My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 27


__ADS_3

***


Nanda sangat lahap saat makan siang di rumah pamannya.Setelah sekian lama baru kali ini dia kembali mencicipi masakan saudarinya.


Sambil terus melahap makanan didepannya.Mata Nanda terus julalitan memperhatikan ke segala arah dirumahnya.Baru beberapa hari dia pergi meninggalkan rumah tapi sudah banyak yang berubah.


Cat dinding yang semula berwarna putih kini diganti dengan kuning terang.Beberapa ornamen action figur yang dia pasangpun menghilang dan diganti dengan beberapa ornamen kaca yang mencolok.


"Nanda gimana masakanku.Enakkan!" Ucap Rima yang tiba tiba sudah ada disamping Nanda.


"Lumayan agak asin sih.Tapi enak kok,apalagi sambelnya." Ledek Nanda pada rima.Rima lantas duduk di samping Nanda yang tengah makan.Rima lalu mengusap ngusap bahu saudaranya.


"Ella dimana,dia lagi kerja?" Tanya Rima kepada Nanda.


"Iya Ella lagi kerja.Sekarang dia kerja dikantornya Lily." Suara Nanda tidak terdengar dengan jelas karena mulutnya dipenuhi oleh Nasi dan lauk.


"Ditelen dulu dong,baru kamu ngomong.Kalau mulut penuh itu jangan langsung ngomong,Itu namanya gak sopan." Rima sedikit mual melihat kelakuan saudaranya.Lekas Nanda langsung menelan makanan di mulutnya lalu dia kembali berbicara.


"Oh iya aku lupa.Kalau ketahuan Ella bisa dimarahin aku sama dia." ujar Nanda.


"Nih diminum dulu." Rima kemudian memberikan air putih kepada Nanda.Segera Nanda langsung menyambar air putih itu dengan cepat.


"Kamu tinggal sama Ella betahkan.Dia nggak pernah ngapa ngapain kamu." Rima mulai mencari tahu kehidupan Nanda setelah menikah.Dia merasa khawatir kalau Ella sering memarahi Saudaranya,karena memang Nanda sangat Nakal.


"Nggak pernah.Dia baik sama aku,dia kasih aku makan setiap hari.Terus ella juga ngingetin buat minum obat." Bohong Nanda.Entah mengapa saat Rima bertanya mengenai Ella.Nanda tidak ingin Rima mengetahui kenyataan bahwa Ella sering memukul dirinya.


"Ko rasanya kamu bohong ya samaku." ujar Rima mulai curiga kepada Nanda.Meskipun Nanda mengatakan bahwa ella sangat baik.Tapi Rima bisa melihat dari mata saudaranya kalau Nanda tengah berbohong.

__ADS_1


"Hehehe.. iya sih.Ella sering marah marah sama aku.Waktu itu Aku berantakin mainan dimana mana,terus ella marah.Dia gak suka kalau Aku jorok,Apalagi kalau aku gak sopan sama dia." Jelas Nanda kepada Rima.Nanda memang menceritakan sebuah kebenaran tentang Ella tapi hanya sebagian saja.


"Inget ya.Pokoknya kalau Ella sampai macam macam sama kamu.Kalau dia suka mukulin kamu,kamu harus bilang sama aku.Sama ayah juga iya." Rima sadar kalau dirinya maupun keluarganya tidak bisa selalu bersama Nanda.Jadi hanya dengan cara seperti inilah dia akan tetap bisa menjaga Nanda dari jauh.


Rima ingin agar Nanda mengerti bahwa meski sekarang Nanda tidak tinggal bersama mereka lagi.Tapi Nanda akan selalu menjadi bagian dari keluarganya.Dan dia akan selalu mendapatkan pertolongan yang dia butuhkan disini.


"Iya aku ngerti kok.Tapi ngomong ngomong kamu tidur dikamar yang mana.Bukan dikamar aku kan!" Ujar Nanda cemberut.


"Aku tidur dikamar sana." Rima mengarahkan jari telunjuknya lurus ke arah kamar yang berada diujung ruangan.


"Tenang aja,aku nggak pakai kamarmu.Ayah bilang kalau kapan kapan kamu sama Ella mau nginep disini bisa langsung pake kamarmu yang lama." jawab Rima menyeringai kearah Nanda.


"Semua mainan ku masih ada dikamar kan.Aku mau main lagi sama mereka." Ujar Nanda sambil tertawa girang.Tangannya sudah gatal ingin kembali memainkan semua mainanya.


"Iya masih kok.Coba aja kamu cechk." Rima kemudian memberikan kunci kamar dan menyerahkannya kepada Nanda.Secepat kilat Nanda langsung mengambil kunci pintu kamarnya.


"Halo sob,Apa kabar?" sapa Nanda pada semua mainannya.Dia sangat senang bisa kembali bertemu dengan para penunggu kamarnya.


"Hey tunggu pilot,aku belum naik." Kemudian Nanda memegang sebuah boneka serif yang diberi nama ucok.Serif itu bergerak mengejar pesawat menunggangi kuda kesangannya Blaze ai.


Sementara Rima yang dari tadi memperhatikan Nanda di depan pintu kamar.Tersenyum Lebar saat melihat Nanda sangat senang dan bahagia.


Namun Perlahan satu persatu pipinya dibasahi oleh Air mata yang mengalir dari kedua matanya.Dia tidak bisa lagi membendung Air matanya ketika mengingat penyakit Nanda.


'Nanda dulu kamu adalah seorang pria yang sangat tangguh.Kamu selalu membuat orang lain terkagum kagum dengan kemampuanmu.Namun kini kamu tidak berdaya bahkan kamu tidak ingat siapa dirimu dulu.Akan tetapi kami masih yakin dan percaya pria tangguh itu masih ada didalam dirimu.kamu akan baik baik saja.kami sangat yakin kamu pasti bisa sembuh.Kamu adalah orang yang kuat,Kami tidak akan pernah meninggalkanmu.You're never alone,Brother.You're never alone.' Batin Rima.


Rima selalu merintih dan terisak tangis air mata ketika melihat kondisi Nanda.Saudara laki laki yang paling dia sayangi selalu mengalami penderifaan yang begitu menusuk ke jantungnya.Namun Nanda dengan bibir merah dan gigi putihnya selalu tersenyum ditengah penderitaan yang dia rasakan.

__ADS_1


"Rima! Rima!" Panggil Nanda dengan bersemangat.Rima lalu menghapus Aliran air di wajahnya.ketika Nanda mulai melihat ke arahnya.


"Loh,kamu nangis kenapa?" Tanya Nanda bingung.Nanda langsung berdiri dan mendekat ke arah Rima.


"Aku nggak Nangis.Eh.. kamu kenapa panggil aku.Mau makan lagi?" Rima lagi lagi ingin menghindar dan mengalihkan perhatian Nanda.


"Kamu habis nangiskan." Nanda justru semakin memperhatikan saudarinya,dia mengusap bagian wajah rima yang agak bersinar.


"Nanda awas ah.Kamu mau apa?'' Rima menepis tangan saudaranya.Dan kembali melemparkan pertanyaan kepada Nanda.


"Aku pengen pake bajuku yang disini bolehkan!" Ujar Nanda menyeringai.Dia menunjuk ke arah kaos merah yang tergantung didalam lemarinya.


"Ya bolehlah.Semua barang disini itu punya kamu,Mau kamu pake yang mana aja boleh kok." Rima mempersilahkan Nanda untuk menggunakan semua barang miliknya.Entah itu pakaian maupun Mainannya.


"Yeiy,Makasih Rima." Nanda langsung lompat memeluk saudarinya,Karena terlalu senang.Setelah itu Nanda langsung mengambil kaos yang dia maksud dan meletakannya di kasur.


Rima tertawa perlahan saat melihat kelakuan saudaranya yang begitu senang.Lalu tanpa basa basi Nanda langsung membuka baju dan celananya tanpa memperdulikan Rima.


"Hah... Nanda.Liat liat dulu dong." Rima langsung berpaling dan menutup pintu kamar Nanda.Nafasnya langsung berubah tidak teratur karena terkejut.


"Iya maaf maaf." balas Nanda dari dalam.Nanda kemudian melanjutkan kegiatannya dan memakai pakaiannya tadi.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like,comment,vote


__ADS_2