
Keesokan harinya, Ella bersiap berangkat ke kantor.
"Mas, Aku pergi ke kantor dulu yah, Nanti pas aku kerja kamu-" Belum selesai berbicara Nanda tiba tiba memotong perkataan Ella.
"Aku tetep di rumah, terus bersih bersih seharian. Aku paham kok La, kamu tenang aja." Ujar Nanda memotong Ella.
"Sebenarnya aku mau bilang, pas aku kerja nanti. Mas boleh pergi keluar tapi jangan lama lama. Terus kalau ada apa apa, kabarin ke aku. Nih ponselmu." Jelas Ella sambil memberikan ponsel Nanda yang selama ini dia simpan.
Nanda segera menerima ponselnya dan tersenyum lebar.
"Makasih La." ujar Nanda tersenyum.
"iyah sama sama, Ella berangkat dulu ya mas." Ella menggenggam tangan Nanda lalu menciumnya.
"Tunggu La." lanjut Nanda spontan.
"Tadi kamu panggil aku Mas!" lanjutnya mengerutkan dahi.
"iyah mulai sekarang aku bakal panggil kamu, Mas." ujar Ella tersenyum.
"Tapi-"
Ella langsung menghentikan kalimat Nanda dengan memalangkan 2 jarinya di bibir Nanda.
"Jangan tanya kenapa? Aku nggak suka kamu banyak tanya." Ujar Ella.
"Aku berangkat yah.Much.."
Ella lalu mencium kedua jarinya yang masih menempel dengan bibir suaminya. Selanjutnya Ellapun berangkat ke kantor.
***
Dikantor Ella mengerjakan tugas tugasnya dengan cermat dan teliti. Ella mulai mengikuti kalimat mutiara Nanda yang disampaikan melalui Lily. Kini Ella sudah berani melupakan Alex dan menerima Nanda sebagai suaminya. Dan dia juga berusaha untuk mengerjakan tugas tugasnya dengan sebaik mungkin.
Bahkan pagi ini Ella terlihat lebih berseri daripada hari hari kemarin. Sampai sampai teman teman kantornya selalu memperhatikan Ella yang nampak lebih segar.
"Kalian kenapa?" Tanya Ella.
"Enggak papah heran aja. kok kaya ada yang beda dari kamu yah La." ujar Arin pada Ella.
__ADS_1
"Masa sih! Enggak ah. Itu paling cuman perasaan kamu aja Rin." Balas Ella tersenyum.
"Kayaknya enggak deh La, Arin gak salah. Aku liat liat emang kamu tuh lagi seneng banget gituh. Ada apa sih La." Saut Bella
"Nggak ada apa apa! Emang moodku aja lagi baik hari ini." Ucap Ella.
"Heh.. kalean yang gak ngerti. Ella itu lagi cantik maksimal hari ini. Jangan diganggu nanti cantiknya ilang." Ledek Faiz.
"Eh gw juga cantik hari ini!" Ucap Bella sedikit merajuk.
Sontak Hal itu mencairkan suasana kantor di pagi ini. Mereka semua tertawa bersama sama seusai saling meledek satu sama lain. Namun tiba tiba suasana menjadi hening ketika Lily datang.
"Eh ada bos!" Ujar Arin.
Lily kemudian berjalan melewati para pegawainya dengan senyum terukir manis di sana. Karyawan lain pun menyapanya di sepanjang jalan.
Begitu juga saat Lily berjalan melewati Ella dan kawan kawannya. Dengan santainya mereka menyapa Lily.
"Pagi bos!" Sapa faiz.
"Pagi" balas Lily.
"Pagi bu" Ucap Ella.
"Ngomong ngomong hari ini kamu terlihat begitu bersinar. Sepertinya kamu sudah mulai mengikuti kalimat si bijak." Ucap Lily tersenyum.
"Yes mom, sesuai dengan perkiraanmu." Balas Ella lembut.
"Baiklah semuanya dengarkan!" Teriak Lily
Dalam sekejap semua karyawan mendekat dan berkumpul disekitar Lily.
"Mungkin selama ini kalian sering heran kalian bingung mengapa aku berlaku sangat baik kepada Nanda. Bahkan membiarkannya begitu saja ketika dia merusak sejumlah peralatan kantor. Kenapa Aku rela melakukannya?" ujar Lily.
Sejenak lily terdiam untuk mengambil tarikan nafas lalu kembali melanjutkan pidatonya.
"Karena memang pada kenyataannya Nanda adalah orang yang memiliki ide gila untuk mendirikan perusahaan ini. Dia adalah orang yang menggagas, memprakasai dan mendirikan perusahaan ini bersamaku. Dia juga memimpin perusaahan di masa masa awal berdirinya perusahaan." Lanjut Lily.
Sontak semua orang kecuali Ella kaget saat mendengar pengakuan Lily. Karena selama ini mereka mengira Nanda ini bukan apa apa selain pengganggu. Mendengar kenyataan bahwa Nanda adalah pendiri perusahaan jelaslah mereka kaget bukan main. Sementara Ella tetap tersenyum saat mendengar Lily karena memang dia sudah mengetahuinya dari pak mochtar kemarin.
__ADS_1
"Tapi karena Insiden kebakaran yang terjadi bertahun tahun silam. Nanda harus pergi ke luar negeri guna mencari suntikan dana untuk bisa menjalankan perusahaan yang telah sekarat. Dan setelah kepergiannya itulah aku mulai memimpin perusahaan hingga hari ini. Namun dia tidak berhenti memantau dan mengawasi jalannya perusahaan dari jauh." Lanjut Lily.
"Sayangnya kabar buruk kembali terdengar. Saat Nanda mengalami kecelakaan yang mengubah mentalnya menjadi seperti sekarang. Tapi aku terus menjaganya selama ini dan mengkhawatirkan tentang masa depannya dan perusahaan kita. Tapi tanpa aku duga muncul seorang wanita yang dengan bodohnya dia mengatakan ingin menikahi Pria gila yang aku sebut sebagai sahabat" Lily kemudian melirik tajam ke arah Ella.
"Awalnya aku ragu, awalnya aku curiga dia memiliki Niat buruk didalam hatinya. Tapi rupanya aku salah, dia sangat tulus mencintai sahabatku. Dia adalah wanita yang baik, cerdas dan sangat berbakat. Dia tidak hanya menyelamatkan masa depan Nanda. Tapi dia juga menyelamatkan masa depan perusahaan kita. Maka dari itu, hari ini aku umumkan Dia, Ella gabriella sebagai pemegang saham perusahaan yang sah atas nama Nanda. Dia juga akan masuk kedalam jajaran Direksi dan menjadi mitra kerjaku, mitra kerja kita semua." Ujar Lily tegas.
Sontak semua karyawan bersorak gembira dan mengucapakan selamat kepada Ella.
Namun sebenarnya Ella benar benar dibuat terkejut oleh Lily. Dia merasa shock ketika mendengar kalimat kalimat akhir dari bosnya. Dia tidak menyangka Lily akan memasukannya sebagai bagian dari Direksi.
Setelahnya Lily kemudian kembali berkata kepada karyawannya.
"Untuk merayakan hari ini, kalian bebas memesan apapun di kantin saat makan siang. Aku traktir!" Ujar Lily.
Langsunglah semua orang kembali bersorak lebih keras lagi daripada sebelumnya.
***
Nanda POV
"Aku tidak menyangka, Ella akan secepat ini membuka hatinya untukku." Gumamku sambil memikirkan bayang bayanan wajahnya di kepalaku.
"Tapi baguslah, Aku jadi tidak terlalu repot. Aku harap ini adalah awal yang baik bagi hubunganku dengan Ella." Lanjutku.
Rasanya aku sangat tidak sabar untuk menjadikan Ella milikku sepenuhnya. Apalagi dengan kejadian kemarin semakin menambah hasrat di pikiranku semakin kuat. Hampir saja aku lepas kendali. Namun untunglah aku masih bisa menahan diri.
Aku sungguh penasaran, apa yang akan dia lakukan ketika mengetahui yang menindih dan memluknya kemarin bukanlah anak kecil lagi. Pasti dia akan marah besar kepadaku.
Tapi akupun tidak menyesal karena melakukan hal itu kemarin. Karena meski hanya sebentar aku bisa merasakan hangat tubuhnya dan kulit putihnya yang lembut. Apalagi tonjolan besarnya yang sangat menggoda kejantananku.
"Ah.. sial membayangkan lekuk tubuhnya saja. Sudah bisa membuatku sangat bergairah. Hemm.... Ella gabriela, lihat saja sebentar lagi aku akan dapat menaklukan hatimu." Ujarku semangat.
Lalu setelahnya aku bersiap siap sebentar lalu pergi keluar. Karena memang ada urusan yang hatus aku kerjakan.
.
.
.
__ADS_1
.
.Like comment vote.