
Ketika pulang dengan kondisi yang lusuh, mereka berdua langsung mendapatkan seribu pertanyaan dari ibunya Ella.
"Aduh aduh kalian kenapa?" Tanyanya cepat saat membuka pintu. Terlihat jelas wanita tua itu sangat panik mendapati putri dan iparnya datang dengan kondisi berantakan.
Mereka berdua tak menjawab. Ella mencoba tersenyum untuk mengatakan seolah semuanya baik baik saja. Rima juga bungkam setelah diperjalanan tadi Ella mengatakan untuk tidak memberi tahu siapapun. Terutama Nanda, Ella tidak ingin suaminya itu merasa khawatir kepadanya Dirinya.
Sekitar 2 jam untuk menenangkan diri setelah kejadian pahit yang mereka lewati. Ella kemudian mengajak Rima untuk memasak di dapur. Rima hanya patuh dan berusaha untuk membantu Ella.
Disore hari ketika jam menunjukan pukul 4 sore, Ella buru buru menelpon suaminya yang masih dikantor.
"Halo mas, kamu dimana? jadi pulangkan! " Ujar Ella Dengan sangat gembira.
"Hmm Iyah jadi kok. Tapi nanti aku pulang abis maghrib yah. " Ujar Nanda.
"Loh kenapa? " Katanya mau pulang cepet hari ini. " Ujar Ella sedikit kesal karena Nanda sudah berjanji akan makan malam di rumah.
"Iya maaf ya, nanti kita makan malam jam 7 aja nggak papa kan? " Ujar Nanda lagi sedikit melambai. Ella menghembuskan Nafas pelan dengan perkataan Nanda.
"Oke, tapi jangan sampai lebih dari jam itu yah. Kalau sampai lebih, aku nggak mau kenal sama kamu lagi. " Ujar Ella mendengus kesal. Perjuangannya membuat masakan untuk sang suami terbilang sangat berat. Dia harus bertengkar dulu dan bersusah payah berdiri untuk membuat masakan yang terbaik. Hanya untuk seorang pria yang sangat dia cintai.
"Iyah iya aku paham kok. By the way makasih ya! " Ujar Nanda lagi. Hembusan nafasnya sangat halus. Ella mengernyit kesal, Apa maksudnya berkata seperti itu? Aku baru saja mengancamnya loh. Kok dia malah berterima kasih.
"Maksudmu apa? kok malah berterima kasih. Kamu jangan jangan nggak mau ketemu aku lagu ya! " Ujar Ella dengan sedikit keras. Ibunya dan Rima yang juga sedang berada didekatnya juga kaget dengan kalimat Ella.
"Kenapa bu? " Bisik Rima, dia mengarahkan jarinya lurus kepada Ella yang nampak kesal.
"Biasalah sepupumu, Usil! " Balas bu Hasimun dengan Nada tengil.
"ouh gitu! " Rima mengangguk pelan.
"salah paham apa?! " Ella kembali berteriak cukup keras dan kembali menarik perhatian mata muda Rima.
"Kok kayaknya Teh Ella kesel banget ya bu. " Ujarnya lagi dengan menatap curiga. Heran melihat kelakuan Ella yang tadinya berkata baik tiba tiba berubah drastis.
__ADS_1
"Udah nggak perlu khawatir, nanti juga baikan lagi. Mereka udah biasa, berantem buat hal hal kecil. " Ujar Ibunya dengan senyum tertawa.
"Serius bu! " Ujar Rima lagi dengan tatapan bingung. Dahinya mengerut tanda tak percaya. Ibunya Ella menghembus kecil lalu mendekati Wajah Rima.
"Makannya nikah, biar kamu ngerti gimana Rasanya berantem sama pasangan. " Ujarnya.
"Buat apa? buang buang waktu aja bu itumah. Berantem buat hal hal kecil yang nggak ada effort nya buat apa? " Ujar Rima.
"hush.. ngawur! " Ujarnya sambil mengusap wajah Rima dengan cukup cepat.
"Berantem sama suami itu seru. Kalau nggak gitu nggak asik. Justru karena hal hal kayak gini yang bikin mereka makin deket. " Sambungnya lagi, kali ini Rima tak kembali bertanya. Dia mengangguk ngangguk kan kepalanya seolah berkata kalau dia mengerti. Aslinya sih hanya untuk menghindari perdebatan dengan wanita tua di sebelahnya.
"Maksud aku berterimakasih sama istriku. Karena kamu udah susah payah bikinin Gurame pesanan aku. " Ujar Nanda dari sebrang telepon. Nanda menggaruk pipi mulusnya yang pedahal tidak gatal sama sekali.
"Seyakin itu? orang aku nggak jadi bikin ko. Gurame nya nggak ada? Tadi ibu nggak beli gurame kepasar. " Ujar Ella melawan karena sedang terbawa emosi.
"Mau bohong sama aku, ya nggak bisa lah! " Ujar Nanda dengan kata meledek pada Ella.
"Aku jujur ko, orang ibu nggak beli gurame. " Ujar Ella lagi.
"Iya deh aku percaya, intinya aku cuman mau bilang. Aku miss you. " Ujar Nanda dengan tertawa kecil.
"Dih Aneh banget! " Ujar Ella lagi kali ini tangannya bergerak ke batang lehernya yang tiba tiba berjudul mendengar kalimat dari Nanda.
"Ko jawabnya gitu! "
"Ya terus! "
"I miss you too lah. " Ujar Nanda dengan Nada memaksa.
"Apa sih mas? gak jelas! " ujar Ella semakin berkidik menghadapi suaminya yang tengah manja itu.
"oh ya udah, kalau kamu nggak mau bales. Ini kali terakhir kamu denger kalimat itu dari aku. " Nanda mengancam balik merasa pernyataannya tak di gubris. Biasanya Ella yang sering menuntut itu kepada Nanda. Tapi kali ini Ketika Nanda yang meminta Ella malah bersikap asing.
__ADS_1
"Dih gitu! " Rengek Ella dengan Nada sedih. Tanpa disadari digigit nyamuk bibir bawah yang menggumpal manis di sana.
"I miss you! " Lanjut Nanda lagi dengan Nada yang lebih lembut. Mencoba menggoda istrinya.
"Mas apasi? "
"I miss you Ella! "
"Mas ih! " Ella mengejangkan tubuhnya karena merasa malu. Nanda terus memaksanya membalas pernyataan cinta yang dia ucapkan.
"I miss you! " Ella berdecak kecil saat Nanda kembali memancing Ella mengeluarkan kata kata yang Nanda inginkan.
"I Miss you too! " Ujar Ella dengan pelan setelah sesaat dia menghembuskan nafas kecil. Wajahnya saat ini merona, dia tersenyum sendiri dan beberapa kali menggigit bibir bawahnya.
"Aku nggak denger coba sekali! " Nanda semakin bertingkah menggoda istrinya. Tak memikirkan berapa malunya Ella saat ini.
"I miss you! " Ujar Nanda sekali lagi. Kali ini Ella langsung menjawabnya dengan keras dan tanpa ragu.
"I miss you too. " Balas Ella kemudian tertawa lebar.
"Nah gitu atuh, ya udah tunggu aku di rumah ya. " Ucap Nanda.
"Iyah! " Balas Ella mengangguk lalu mematikan telepon nya.
"Tuhkan kamu liat sendiri. Baru aja tadi berantem, sekarang udah I miss you an lagi. " Ujar Ibunya Ella kepada Rima dengan tatapan meledek. Rima tertawa kecil saat mendapati perkataan orang tua begitu manjur dan terjadi tepat di depan matanya.
Sementara Nanda kemudian Meletakkan ponselnya ke konsol tengah dan kembali fokus untuk menyetir. Tapi dia sesaat melirik orang yang duduk di sampingnya sedang menahan tawa.
"Terus aja ketawa! Gue patahin Leher lu. " Ujar Nanda dingin yang seketika membuat orang itu terdiam dan batuk jaim. Lalu membenarkan posisi duduknya dan kembali fokus untuk menatap jalanan didepannya.
"Maaf tuan, aku tidak bermaksud untuk mentertawakan nya. " Ujar Hades dengan tegas.
"Yah tidak masalah, lagi pula sebentar lagi kamu akan berhenti tertawa. " Ujar Nanda dengan tatapan sinis. Hades menatap linu kepada bosnya yang nampak sedang marah.
__ADS_1