
Ditengah malam Ella terbangun dari tidurnya dan mendapati Nanda tidak ada diranjang. Celingak celinguk, Ella melihat seisi kamar.
"Mas..! mas...!" Panggil Ella dengan suara serak kgas bangun tidur. Karena tidak mendapat respond dari suaminya, Ella kemudian bangun dari tempat tidur dan pergi keluar kamar untuk mencari Nanda.
Saat keluar Ella mendapati seluruh lampu ruangan mati dan keadaan apartemen sangat gelap. Pedahal seingatnya dia tidak mematikan lampu, dan selama ini memang saat malam apartemennya sangat bercahaya.
Ella kemudian menyalakan lampu setiap ruangan satu persatu. Namun saat menyalakan lampu yang berada di dapur. Ella terperangah kaget saat melihat sesosok mahluk duduk di meja makan yang keluar dari kegelapan.
"Astagfirullah...!" Ujar Ella sambil mengusap dadanya panik. Mahluk itu tersenyum datar menyambut kedatangan Ella.
"Kamu lagi apa sih mas di dapur? Lampu pada dimatiin segala lagi." Ucap Ella agak kesal dengan nafas tersenggal.
"Tadi aku kebangun La, terus nggak bisa tidur lagi." Ujar Nanda sambil tersenyum lurus.
Ella kemudian mendekat dan duduk dikursi lain disamping suaminya.
"Terus kenapa lampunya dimatiin?" Tanya Ella lagi
"Ya.. siapa tahu kalau lampunya mati, nanti aku bisa ngantuk terus tidur dech." Ujar Nanda sembarang dengan gaya so polosnya.
"Hem.. kamu mau tidur di meja makan!" Ujar Ella mengerutkan dahi
"Kamu mau ngehindarin aku yah!" Tegas Ella sambil menunjuk lubang hidung suaminya.
Nanda tersenggal dan kaget, ketika mendengar Ella yang mencetuskan kecurigaannya langsung.
"Heh... hmm.. Nggak!" Ujar Nanda spontan.
"Oh aku tahu kamu sengaja pura pura tidur duluan. Biar malamnya kamu nonton tv sendiri, trus matiin lampu kayak dibioskop iyakan!" Tegas Ella.
"Enggak La, Sumpah tadi aku cuman kebangun doang terus nggak bisa tidur lagi." Ujar Nanda membela diri dengan tegas.
"Bohong...!" Panjang Ella mengeluh. Sejak tadi sore saat Nanda menolaknya Ella sudah merasa sangat kesal. Dia tidak terima perlakuan suaminya yang dia anggap sangat mencurigakan.
"Aku nggak bohong La!" Ujar Nanda tegas.
"Kenapa tadi sore kamu langsung tidur gitu ajah, Aku tahu kamu pura pura!" Ujar Ella dengan tatapan sinis.
"Eh.. iya!" Ujar Nanda cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Hah.. tuhkan!" Ujar Ella landai. Dia kemudian mencubit pipinya Nanda dan memukul bahu Nanda beberapa kali.
"Aw La, Eh kok aku dipukul!" Ujar Nanda.
"Ngapain sih kamu yank, tega banget!" Ujar Ella menekuk wajahnya meminta kepastian.
__ADS_1
"Nggak ada apa apa sih La." Ujar Nanda santuy masih tersenyum lugu.
"Bohong...!" Ujar Ella makin kesal dan menarik rambut Nanda sampai wajahnya menyentuh meja makan.
"Eh.. eh.. Ya habisnya aku kesel aja. Kenapa sih kalau aku yang ngajak kamu suka nolak, tapi kalau kamu yang ngajak aku harus mau!" Ujar Nanda dengan Nada yang agak keras dan wajah kesalnya.
"Ya emang kenapa? Dikasih Enak kok gak mau. " Ujar Ella jengkel.
"Nggak maulah, aku kan juga punya harga diri. Gentelman!" Ujar Nanda dengan gaya so cool miliknya.
"Okey kalau kamu nggak mau. Nggak usah balik ke kamar. Tidur aja diluar sekalian!" Ujar Ella jengkel lalu berdiri dan berjalan dengan menghentakan kakinya keras menuju kamar.
Melihat Istrinya yang meradang dan tidak bermain main. Nanda segera mengejarnya dan membujuk Ella untuk tidak marah dan bersikap seenaknya saja. Nanda meraoh tangan Ella dan menghentikan istrinya tepat didepan pintu kamar.
"Apalagi sich?" Ujar Ella mengerutkan dahinya.
"Masa tidur diluar, kan dingin La." Ujar Nanda mengrenyit.
"Bukannya kamu sendiri yang mau jaga harga diri. So gentelman gak mau dideketin cewe. Yaudah sana!" Ujar Ella sangat geram. Dia kemudian masuk kamar dan langsung nutup pintu keras keras.
Akhirnya malam ini Nanda harus tidur di sofa ruang tengah depan tv gara gara nggak dikasih pintu sama istrinya.
***
Pagi ini Ella juga tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya. Aku nggak akan bikinin sarapan buat kamu pagi ini. Biar kamu tahu gimana rasanya dicuekin ama pasangan. Pikir Ella. Dia kemudian mengambil tas dan kunci mobil lalu berangkat ke kantor.
10 menit kamudian setelah Ella berangkat kerja, Nanda baru bangun dan menggeliat di sofa sampai jatuh ke lantai.
"Ah.. " Rintih Nanda sambil mengusap badannya.
"La...!" Panggil Nanda, Dia kemudian bangkit dan memeriksa kamar. Ternyata Ella sudah tidak ada yang berarti dia sudah berangkat.
Dideoan pintu kamar dia melihat jauh ke meja makan yang kosong. Nggak dimasakin Lagi! Kejam banget kamu La. Batin Nanda mengeluh sambil menelan ludah.
Nanda kemudian mengambil handuk lalu mandi dan berganti pakaian. Setelah menyisir rambut dan memakai minyak wangi, Nanda meluncur ke dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil 2 butir telur dan yang 2 wortel berukuran sedang serta 2 helai daun bawang.
Nanda kemudian memotong dadu wortelnya setelah sebelumbya dia cuci terlebih dahulu. Dia juga memotong daun bawang yang dia siapkan tadi. Setelahnya Nanda Memecahkan telor dan mencampurnya dengan bahan yang tadi dia potong.
Lalu dia aduk merata menggunakan sendok. Nanda juga menambahkan penyedap rasa, garam, dan msg. Setelahnya dia memanaskan teflon lalu memasukan sedikit minyak kesana. Setelah minyak panas dia lalu menuangkan telor yang sudah dia campur dengan wortel dan daun bawang serta bumbu lainnya.
5 menit kemudian Omelete buatannya sudah siap dia mengambil piring lalu menuangkan masakannya disana. Akhirnya Nanda selesai lalu membawa piringnya ke maja makan dan mengambil sendok unyuk menyantap masakannya.
Namun belum sempat memakannya, tiba tiba pintu terbuka dan Ella datang lagi. Ternyata saat dijalan Ella merasa tidak tega pada suaminya. Ngebiarin Nanda tidur diluar aja udah cukup keterlaluan apalagi nggak bikinin sarapan buat dia. Mending balik lagi aja kali yah, sarapan dikantor juga nggak enak. Pikir Ella.
"Kok nggak ketuk pintu dulu sih sebelum masuk!" Ujar Nanda kaget melihat Ella yang tiba tiba sudah berada didekatnya.
__ADS_1
"Inikan rumahku, aku nggak harus ketuk pintu dulu kalo harus masuk." Ujar Ella ketus.
"Kenapa balik lagi? hmm... ada yang ketinggalan yah?" Ujar Nanda panik.
"Aku tadinya nggak tega ninggalin kamu tanpa sarapan tapi ternyata kamu masih bisa bikin sendiri. Kamu masak apa?" Tanya Ella lagi dengan raut wajah heran.
"Omelete!" Ujar Nanda gagap.
"Sini aku cobain, aku juga belum sarapan." Ella kemudian mengambil piring Nanda dan memotong kecil omelete buatan suaminya.
"Kenapa tadi nggak sarapan dulu?" Ujar Nanda melihat hasil kerjanya dimakan Ella.
"Aku masih nggak mood gara gara semalem. Btw masakan kamu enak juga." Ujar Ella Setelah mencoba omelete buatan nanda.
"Hehehe... lumayan Lah." Nanda kwmudian mengambil sendok lain dan berusaha untuk ikut memakan omeletenya. Tapi Ella segera menghalangi Nanda.
"Kamu bikin lagi aja. Yang ini buat aku!" Ujar Ella tegas. Entah karena rasanya terlalu enak atau Ella yang terlalu lapar. Tapi Akhirnya Nanda harus mengulangi kerjanya untuk kembali membiat omelete.
8 menit kemudian Masakan siap, Nanda kemudian menyantapnya. Sementara Ella sudah selesai lebih dulu dan memperhatikan suaminya sarapan.
"Aku perhatiin baju kamu rapih, mana wangi banget lagi. Kamu mau kemana?" Tanya Ella mulai curiga lagi.
"Nggak kemana mana?" Jawab Nanda santai.
"Aku nggak percaya, omongan kamu nggak bisa dipegang. Kemarin aja kamu nggak ada dirumah pas aku pulang. Pokoknya hari ini kamu harus ikut aku ke kantor." Ujar Ella tegas.
"Yah kok gitu La!" Ujar Nanda kaget.
"Iya biar aku bisa ngawasin kamu terus. Kenapa emangnya, kamu nggak suka!" Ujar Ella dengan tatapan tajam.
"Emm.. enggak! Tapi aku bawa boleh bawa bola ya La." Ujar Nanda pelan.
"Boleh kok!" Ujar Ella.
Setelah menghabiskan sarapannya Ella kemudian berangkat sambil membawa suaminya ke kantor.
.
.
.
.
Like comment vote.
__ADS_1