
'Gimana caranya aku bisa bilang ke kamu, kalau Aku nggak kuat disenyumin gitu terus La. Mata kamu yang lentik, bibir kamu yang merah, ditambah senyum kamu yang manis. Bisa bisa aku nggak kuat, Mana yang dibawah mulai nongol lagi.' Gerutu Nanda dalam hatinya.
Nanda masih terus berusaha menatap Ella dan menunggu jawaban dari istrinya. Meski Nanda sudah tidak sanggup lagi karena gairahnya yang terus membara.
'Aduh nda, udahlah lupain aja yang tadi kamu tanyain sama aku. Aku bingung mau jawab apa. Dan stop liatin aku kaya gitu, kan aku jadi salting sendiri.' Gumam Ella.
Ella semakin risih dan tak tahu apa yang harus dia katakan. Alhasil dia hanya terus menatap suaminya sambil tersenyum. Tanganya juga masih mengangkat memegangi sumpit berisi pangsit yang Nanda tolak.
Ditengah kontes menatap diantara keduanya dan juga obrolan yang semakin memanas. Tiba tiba ada dua orang yang datang menghampiri mereka berdua.
Prak...
Salah satu diantara mereka tiba tiba menampar tangan Ella. Sehingga sumpit beserta pangsit yang Ella pegang jatuh ke lantai.
Hal itupun kemudian memecahkan suasana hangat diantara Nanda dan Ella.
"Hey nona, apa kau masih mengingatku!" ujarnya.
Ella kemudian melihat kearah pria tersebut dan Ellapun mengenalinya. Dia adalah pria yang dulu Ella tampar di restoran ahong food karena bertindak kurang ajar. Kejadiannya terjadi pada saat Ella mencari Nanda yang waktu itu pergi dari apartemen seusai bertengkar.
"Kau-" balas Ella terkejut.
"Yah aku hahahah" lanjut pria tadi tertawa.
Ella merasa terkejut sekaligus takut, karena pria tadi datang bersama rekannya yang memiliki postur badan tinggi dan berotot.
"Nanda, ayo kita pulang!" ajak Ella gemetar.
Ella sangat terburu buru ingin pergi dari sana, Karena dia tahu pria tadi memiliki niat yang jahat.
"Hey, kau pikir kau mau pergi kemana Nona?" Ujarnya menghalagi Ella.
Kemudian pria tadi berjalan dan berdiri dibelakang Nanda.
"Hey sobat, jangan pelit seperti itu kepada kami. Biarkan kami juga merasakan keindahan tubuh wanita ini." Ujarnya kepada Nanda.
Jelas hal itu memicu reaksi keras daripada Nanda. Sebenarnya Nanda juga terkejut dengan kedatangan kedua pria tadi. Tapi berbeda halnya dengan Ella yang ketakutan, Nanda merasa sangat marah karena moment kebersamaannya dengan Ella telah dirusak.
"Apa? aku tidak mengerti apa maksudmu." ucap Nanda so polos.
Untunglah Nanda masih mampu menahan kemarahannya. Karena kalau sampai Nanda menunjukan kemarahnnya. Ella akan sadar bahwa dirinya telah sembuh.
"Jangan pura pura tidak mengerti seperti itu. Ayo kita nikmati Lac*r ini bersama sama." Ucapnya tepat ditelinga Nanda.
Sayangnya pria itu tidak tahu, dia baru saja membangunkan monster yang telah lama tertidur.
Saat lelaki itu akan berjalan menuju ke arah Ella. Nanda memalangkan kakinya, sehingga membuat pria tadi terjatuh ke lantai.
Bruk...
"Oh maafkan aku, sini biar aku bantu." Ujar Nanda.
Dengan gaya bertengkar seorang anak kecil. Nanda kemudian mengambil semangkok mie ayam yang belum habis dia makan. Lalu dia siramkan ke pria tadi.
__ADS_1
"Argghhh..."
Pria tadi berteriak kepanasan karena kuah mie dengan extra sambal pedas membasahi kepala hingga ke lehernya.
"Hah.. Nanda!" ujar Ella terkejut.
"Hey kurang aja kau!" balas seorang lagi yang lainnya.
Nanda kemudian dengan sigap memegang sebuah sendok dan memukul pelipis kiri pria tadi. Sebenarnya sendok tidak bisa melumpuhkan seseorang. Akan tetapi karena sedikit kuah yang berada di sendok tadi terlempar kearah matanya. Sehingga pria tadi merasakan panas luar biasa dibagian matanya.
Melihat kondisi Pria tadi sedang lemah. Nanda mengangkat kursi lalu menghantamkannya pada pria tadi. jelaslah pria tadi ikut tersungkur menyusul kawannya.
Untuk menghilangkan kecurigaan Ella pada dirinya. Nanda menendang nendang kedua orang tadi sambil menggerutu seperti seorang anak kecil.
"Hah rasakan, Dasar tidak sopan. Euhmm.. euhmm.." Gerutu Nanda.
"Arghhh Nanda udah Nda. Cukup!" Ujar Ella
Ella mencoba mendorong suaminya untuk menghentikan perkelahian. Namun Nanda masih keukeuh untuk tetap menghajar pria tadi. Nanda batu berhenti kstika ada dua orang pegawai resto yang menghentikan perkelahiannya.
"Dasar kurang ajar, Awas jangan halangi Aku!" ucap Nanda
Dia terus saja menggerutu meski dia sudah ditahan oleh kedua oegawai resto tadi. Sementara Ella masih shock atas perkelahian barusan. Ella masih menatap ke arah suaminya dan dua pria tadi yang baru saja Nanda hajar. Bukan hanya itu namun rupanya, semua pengunjung Resto juga memperhatikan kearah mereka.
***
Selama perjalanan pulang menuju apartemen. Tidak ada lagi percakpan diantara keduanya. Lagi pula siapa yang mengira perkelahian itu akan terjadi.
Setelah sampai di apartemen, Ella lekas beranjak masuk kedalam kamarnya. Saat hendak menutup pintu tiba tiba Nanda menahannya dan tidak membiarkan Ella menutup pintu.
"Aku nggak mau, kamu jangan ngurung diri dikamar lagi La. Nanti aku bisa frustasi karena mikirin kamu." Ujar Nanda.
"Ya udah, Mas nggak usah mikirin aku lagi Gampangkan." balas Ella ketus.
"Mana bisa kayak gitu, kamukan istriku." Lanjut Nanda.
"Hem... aku cuman mau ambil baju ganti." ujar Ella menghela Nafas.
"Bo'ong kamu aja belum mandi La." Ucap Nanda agak jengkel.
"Aku cuman mau ambil baju. Biar nanti aku langsung ganti di kamar mandi." Ucap Ella pada Nanda.
"Aku nggak percaya!" Balas Nanda.
"Ya udah kalo Mas nggak percaya." Balas Ella.
Ella kemudian membiarkan pintunya terbuka. Supaya Nanda bisa melihatanya mengambil baju ganti. Terlihat sekali Ella sangat jengkel kepada Suaminya. Lalu setelahnya Ella melewati Nanda dan pergi ke kamar mandi. Lalu Nanda juga kembali membuntuti Istrinya.
"Apa? Mau tahan pintunya lagi, biar kamu bisa lihat aku mandi." ujar Ella ketus.
Nanda kemudian menggelengkan kepala. Lalu membiarkan Istrinya mandi dengan tenang. Sementara dirinya duduk bersila disamping pintu kamar mandi.
"Kamu marah sama aku ya La." ucap Nanda dari luar.
__ADS_1
"Aku nggak suka kamu sok jagoan kayak tadi." Balas Ella.
"Tapi akupun nggak bisa biarin gitu aja, orang yang udah ngehina kamu. Kamu disebut Lac*r gara gara akukan La. Biar aku yang nyelesein semua masalahnya." Balas Ella.
"Kamu nggak bisa Mas!" balas Ella dari dalam.
"Aku ini suami kamu, kalau bukan aku yang ngelindungi kamu dari orang seperti mereka. Terus siapa lagi La, Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk jaga kamu. Aku rela sakit demi lihat kamu bahagia." Ujar Nanda dalam pada istrinya.
Nanda tidak tahu kalau istrinya sedang menahan tawa didalam kamar mandi.
"Iya aku ngerti. Tapi kalau kayak tadi, Malah bikin kita malu sendiri jugakan Mas." ucap Ella cengengesan dari dalam.
"Iyasih, tapi yang pentingkan tadi kita udah minta maaf sama pelayan disana." ujar Nanda pasrah.
"Untungnya gak ada barang yang rusak. Jadi kita nggak usah ganti rugi. Tapi ngomong ngomog ko kamu tega sih Mas, mukul kepala orang pake kursi." Balas Ella cengengesan.
"Ya akukan refleks La!" Ucapnya.
"Nyiram orang pake kuah mie. Terus yang paling kocak, kamu malah pukul kepala orang pake sendok. Gila emang kamu tuh!" Balas Ella tertawa.
"Tadituh aku mau ambil garpu, tapi yang nyangkut malah sendok. Lagian kamu ngapain sih, kok malah ngeledekin aku." Balas Nanda mengrenyit kesal.
"Ya lucu aja, masa ada orang berantem pake sendok!" Ujar Ella cengengesan.
"Untung aja tadi ada satpam yang langsung nangkap mereka berdua. Kalau nggak udah abis mereka aku sendokin satu satu." Balas Nanda.
kini mulai terlihat jelas, hubungan Nanda dan Ella sudah semakin dekat. Tak lama berselang Ella kemudian keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapih. Nanda langsung berdiri dan menatap ke arahnya.
"Kamu wangi La." ujar Nanda tersenyum.
"Apasih, udah sekarang kamu yang mandi sana. Badanmu udah bau asem." Ujar Ella pada suaminya.
"Ok siap bos!" Balas Nanda kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Sementara Ella masih berdiri diluar dan memikirkan suaminya. Rupanya Aksi konyol Nanda di Resto juga merupakan Aksi heroik bagi Ella.
'Sekarang aku mulai ngerti, kenapa dulu Lily bilang Aku akan lebih menyesal kehilangan kamu daripada kehilangan Alex. Mungkin Alex lebih tampan, lebih kaya, ataupun lebih segalanya daripada kamu. Tapi jauh didalam hatinya dia begitu menginginkan kesempurnaan. Sehingga ketika aku melakukan satu saja kesalahan yang tidak aku sengaja. Dia membuangku sebegitu mudahnya.' pikir Ella.
'Tapi kamu berbeda Mas, Meskipun kamu kalah segalanya daripada Alex. Tapi kamu punya satu hal yang mengubah semuanya. Kamu orang yang Tulus. Kamu selalu bisa menerima kekurangku dengan mudah. Meski berkali kali aku dengan sengaja berbuat salah kepadamu. Kamu masih mau menemani dan menjaga aku hingga sekarang. Terima kasih untuk semuanya Mas. Terima kasih' Lanjutnya.
Tanpa sadar Ella mengeluarkan air mata kegembiraan disudut matanya.
Dia menangis senang, karena telh menemukan seseorang yang dapat menerima kekurangannya, yaitu Suaminya sendiri.
'Kalau hubungan kita terus berjalan baik seperti ini. Aku yakin secepatnya aku akan mengetahui dimana posisiku, dimana letaknya hatiku berada!' lanjut Ella.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Like comment vote