My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 128


__ADS_3

Grasak... Grusuk....


"Udah Ella, kenapa sih? bentar lagi suamimu pasti pulang ko. " Ujarnya sambil mengusap bahu putrinya yang dari tadi nampak sangat gusar.


Wajahnya ditekuk, badannya terus bergerak mencari posisi terbaik untuk tidur. dia terlihat begitu cemas. Lalu menatap wajah ibunya dan merasa jengkel disana.


"Bu ini jam 10 malam, Nanda masih belum pulang. Udah nggak ngasih kabar pula. Ditelpon nggak diangkat di SMS nggak dibales. Gimana Ella gak pusing coba bu. Siapa tau dia ada main lagi di belakang Ella, kitakan nggak tahu. " Ujar Ella mengernyitkan wajahnya.


Mendengar kalimat itu keluar dari putrinya. Dia tertawa, terkekeh sendiri memikirkan betapa usil menantunya. Entah kamu yang nggak ngerti istrimu. atau kamu emang sengaja mainin istrimu ini Nda. Hadeuh....


" ibu kok ketawa sih! " rengek Ella.


"Hmm... nggak papa sih Ella, ibu cuman pengin ketawa ajah. coba kamu telepon Lagi suamimu."


Ella kemudian mendial nomer Nanda dan berusaha menghubungi suaminya. 2 kali, 3 kali. dia terus mencobanya, tapi tetap tidak ada balasan disana. Dia kemudian berdecak dan melemparkan ponselnya ke sisi lain sofa.


"Jangan dibanting Ella, rusak ntar ponselmu! " ujarnya sembari mengelus kepala Ella.


"Ah.. ibu mah nggak ngerti! " ujarnya sambil memegang tangan ibunya dengan lembut.


"sini biar ibu yang telepon." Dia kemudian mengambil ponsel Ella dan mendial kembali nomer yang sama.


"Halo.. Nda! kamu dimana? oh udah dijalan. " ujarnya keras. hal itu langsung menarik perhatian putrinya dan membuatnya terbangun.


"Mas dimana? udah mau nyampe? aku udah kangen tahu! " ujarnya keras setelah merebut ponsel dari tangan ibunya.


Teet... Teet... Teet...


"Ih Halo mas!" Ella kemudian melihat layar ponselnya. dan Dia harus kecewa karena ternyata Nanda tidak mengangkat teleponnya. dan ibunya hanya berakting untuk mengerjai nya saja.


Dia berbalik dan merasa jengkel saat melihat ibunya yang tertawa tepat di depan wajahnya. "Ibu... !" rengeknya panjang.


Ella merasa sangat kesal dengan ibunya, namun tidak dengan wanita tua itu. Beberapa hari terakhir memang terasa panjang. setelah banyaknya peristiwa dan berbagai kenyataan yang baru ia ketahui. Menggoda putri semata wayangnya jadi hiburan tersendiri bagi mata tuanya.


Tak lama berselang pintu terbuka dan mereka melihat Nanda datang sambil tersenyum. "Kalian belum tidur? " ujarnya mendekat, lalu mencium tangan mertuanya.


"Ella...! " panggilnya sambil menjulurkan tangan. Tapi Ella malah terdiam dan terlihat cuek. Dia bahkan membelakangi suaminya itu.


" Ella kenapa bu? " Tanya Nanda lalu duduk di samping mertuanya.


Dia melirik putrinya yang berada di sebelah kanan. yang nampak jutek. Lalu berpaling ke kiri dan melihat menantunya yang tampak bingung. Merasa dirinya berada di tengah badai dia memutuskan untuk pergi.


"Biasalah! kayak nggak ngerti istrimu ajah. " Dia kemudian berdiri dan pergi menuju dapur. "ibu bikinin teh buat kamu ya!" satunya kedas.

__ADS_1


"iya bu, boleh." sautnya ramah.


Sejenak Nanda terdiam, karena dia tau istrinya sedang marah. Dia lalu menarik nafas, kemudian dengan perlahan dia mencoba merayu istrinya.


"Ella.. " Panggilnya lembut. "Kamu kenapa? ini udah malam. Harusnya kamu udah tidur sekarang. " lanjutnya.


Ella kemudian dengan perlahan bangun dari tidurnya. Lalu dia menatap wajah suaminya dengan tatapan yang dingin.


"Kenapa? kamu tahu nggak ini jam berapa? " ujarnya berat.


"Tahu.. " Balas Nanda datar.


" aku nggak tidur karena nungguin kamu pulang. " bentak Ella keras. " Itu udah jelas bangetkan, dan kamu masih tanya kenapa? " lanjutnya lagi.


" Seharunya kamu tidur aja." balas Nanda.


"Iyah seharusnya aku tidur biar kamu bisa puas main sama selingkuhan kamu. " ujarnya.


"Aku nggak selingkuh La." spontan Nanda.


"Kamu nggak ngabarin aku seharian mas. Gimana aku bisa percaya sama omongan kamu. " jelasnya lagi.


"ponselku mati, aku lupa ngecas. "


"Giliran buat Rita ajah, cepet!*


" Aku nggak suka yah kamu bahas soal itu. "


"Kamu ninggalin aku yang lagi koma di rumah sakit, cuman buat nemuin dia. Sedangkan buat aku, kamu kasih kabar aja nggak mampu. Ko Pilih kasih gitusih sama pasangan."


"Iyah okeh, aku yang salah karena lupa nggak ngabarin kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Pasangan aku itu cuman kamu, aku cuman cinta sama kamu. Dan kamu tahu itu La." Balas Nanda agak jengkel pada istrinya.


"Bohong, itu cuman alasan kamu ajakan. " Balas Ella sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Sementara Nanda terdiam, dia merasa jengkel dan geram dengan tudingan istrinya. Tapi mau bagaimanapun Ella hanya sedang marah sekarang. Dia masih sadar untuk terus bersabar sementara waktu.


Sejenak Nanda melirik ke arah dapur, dan melihat mertuanya yang memberikan isyarat untuk memeluk istrinya. Nanda menangkap isyarat itu dengan baik. Sejenak Nanda terdiam lalu dia mendekat dan memeluk istrinya.


"Eghm... lepas! " Ujar Ella melawan. Tapi Nanda kekeh untuk memeluk istrinya itu dari belakang.


"Maaf yah, aku yang salah! " ujar Nanda.


"Kamu kok jadi galak gini sih sekarang?" ujar Ella terisak.

__ADS_1


"Iyah maaf ya, tadi aku telat karena ngumpul bareng sama temen temen kantor. Aku sengaja ngambil waktu sama mereka buat obrolin masa depan perusahaan. "


Saat Ella mulai tenang, Nanda semakin mengukuhkan pelukannya dan mengusap beberapa bagian tubuh istrinya. Bahu, lengan, punggung tangan, hingga kepala istrinya.


"okeh, aku maafin. Tapi kalo nanti kamu kayak gitu lagi. Nggak akan aku maafin! " ujar Ella tegas.


Nanda hanya tersenyum didepan Ella, kemudian dia hendak mencium pipi istrinya yang nampak sangat menggemaskan.


"Heh.. ssttt.....!" Ujar mertuanya tiba tiba. Nanda langsung melepaskan pelukannya. dan duduk dengan posisi yang benar. Begitu juga Ella Yang nampak merapihkan pakaiannya yang agak kusut.


"Nggak baik, nyium anak perempuan di depan ibunya langsung." ujarnya sambil meletakan teh buatannya. dia kemudian duduk di sofa yang bersebrangan dengan pasangan suami istri tersebut.


"Gimana tadi kerjaanmu? lancar?" tanyanya pada Nanda.


"Alhamdulillah bu, lancar. Tapi kayaknya beberapa hari kedepan Nanda bakal pulang malam terus. perusahaan lagi anjlok, kita semua harus kerja keras buat balikin perusahaan ke keadaan Normal. "


"Separah itu? " Saut Ella.


"Kamu tenang ajah, aku pasti bisa nyelesain ini semua." ujar Nanda tersenyum.


"Alah Ella, suami pulang malah di marahin. Tadi aja pas belum pulang. Gundah gelisah, nggak mau tidur kalau nggak sama ayank." ujar ibunya kembali meledek.


"ih ibu! " spontan Ella.


"Kamu kangen ya sama aku? " Nanda menghadap istrinya lalu tersenyum. Dia beberapa kali sengaja menari ringan dengan menggerakan tubuhnya. dan menjulurkan lidah untuk menggoda Ella.


" Enggak.. ih apasih? Ah ibu mah! " Ujar Ella menahan tawa.


"apa ko ibu? "


"Ibu bilangnya di depan Nanda. Tuh liat dia jadi kesenengan." Ujar Ella cemberut. Lalu menyebutkan suaminya yang masih asik berjoget dan meledek dirinya.


"eh jangan nyubit gitu doang. Mau tidur? yu tidur yu sama akuh.. " Ujar Nanda sambil memegang tangan Ella yang mulai tertawa mslihat sikap suaminya.


Disisi lain, Mertuanya tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri. Ini adalah sesuatu yang telah lama hilang dari dirinya dan dari keluarganya. Sebuah kehangatan dan canda tawa bersama.


.


.


.


.

__ADS_1


. Thank you


__ADS_2