
5 menit lagi jam kantor akan segera berlalu,Ella sedang sibuk membereskan tempat kerjanya.Sudah sedari tadi dia terus memikirkan Nanda.Kini Ella selalu merasa cemas dan gelisah saat memikirkan suaminya.
Ditengah kegelisahannya yang mulai mendarah daging.Tiba tiba Lily kembali muncul dan menegur Ella.Lily sepertinya sudah sangat geram pada Ella.Dia menemui Ella dengan wajah gahar seolah ingin menerkam sekertarisnya.
"Wah.. wah.. wah.. Sepertinya kamu sangat bersemangat sekali untuk segera pulang." Tanya Lily dengan tatapan tajam dan suara yang begitu mengintimidasi.
Ella juga tidak mau kalah,Dia kembali membalas lily dengan sorot mata tajam.Sebab dia tahu Lily sedang mengatur rencana untuk mengintimidasi dirinya.
"Tentu saja aku sangat bersemangat untuk pulang.Nanda pasti sudah menungguku dibalik pintu.Lalu saat aku masuk dia akan menyambutku dengan senyum manisnya.Lagi pula saat ini aku sedang hangat hangatnya bersama Suamiku." Ujar Ella sambil tersenyum lebar pada Lily.
'Lagi lagi dia mengeluarkan senyum busuknya.Itu berarti memang ada yang dia sembunyikan dariku.Tapi jika aku melihat gelagat anehnya seperti ini.Seolah dia menganggapku sebagai ancaman baginya.' Pikir Lily dikepalanya.
"Ouh.. baiklah.Kalau begitu aku ingin bertemu dengan Nanda sekarang.Lagi pula,aku belum pernah mampir ke rumahmu kan." Ujar Lily.
"Tidakkk... aku tidak mau Nanda bertemu lagi denganmu." Ujar Ella spontan dengan Nanda yang tinggi.
Sontak reaksi spontan Ella langsung dijawab cepat dengan tangan Lily yang mencengkram Pipi Ella.Langsung saja Lily menatap mata Ella dengan gahar.Lily lalu berkata dengan Nada yang lebih tinggi pada Ella.Seketika itu juga perhatian satu kantor tertuju ke arah mereka berdua.
"Katakanlah dengan jelas padaku.Aku ingin tahu hal macam apa yang kamu lakukan pada Nanda.Sehingga kamu takut aku akan mengetahuinya jika aku bertemu dengan Nanda.Kenapa kamu menganggapku sebagai ancaman?" Tanya Lily tegas didepan wajah Ella langsung.
Sementara Ella semakin gemetaran dengan posisinya saat ini.Dia sadar dirinya melaukan blunder yang sangat fatal.Sungguh Lily bukan wanita sembarangan.Pikirannya begitu tajam,hanya satu kalimat dari Ella.Lily langsung menyadari ada yang tidak beres dengan Nanda.
'Astaga Lily mulai menyadari ada yang tidak beres.Ini bencana,Nanda apa yang aku harus lakukan sekarang.' Pikir Ella cemas lalu tiba tiba dia kembali teringat dengan quotes Nanda yang dia dapat dari Dr.Anne.
'Sebuah masalah tidak akan selesai jika kita lari darinya.Kita harus menghadapinya dengan yakin dan kuat.Jika satu tangan kita tidak kuat untuk menahannya maka gunakan kedua tangan kita.Jika kedua tangan kita tidak cukup untuk menahannya maka gunakan juga kedua kaki kita.Jika kedua tangan dan kaki kita masih tidak bisa menahannya maka gunakanlah punggung kita untuk menahannya.Aku mengerti Nanda aku akan menghadapinya.' lanjut batin Ella.
__ADS_1
Seketika Ella langsung menepis tangan Lily dari kedua pipinya.Lalu dia berkata dengan Nada yang lebih tinggi lagi.
"Dasar tidak tahu malu.Setelah Apa yang kamu lakukan kemarin! Kamu masih bertanya kenapa aku menganggapmu sebagai ancaman.Kalau begitu biar aku ingatkan padamu.Kamu berani mencium..mm..!" Sebelum kalimatnya selesai Lily tiba tiba membekam mulut Ella dengan tangannya.
Melihat Lily yang sepertinya terusik dan takut kelakuannya akan ketahuan orang lain.Ella sadar dirinya mulai memegang kendali.Akhirnya Ella tertawa dan keluar sebagai pemenang.
"Ouhm.. aku rasa 5 menit telah berlalu.Ini sudah saatnya bagiku untuk pulang.Sampai jumpa lagi bos,Senang bisa bekerja denganmu." Ujar Ella lalu pergi meninggalkan Lily.
Sementara Lily hanya diam terkekeh tidak percaya ketika Ella hendak mengatakan hal seperti itu didepan karyawannya yang lain.
'Kamu menantangku La,Sepertinya permainan ini semakin menarik.Tapi apa yang perlu aku lakukan adalah menemui Nanda dan mencafi tahu apa yang kamu sembunyikan.' Pikir Lily dihatinya.
"Apa yang kalian lihat dariku? cepat pulang sana! kalau tidak aku akan memecat kalian semua." Ujar Lily tegas pada semua karyawannya.
Ditempat lain Ella yang sudah merasa menang,dia pulang dengan santainya ke apartemen.Dia sangat tidak sabar berkemas untuk kemudian pergi ke rumah sakit dan menemui Nanda.
"Astaga ternyata Lily membuntutiku dari tadi.Gawat..!" ucap Ella terkejut.
Sementara dimobil lain,Lily justru tertawa seraya berkata."Terlalu cepat jika kamu merasa menang dariku La.Sekarang babak kedua akan segera dimulai."
"Aku harus bisa lepas dari Lily" Ujar Ella.
Ella langsung menancap gasnya dalam dalam supaya dia bisa lolos dari Lily.Tapi usahanya sia sia dia masih belum bisa menghindar dari Lily.Tentu saja karena jelas mobil yang mereka tunggani sangat berbanding terbalik bak Seekor Serigala dan seekor rubah kecil.
Merasa perjuangannya akan berakhir sia sia.Ella langsung saja bertindak gila dengan memacu mobilnya menuju kecepatan tertinggi.Dan menyalip 4 Truk bermuatan Cabai didepannya.
__ADS_1
Lily juga hendak untuk mengejar Ella dengan kecepatannya yang lebih tnggi dari pada mobil Ella.Akan tetapi Lily gagal Menyalip mobil yang terakhir.Dikarenakan Traffict lamp yang ada didepannya tiba tiba menjadi merah.Akhirnya dia terjebak ditengah deretan Truk dan harus menunggu lampu hijau kembali menyala.
Sementara Ella berhasil menyalip dan melewati jebakan lampu merah.Sasar bahwa dirinya kehilangan jejak Ella.Lily tidak tinggal diak begitu saja.Dia mengangkat ponselnya lalu mendial nomer pak joko.
"Halo.." terdengar balasan dari ssberang sana.
"Dimana Alamat Rumahnya Ella?'' Tanya Lily tegas.
"Oh.. dia tinggal diApartemen Bougenvil nomer 32 lantai12!" Balas Pak joko kepada Lily.
"Bailklah terima kasih." Balas Lily.
Lalu Ditempat lain Ella yang sudah sampai Di Apartemen langsung berbaring di kamarnya.Dia sungguh kaget dengan perbuatan Lily.Dia benar benar tidak menyangka Lily bisa berlaku seperi hari ini pada Ella.
'Sepertinya memang Lily selalu serius dengan segala Hal yang berhubungan dengan Nanda.Lily sangat menyeramkan.Cepat atau lambat dia akan tahu kalau Nanda sedang koma di rumah sakit.' Pikir Ella dihatinya.
'Ahh... tidak.Aku tidak mau Lily mengetahui Kondisi Nanda.Sepertinya aku harus lebih berhati hati dengan Lily.' Lanjut Ella meyakinkan dirinya.
Selepas mengambil sedikit ketenangan.Ella langsung berseka,bersiap,dan berkemas untuk menuju ke rumah sakit.Dia tidak sabar untuk kembali menemui suaminya,Nanda.
.
.
.
__ADS_1
.Like comment vote