
tok tok tok,bunyi ketukan pintu dibarengi suara bi Inah.
"Non ini buburnya sudah siap,saya masuk ya
non,"Tanya bi Inah di balik pintu.
Bu Stefypun berdiri dari duduknya dan membuka pintu serta mengambil nampan berisi bubur dan minum.
...----------------...
Tanpa menunggu lama lagi Bu Stefypun beranjak dengan membawa nampan berisi bubur dan air hangat.
"Dewa kamu makan dulu ya,biar ibu yang siapin,"Pinta Bu Stefy seraya berjalan menuju tempat Dewa berbaring.
Dewa hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Bu Stefy.
"Ok kalau begitu buka mulutmu,"pinta Bu Stefy.
Dewapun membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Bu Stefy. Dan tanpa terasa bubur yang ada dalam mangkuk yang di bawa Bu Stefy ludes dimakan oleh oleh Dewa.
...----------------...
Sementara di kediaman bapak Aji
lagi-lagi hanya pertengkaran yang terdengar kali ini di sertai dengan lemparan piring-piring yang ada di dapur.
setiap hari tiada kata berhenti untuk bertengkar,kedua orang tua Dewa tidak mau mengesampingkan ego mereka untuk kebahagiaan Dewa mereka terlalu larut dengan keegoisan mereka sendiri.
"Pa apa mau kamu se,tiap hari ke klub malam dan tidur dengan wanita itu,"bentak Bu Ellen.
"cih sok perhatian,kamu urus saja urusanmu,tidak usa ikut campur urusanku,"bentak pak Aji tidak kala keras.
"Aku istrimu pa,aku berhak tahu apa saja yang kamu lakukan,"Jawab Bu Ellen.
"kamu hanya istri di atas kertas, pernikahan kita hanya sebatas pemulus bisnis antar keluarga saja,"Jawab pak Aji dengan dada yang naik turun,menandakan dia sedang menahan emosi.
__ADS_1
"Udah kamu tidak usa ikut campur urusanku lagi, kalau kamu masih mau rumah tangga ini tidak hancur",Jawab pak Aji dengan sorot mata yang tajam seraya pergi keluar ketempat yang menurut dia bisa menenangkan yakni klub malam langganannya.
Bu Ellen hanya bisa memandang punggung siuaminya yang keluar dari rumah sambil menahan emosi yang berkecamuk.
...----------------...
Dewa yang diperlakukan istimewa oleh Bu Stefy pun semakin memendam cinta pada guru BKnya tersebut.
"aku akan berusaha mendapatkan kamu Bu Stefy,batin Dewa sambil mengulum senyum indahnya.
setelah 2 hari dirwat oleh Bu Stefy Dewapun sudah baikan dan bisa beraktifitas seperti semula dan setelah 2 hari merawat Dewa Bu Stefypun ijin untuk kembali ke rumah bibi Anna.
"Bi Inah Stefy balik dulu ya makasih semuanya,Ucap Bu Stefy sambil menentang baju gantinya yang ada dalam tas.
"bibi yang mengucapkan terima kasih kapada bu Stefy karena mau merawat den Dewa dengan baik,Jawab bi Inah sambil menggenggam tangan Stefy dan tersenyum manis.
"Ya udah Bi kalau begitu Stefy pergi biar tidak kesorean nanti Samapi rumah,"Jawab Bu Stefy ramah dan tersenyum seraya melangkah keluar meninggalkan rumah Dewa.
Bu Stefypun bergegas pulang menuju rahnya setelah w hari merawat Dewa,tapi sebelum meninggalkan rumah Dewa Bu Stefy terlebih dahulu pamit pada Dewa yang masih berada di kamar tamu tempat dia di rawat selama dua hari ini.
setelah menunggu beberapa saat pintu belum juga dibuka.
"tok tok tok,bunyi ketukan pintu sekali lagi kali ini agak keras.
"Dewa ini Bu Stefy bisa buka pintu kamar sebentar tidak,"ucap Bu Stefy sambil menunggu jawaban.
"Ada apa bu,Bu Stefy masuk saja tidak di kunci kok,"Jawab Dewa yang masih berada tempat tidurnya.
ceklek,suara pintu terbuka dan dengan segera Bu Stefy masuk sambil menentang tas besar berisi baju-bajunya.
Bu Stefy pun berjalan menghampiri Dewa yang masih berbaring di tempat tidur,karena memang Dewa masih merasa lemas,
"Kamu masih pusing Dew,tanya Bu Stefy sambil menggenggam tangan kanan Dewa dan menatap dengan tatapan teduh yang membuat siapa saja yang melihat akan merasa tenang.
Dewa hanya menggelengkan kepala tanda dia sudah tidak sakit lagi.Dewa berusaha menatap Bu Stefy karena dia merasa kalau Bu Stefy akan pergi dari rumahnya.
__ADS_1
"Dew Bu Stefy pulang ke rumah dulu ya,kamu sudah baikan,besok sudah bisa masuk sekolah,"Jawab Bu Stefy yang masih memegang tangan kanan Dewa.
"Apa Bu Stefy tidak mau menginap di sini sehari saja lagi,"Pinta Dewa yang merasa keberatan atas kepulangan Bu Stefy ke rumahnya.
"tidak Dewa,sudah dua hari ibu meninggalkan keluarga ibu,pastinya mereka khawatir kalau ibu tidak kembali,maaf ya Dewa besok kan kita bisa ketemu di sekolah.
"ibu pulang dulu ya,Ucap Bu Stefy seraya meninggalkan kamar tempat tidur Dewa menuju pintu keluar kamarnya.
"Baiklah Bu,ibu bisa pulang dan terima kasih karena sudah mau merawat saya,Jawab Dewa dengan suara berat yang menandakan dia keberatan atas kepulangan Bu Stefy.
"Ibu sekali lagi Dewa ucapkan terima kasih,"Jawab Dewa dengan menatap nanar Bu Stefy.
"Dewa sebenarnya anak yang baik dan sopan aku kasihan pada dia,besok di sekolah saja aku mau bicara langsung tentang masalah yang membuat dia menjadi biang onar di sekolah.ucap Bu Stefy dalam hati sambil meninggalkan rumah Dewa menuju mobil dia di depan.
setelah keluar dari rumah Dewa Bu Stefypun langsung bergegas pulang ke rumahnya karena hari masih pagi,maka Bu Stefy mengendarai mobilnya dengan santai sambil menikmati pemandangan di sekitar jalan.
30 menit berkendara Bu Stefy pun sampai di rumah sekitar pukul 7 pagi Bu Stefy sudah berada di halaman depan rumah tanpa menunggu lama-lama Bu Stefy langsung keluar dari mobil dan masuk ke rumahnya yang asri dan nyaman.
"Bi Anna Stefy datang, Stefy kangen sama Adam,kak Lily dan Kaka Alex,"Ucap Bu Stefy sambil berteriak-teriak.
tak lama berselang keluarlah wanita paruh baya yang masih cantik yakni bi Anna,bibi yang sangat Bu Stefy sayangi
dengan tersenyum Bu Stefy berlari memeluk bi Anna dengan erat seolah enggan melepaskan.
"Bi Stefy kangen,"Ucap Bu Stefy sambil yang masih memeluk bi Anna dan sambil menitikkan air matanya.
karena merasa ada air yang menetes di punggungnya Bi Anna,bi Annapun melepaskan pelukan Bu Stefy dengan pelan sambil menatap dengan penuh kasih keponakan yang sangat dia rindukan,
"Kenapa kamu menangis,kamu baik-baik saja kan,"Ucap Bi Anna khawatir.
sambil mengusap air matanya lembut Bu Stefypun membalas tatapan bi Anna dengan wajah bahagia.
"Stefy baik-baik saja bi, Stefy hanya kangen sama bibi.Jawab Bu Stefy dengan tersenyum.
"ya udah tidak usah sedih-sedihan lagi,kamu masuk ke kamar kamu dulu saja."Jawab bi Anna dengan senyum manis.
__ADS_1
tak berapa lama Bu Stefy pun berjalan ke dalam menuju kamarnya yang nyaman.