My First Love Story

My First Love Story
Medsos


__ADS_3

“ Key, mau kemana lagi?” Tanya Rana yang sudah terduduk di kursi makan untuk sarapan


"Aku mau ngambil dulu omlet kak, kakak mau?” tawar Kezia.


"Boleh deh, tolong yaa…” seru Rana sambil tersenyum.


Kezia mengampiri meja tempat semua menu disajikan. Diambilnya dua buah omlete dan ditaruhnya di atas piring kecil. Disampingnya berdiri seorang laki-laki paruh baya yang juga sedang mengambil menu makanan. Dia menoleh ke arah Kezia lalu tersenyum. Kezia menganggukan kepalanya.


"Pagi key..” Sapa Tyo dari arah belakang.


"Pagi kak…” sahut Kezia sambil tersenyum. “ Ayo sarapan kak..” ajak Kezia sambil mengangkat piring yang di pegangnya.


"Iyaa nanti aku nyusul.. kamu duduk sebelah mana?”


"Itu, sama kak rana..” tunjuk Kezia pada gadis yang sedang asyik menikmati sarapannya. “Aku duluan ya..” pamit Kezia. Tyo mengangguk lalu bergegas mengambil menu sarapan.


Kezia menaruh omlet di depan Rana dan di samping piringnya. Ditariknya kursi lalu duduk disana.


"Key liat deh, itu Arland kan?” Tanya Rana sambil menunjuk pada seorang lelaki yang baru masuk ke area resto.


"Iya kali kak..” jawab kezia sambil menundukan wajahnya.


Sebenarnya kezia tidak ingin ketemu Arland sepagi ini. Karena takut dia salah tingkah.


“Land, sini!” seru Rana


Mata kezia terbelalak. Omlete di mulutnya hampir menyembur.


"Kakak kenal sama Arland?” bisik Kezia.


"Iyaa… dia kan cowok yang dikejar Irene, temen sekelasku. Tapi Irene selalu gagal, katanya Arland udah punya gebetan.” Terang Rana


Kezia hanya mengangguk-angguk.


"Pagi, boleh gabung…” sapa Tyo.


“Hay yo… ayo silakan duduk! Gag apa-apa kan key?” Tanya Rana sambil memincingkan


matanya ke arah kezia.


" Lo ya gag apa-apa kak, emang kenapa…” jawab Kezia dengan canggung.


Tak lama Arland pun ikut bergabung. Tatapan Arland dan Tyo bertemu. Seperti ada kilatan petir di antara mereka. Arland tersenyum manis pada Kezia dan Kezia hanya mengangguk.


"Land, ada apa kamu nyusul kesini? Em… jangan bilang gebetan kamu ikut olimpiade juga?” selidik rana


"Iya kak, aku dateng mau nyemangatin dia.” Jawab Arland sambil melirik Kezia.


"Yang mana gebetanmu? Kenalin laahh…” seru Rana dengan semangat.


"Kakak juga kenal kok…” jawab Arland dengan santai.


"Beneraan?? Yang mana saingannya Irene?” rana tergelak sambil celingukan melihat sekitarnya.

__ADS_1


"Udah laahh jangan bahas dia di meja makan..” sindir Arland.


"Okeeyy sory… o iya key, kamu udah punya akun medsos kan?” Rana mengalihkan pembicaraan.


"Emm nggak kak. Emang kenapa?” jawab Kezia polos.


"Aduuhh kamu hidup di zaman sekarang tapi gag punya medsos, apa kata dunia?” Rana tergelak. “ Panitia kan bilang, harus posting photo tentang olimpiade terus di kasih hastag pejuang olimpiade , sama olimpiade MIPA. Supaya banyak anak penerus kita yang tertarik sama pelajaran…” cerocos Rana.


"Kok aku gag denger ya?” cela Kezia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalian ngobrol mulu sih di belakang. Sini hapemu, aku bikinin akunnya.” Tawar Rana.


Kezia menyerahkan handphonenya pada Rana.


"Ini hape bagus isinya apa aja sih, gag ada game gag ada akun medsos.” Gerutu Rana. Rana tampak mengotak-atik handphone kezia dengan santai tak peduli pandangan kedua laki-laki di sampingnya. “ Nih! Nanti aku follow kamu, terus kamu folback yaa…” lanjut rana sambil menyerahkan handphone Kezia.


Kezia mengangguk walau sebenarnya tidak mengerti juga.


"Apa nama akun kamu key, nanti aku follow..” tutur Tyo sambil mengeluarkan handphonenya.


“Nama lengkapku tanpa spasi kak..” jawab Kezia sambil menunjukkan handphonenya pada Tyo.


Tyo membuka aku media sosialnya. Dia baru sadar bahwa dia memposting 3 foto kezia tanpa Izin. Namun kezia masih belum menyadarinya. Dia focus mempelajari tentang akun medsos barunya.


"Kamu gag marahkan liat postinganku?” Tanya Tyo dengan terus terang. Kezia mengernyitkan dahinya.


"Itu kan medsosnya kakak, ya terserah kakak mau posting apa..” jawab kezia yang tidak mengerti maksud pertanyaan Tyo.


"Jangan bilang gebetan kamu itu Kezia Land…” lirih Rana dalam hati.


Begitu banyak hal aneh yang ada dihadapannya, dan masih belum ada jawabannya.


****


Acara penutupan olimpiade akan segera dimulai. Seluruh peserta diminta memasuki ballroom yang sama saat pembukaan. Mereka duduk berjejer dengan rapi didampingi para guru. Sementara dibarisan paling depan, ada orang-orang penting yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan olimpiade tersebut.


Kezia masih asyik mengotak-atik akun media sosialnya. Dia memposting poto pertamanya berupa foto buku karangan Ryanggara P wibawa yang terletak di atas meja dengan tangan kiri kezia di atasnya. Tyo tersenyum melihat postingan pertama kezia, karena itu adalah buku yang dia berikan sebagai hadiah. Sementara untuk foto profil kezia memakai foto saat dia berlibur ke pantai bersama teman-temannya. Foto tersebut menampilkan


kezia yang sedang duduk memandangi sunset di bibir pantai dan foto diambil dari arah belakang. Siluete tubuh rampingnya terpantul pula di hamparan pasir yang menguning terkena cahaya matahari senja.


"Kamu suka pantai key?” Tanya Tyo.


"Iya kak…” jawab kezia. Tyo terangguk.


"Tak lama seorang MC mulai naik ke atas panggung. Dia membuka acara tersebut dan mempersilakan salah satu pendukung dalam penyelenggaraan olimpiade tersebut untuk memberikan sepatah dua patah kata.


"Wah ternyata acara ini di dukung sama Wibawa group juga key…” tutur Tyo yang terpukau pada sosok laki-laki paruh baya yang sedang berdiri di atas panggung.


"Hah, wibawa group perusahaan kelas internasional itu kak?” Tanya Kezia.


Tyo mengangguk yakin. Kezia ikut memperhatikan yang disampaikan oleh laki-laki yang disebut sebagai Mahesa


Wibawa.

__ADS_1


"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah mengikuti olimpiade ini dengan begitu bersemangat. Saya sangat menghargai setiap siswa yang bekerja keras dalam belajar. Dan saya sangat bangga dengan ketatnya persaingan antar peserta dalam hal nilai yang mereka capai. Mereka adalah calon-calon penerus bangsa yang akan membawa Negara kita lebih maju di masa mendatang. Untuk itu, dalam olimpiade kali ini, yayasan pendidikan kami yang merupakan salah satu dari anak perusahaan Wibawa Group, akan memberikan


hadiah berupa Beasiswa belajar bagi juara 1 hingga jenjang pendidikan S2. Baik di dalam ataupun luar negri. Sementara juara 2 dan 3 beasiswa belajar jenjang pendidikan  S1 di dalam ataupun luar negri.” Terang Pak Mahesa wibawa dengan tegas.


Semua yang hadir dalam ruangan  memberikan tepuk tangan yang gemuruh menyambut hadiah yang diberikan oleh Yayasan pendidikan Wibawa group. Tak lama,  Mahesa turun dari panggung, namun gemuruh tepuk tangan masih terdengar hingga beliau duduk di tempatnya.


"Baik, hadirin sekalian . tiba lah kita pada pengumuman para juara olimpiade MIPA ke 27. Untuk cabang Matematika. Untuk siswa yang dipanggil namanya silakan untuk maju kedepan.”


Suasana mulai riuh. Para siswa harap-harap cemas namanya akan dipanggil sebagai juara. Kezia dan Tyo saling bertatapan dengan tegang, berharap nama mereka menjadi salah satu yang di panggil ke depan.


"Juara ketiga dalam olimpiade Matematika  jatuh kepada adinda Lira Andini sari SMA Permata Bangsa.” Seru Mc yang berdiri di depan podium.


Tepukan tangan dan teriakan serta suitan dari siswa mengiringi langkah seorang gadis mungil yang berjalan dengan langkah perlahan sambil melambaikan tangannya ke arah peserta lain.


Rana menggenggam tangan Kezia dengan erat. Tangannya terasa sangat dingin. Begitupun dengan Kezia, wajah merka terlihat sangat tegang.


"Juara kedua dalam olimpiade cabang Matematika  jatuh kepada ananda… Tyo Mahardika dari SMA Harapan bangsa.” Seru panitia


"Aaahhhhh… Kak Tyooo, selamat……” tanpa sadar Kezia dan Rana memeluk Tyo. Jantung Tyo serasa mau copot. Matanya membelalak tak percaya.  “ Cepet kak, naik ke Podium…” seru Kezia sedikit mendorong Tyo. Tyo berjalan ke panggung sambil memegangi dada kirinya,bukan karena namanya di panggil tapi karena mendapat pelukan dari kezia.


Kezia dan Rana kembali saling menggenggam tangan mereka.


“Dan juara pertama dalam olimpiade Matematika jatuh kepada adinda… Kezia Artiandinia Fashia dari SMA Harapan Bangsa!”


Gemuruh tepukan kembali membahana. Kezia ikut bertepuk tangan dengan gembira.


"Key cepat ke depan!” seru Rana


"Ngapain kak?” Tanya Kezia polos.


"Kamu gag denger, itu nama kamu yang disebut!” seru Rana sambil memeluk Kezia. kezia hanya terpaku. Tidak percaya dia yang menjadi juara 1.


"Kepada ananda Kezia Artiandinia Fashia silakan naik ke atas panggung.” Panitia  memanggil ulang nama Kezia.


Rana mendorong Kezia lumayan kuat. Kezia berjalan dengan langkah gontai. Dia masih tidak percaya dirinya menjuarai olimpiade ini dan menduduki urutan pertama. Ratusan pasang mata menatap kagum ke arahnya.


"Wah.. calon ibu dari anak-anak gue nih!” seru salah satu siswa yang berdiri di baris kedua dari depan.


Kezia berdiri di samping Tyo. Mereka saling bersitatap dan tersenyum satu sama lain. Wajahnya tampak benar-benar bersinar.


" Baik, untuk juara ketiga, hadiah akan diserahkan secara simbolis oleh Ketua penyelenggara Olimpiade. Kami persilakan.”


Juara ketiga menerima hadiahnya, berjabat tangan lalu berfoto.


" Untuk juara kedua , hadiah akan diberikan oleh Tuan Mahesa Wibawa selaku CEO dari Wibawa group. Kami persilakan.”


Tyo tersenyum lebar saat Mahesa menggenggam erat tangan Tyo dan mengucapkan selamat. Mereka berfoto bersama.


"Dan untuk juara pertama akan diberikan langsung oleh CEO dari yayasan pendidikan Wibawa Group, dan untuk pertama kalinya hadir di tengah-tengah kita, kita sambut Tuan Ryanggara Prasetia Wibawa.”


Tepukan tangan kembali bergemuruh. Kezia dan Tyo saling memandang saat nama penulis favoritnya di sebut.


****

__ADS_1


__ADS_2