My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 123


__ADS_3

Sesampainya dikantor Nanda langsung parkir didepan kantor dan dibantu oleh pak Mochtar. "Maju terus bu! maju ya op op op Sip! " Dia memberikan jempol.


"Alhamdulilah akhirnya ibu datang juga, saya gak tau lagi kalau bu Lily gak pulang. Kantor pasti makin kacau.. " Pak Mochtar diam seribu bahasa ketika melihat yang datang bukan Lily tapi Nanda.


Wajar saja jika pak Mochtar salah mengira, selama ini dia tahu bahwa ini adalah mobil kesayangan Lily. Dan dia tak pernah mengijinkan orang lain mengemudikan nya.Jadi ketika Nanda datang dia mengira bahwa itu Lily.


"Kacau kenapa? " Tanya Nanda langsung.


"Tidak.. Tidak terjadi apa apa, semuanya baik baik saja Nda.. ;" Pak Mochtar lalu tersenyum. Jelas sekali dia sedang berbohong.


Tak lama berselang Suara benda pecah terdengar begitu keras dari dalam kantor. Prak....


Tanpa pikir panjang Nanda langsung berjalan masuk kedalam kantor dengan cepat dan disusul dengan cepat oleh pak Mochtar. "Nda.. Nda tunggu! " Panggilanya.


Saat sudah didalam Nanda disuguhkan dengan pemandangan yang kurang menyenangkan disana. Terlihat seorang pria yang sedang marah marah dan mengangkat satu kakinya ke atas sebuah kursi.


Disana juga terlihat Faiz yang sedang ditahan beberapa orang pria. Jumlah mereka sekitar 6 orang, lengkap dengan pakaian mewah yang mereka kenakan.


Tepat dihadapan si pria yang tak ia ketahui siapa. Nampak Arin sedang berlutu dan menangis. Sementara di tempat lain Bella masih beradu omongan dengan slah seorang pria hingga akhirnya dia ditampar.


sayang dari sekian banyak pegawai tak ada yang berani membantu mereka. "cepat cium sepatuku! " perintahnya.


'Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi yang jelas ini sudah bukan tindakan yang manusiawi.' bisiknya dalam hati.


"Bukankah kalian memintaku untuk tidak membatalkan kerja sama. Maka turuti lah perkataanku, dasar sampah. Tanpa lily kalian bukan apa apa selain seekor Anj'ng!" Saat kalimat itu muncul Nanda langsung bergerak semakin cepat.


Lalu dengan kuat dia menendang bagian belakang kaki dari pria tersebut. Jedag...


Seketika pria itu terjatuh ke belakang dengan sangat cepat dan keras. Semua orang kaget disana saat melihat kedatangan seseorang yang tak pernah mereka duga.


Setelahnya Nanda lalu bergerak cepat dan meminta Arin yang berlutut untuk segera berdiri. "Ayo bangun!" Ujar Nanda memberikan tangannya.

__ADS_1


Arin dengan senang hati langsung menerima bantuan Nanda dan ia langsung berdiri. Arin nampak lesu dan kesal serta matanya merah dengan wajah basah dari air matanya.


Pria lain yang sebelumnya menampar Arin langsung berjalan kearah Nanda dan berusaha menyerangnya. Namun dengan cepat Nada berbalik dan langsung melumpuhkan pria tersebut hingga tersungkur.


Melihat anak buahnya dikalahkan dengan mudah Pria yang Nanda tendang tadi kembali berdiri dan dengan Nada marah dia menyuruh anak buahnya untuk menghajar Nanda. Tapi tentu saja mereka tidak berdaya menghadapi Ananda putra wir atmaja.


Saat cengkraman nya terlepas Fauzi tentu saja tidak tinggal diam, dia juga langsung menghantam salah satu dari mereka dengan sangat keras.


Melihat Anak buahnya dikalahkan dengan mudah Pria itu lalu berkata pada Nanda. "Dasar monster! Apa kamu tidak tahu siapa aku hah? " Bentuknya keras.


"Aku tidak tahu dan sejujurnya aku tidak perduli padamu. Tapi yang jelas aku tidak menerima orang orang seperti kalian di perusahaan ini. Pergi..! " ujar Nanda dengan keras dan tegas.


"Berani sekali kamu mengusir ku dari sini. Aku akan mengatakan Hal ini pada bosmu supaya dia memecat mudah nantinya." lawan pria tersebut dengan keras.


"Tunggu! Tuan Adi, Nanda... " Arin mencoba membantah tapi Nanda seketika mengangkat tangannya memberikan isyarat pada Nanda untuk segera berhenti.


Seketika Arin terdiam dan sekarang giliran Nanda yang mengeluarkan suaranya. "Tidak usah repot repot melakukan hal semacam itu. Lily tidak akan melakukan apa apa padaku. Dengarlah Aku adalah orang yang mendirikan perusahaan ini bersama Lily. Aku tahu apa yang pantas dan tidak bagi perusahaan ini." Jelas Nanda panjang lebar.


Pria itu seketika gemetar dan mundur beberapa langkah ke belakang. Beberapa anak buahnya juga turut pergi mengikuti tuannya. Sesaat suasana hening hingga akhirnya Nanda kembali mengangkat suaranya setelah meminum seteguk air putih.


"Dengar! Apa yang baru saja kalian lihat lupakan semuanya dan biarkan berlalu. Kalau perlu anggap saja semuanya tidak pernah terjadi. Tapi yang jelas kedatanganku kemari untuk melakukan satu hal. Aku akan bertanggung jawab di tempat ini sampai Lily pulang dari singapura." Ujar Nanda tegas.


Semua orang terdiam seketika dan tak mengerti dengan suasana yang terjadi. Kenapa Nanda tiba tiba mengambil alih peran Lily di perusahaan?


"Nanda apa yang kamu katakan? " Tanya Bella kaget.


"Apa kalian masih tidak memgerti? CEO kalian Lily saat ini berada di luar negeri. Lalu COO kalian sedang menjalani pengobatan di Rumah sakit. Dengan begitu yang mestinya bertanggung jawab di perusahaan selama mereka berdua tidak ada adalah Arin sebagai CFO." jelas Nanda. Sejenak Nanda terdiam lalu tersenyum.


"Sejujurnya aku tak ingin mengatakan ini, tapi sayangnya Arin belum siap untuk memegang tanggung jawab tersebut." ujar Nanda tersenyum.


"Bagaimana kamu bisa tahu sebanyak itu? " Ujar Bella lagi.

__ADS_1


"Nanda ini tidak semudah bermain bola atau permainan lainnya. Ini adalah urusan perusahaan yang sangat penting. Mending sekarang kamu pulang temenin Ella di rumah sakit ya!" Ujar Faiz pada Nanda.


Nanda seketika mengeluarkan Tawa sinis nya saat mendengar perkataan dari Faiz. " Sepanjang hidupku, hanya kau saja yang berani mengatakan hal sekonyol itu. Tapi sudahlah.. mungkin kalian tidak mendengarku. Aku yang akan bertanggung jawab di tempat ini mulai sekarang." Ujar Nanda mantap dengan penuh keyakinan.


"Aku setuju!" Ujar Arin spontan.


"Arin" Ujar Bella memeluk temannya yang tengah menangis.


"sorry but I'm not Lily, I'm not Ella. I'm really not strong anymore. I'm a weak woman. I am really, really sorry! " Ujar Arin menangis.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin berkomentar aku akan menganggap kalian semua setuju! " ujar Nanda.


Sesaat kemudian Nanda menemukan kedua tangannya. "Ok! Aku anggap kalian setuju. Sekarang kembali ke meja kerja kalian masing masing dan lanjutkan tugas kalian."


"Lalu untuk kalian bertiga, Aku ingin menemui kalian semua di ruang meeting 10 menit lagi." Ujar Nanda pada 3 petinggi lainnya.


Sementara itu Nanda langsung berjalan ke kantor Lily dan mencari beberapa dokumen disana. Lalu setelahnya dia berpindah ke ruangan Ella untuk mencari sejumlah berkas yang dia rasa penting.


Tepat di waktu yang ia tentukan sebelumnya. Nanda kemudian masuk kedalam Ruang meeting dan disusul oleh Faiz, Arin dan Bella.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. Like comment Vote


__ADS_2