
Saat asik bercanda dan meledek satu sama lain, mereka akhirnya menemukan bahan bahan yang mereka pilih. Kecuali ikan gurame yang ingin Ella masak. Karena ini khusus permintaan dari Nanda. jadi Ella ingin memastikan ikan yang dia pilih adalah kualitas yang terbaik.
"Menurut Rima semuanya sama aja deh teh! " ujar Rima sambil memperhatikan beberapa ikan segar didepannya.
"Mereka semua masuk ke supermarket jadi udah Dipastiin juga kualitas mereka itu yang terbaik. Tapi aku maunya terbaik dari yang terbaik Rim. makanya kita seleksi lagi. " Ujar Ella.
Rima menggerutu didalam hatinya. Semua ikan ya sama aja, ikan pada seger semua gitu. Tapi ya udahlah terserah, tapi gak selama itu juga kali.
"Rima ambil yang itu. " Tunjuk Ella ke sebuah ikan yang berukuran paling besar dan memang nampak sangat segar dengan kedua mata belo di kepalanya.
"Okey! " Saat Rima hendak mengambilnya, tiba tiba ada tangan lain yang mengambil ikan tersebut.
Saat mereka menyadarinya, pandangan mereka langsung berpindah ke satu titik. Seorang wanita yang memakai dress hitam didalam dan blazer berwarna putih di bagian luar. Ditambah celana yang memiliki warna senada dengan blazernya. Dia dengan santai mengambil ikan yang dengan susah payah Ella dan Rima pilih.
"Kalian menginginkan ikan ini juga? " Tanya dia sambil tersenyum kecil. Rima dan Ella sama sama mengangguk dan mematung.
"Tapi aku rasa kalian kalah cepat, aku duluan yang mengambilnya. " Ujarnya sambil tertawa mengejek.
"Mana bisa begitu, kami yang melihatnya lebih dulu. Jadi ikan itu punya kami! " Ujar Rima dengan cepat.
"Aku tidak peduli, Ikan ini sudah ada ditanganku jadi dia milikku sekarang. " Ujar Dia tertawa.
"Hah..!" Ella berteriak keras sehingga membuat Rima dan wanita tersebut kaget. Tidak hanya itu teriakannya juga langsung menarik perhatian semua orang.
"Hey nona, kau ini bagaimana? bagaimana kamu bisa tiba tiba datang dan mengambil ikan kami dengan begitu mudahnya. " Ujar Ella pada wanita itu dengan Nada yang sedikit meninggi.
"Hey hey hey apa apaan nada kalimatmu itu, apa kamu tidak tahu siapa aku hah! " ujar wanita itu dengan menatap tajam ke arah Ella. Rima yang merasa bahwa akan ada perkelahian yang tercipta dia memilih mengalah dan menenangkan Ella.
"Udahlah teh, kita ambil ikan yang lain aja. " Bisik Rima pada Ella.
"Gak bisalah Rim, Ikan itu yang kualitasnya paling bagus. " Ujar Ella.
"Sebaiknya kau dengarkan saja adikmu itu. pilih ikan yang lain dan semuanya akan selsai. Difabel! " Ujar nya sambil meledak Ella dengan Nada yang menggoda.
Aduh.., Rima mengusap wajah dan dadanya karena dia tahu kalimat tersebut akan memantik kemarahan Ella. Wanita asing itu nampak menakutkan dan tidak mau mengalah. Tapi Ella dengan posisinya yang sedang hamil bukan tandingan siapapun. Ibu hamil adalah kasta tertinggi di antara wanita.
"Hah! Apa yang kamu katakan ******? " Ujar Ella berteriak. Dia tanpa takut langsung menyerang balik ke arah wanita yang bersikap sombong itu.
__ADS_1
"hey berhenti berbicara dengan Nada seperti itu ke arahku. " Teriaknya keras.
"Memangnya kenapa tidak boleh? lalu aku harus berkata bagaimana kepadamu ******! " Ujar Ella lagi lebih keras. Kali ini Ella lebih berotot dan bernafsu saat mengatakannya. Rima sendiri terus mengusap dada dan bingung dengan kondisi yang akan terjadi.
"Teh udah teh! " Ujar Rima lebih keras lagi.
"Kamu akan menyesal karena sudah berurusan denganku. " ancam wanita asing itu dengan keras. Dia bahkan mencoba mendekat ke arah Ella dan ingin menghajarnya. Untung saja Rima dengan sigap menahannya. kalau tidak Ella pasti akan menjadi bulan bulanan wanita gila itu.
"Memangnya kamu siapa? sampai sampai aku akan menyesal jika aku berurusan denganmu. kamu juga tidak tahukan siapa aku. " Ujar Ella tidak mau kalah.
Wanita itu terus berusaha menghajar Ella dan Rima semakin kuat lagi menahannya. Sangking tidak tahannya dan muak dengan perkelahian itu Rima dengan sekuat tenaga mendorong wanita itu dengan sangat kuat. Sampai sampai dia tersungkur jatuh, belanjaannya jadi berantakan dan ikan yang dia pegang sempat terlempar jatuh.
"whoah.. " Dia berteriak keras.
sedangkan Rima justru menutup mulutnya yang menganga karena tidak tahu dia akan membuat wanita itu jatuh tersungkur.
"Rasakan itu, kamu terlalu sombong. " ujar Ella memanas manasi dari arah belakang. Dia kemudian berdiri dengan bantuan dari seorang pegawai supermarket.
"Nyonya nyonya, anda tidak papa? " ujar nya.
" Asal kamu tahu, aku ini Marsa priyambodo. Kalian akan menyesal karena perbuatan kalian. "
Dia tidak menyangka bahwa yanga ada didepannya adalah marissa priyambodo. Padahal sadari tadi Rima merasakan tidak asing dengan wajahnya yang sering tayang di televisi.
"Ayok teh kita pergi aja! " Rima berusaha berbalik dan membawa Ella pergi tapi dari belajar tina tiba seorang pegawai supermarket menghadangnya.
"Kami juga akan terkena masalah jika kalian pergi begitu saja. " ucapnya menghalangi Rima.
"Kamu marissa priyambodo, itu artinya suamimu! " Ella nampak kaget, matanya membulat hampir keluar dari tempatnya.
"Yah bagaimana sekarang, kamu takutkan kepadaku. " Ella kemudian berubah cemas, Nafasnya kemudian memburu tidak karuan.
"Rima, ayo pergi dari sini! " Bisik Ella sambil memegang tangan Rima.
"aduh, udah telat teh. kita udah dikepung. " Ujar Rima meringis sambil melihat keadaan sekitar. dari samping nampak beberapa orang berseragam hitam yang sepertinya bodyguard Marisa. Serta beberapa pegawai supermarket dari arah belakang menghadang mereka.
"Kemana? Sekarang kalian ingin lari kemana? kalian tidak akan bisa kabur semudah itu. " ujar Marissa menatap kesal. Ella nampak tertunduk dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1
Seketika dia mengutuk dirinya sendiri dengan kondisi kaki yang susah berjalan. Kalau kondisinya berbeda, pasti Ella langsung merebut ikannya dari tangan Marisa lalu pergi menyeret Rima kabur. Tapi saat ini kondisinya sangat sulit bagi dia.
"Rima, pergi aja duluan. Biar aku yang urus masalah ini. " ujar Ella.
"Aduh teh jangan bercanda disaat kayak gini. Rima gak mungkin dan gak mau ninggalin teteh begitu aja. Rima kemudian memeluk Ella dari belakang dan menghadapi marisa yang nampak sangat jengkel.
" Yasudah kalau begitu, bawa saja ikannya pergi. kami tidak menginginkannya lagi. Dengan begitu anggap saja masalah kita selesai. " ujar Rima tegas.
Marisa justru nampak mentertawakan Rima. Dia merasa Rima mulai meremehkan dirinya sama seperti wanita lumpuh yang ada di depannya.
"Kalian dengar itu, apa kalian mendengarnya? " Ujar nya pada semua orang.
"Dia sudah berani membuat keributan, mendorong aku sampai jatuh. Dan menganggap semuanya akan bisa selesai hanya karena seekor ikan. " Ujar nya tertawa geli. Begitu juga dengan beberapa bodyguard yang ikut bersamanya.
"Hey, apa kalian bodoh? bagaimana kalian bisa membiarkan orang orang tidak tahu ini masuk dan berbelanja disini. " ujar Marisa pada pegawai super market yang ada di sana. Mereka nampak terdiam dan menunduk sambil menelan ludahnya sendiri.
"Cukup, masalahmu hanya dengaku bukan dengan Rima, apalagi pegawai super market. " Ujar Ella sok berani. Padahal dia sendiri sangat takut dan badannya bergetar menghadapi Marisa. Tapi satu hal yang paling dia takutkan adalah pertemuannya dengan Alex. Dia sangat berharap alex tidak ada disini.
"Oh.. kamu masih berani melawan ku rupanya. " Ancam marissa.
"Ikan itu aku pilihkan khusus untuk suamiku. Kamu mungkin tidak tahu siapa aku, tapi kamu pasti tahu siapa suamiku. Dia pasti akan menghabisimu dalam sekejap." lanjut marissa sarkas.
"Aku tahu siapa suamimu, aku tidak peduli dengannya. " ujar Ella keras. Dia mencoba melawan meski dia rasa semuanya juga akan dia sia. Rima sendiri diam diam berusaha menghubungi Nanda dan meminta bantuan.
"Marissa ada apa ini? " Saut seorang laki laki dari arah belakang. ketakutan Ella kini benar benar terjadi, Alex tiba tiba muncul dari arah belakang Marisa dan menghampiri kegaduhan yang mereka buat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. Like comment vote