My First Love Story

My First Love Story
Harus terpisah


__ADS_3

“ Selamat Siang, Om.. tante kak Indira,,,” sapa Kezia pada keluarga Mahesa yang sedang berkumpul di ruang tunggu.


"Sore Nak… ayo duduk…” pinta Anna dengan ramah.


Sementara Mahesa dan Indira tersenyum hangat Pada Kezia.


"Kamu udah makan key?” tanya mahesa


"Sudah om, tadi bareng kak angga…” jawab Kezia.


Ditaruhnya tas ransel yang di bawanya di samping kursi tempat ia duduk.


"Kamu mau kemana key?” tanya Indira sambil menoleh ke arah tas ransel Kezia.


"Aku mau pulang dulu kak… soalnya sudah masuk sekolah lagi…”


"Apa kamu sudah memikirkan tawaran  om , untuk melanjutkan sekolah di yayasan angga?” tanya mahesa dengan serius.


"Emm… aku sudah memikirkannya Om… “ jawab kezia dengan wajah tenang


"Lalu apa keputusan mu?”


"Sepertinya untuk sekarang aku masih mau meneruskan belajar di sekolahku saat ini…” jawab kezia dengan yakin.


"Baik, om menghargai keputusanmu. Tapi kalo suatu hari kamu berubah fikiran, kamu kasih tau Angga dan pak Hendra akan mengurus semuanya…” terang Mahesa dengan jelas.


"Terima kasih Om… Aku juga mau minta maaf kalo selama di sini aku banyak merepotkan Om, tante dan kak Indira…” lanjut kezia sambil meremas tangannya sendiri.


"Looohh… siapa yang merepotkan dan siapa yang merasa di repotkan key…. Gag ada sayang. Tante justru mau berterima kasih, kamu sudah melakukan banyak hal untuk keluarga kami.” Jawab Anna sambil mengusap kepala Kezia.


"Sama-sama tante…”


"Key , apa Angga udah tau kamu bakal pulang?” Indira memincingkan matanya tanda penasaran.


Kezia mengangguk.


# Flash back on


"Kak, kakak kan udah janji mau ngasih aku tanda tangan sama foto bersama, kok belum aja sih?” tanya kezia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Waahh… aku kira kamu udah lupa….” Tutur angga sambil tersenyum manis.


"Enggak lah.,.. mana mungkin aku lupa…”sahut Kezia dengan wajah imutnya.


"Baiklah, tanda tangan boleh, kalo foto gag usah yaaa…”


"Iihhh kok gitu siih… ya udah, aku gag mau ketemu kakak lagi…” cetus Kezia sambil memalingkan wajahnya dari Angga dan menyilangkan tangan di depan dadanya.


"Aku pake baju pasien key, nanti hilang wibawaku…” jawab Angga dengan serius.


"Loh, emang kenapa? Kakak tetep keren kok dengan baju ini. Tambah ganteng malah,  soalnya aura positifnya terpancar..” seru Kezia sambil menyentuh wajah angga.


Wajah angga merona merasakan kehangatan tangan kezia.


"Okey, mana hp mu… aku gag punya banyak waktu.” Ketus Angga


"Asyiikkk baiklaahh… bentar yaaa…” kezia mengeluarkan handphonenya dari saku celana. Lalu mengatur posisi untuk berfoto dengan Angga. “ Siap kak?” tanya  Kezia. Angga mengangguk. “ 1..2…3! Cekrek!” dan bertepatan dengan “Cup!” Angga mengecup pipi kiri Kezia.


Kezia terbelalak. Matanya membulat.Foto yang tertangkap adalah ekspresi terkejut Kezia dengan bibir angga yang

__ADS_1


menempel di pipinya.


"Ihh kak angga…” teriak Kezia sambil memalingkan wajahnya dari Angga.


Rona malu terlihat di wajahnya.


Angga menyentuh dagu Kezia dengan tangan kanannya lalu menghadapkan ke arahnya.


"Apa kamu berfikir aku mesum?” tanya Angga dengan tatapan serius.


"Iya, dan aku gag suka…” jawab Kezia sambil memalingkan wajahnya.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh, itu Cuma ucapan terima kasih okey gadis keras kepala.” Cetus Angga sambil menyentil dahi Kezia.


"Isshhh lagi-lagi…” keluah kezia sambil memukul tangan angga. Angga kembali tergelak.


“ddrrtt… ddrrtt…”


Handphone kezia bergetar. Ada panggilan video call masuk. Nama Tyo muncul di layar Handphonenya.


"Angkat lah… fans mu sepertinya kangen…” cetus angga dengan wajah kesal


"Ihhh kayak yang kenal aja sama kak tyo…” jawab kezia. Tapi angga tidak meresponnya. “ Ya kak…” jawab kezia dengan wajah cerianya.


"Hay key, kamu apa kabar?”


"Kabar baik kak. Kak tyo apa kabar?”


"Aku baik… kamu kapan pulang…”


"Eemmm aku pulang sore ini..” jawab kezia sambil melirik ke arah Angga.


Angga terperangah kaget.


"Ya kak..”


"Jangan lupa makan..”


"Ya kak..”


"Jangan lupa kabarin kalo udah nyampe.”


"Ya kak…” jawab kezia mengangguk malas. “ Oh iya, kakak juga jangan lupa…”


"Lupa apa key…” Tyo tampak bersemangat, merasa Kezia akan memberinya perhatian.


"Jangan lupa, kita Cuma temen…” tutur kezia dengan santai.


"Hah? O iya key… aku gag lupa kok…” jawab Tyo yang salah tingkah mendengar jawaban Kezia.


Terdengar tawa angga yang duduk di sampingnya. “ Kamu sama siapa key?” tanya Tyo dengan tergagap. Dia tau suara tawa laki-laki itu sedang menertawakannya.


"Sama Dia…” jawab kezia sambil mengarahkan handphone nya ke arah Angga.


"Hay…” sapa angga sambil menahan tawa melihat ekspresi Tyo.


"Selamat siang kak…” sapa tyo dengan malu. Angga mengangguk. “ Oke key, aku tutup dulu yaa… sampe ketemu…” lanjut Tyo.


"Iya kak, see you…” sahut Kezia yang kemudian mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"HAHAHAHAHHA… Jahat kamu Schnucki bener-bener jahat…” seru Angga sambil memegangi perutnya yang kesakitan karena tertawa.


"Ya lagiii, dia lebay banget udah kayak ngurusin istrinya aja. Jangan lupa, ini jangan lupa itu kayak balita aja!” sahut kezia dengan wajah kesal.


Angga masih puas tertawa mendengar ujaran Kezia. Namun seketika, tawanya terhenti saat ia teringat ucapan kezia sebelumnya.


"Apa kamu akan pulang?” tanya Angga dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Kezia mengangguk. “ Peluk aku sebentar… aku akan sangat merindukanmu…” tutur Angga dengan terus terang.


"Iya kak… kakak baik-baik di sini yaa… jangan lupa minum obat dan ikuti jadwal terapi.” Lirih Kezia.


"Yaaa, aku akan bersemangat untuk sembuh.” Angga melepaskan pelukannya dan mencium kening Kezia. “ jangan salah sangka, aku kakakmu, bukan berniat mesum..” imbuh Angga sambil mencubit gemas pipi Kezia.


"Hemmm baiklah… kamu kakakku, dan akan selalu menjadi kakakku…” Jawab Kezia dengan santai. Tak ada debaran yang berarti saat ia bersama Angga, berbeda dengan saat ia bersama Arland. Mendengar suara Arland saja sudut hati Kezia berdenyut apalagi berbicara dengan jarak yang sangat dekat.


Angga terpaku, kemudian tersenyum. Angga menyentuh pucuk kepala Kezia. Entahlah, ada rasa kecewa yang dia rasakan saat mendengar ucapan Kezia.


"Schnuchki, apa suatu hari kamu akan menganggapku sebagai seorang laki-laki dengan status lain?” gumam Angga dalam hatinya.


# Flash back Of


*****


 “ Ceklek”


Terdengar suara handle pintu terbuka, tampak Kezia yang sudah berpakaian rapi lengkap dengan Coats hitam yang


membalut tubuh rampingnya. Kezia berjalan menghampiri Angga yang duduk di sofa dengan standar infus yang berada di sampingnya. Pandangannya lurus ke arah kezia.


"Kamu beneran mau pulang sekarang Schnuchki?” tanya Angga dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.


"Ya kak… Kakak aku tinggal dulu yaa,,, kapan-kapan aku main lagi tapi bukan ke sini, ke rumah kakak aja…” jawab kezia yang menjatuhkan tubuhnya di samping Angga. Terlihat senyum manis menghiasi wajah cantiknya.


"Kamu jaga diri baik-baik ya… kabarin aku kalo udah sampe..” tutur angga sambil mengambil ujung rambut Kezia yang bergelombang.


"Iya, kakak juga yaa… harus semangat sembuh. Jangan lupa ikuti terapinya sesuai jadwal.” Pesan Kezia sambil menatap hangat Angga. Entah sudah berapa kali ia mengulang kalimat yang sama. Tujuannya hanya agar Angga selalu ingat pesannya.


Angga mencium rambut Kezia yang ada di  genggamannya dengan lembut.


"Semua tentang kamu, pasti akan aku rindukan key…” tutur Angga perlahan. Kezia tersenyum, namun pikirannya masih bingung harus merespon seperti apa. “ O iya, kamu pakai topiku ya… sebelum sampai rumah, jangan dilepas.” Pinta Angga sambil mengambil topi yang ada di atas meja samping tempat tidurnya. Angga memakaikan


topinya pada Kezia. Kezia tak protes, dia hanya memandangi Angga dengan bola mata bulatnya.


"Keyy… kamu udah siap?” tanya Indira yang muncul dari balik pintu.


"Iya kak… aku udah siap..” sahut Kezia. Kezia segera berdiri dan mengambil ransel yang ada di dekat kakinya. Anggapun ikut berdiri. Di tatapnya wajah Kezia lekat. Ada rasa sesak di dada angga saat harus melihat Kezia berlalu pergi dari hadapannya. “ Aku berangkat kak…” tutur Kezia yang tiba-tiba memeluk Angga yang terus mematung.


Angga hanya mengangguk. Kezia melepaskan pelukannya lalu berbalik meninggalkan Angga tanpa menoleh lagi ke belakang. Ada perasaan tak tega kalau dia harus melihat kembali wajah pucat Angga yang ditinggalkannya. Bayangan Kezia menghilang di balik pintu yang tertutup rapat. Angga menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Matanya berkaca-kaca. Angga menundukan kepalanya dan menopangnya dengan tangan kanan. Pikirannya melayang entah kemana.


***


"Terima kasih banyak ya nak… kamu udah mau nemenin Angga dan menyemangatinya….” Bisik Anna di telinga kanan Kezia. Pelukannya terasa hangat dan erat. “ Jaga diri kamu baik-baik. Salam untuk mamah dan papahmu..” imbuhnya.


"Iya tante, sama-sama… tante dan keluarga juga jaga kesehatan. Kezia akan rindu pada kalian.” Tutur Kezia sambil perlahan melepas pelukan Anna.


"Hati-hati di jalan ya nak… kalau kamu berubah fikiran tentang sekolahmu, kabari om secepatnya.” Tutur Mahesa sambil mengusap pucuk kepala Kezia. Kezia menggangguk.


"Kak, aku pulang yaa…” ucap Kezia sambil memeluk tubuh Indira.


"Iya, hati-hati yaaa anak cantik… maaf kalau kami merepotkanmu…” jawab Indira sambil mengusap punggung Kezia. Kezia mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Mari Non,…” ajak Hendra yang akan mengantar Kezia ke bandara. Kezia melambaikan tangannya ke arah mahesa dan keluarga, kemudian berbalik mengikuti langkah Hendra yang berjalan di hadapannya.


****


__ADS_2