
"Jadi saat ini kamu masih magang di perusahaan ayahmu."Ujar Nanda memperjelas.
"Iya gitu deh, tapi gak lama lagi pasti aku bakal jadi CEO baru di PC." Ujar Rita.
"Kenapa?" Ujar Nanda.
"Ya aku jadi bos disana. Semua asset Priyambodo corporation, bakal ada ditangan aku. Jadi nanti kalau kamu mau apa apa tinggal bilang aja. Aku kasih kok semuanya buat kamu."
"Nggak! Maksudku kenapa kamu yang jadi CEO baru. Kenapa bukan marissa? Lagian emang kenapa sama Hastomo." Ujar Nanda.
"ih cerewet banget sih!" Ujar Rita agak jengkel sambil menggoyangkan tangannya yang bergandengan dengan Nanda.
"Harusnya sekarang kita romantisan, bukan malah ceritain kakek kakek yang udah penyakitan." Ujar Rita membuang muka.
Nanda kemudian menarik Rita kembali dengan tangan kanannya dibagian dagu sehingga membuat Rita luluh waktu itu.
"Iyah abis ini ya, tapi aku masih penasaran sama Hastomo. Dia sakit apa?" Tanya Nanda dengan serius.
"Aku juga nggak terlalu paham sih, cuman seingat aku 2 tahun Lalu. Om hastomo pernah masuk rumah sakit, barengan sama papah juga. Kalau papah sih luka ringan aja. Tapi kalo om lukanya parah, terus kak Alex bilang sejak waktu itu, om hastomo jantungnya lemah. Makin kesini kondisinya juga makin parah." Ujar Rita menjelaskan.
Sejenak Nanda memutar otaknya dan mengingat kejadian 2 tahun lalu. Saat itu dia menghajar hastomo habis habisan dengan kepalan tangannya. Rupanya bukan dia saja yang mengalami dampak panjang pasca Banjur Getih 2 Tahun yang lalu.
Lagian udah tua mainnya tembak tembakan, jadi jantungan kan lo. Batin Nanda
"Eh... ngomomg ngomong tanganmu itu kenapa?" Tanya Rita menunjuk ke arah tangan kanan Nanda yang dibungkus perban.
"Biasalah urusan laki laki." Ujar Nanda singkat.
"Dasar laki laki, kalian memang payah. Selalu saja bertengkar setiap hari. Apa kalian tidak punya urusan lain?" Tanya Rita.
"Urusan lain? Tentu saja ada. Kami harus buang air tiap hari."Ujar Nanda sambil berdiri lalu melepaskan genggaman tangannya dari Rita.
"Konyol? Apa kamu tidak bisa romantis sedikit saja?" Ujar Rita jengkel.
"Kalau kami laki laki tidak buang air. Otak kami tidak bisa berjalan lancar tahu." Lanjut Nanda bercanda.
Selanjutnya Nanda langsung pergi kekamar mandi dan menyelesaikan hajatnya. Sekitar 10 menit kemudian dia kemudian keluar dari kamar mandi. Tanpa disangka Rita sudah menunggunya dan langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Nanda tersenyum dan mentapanya tak berapa lama Rita menyadari hal aneh dari tubuh oria yabg sedang dia peluk.
"Ini..? kenapa tubuhmu bau parfum wanita?" Ujarnya tegas sambil mundur beberapa langkah menjahui Nanda.
"Masih terasa ya?" ujar Nanda berpura pura bodoh."Tak apa ini tidak akan mengganggu, lagipula baunya wangi!" Ujar Nanda santai dan memancing emosi rita.
"Tidak apa apa katamu!" Rita menggertakan gigi, wajahnya berubah seperti siluman rubah yang sangat jengkel dengan mangsanya.
"Breng*ek jadi kamu menduakan aku, iya kan!" Tegasnya dengan sorot mata penuh kebencian. Tapi Nanda tak peduli, dia kembali dengan sikapnya yang menjengkelkan.
"Menduakan?" Gumamnya sambil mendongak keaatas. "Aku tidak ingat kamu wanita keberapa yang aku temui hari ini. Entah yang ke-4 atau yang ke-5!" Ujarnya tanpa rasa bersalah.
"Ya sudahlah lagipula itu tidak penting!" Lanjutnya membuka kedua tangan. "Ayo kita pergi ke kamar sekarang!" Ujar Nanda santai sambil berusaha meraih tangan rita.
Jelas Rita menolak dengan keras dia menuding wajah Nanda dengan meluarkan beberapa kalimat sarkas. "Sialan! Dasar brengs*k,bagaimana kamu bisa setenang itu saat mengatakan perselingkuhanmu." Ujar rita sarkas.
"Seingatku kita tidak pacaran, eh maaf maksudku belum!" Ujar Nanda dengan wajah konyol.
"Kenapa jadi seperti ini?" Ujar Rita mulai mengalirkan air mata dari sudut matanya yang memerah." Seharusnya kamu menjadi miliku sendiri. Apa kau mengerti hah?" Lanjut Rita semakin emosi.
"Hah! itulah yang aku maksud. Kamu punya aku, Aku punya semua!" ujar Nanda mengangkat sebelah alisnya.
"Setelah itu gue bakal ngehabisin lo dan selurih keluarga lo kalo perlu!" ancam Rita sambil berteriak dan menangis.
Nanda terdiam dengan wajah penuh ketakutan dan raut nelangsa terukir disana. Namun beberapa detik bertahan, Nanda membuka topengnya. Dia tertawa dengan Nada mengejek dan membuat rita yang ketakutan seketika.
"Haahahahhaha..!" Nanda tertawa keras. "Heh Bocah! Lo yang gak tau sedang berhafapan sama siapa, jangan macem macem lo. Gue bakar keluarga lo hidup hidup." Ancam Nanda dengan bengis.
Melihat sikap Nanda yang berbalik 180°. Rita lalu memanggil 3 orang penjaga berbadan kekar untuk menghabisi Nanda disana. "Penjaga!" Teriak Rita, "Bunuh orang ini!" Perintah rita pada penjaga yang masuk ke apartemennya.
Nanda berbalik dan berjalan santai menemui ke 3 penjaga, dan langsung menghajar mereka semua. Dengan mudah para penjaga dapat dikalahkan oleh Nanda sendirian.
Bet.. Bet.. Bet.. Bet... (Ceritanya lagi berantem.)
Usai mengalahkan mereka Nanda tersenyum sinis pada Rita dan mengucapkan beberapa kalimat. "Karena aku tidak mendapatkam jatah disini, sebaiknya aku pergi sekaramg."Ujar Nanda.
"Kau..?" Ujar Rita gemetaran sambil berlindunh di sudit ruangan.
__ADS_1
Nanda kemudian berbalik dan hendak pergi dari sana, Namun sebelum keluar dia kembali mengatakn satu kalimat panjang.
"Sebenarnya kamu itu sangat payah, bahkam hanya unyuk melayani pria hidung belang sepertiku saja tidak bisa. Kamu hanya beruntung lahir di keluarga konglomerat!" Ujar Nanda sinis lalu pergi dari apartemen Rita.
Disana Rita tertunduk ketakutan seusai melihat betapa bringasnya pria yang serimg dia sebut es batu boy.
***
Diparkiraan setelah turun dari apartemen Rita,Nanda menaiki mobilnya. Lalu dia melihat ponsel yang sudah dipenusi sederet daftar panggilan tak terjawab dari ibu angkatnya.
"Hallo!" Nanda berinisiatif menelepon balik.
"Hallo Nda, kamu gimana sih?" Tanya Bu dokter agak jengkel.
"Kenapa bu?" Ujar Nanda halus.
"Kenapa? kenapa? Istrimu sakit,dia kecelekaan. Malah kamu tinggalin seenaknya aja." Ujar Bu dokter marah.
"Ya maaf, ini nanda mau balik ke rumah sakit." Ujar Nanda mengajukan permintaan maaf.
"Maaf! Maaf! Kamu bawa mobil ibu ya." lanjut Dr.Anne.
"Yakan mobil Nanda baru aja nabrak tiang listrik bu!" Ujar Nanda memberi alasan.
"Halah alasan aja kamu. Balik sekarang ke rumah sakit"Ujarnya lagi.
"Iya Nanda kesana sekarang!" Saut Nanda.
"Istrimu udah siuman dari 1 jam lalu, dia nanyain kamu terus. Nggak mau tidur katanya kalo belum jetemu kamu!" Ujar bu Dokter.
"Apa? Ella? Ella udah Siuman" Nanda bergetar, rasanya ia tak percaya istrinya bisa selamat. Dia sangat bersyukur akhirnya Ella siuman dari pingsannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.like comment vote