My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 69


__ADS_3

Malam hari ketika Ella kesulitan untuk tidur.Tiba tiba Nanda masuk kedalam kamarnya sambil mengendap ngendap. Sebenarnya Ella menyadari kedatanagan suaminya. Tapi Ella memilih pura pura tidur. Dan saat Nanda sudah sangat dekat, Ella mengagetkannya.


"Dor..!" Teriak Ella.


"Arghhh.." Balas Nanda terkejut.


Ella kemudian bangun dan bersandar di tempat tidur. Dia juga mengambil kain segiempat berwarna putih untuk menutupi kepalanya. Namun karena Ella tidak menemukan peniti. Dia hanya memakai jilbab sebisanya saja. Hasilnya beberapa bagian Rambut dan leher Ella tidak terlalu tertutup.


"Mas mau apa Masuk ke kamar aku!" ujar Ella.


"Aku cuman mau mastiin kamu udah tidur apa belum." Balas Nanda malu.


Nanda duduk disamping ranjang Ella tepat disebelah lutut Ella yang dibalut selimut.


"Mastiin aku tidur, Sejak kapan Kamu mulai perhatian sama aku?" Balas Ella sedikit tertawa.


"Setiap malam aku selalu ngendap ngendap masuk kamar kamu La. Cuman kamunya aja yang nggak ngeh."


Nanda lalu membocorkan kegiatan malamnya pada sang istri.


"Oh jadi selama ini kamu selalu masuk ke kamar aku tanpa ijin." Ujar Ella.


"Euhmm..." Nanda menganggukan kepala mengiyakan pernyataannya barusan.


"Uh... dasar kamu tukang nguntit." balas Ella sambil memukul bahu Nanda. Mereka berdua kemudian saling tertawa bersama.


"Kamu bilang, kalau aku mau apa apa. Aku tinggal bilang ke kamukan La." Ujar Nanda.


"Emang kamu mau apa?" tanya Ella.


"Cium aku La." Ujar Nanda sambil menusuk nusuk pipinya dengan jari telunjuk.


"hah.. Apa?" Ujar Ella terkejut.


"Iya kayak ciuman selamat malam gituh." lanjut Nanda cengengesan.


"Kamu mau minta jatah nih, ceritanya." Lanjut Ella tertawa.


"Nggak, aku minta cium La bukan minta jatah." Balas Nanda polos.


"Ya itu sama aja Mas?" Ujar Ella agak keras.


Ella lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Kemudian memalingkan wajahnya dari pandangan Nanda. Ella tidak mau Nanda melihatnya menahan tawa.


'Makin lama permintaan kamu, makin aneh aneh aja deh Mas.' Gerutu Ella dihatinya.


"Eh.. Kamu sehatkan La?" Tanya Nanda lagi.


"Iya aku sehat ko." Balas Ella.


"Tapi kenapa pipi kamu jadi merah gitu si La?" Tanya Nanda.


"Hah?" Balas Ella terkejut.


Mata Ella membundar menatap ke Nanda. Jelaslah Nanda semakin bisa melihat wajah istrinya yang tengah tersipu malu.


"Tuh tuh kan, pipimu jadi merah." Ujar Nanda.


Nanda terus menatap dan menunjuk kearah wajah Ella.Ella lalu mengambil sebuh bantal dan menutupi wajahnya.


"Ih, apasih nda? Awas ah." Ujar Ella.

__ADS_1


"Kok ditutupin La." Ujar Nanda berusaha mengambil bantal yang dipegang Ella.


"Ih jangan Mas!"


"Sini bantalnya!" ujar Ella.


Ketika Ella mulai kehilangan control atas bantalnya yang terbuka sedikit. Nanda kembali menujuk ke arah pipi Ella. Ellapun dengan sigap juga menghalangi tangan Nanda dengan tangannya.


"Tuhkan pipimu merah." Ujarnya.


"Ih udahlah, awas!"


"Kamu lagi Malu ya, La." Ujar Nanda.


"Enggak!" Balas Ella.


"Iya ah kamu bo'ong." Lanjut Nanda.


"Nggak Mas..!" Balas Ella.


"Udah La, Nga-"


Nanda kemudian berhenti berkata setelah Ella memalangkan jari telunjuk dibibirnya.


"Diam!" Ujar Ella.


Ella kemudian melepaskan bantal yang dia pegang. Dan terpapar jelas Lah wajah Ella yang begitu cantik dengan senyum khasnya yang manis. Perlahan Ella kemudian Mendekatkan wajahnya pada Nanda.


Nanda kemudian sadar akan trik yang dilakukan oleh Ella. Dia tahu Ella akan mencium jari yang memisahkan antar bibirnya dan bibir Ella. Karenanya ketika Ella sudah sangat dekat. Dia sengaja menepis tangan Ella supaya tidak ada lagi sekat pembantas antara bibir mereka.


Namun Nanda terlalu cepat mengikuti nafsunya. Pedahal jarak antara wajhnya dan Ella belum terlalu dekat. Alhasil Ella bisa menghindar dan berhenti mendekat ketika Nanda menepis tangannya.


Menyadari kegagalannya sekarang Nanda yang berusaha mencium Ella. Dan rencananya gagal lagi. Ella berhasil menahan pergerakan Nanda dengan keningnya. Jadi posisi mereka sekatang yang menempel bukan bibir tapi dahi mereka berdua.


"Mas! Aku udah dapat banyak surprise hari ini. Kalau kamu mau ngasih Surprise lagi. Bisa bisa aku mati kesenengan tau nggak." ujar Ella.


Kemudian Ella manarik leher suaminya untuk mendekat. Dan sekarang Dahi, mata, hingga hidung mereka saling menempel. Lalu jarak antara bibir mereka mungkin hanya sekitar 3 cm.


"Kalau kamu mau aku cium. Kamu harus bisa dapatin hati aku dulu. Tapi aku akan jujur bilang sama kamu. Itu gak mudah." ucapnya.


Nanda berhasil dibuat bergetar oleh istrinya. Saat Ella berbicara dia bisa merasakan hangat dan aroma nafas Ella. Dengan jarak sedekat itu, pedahal Nanda bisa dan leluasa untuk mencuri 1 ciuman dari bibir Ella. Namun Lagi dan lagi Nanda lebih memilih untuk menahan Nafsunya.


"Lalu bagaimana kalau aku berhasil La." Balas Nanda.


"Kalau kamu berhasil, kamu bisa dapat semua yang aku punya Mas!" Balas Ella.


Ella kemudian menjauhkan wajahnya lalu menyuruh Nanda kembali kekamarnya.


"Udahlah Mas, sana tidur udah malem!" Lanjut Ella.


Kemudian Nanda kembali ke kamarnya. Sementara Ella kembali berbaring dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Didalam selimut hangatnya dia tertawa tawa sendiri memikirkan kejadian barusan.


'Kamu bener bener udah bikin aku gila tau Mas!' Pikirnya.


***


Keeseokan harinya Ella sudah bersiap dan akan berangkat ke kantor. Tidak lupa dia menyiapkan sarapan untuknya. Hingga pukul 07.00 Nanda masih belum bangun juga.


Tok.. Tok.. Tok..


"Mas, kamu masih tidur dikamar!" Teriak Ella dari luar.

__ADS_1


Karena tidak ada jawaban, Ella kemudian membuka pintu kamar Nanda.


"Ya ampun Mas, ini udah pagi loh kamu masih belum bangun juga." Ujar Ella ditengah pintu kamar suaminya.


"Ntar La, aku masih ngantuk. 5 menit lagi ya." Ujar Nanda mengganti posisi rebahan.


"Udah pagi Mas, aku aja udah mau berangkat ke kantor ko." Lanjut Ella lagi.


Ella kudian mendekat dan duduk diranjang Nanda.


"Bukannya kamu libur, kalo hari minggu?" Balas Nanda lemas.


"Iya kalau hari minggu. Inikan baru hari sabtu mas. Aku masuk setengah hari sekarang." Ujar Ella.


"Oh iya, aku lupa." Balas Nanda.


"Ayo bangun, nggak boleh males gitu ih." Ella kemudian berusaha menbangunkan Nanda.


Mau tidak mau karena terus dipaksa istrinya. Nanda kemudian terbangun dan duduk diranjang bersebelahan dengan istrinya.


"Masih pagi, kamu udah loyo. Gimana kalau udah siang, bisa bisa pingsan kamu Mas." Omel Ella.


Nanda kemudian dengan santainya menyandarkan kepalanya di bahu Ella.


"Makannya biar nggak loyo, kamu jangan bangunin aku sekarang La.".


"Jangan dibiasain bangun siang. Kamu tuh harus biasa bangun pagi." tegas Ella.


"Iya iya, mulai besok ya La." Lanjut Nanda lemas.


"ko besok sih, Sekarang lah Masmasku." Ujar Ella merayu Nanda.


"Iya 5 menit lagi." balas Nanda mulai kesal.


"Ih kamu ngebo banget. Cepetan bangun, Mandi terus sarapan. Aku udah masakin cue baladotuh buat kamu." Ujar Ella sebal.


"Hah serius La. Kenapa nggak bilang dari tadi." Nanda langsung bangun dan berlari keluar. Bukannya mandi dia malah langsung mengambil sarapan dan makan dengan lahao.


"Astaga mas, Mandi dulu." Ujar Ella.


"Nanti ajalah La. Aku lagi laper banget!" Ujar Nanda.


"Ya udahlah, tapi abis ini kamu mandi loh ya." ujar Ella tersenyum.


"Ok la, beres." balas Nanda.


"Yaudah aku pamit mau berangjat ngantor." pamit Ella.


"Eh.. kamu nggak mau salim dulu sama aku." Ujar Nanda.


"Nggak Lah, tanganmu bau cue." Balas Ella lalu dia pergi ke kantor.


"Hati hati dijalan." Teriak Nanda agak keras.


.


.


.


.

__ADS_1


.Like comment vote


.


__ADS_2