
Sejak hari itu semuanya berubah, Hubunganku dan Lily semakin lengket. Kami saling bertukar pikiran untuk membangun perusahaan. Ternyata Lily tidak terlalu menyebalkan justru dia orang yang sangat perhatian dan selalu bisa diandalakan.
Jujur saja sekarang aku merasa beruntung bisa bertemu dan berteman dengannya. Aku mengusulkan pada Lily untuk menambah pemimpin perusahaan dan saranku diterima dengan baik olehnya.
Arin sekarang diangkat menjadi CFO, Faiz menjadi CTO, dan Bella menjadi CMO. Kami menjalankan perusahaan bersama sama dan hasilnya sungguh diluar dugaan. Diawal saja kami sudah membuat 4 produk baru dan semuanya laku keras dipasaran.
Dengan begitu nama PT. Bumi Rahayu semakin bersinar. Kami sangat senang tapi yang paling bersemangat adalah Lily. Untuk merayakan keberhasilan kami dia mengundang seluruh karyawan diacara syukuran yang akan dilaksanakan di Panti asuhan.
Lalu masalah hubunganku dengan Nanda. Aku semakin mencintainya setiap saat. Setiap aku pulang Nanda akan selalu menyambutku dibalik pintu. Aku akan menemaninya bermain, tawa riangnya selalu bisa menghiburku saat aku lelah karena bekerja.
Lalu saat malam tiba Nanda selalu menemaniku saat harus lembur karena pekerjaan. Setiap aku menyuruhnya tidur duluan dia akan langsung menolak dan akan mengatakan satu hal.
"Kalo istriku belum tidur, mana bisa aku tidur duluan. Lagian kalo tidur sendiri dingin, kalo berduakan anget heheheheh..!"
"Besok kita harus ke panti asuhan loh mas!" Ujarku membalasnya.
"kamu mau buang aku La?" balasnya spontan.
"Ya nggaklah masa iya aku buang kamu. Besok Lily mau bikin syukuran, nah kita di undang!"
"Owh.. kirain aku mau dibuang!" Jawabnya sambil tertawa.
"Nggaklah kan Sayang!" Jawabku singkat.
"Hah.. kamu bilang apa?"
"Aku nggak ngomong apa apa."
"Bohong!"
"Stt... diam." Ujarku sambil menutup mulutnya dengan tangan.
......***......
Keesokan harinya aku bersiap siap untuk memenuhi undangan dari Lily. Sudah dari tadi pagi aku bangun dan menyiapkan semuanya. Meski begitu usahaku akan sia sia saja kalau Nanda tidak kunjung bangun.
"Mas bangun, udah mau jam 7 belum bangun juga!"
"5 menit!"
Aku berusaha membangunkannya dari tempat tidur. Tapi memang dasarnya dia itu pemalas, mau bagaimanapun aku membangunkannya. Dia tetap saja tidak mau bangun.
"Hari ini kita mau ke panti loh mas, Kamu nggak inget!"
"Oh iya, aku lupa!"
"Yaudah bangun!" Bentakku keras.
Aku kesal dengan sikapnya, hampir setiap pagi dia sulit untuk dibangunkan.
"Nih ambil anduknya terus mandi sana!"
aku memberikannya selembar handuk lalu aku dorong dia untuk masuk kekamar mandi. Sementara dia mandi aku membuka lemarinya dan menyiapkan pakaian untuk dia pakai.
15 menit berlalu akhirnya Kami siap untuk berangkat. Langsunglah kami turun dan berangkat ke panti asuhan. Yang paling membuatku kesal meski sudah didalam mobil. Eh.. Nanda malah sempat sempatnya tertidur.
"Yang udah nyampe!" Ujarku membangunkannya.
"Okeh" jawabnya lemas.
Lalu aku dan Nanda turun dan masuk kedalam panti. Bangunan pantinya sangat luas dan juga besar. Saat kami masuk anak anak panti berlalri ke arah kami atau lebih tepatnya Nanda.
__ADS_1
"Kak Nanda.. kak Nanda..!" Ujar mereka sambil berlari. Mereka nampak senang sekali melihat kedatangan Nanda.
"Hy.. hallo hy hallo!" Ujar Nanda tertawa sambil membalasnya. Lalu dia menggendong seorang gadis kecil ke pelukannya.
"Kak Nanda itu siapa?" Tanya gadis kecil itu sambil menunjuk kearahku.
"Hy.. Nama adek siapa?" Tanyaku ramah.
"Cika!" Ujarnya tersenyum.
"Ini namanya Ella, dia istri kakak. Panggil aja tante!" jelas Nanda. Langsung saja aku mencubit pinggangnya. Apasih maksudnya itu? bukannya minta maaf malah dia tertawa cengengesan.
"Ella!" suara itu terdengar dari jauh. Saat aku melihatnya ternyata itu Lily.
"Kalian udah sampe?" Tanya Lily.
"Iya baru aja sampe!" Balasku ramah.
"Yaudah yu masuk, yang lain udah nunggu tuh di halaman belakang." Ajak Lily.
Kami lalu berjalan ke halaman belakang dan bergabung dengan yang lainya. Disana sudah sangat ramai sekali. Ada teman teman kantor dan anak anak panti yang sedang bermain dan berlalri disana. Bukan hanya itu saja, keluarga pak joko dan bahkan Dr. Anne ada disana.
"Teh Ella apa kabar?" Tanya rima girang.
"Hy aku baik kok! Kamu sendiri gimana?" tanyaku balik.
"Rima juga sehat." Balasnya.
"Ella..!" Panggil Dr. Anne menyapaku.
"Hey.. bu dokter juga dateng." Ujarku sambil tertawa.
"Iya dong, masa iya saya nggak datang!" Ujarnya lembut.
"Aku sangat membenci paman." Ujar Nanda spontan.
"Nanda..!" Ujarku sambil menepuk pelan perutnya.
Itu hanya satu kalimat tapi pak joko langsung terlihat murung begitu juga demgan istrinya.
"Kenapa kalian tidak pernah mengunjungi aku lagi. Kalian tidak sayang lagi padaku ya!" Lanjut Nanda sambil menekuk wajahnya.
"Eh.. anu kamu kan udah nikah Nda. Jafi ya kami nggak boleh lagi terlalu ikut campur urusanmu." Saut Rima.
"Betul kata Rima. Seharusnya kamu yang main ke rumah pamanmu!" Saut Dr. Anne
"Benarkah?" gumam Nanda pelan.
"Nanda kapan kapan main ya kerumah paman." Ujar pak joko sambil memeluk Nanda.
"Udah cukup acara temu kangennya. sekarang acara syukurannya yang mau dimulai." Saut Lily.
"Okeh!" Balasku.
Lalu kami semua berkumpul untuk memulai acaranya. Tapi Nanda malah memisahkan diri dari kami semua.
"kamu mau kemana? ngumpul yu sama yangvlain. "
"Duluan ajah! Aku mau main dulu sama anak anak panti." Balas Nanda.
Akhirnya aku membiarkan nanda bermain dengan anak panti. Ya selama dia tak berbuat ulah aku rasa tidak apa apa.
__ADS_1
"Assalamualikum wr. wb, selamat pagi dan selamat datang untuk kalian semua. Terima kasih kalian sudah mau menyempatkan waktu untuk hadir di acara ini. So tanpa berpanjang lebar lagi mari kita sambut bos kita yang cantik, Lily!" Ujat Faiz membuka acara.Kami semua tersenyum dan bertepuk tangan untuk Lily.
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk kalian semua. Seperti yang kita tahu, acara ini adalah untuk merayakan keberhasilan perusahaan kita sekaligus hari jadi PT bumi rahayu yang ke 7. Maka dari itu ayo kita rayakan dengan perasaan bahagia dan makan makan. yeiy....!"
Kami merayakan hari itu dengan berbahagia dan tertawa bersama. Ditambah ada Anak anak panti yang semakin membuat acara semakin ramai. Hidangan yang tersaji disana juga semakin membangkitkan gairah.
Terutama dengan Es cincau dan Es kopyor yang sangat segar. Suasana semakin meriah apalagi saat Faiz yang mencoba menggoda Lily. Lalu dia mempertanyakan bagaimana awal mula pt bumi rahayu bisa berdiri.
"hey bos!" ujar Faiz.
"Panggil saja Lily!" Saut Lily.
"Oh baiklah Lily. Jujur aku masih kaget dan tidak menyangka kalau yang mendirikan perusahaan kita adalah kau dan Nanda." ujar Faiz.
"Maksudku kau adalah wanita yang hebat dan berbakat, tapi Nanda..!"
"kenapa? kau tidak percaya?" Saut Lily sambil menatap Faiz.
"Ya kalau melihat kondisi Nanda sekarang, Aku masih tidak bisa menerimanya." Ledek Faiz dengan Nanda mengejek.
"hey hey anak muda. Apa kamu meragukan kemampuan Nanda!" Ujar Dr. Anne menimpa.
"Bukan nggak percaya tapi ya heran aja." balas Faiz
"Dengar ya, kalo saat ini Nanda dalam keadaan Normal. Pasti kamu sudah dibuat mati berdiri sama dia. Karena nggak ada yang bisa mengalahkan kekuatan kata kata dari Nanda." Ujar Dr. Anne menjelaskan.
"Eh.. benarkah aku rasa itu tidak mungkin!" imbuh Arin.
"Iya Nandakan cengeng!" Lanjut Bella.
"Hey muka bedak!" Saut Rima keras.
"Hah apa lo bilang, muka bedak!" Saut Bella keras.
"Denger ya, Nanda itu orang yang paling kuat yang pernah hidup dimuka bumi. Nanda bukan anak cengeng!" Ujar Rima tegas.
"Woy.. woy udah cukup, Kita mau bukti bukan sekedar omongan aja. Kira kira bagaimana caranya Nanda mendirikan perusaahan." Ujar Faiz mengerutkan dahi.
"Sebenarnya aku juga penasaran!" Sautku pelan.
"Hahah... Nanda itu orang gila! Kalian yakin mau mendengar kisahnya?" Ujar Lily sanbil tertawa.
"iya!" Jawab kami serentak.
"Ya baiklah." ujar Lily.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Like, comment, vote