My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 23


__ADS_3

"Ella kita tidurnya pisah kamar lagi?" Ucap Nanda sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Ella.


Ella kemudian keluar dari kamar sambil menekuk wajahnya.Dia memakai piyama merah muda,dan hijab berwarna hitam kontras dengan bajunya.


"Aku udah bilang,kita tidurnya pisah kamar terus." Jelas Ella.


Nanda malah terdiam dan berdiri mematung saat melihat istrinya.Kedua matanya menukik tajam kearah Ella.Dan juga mulutnya yang sedikit terbuka.


"Wey.. malah bengong lagi!" Ella menjetikan jarinya sehingga membuat Nanda tersadar.


"Kamu cantik banget La." ucap Nanda tersenyum.


"Aduh.. udah ah.Aku mau tidur!" Ucap ella sedikit berteriak.


Ella hendak menutup pintu dan kembali kekamar.Secara cepat Nanda langsung menahan pintunya.


"Tunggu dulu La.Aku takut tidur sendirian." Ucap Nanda memalas.


"Ya terus aku harus apa?" Balas Ella.


"Aku takut kalau hantu itu datang lagi.Kita tidurnya bareng sekamar ya La." Ucap Nanda tersenyum.


"O gah,Sana balik ke kamar!" Bentak Ella.


"Satu malam aja La." Pinta Nanda.


Ella menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan Sangat kasar.


"Sini ikut aku." ucap ella.


Ella menutup pintu kamarnya dan berjalan ke kamar Nanda.Nanda kemudian membuntuti Ella dan masuk ke kamarnya.


"Lihatkan enggak ada apa apa di sini." Ucap Ella sambil tersenyum.


"Tapi aku masih takut La." Ucap Nanda.


Ella langsung mengambil sebuah bantal guling dan memberikannya pada Nanda.


"Nih peluk gulingnya.Bayangin aja guling ini pamanmu,rima atau ibu." perintah Ella.


"Kalau aku bayangin guling ini Ella." Ucap Nanda.


"Boleh,terserah kamu." Balas Ella malas.


"Wow.." Nanda langsung memeluk rapat rapat guling dipelukannya sambil tersenyum.


"Nah sekarangkan kamu udah ada temennya.Jadi gak usah takut lagi tidur sendiri." Ucap Ella tersenyum.


"Tapi kalau ada hantu lagi gimana?" Balas Nanda.

__ADS_1


"Dia enggak akan datang.Karena kamu sekarang udah berdua." Ucap Ella.


"Oh gitu ya La." balas Nanda cengengesan.


"Nah,sekarang kamu tidur dulu,udah malem soalnya." Ucap Ella.


Nanda hanya membalas ella dengan senyum polos diwajahnya.Nanda langsung berbaring di ranjang.Dia masih memeluk gulingnya dengan erat.


Ella kemudian menyelimuti Nanda dan mengusap wajah Nanda sebelum dia pergi.Ella lalu mematikan lampu dan keluar dari kamar Nanda.


Dia kembali kekamarnya dan mematikan lampu kemudian bersiap tidur.Ella mengusap dadanya dan memikirkan apa yang akan terjadi dimasa depan.Apakah semuanya akan tetap seperti ini,tinggal bersama Nanda selamanya.


***


Keesokan harinya Ella bersiap untuk berangkat ke kantor.Dia sedang menggosok gigi didepan cermin besar dikamar mandi.Tiba tiba seseorang mendobrak pintu kamar mandi.


Brek...


Ella langsung menoleh ke arah pintu dengan cepat.Dia melihat Nanda terburu buru sambil menekan ***********.


"Ella aku mau pipis!" ucap Nanda sambil menahan nyeri di arah bawah.


"hem.... ehm..." Ella menggeleng gelengkan kepala untuk menjawab Nanda.


"Bentar aja La." pinta Nanda.


Ella langsung berlari kearah Nanda dan mendorongnya untuk keluar dari kamar mandi.Tapi Nanda tetap kekeh untuk segera buang air.


Namun pada akhirnya dia berhasil di usir keluar oleh Ella.Ella kamudian lanjut menyikat giginya dan berkumur kumur.Setelah selesai ella langsung keluar.


Dia kemudian melihat Nanda sedang buang air kecil ke tempat cuci piring di dapur.Ella juga menyaksikan kejantanan Nanda terpapar indah didepan matanya.


"Hah.. Nanda!" Teriak Ella.Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Nanda hanya tertawa cengengesan saat melihat Reaksi Ella.


'Mau gimana lagi,Namanya juga kebelet.' batin Nanda.


Didalam mobil saat perjalanan ke kantor,ella terus meracau sepanjang perjalanan.Otak kecilnya tidak berhenti berangan bagaimana jika dirinya berhubungan intim dengan suaminya.


'Gila! aku baru liat kejantanan laki laki segede itu.Bahkan kalau diinget inget lagi aku gak pernah liat kejantanan laki laki sebelumnya.Muat gak yah?" Racau Ella.


"Lah,kenapa aku malah mikirin kaya gitu sih.ini semua gara gara Nanda,sial." Teriak Ella.Ella memukul mukulkan tangannya ke dashboard mobil untuk menghilangkan kesalnya.


'Tapi bukannya benda itu punyaku juga.Nandakan udah jadi suamiku.Astaga aku bener bener kacau hari ini.shit shit shit.' Batin Ella.


Setelah mengalami perang panjang didalam dirinya Ella sampai dikantor.Dia berusaha tetap fokus dalam mengerjakan tugasnya.


"Maaf bu,sekarang ibu ada meeting dengan client." ucap Ella pada bu Lily.

__ADS_1


"Baiklah saya akan segera ke ruang meeting." balas Lily.


"Baik bu." Ella hendak keluar dari ruangan bu Lily.


"Tunggu La." panggil Bu Lily.


"Apa ada lagi yang bisa saya bantu,bu" ucap Ella.


"Apa kamu baik baik saja.Hari ini kamu terlihat sedikit kusam." ucap bu Lily.


"Saya hanya sedikit tidak enak badan hari ini." ucap Ella tersenyum.


Setelah ditegur oleh atasannya Ella pergi kekamar mandi.Dia mencuci muka untuk menghilangkan pikiran kotor dikepalanya.


Saat sedang mencuci muka,Ella tidak sengaja mendengar percakapan karyawan lain yang berada cukup dekat dengannya.


"Kamu tau nggak,Anak baru yang sekarang jadi sekertarisnya bu Lily.Enak banget yah dia,pake orang dalam.Nggak kaya kita harus nunggu berbulan bulan buat nunggu panggilan,Biar bisa keterima kerja disini. " Ucap seorang wanita pada temannya.


"Aku sih gak peduli.Soalnya bu lily itu juga orangnya kaku,kalau aku gak mau jadi sekertarisnya.Kira kira dia udah punya pacar belum ya?" Jawab temannya.


"Bener juga kata kamu.Pedahal bu lily itu orangnya baik,cantik,muda,kaya raya lagi.Kenapa dia belum nikah ya?" Balas temannya lagi.


"Gak laku kali." jawabnya.Mereka berdua kemudian pergi dari kamar mandi.


"Tukang gosip." Ucap Ella.


Ella yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka merasa agak risih.Tetapi di sisi lain ella juga merasa mereka ada benarnya.Kenapa bu lily belum menikah?


Tidak lama berselang ella kemudian keluar dari sana dan kembali bekerja.Selepas jam kantor usai ella masuk ke ruangan bu lily.Nampak Lily sedang berkemas dan hendak pulang.


"Lily,tunggu sebentar.Aku ingin berbicara denganmu." Pinta ella.


Lily yang sedang merapihkan barang barangn berhenti sebentar untuk meladeni sekertaris barunya.


"Ada apa?" Jawab Lily.


"Aku ingin bertanya hal yang penting,ini mengenai Nanda.Apa kamu menyukainya? Apa kamu mencintai Nanda?" Tanya ella.


Setelah mendengar perkataan Ella.Lily kemudian melepas kaca mata yang dia pakai.Kemudian Lily menunjukan sorot mata tajam pada wanita yang ada dihadapannya.


"Apa yang kau maksudkan Ella?" Ucap lily


.


.


.


.Like,comment,vote.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.Baca juga novel immunity squad.


__ADS_2