My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 26


__ADS_3

***


Nanda mengerenyit kesal mendengar gelak tawa kedua temannya.Nanda kemudian mengotak atik handycamnya dan menunjukan rekamaan pada saat Ella mencium cameranya.


"Nih liat,kalo gak percaya." Ucap Nanda tegas.


"Wih ini istri lo,Cantik banget." Dio terkagum melihat kecantikan istri Nanda.Air liurnya menetes tanpa dia sadari.


"Ih dio ngences.jorok bet." Saut Aldo lanjut tertawa.


"Eh sorry sorry." Dio mengelap air liurnya dan langsung ikut tertawa.


Mereka tertawa menggelegar bersama sama tanpa memperdulikan lingkungan sekitar mereka.Sungguh masa masa yang indah untuk mereka ingat bersama.


Meskipun Dio dan Aldo menyadari bahwa Nanda adalah orang yang tidak normal.Mereka masih mau menemani Nanda bermain.Bagi mereka Nanda adalah teman yang berharga.


Sejak pertama kali melihat Nanda duduk sendiri di taman 2 tahun yang lalu.Aldo dan dio mendekati Nanda dan mengobrol.Baru setelah itulah mereka menyadari bahwa Nanda berbeda dari yang lain.


Namun itu bukan halangan agar mereka bisa berteman.Sejak hari itu mereka selalu menghabiskan waktu ditaman di setiap Weekand dan kalau mereka bisa mencuri kesempatan seperti hari ini misalnya.


"Jorok lo io" Ujar Aldo.


"Udahlah Bodo.Mending kita lanjut aja main gamenya.Ngepus rankkk!" Dio mengangkat sebelah alisnya.Lalu mengeluarkan ponselnya dan log in kedalam game.


"Iya bentar tungguin,Eh Nanda masa gak ikut main." Ucap Aldo melirik ke arah Nanda yang masih memegang handycam.Dia belum tahu bahwa sekarang Nanda sudah memiliki ponsel.


"Aku ikutan juga lah.Nih liat aku juga punya ponsel sekarang." Nanda memamerkan ponsel baru miliknya.


"Wih kamu enak banget.Udah punya istri,dapet ibu baru,camera baru,sekarang hpnya juga baru." Aldo merasa iri melihat teman gilanya mendapat banyak sekali keberuntungan.


Begitu pula Dio yang juga merasa kalah dan tersaingi oleh Nanda.Dia tahu bahwa ponsel yang dimiliki Nanda adalah produk keluaran terbaru.


"Kalau kalian mau punya Hp kaya gini.Caranya Gampang,Tinggal nikah aja bereskan." Ledek Nanda kepada dua orang temannya yang masih bujang.


"Hilih,udahlah log in aja.Hp boleh baru tapi skillnya belum tentu baru.Cepat start." Ucap Dio menantang teman temannya.


Mereka bertiga Asyik bermain game bersama sampai sampai lupa waktu.Mereka tidak sadar bahwa ada sekelompok orang yang memperhatikan mereka.


"Itu itu musuhnya ada diatas genteng." Ucap Dio.

__ADS_1


"Tembak tembak, oke satu knock." ucap Nanda.


"Iya santai,Yah awas tuh yang satu GG baget.Awas kena tembak." Ucap Aldo memperingati temannya.


Door.. Door.. Door..


"Yah mati,gak hati hati sih." Ucap Aldo jengkel dia hampir membanting ponselnya karena tidak terima timnya dikalahkan.


"Nanda tuh,hpnya aja yang baru.Tapi nembak musuh gak kena kena." ucap Dio menyalahkan Nanda.Dia mendengus kesal karena menganggap Nanda hanya menjadi beban di timnya.


"Itu salah kamu.Kenapa gak mau ngehidupin aku lagi.Kamu mainnya sembrono." Balas Nanda kepada Dio.


"Aldo! Dio!" Tiba Tiba ada sejumlah orang yang mendekti mereka dengan mata melotot.Wajah mereka nampak seram berwana merah padam.


"Jadi kalian bolos sekolah cuman buat mainan game di taman.Iya begitu,Dasar anak kurang ajar." Ucap seorang Pria kepada Anaknya.Dia nampak Garang dengan meletakan kedua telapak tangannya dipinggul.


"Ampun pah.Aldo tadi diajakin sama dio,Jadi Aldo ikut aja." Balas Aldo dengan Nada pelan dan ekspresi takut melihat ayahnya yang tiba tiba datang.


"Dio,Apa bener yang dibilang sama temen kamu ini.Kamu itu bener bener anak gak tau diuntung.Ibu susah susah nyekolahin kamu.Eh kamu malah ngebolos." Ucap Seorang wanita menjewer telinga dio secara cepat dan keras.


"Pasti ini gara gara kaukan sinting.Kau yang sudah mempengaruhi mereka supaya membolos.Benarkan." Ucap Seorang pria lainnya ke arah Nanda.Orang itu benar benar murka terlihat dari gaya bicaranya yang berteriak teriak.


"Halah bohong.Dasar idiot." Pria tadi malah mengangkat tangannya untuk memggampar Nanda.Tapi untunglah dio langsung berdiri dan menghentikan gerakan ayahnya.


"Tunggu yah.Nanda bener dia gak salah.Ini salah Dio!" Ucap Dio melindungi Nanda.


"Iya om bener." Ujar Aldo meyakinkan Ayah temannya.


"Sudah sudah.Dio sekarang kamu ikut ayah sama ibu pulang.Kita bicarain semuanya dirumah" Ucap wanita tua itu kepada dio.Dio hanya memgangguk dan mengikuti ayah dan ibunya pulang.


"Aldo sekarang kamu juga pulang sama papah." Pria tua itu kemudian menarik lengan putranya dan membawanya pulang.Aldo juga hanya bisa pasrah akan di marahi ayahnya.


Kini Nanda kembali sendiri karena ditinggal kedua temannya.Namun Nanda tetap tersenyum dia sudah terbiasa mendapatkan hinaan dari orang tua teman temannya.


Selepas temannya pergi,Nanda juga beranjak pergi dari taman.Dia tidak lupa untuk membawa laundryannya,waktu hampir menyentuh pukul 11.00wib.Nanda memutuskan untuk pergi ke rumah pamannya.


Dia juga kembali menyalakan Handycam dan kembali berjalan ditengah terik mentari yang menyengat.Saat sampai dirumah dia langsung masuk dan mencari pamannya.


"Paman! Paman!" panggil Nanda dengan Lantang.

__ADS_1


"hey Nanda,kamu sampai kapan.Kok aku nggak ngeh kamu datang kesini." balas Rima menemui Nanda.


"Rima,kenapa kamu ada disini? Nggak pulang ke surabaya?" Tanya Nanda heran.


"Sekarang aku tinggal disini.Soalnya aku pindah kuliah ke jakarta." Ucap Rima menyeringai.


"Kenapa setelah aku pergi dari rumah.Kalian baru pindah kesini.Kalian nggak mau tinggal bareng aku." Ucap Nanda sedikit kecewa.Tentu saja karena selama ini Rima dan ibunya tinggal di surabaya.Seolah mereka pergi menjauh dari kehidupan Nanda.


"E.. ngomong ngomong gimana sama ella? Terus kamu mau ngapain ke sini? Kamu kabur yah dari rumah?" Rima langsung mengalihkan perhatian Nanda dengan memberi serebtetan pertanyaan kepadanya.


'Maaf yah Nanda.Aku gak bisa ngomong yang sebenarnya,kenapa aku sama ibu tinggal jauh dari kamu.' Batin Rima merasa bersalah dengan saudaranya.Namun dia paham betul bahwa akan berbahaya jika Nanda berada dekat dengan keluarganya.


"Nggk kok.Aku nggak kabur dari rumah.Aku ambil laundryan terus main ke Taman.Nah sekarang aku kesini mau cari mau makan.Hehehe.." Balas Nanda cengengesan.


"Udah yuk ke atas.Kamu makan sendiri,aku mau jaga toko dibawah." Rima mengajak Nanda ke lantai atas.Mereka mulai memijaki Anak tangga satu persatu.


"Paman kemana?" Tanya Nanda dengan polos.


"Gara gara kamu sama Ella nolak paket bulan madu kalian.Jadi sekarang Ibu sama bapak jadi bulan madu lagi.Paling Nanti malam juga pulang." Jawab Rima lemas.


"Hehehe... maaf yah." ucap Nanda.


.


.


.


.


.Like,comment,vote.


Terima kasih sudah mau membaca Novel saya.Pantengin terus keseruan nanda dan Ella.


...Like like like...


...Comment Comment Comment...


...Vote vote vote...

__ADS_1


__ADS_2