak untuk Andri, dan terimakasih sudah mendukung Andri.


Mak Elazer, dan Lae pak Elazer, terimakasih ya atas kasih sayang yang kalian berikan kepada Elazer.


Nantinya nama panggilan Ku adalah anak kedua ini dan biarlah Elazer yang menjadi nama panggilan kalian berdua."


Bang Bastian hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan dari Andri.


Hari semakin gelap dan Andri bersama istrinya akhirnya pulang setelah pamit kepada kami.


"Gabe tidak menyangka kalau Andri bisa berubah ya pak."


"iya boru dan itu suatu mukjizat."


"Iya benar itu, Andri benar-benar berubah. sekarang ternaknya sudah banyak pemberian dari mertuanya dan Andri yang mengusahakan itu semua.


Entah berapa kali Andri menjual hasil ternak nya sehingga bisa merenovasi rumah yang dibelikan oleh mertuanya yang dekat dengan Kebun Nya.


benar-benar salut melihat perubahan nya, dan Andri berbesar hati."


Kami hanya terdiam setelah bou Mak Rada menjelaskan tentang perubahan dari Andri.


"kasih sayang yang berlebihan itu bisa menghancurkan kehidupan anak, dan kasih sayang yang tiada akan membuat anak menjadi menderita.


Intinya adalah pas, sesuai takaran Karena sesuatu yang berlebihan itu adalah sifat Iblis yang menghancurkan kehidupan manusia."


Ucap Bapaknya Andri dan kata-kata itu benar-benar tepat, dan inilah pelajaran hidup yang sangat berharga.


Kasih sayang tepat akan menjadi berkat untuk anak dan keluarga.

__ADS_1


__ADS_2