My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 39


__ADS_3

Ditengah lamunanku tiba tiba ponsel berdering ada panggilan masuk.Tertera Nama Dr.Anne disana,langsung saja aku angkat teleponya.


"Selamat malam Dok? Ada yang bisa saya bantu." Sapaku pelan.


"Dimana Nanda?" jawabnya tanpa membalas salam dariku.


"Nanda dia sedang makan malam dok!" Bohongku.


"Kamu Bohong La.kenapa kamu tidak berterus terang?" Ujar dokter dengan Nanda lirih.


Jujur aku terkejut mengetahui dokter Anne tahu aku berbohong kepadanya.Aku panik jantungku berdetak kencang.Mulutku seolah dijahit,dan air mata mulai mengalir lagi.


"Jawab saya La!" Bentaknya lalu diikuti isak tangis.Aku kaget dengan situasi Ini.Langsung saja aku katakan kepadanya.


"Dok sebenarnya saya tidak tahu Nanda dimana? Tadi siang saya sempat bertengkar dengannya.Lalu dia pergi sambil marah dan menangis.Saya membiarkannya begitu saja,karena saya yakin dia akan pulang nantinya.Tapi sampai kini dia belum pulang.Saya sudah mencarinya ke rumah pak joko,Taman dan juga Restoran.Tapi saya tidak menemukan Nanda." Balasku sambil menangis.


"Bodoh.. kenapa kamu memarahi Nanda.Seharusnya kamu sadar akan kondisi Nanda.Mungkin Sekarang Nanda tidak akan pernah pulang lagi.Dia berada di RS Tanjung Harapan dalam keadaan Koma.Dia tertabrak oleh mobil yang melaju kencang." Balas Dokter anne histeris.


"Apa? Tidak mungkin!" Aku melonjak tidak percaya dengan perkataan Dr.Anne.Langsung saja aku mengambil Tas dan pergi menuju RS.Dan meninggalkan semua penyelidikanku.


'Nanda bertahanlah.. Tunggu Aku!'


...****************...


'Kenapa La.. kenapa seperti ini?' Nanda berlari keluar dari hotel seusai dia berkelahi dengan Ella.


Dia berlari tanpa melihat arah.Beberapa kali dia menabrak orang yang berjalan ke arahnya.


"Hey kamu tidak punya mata yah..?" Teriak orang yang Nanda tabrak.


Akan tetapi Nanda tidak menghiraukan orang tersebut.Kesedihan yang dia rasakan sangatlah mendalam,dia terus tertunduk tidak percaya dengan yang dikatakan Ella kepadanya.


TIN.......


Klakson panjang sebuah mobil mengagetkannya.Tapi terlambat mobil tersebut menabraknya..


Brekkkk......


Nanda terlempar hingga 5 meter dari mobil kepalanya membentur aspal dengan keras.Dadanya mulai sesak,sekujur badannya sakit.Darah mengalir dari setiap rongga yang ada ditubuhnya.


Mulut,hidung,bahkan kedua lubang telinganya.Kepalanya terasa panas seperti terbakar dengan dahsyat.Pandangannya mulai kabur,sayup sayup dia mendengar orang berteriak.


"Tolong...! Tolong...!"


Samar samar dia melihat mulai banyak orang mengerumununinya.Perlahan sesak yang ia rasakan semakin kuat.Dia membuka mulut lebar lebar.lalu menarik udara sebanyak yang dia bisa.


Nanda sangat kesulitan bernafas ditambah darah dimulutnya terus mengalir.Layaknya sungai darah dengan air yang deras sekejap tubuhnya bermandikan air beraroma amis yang menyengat.


Lalu beberapa saat dia merasakan ada yang mengangkatnya dan membawanya ke suatu tempat.Dia juga merasa ada yang menusuk pergalangan tangan kirinya.Lalu dia melihat lagi 2 orang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Bertahanlah.. kami akan menyelamatkanmu!" ucap seorang pria berseragam putih.


Nanda berada di ambulance sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.Selama perjalanan seorang suster terus mengelap darah yang mengalir dari tubuh Nanda.dan mengobati luka luarnya dengan alkohol.sementara si pria tadi memasangkan ventilator kepada Nanda.


Suster terus berharap pasiennya akan selamat.Dia tahu dia tidak bisa berbuat banyak karena Nanda mengalami pendarahan di otaknya.Dia berteriak kepada sopir untuk melaju lebih cepat.


"Pak sopir lebih cepat lagi,atau kita akan kehilangan dia." Ucap suster.


"Baik sus,saya usahakan yang terbaik." Jawab si sopir lantang.Lalu dia menambah kecepatan ambulance.


Tidak lama kemudian Mereka sampai di rumah sakit.Ajaibnya Nanda masih bisa bertahan meskipun sudah mengeluarkan banyak darah.


Nanda langsung dibawa ke ruang UGD dan seorang dokter muda langsung menangani Nanda di sana.Dia mengecek kondisi Nanda dengan seksama.Lalu dia mengatakan kepada suster yang tadi membawa Nanda.


"Sepertinya pembuluh darah di otaknya pecah.Denyut nadi dan detak jantungnya juga terus melemah." Ucap si dokter.


"Lalu bagaimana dok.." Ucap suster.


"Bawa dia ke ruang mayat sekarang.Dia tidak punya harapan lagi untuk hidup." ucapan si dokter tersebut lantas membuat suster terkejut.


"Apa? Dok.. saya tahu kemungkinan pasien ini selamat sangatlah kecil.Tapi sudah tugas kita untuk terus berupaya sebaik mungkin menyelamatkan pasien.Bukannya pasrah seperti ini." tegas suster.


"Apa kamu tidak melihat seberapa banyak pasien disini.Kita tidak bisa mengutamakan pasien yang jelas jelas akan meninggal.Sementara masih banyak orang yang harus kita selamatkan." Teriak si dokter.


"Tapi..." ujar suster.


"Saya lebih tahu dari pada kamu,Jadi sebaiknya kamu ikuti saja perintah saya." ucapnya.


"Kamu kenapa? Bukankah pemandangan seperti ini sudah biasa kita saksikan." ujar temannya.


"Aku tidak tega melihatnya,Aku sudah banyak melihat orang lain menghembuskan Nafas terarkhir mereka.Tapi pria ini sungguh malang,lihatlah wajahnya yang polos nan lugu." ucap suster.


"Kamu harus bersabar,Ini memang menyedihkan.Tapi kita harus profersional paling sebentar lagi pria ini akan diberitakan meninggal dunia.Apa kamu sudah memeriksa identitasnya?" Ujar rekannya.


Si suster kemudian menggelengkan kepala.Setelah sampai di ruang mayat dia bersama temannya meninggalkan Nanda karena ada operasi kepada pasien lain dan mereka kekurangan tenaga.


"Hey kalian berdua ayo bantu kami.Ada pasien yang kritis!" Ucap seorang suster lain.


"Baikalah,Ayo kita harus pergi." saut temannya.


"Hmm.. iya" Suster itu kemudian pergi meminggalkan Nanda.


Pedahal pada saat itu Nanda belum meninggal.Dia masih berusaha bertahan.Meski darah yang keluar dari tubuh nya belum surut.Nanda sempat melirik ke arah suster yang membanya sebelum mereka pergi meninggalkannya sendirian.


"Hamhhh... hahhhhhh... hmmbhh.... hahh...." Nanda terus menarik nafasnya dalam dalam meski dengan kesakitan yang sangat menyiksa.Dia bertahan disana sendirian berharap semuanya akan segera berakhir.


10 menit berlalu si suster telah selesai membantu mengoperasi pasien lain.Segera dia kembali ke ruang mayat untuk memeriksa identitas Nanda.Namun dia begitu terkejut melihat Nanda masih hidup dan bertahan.


"Hah.. apa? Bagaimana mungkin? Jika pembuluh darah diotakmu pecah.Seharusnya kamu sudah meninggal.Tapi..." Kemudian suster memeriksa denyut Nadi Nanda yang berpacu sangat kencang.

__ADS_1


Saat itu dia yakin Nanda pasti masih bisa diselamatkan.Dia kemudian berteriak dan mencari dokter tadi.


"Dok.. pasien tadi.Dia masih hidup,Saya yakin kita bisa menyelamatkannya." Ucap suster.


"Kalau begitu tunggu sebentar lagi.Dia pasti akan segera meninggal!" Ucap si dokter.Sontak dia merasa kesal dengan jawaban dokter muda tersebut.


"Hey.. seenaknya saja kamu mengatakan hal seperti itu! Dokter macam apa kau ini..?" Teriak suster.


menyadari tidak akan mendapatkan bantuan disana dia segera berlari mencari dokter lain untuk menyelamatkan Nanda.Lalu tanpa sengaja dia menabrak seorang dokter senior di sana.


"Aduh.. hey hati hati.Apa kamu baik baik saja?" Tanya si dokter senior.


"Dokter Anne! Tolong Dok pemuda yang tadi dikabarkan meninggal.Dia masih hidup!" Ucapnya panik.


"Apa? Bagaimana mungkin?" Tanya dokter Anne heran.


"Mari dok saya jelaskan ditengah jalan." Ucap suster.Lantas Dr.Anne langsung berjalan mengikuti suster menuju ke ruangan Nanda berada.


"Sebelumnya Dr.Farhan mengatakan bahwa pasien mengalami pecah pembuluh darah di otak.Pendarahan hebat juga dialami oleh pasien,merasa tidak dapat diselamatkan.Dr.Farhan memutuskan untuk menyerah dan mmindahkan pasien ke ruang mayat.Tapi setelah 10 menit korban masih sadar dan terus bertahan sampai sekarang dokter." Ucapnya panjang lebar.


Dr.Anne hanya mengangguk mendengar penjelasan dari suster.Setelah sampai di ruangan Dr Anne histeris ketika melihat pasien yang dimaksud si suster.


"Nanda...!" Teriak dr.Anne dia kemudian mendekat dan mengusapi darah di tubuh Nanda dan mengusap kepalanya.Nanda terlihat begitu lemah dan semakin pucat.


"Dr.Anne mengenal pasien Ini?" Tanya suster.


"2 tahun lalu dia mengalami pembekuan di bagian kepala.Akibatnya ada gumpalan darah yang cukup besar yang menyumbat salutan darahnya ke otak.Sepertinya gumpalan darah itu yang pecah.Cepat bawa dia ke ruang operasi 3 sekarang." Tegas Dr.Anne.


Secepat mungkin dia mengurus ruang operasi dan Membawa Nanda kesana.Dr.Anne sendirilah yang langsung menangani Nanda untuk kesekian kalinya.


'Bertahanlah sayang,ibu akan menyelamatkanmu' Batin Dr anne.


Setelah semuanya siap Dr Anne dibantu 4 orang suster dan telah dilengkapi dengan peralatan dan pakaian mumpuni.Mereka siap melakukan operasi pada Nanda.


"Baiklah kita mulai sekarang!" Ucap Dr.Anne


2 jam lamanya operasi dilakukan kepada Nanda.Akhirnya operasi selesai akan tetapi Nanda sedang dalam keadaan koma.Dr.Anne terduduk lemas setelah mengoperasi Nanda.Dia khawatir Nanda tidak sanggup bertahan.


Setelah menguatkan dirinya kemudian dia ingin menelepon keluarganya Nanda.Dia sempat ingin menelepon pak joko.Tapi mengingat perlakuan pak joko Nanda.Dia memutuskan untuk hanya menelepon Ella seorang.


Diangkatnya telepon genggam tersebut.Lalu Dr. Anne mendial nomer Ella.


"Selamat malam Dok? Ada yang bisa saya bantu."


"Dimana Nanda?"


.


.

__ADS_1


.


.Like Comment Vote


__ADS_2