My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 107


__ADS_3

"La tunggu La!" Teriak Nanda keras saat melihat istrinya pergi meninggalkannya dengan mobil.


"Ah sial..!" Gumam Nanda.


Tanpa pikir panjang dia langsung mencari tumpangan pada seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan sedang melintas.


"Stop! Stop! stop!" Ujar Nanda sambil menghadang motor yang tengah melintas dengan badannya.


"Woy lo gila ya!" Sambut pengendara motor yang hampir terjatuh saat dihadang oleh Nanda. Tapi Nanda tidak terlalu menghiraukan perkataan si pengendara padanya. Dia langsung saja naik ke jok penumpang.


"Heh.. heh.. ngapain lo?" Lanjut pengendara motor.


"Cepet Kejar mobil itu!" Teriak Nanda ditelinga si pengendara.


"Heh enak aja lo main nyuruh nyuruh. Lo pikir gue ojek!" Ujarnya marah. "Turun Lo!" Lanjutnya jengkel.


Mendapat reaksi tegas dari si pengendara, Nanda kemudian merogok saku dan mengeluarkan uang 200 ribu rupiah.


"Nih buat lo jajan, cepet kejar." Ujar Nanda agak jengkel.


"Nah lumayan nih, gitu dong dari tadi." ujarnya sambil tersenyum kecil.


"Iya lama lo, cepet ntar istri gue nggak ke kejar." Ujar Nanda jengkel.


"Iya santuy!" Jawabnya santai.


Setelah mendapat uang jajan Si pengendara langsung menarik gas ditangannya dan mengejar mobil Ella. Tapi karena terlalu banyak berbicara Nanda kehilangan jejak istrinya.


ah Ella kemana sih?. Gumam Nanda resah dihatinya. Dituntut bercerai saja membuatnya gemetaran apa lagi kalau benar benar kehilangan istrinya.


"Woy cepatan bisa nggak sih!" Ujar Nanda panik.


"Motor gue blom di servis, Jalannya agak lambat. Gak bisa gaspol bos." Ujarnya menimpali Nanda.


"Ah.. makanya di servis!" Ujar Nanda jengkel sambil memukul pelan helm si pengendara.


"Duitnya belum kumpul bos!" Ujarnya membalas pelan sambil cengengesan.


"Halah alasan. Buruan gas lagi cari istri gue sampai ketemu." Ujar Nanda sengak.


Merekapun kembali menyusuri jalan mencari jejak mobil yang mereka buntuti. Inikan jalan ke rumah ibunnya Ella. Apa jangan jangan dia mau ngadu sama ibunya. Aduh gawat, bisa dipecat gue jadi menantu. Pikir Nanda Panik


Namun tak lama laju mereka berhenti karena terhadang keramaian di tengah jalan raya.

__ADS_1


"Tolong pak tolong! sopirnya masih ada didalam." Teriak seseorang dari kerumunan.


"Telpon polisi!" Ujar yang lain.


"Telepon Damkar juga!" Teriak yang lain bersautan.


"Waduh bos kayaknya ada kecelakaan!" Ujar pengendara pada Nanda.


Nanda kemudian turun dan mendekat ke arah keramaian dengan berlari kencang dan di ikuti si pengendara. Saat sudah dekat, Nanda melihatnya dengan jelas. Sebuah mobil mengalami lakalantas tunggal. Sopir menabrak sebuah tiang listrik besar di pinggir jalan. Bagian depan hancur parah, dan mobil juga terbakar.


Tapi yang paling membuat Nanda kaget, adalah saat dia sadar bahwa mobil itu adalah miliknya. Dan istrinya masih berada didalam mobil yang terbakar hebat. Saat melihat Ella yang pingsan disana, Nanda langsung lari dan mendekat kesana untuk menyelamatkan istrinya.


"Bos jangan kesana, Bahaya!" Ujar si pengendara meneriaki Nanda.


Tapi Nanda tidak mendengarnya, dia tetap berlari dan menghampiri istrinya yang sangat membutuhkan pertolongan. Dari balik kaca mobil, Nanda melihat dengan jelas Ella pingsan dengan kepala yang mengucurkan darah dibagian kening.


"La bangu La!" Ujar Nanda berteriak keras. Dia juga berusaha membuka pintu mobil. Tapi pintu macet dan tidak bisa dibuka.


Lantas Dia berpindah untuk membuka pintu belakang, tapi pintu belakang terkunci dan tidak bisa dibuka. Alhasil Nanda langsung mengepalkan tangan dan menghajar kaca mobil belakang dengan kuat.


"Deg! Deg! Deg!" bunyi hantamannya sangat kuat sampai bisa terdengar keras. Hingga akhirnya dihantaman yang keempat kaca mobil berhasil dipecahkan. "Prak!"


Setelah berhasil memecahkan kaca mobil Nanda merogok tangannya masuk dan membuka pintu dari dalam. setelah berhasil dibuka Nanda masuk melalui pintu belakang untuk menyelamatkan istrinya. Dari belakang Nanda berusaha membuka seat belt yang mengikat istrinya.


Setelah berhasil membuka seat belt, Nanda kemudian berusaha menarik Ella keluar melalui pintu belakang. Karena memang pintu depan macet. Tapi sayangnya tidak semudah itu Kaki Ella tergencet bagian dashbord dan rangka mobil bagian depan yang menjorok kedalam seusai menghantam tiang listrik


Saat sudah berhasil membawa Ella keluar. Si pengendara juga ikut mendekat dan membantu Nanda. bukan hanya pengendara motor saja beberapa orang dengan cepat juga mendekat dan membantu memindahkan Ella ke tempat yang lebih aman.


Tak lama berselang setelah mereka berpindah ketempat yang lebih aman, mobil meledak dengan keras. Tapi Nanda tidak peduli dengan mobil. Saat ini Ella yang paling dia cemaskan. Kondisi Ella cukup parah dengan kening yang berdarah dan kaki yang nampak jelas memar karena terjepit.


"Bangun La! Bangun!" Ujar Nanda sambil menepak pelan pipi Ella.


Kenapa jadi gini sih La. Gumam Nanda merasa jengkel pada dirinya sendiri dengan penuh rasa penyesalan.


20 menit kemudian ambulance datang kesana untuk membawa korban kecelakaan. Ella langsung dibawa ke rumah sakit dengan sangat cepat. Didalam Ambulance Nanda tak berhenti mengucapkan kata Maaf pada istrinya dan kata serapah untuk mengutuki dirinya sendiri.


"Maaf La maafin aku. Sorry aku nggak bilang semuanya langsung ke kamu. Aku nggak cukup berani untuk jujur. Aku emang beg*, terlalu sering main main dan mulur waktu gitu aja." Ujar Nanda sambil menggenggam erat tangan istrinya.


20 menit kemudian ambulance sampai dirumah sakit, kebetulan itu adalah rumah sakit tempat Dr.Anne bekerja. Saat sampai Ella langsung dibawa menuju ruang UGD. Sementara Nanda ditahan diluar dan tidak diperbolehkan masuk.


"Sus Cepat panggilkan Dr.Anne!" Ujar Nanda pada seorang perawat. Tapi tak berselang lama muncul seorang Dokter laki laki yang menuju ke UGD.


"Maaf pak tolong tunggu di luar, biar saya yang menangani pasien." Ujarnya Ramah.

__ADS_1


Nanda masih mengenali wajah dokter itu, dia orang yang sama yang menyuruh suster untuk meletakannya langsung di ruang mayat saat kecelakaan dulu.


"Tunggu! Aku masih mengingat wajahmu. Dokter abal abal seperti dirimu jangan berpikir untuk masuk kesana. Kamu tidak mengerti apapun!" Ujar Nanda sambil mencengkram kerah baju si dokter.


"Dengar.."


"Cepat panggil saja dokter Anne kemari!" Ujar Nanda membentak.


"Pak Dengar..!" ujar si dokter berusaha menjelaskan.


DUG....!


Ketika si Dokter mulai kembali membantah, Nanda langsung menghajar wajahnya dengan dangat keras sampai dia tersungkur ke lantai. Hidung dan mulutnya langsung berdarah. Si Dokter juga langsung tak sadarkan diri dengan hantaman keras dari Nanda. Namun ternyata semua kejadian tadi dilihat oleh Dr. Anne sendiri.


"Nanda!" Panggilnya panik lalu mendekati putra angkatnya.


"Bu, Ella kecelakaan kondisinya parah." Ujar Nanda cemas.


Dari ekspresi wajah Nanda, Dokter Anne langsung paham. Saat ini Nanda sedang dalam emosi yang tidak stabil. Dia langsung memperingatkan Nanda untuk tidak berbuat onar dan duduk sambil menunggu dirinya memeriksa ella.


"Iya, ibu tadi lihat Ella dibawa ke UGD makanya ibu langsung kesini. Nda kamu jangan panik ya, Ella pasti baik baik aja. Control emosi kamu!" Ujar Dr. Anne.


Setelahnya Dr. Anne langsung masuk dan memeriksa keadaan Ella di ruang UGD. Sementara si dokter yang tadi pingsan langsung di tolong oleh beberapa rekan medis yang lain.


Diluar ruangan meski sudah diberikan peringatan dengan sangat jelas. Nanda masih tetap tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri. Dia terus berputar putar dideoan pintu UGD. Mulutnya tak berhenti mengucapkan sumpah serapah untuk mengutuki dirinya sendiri.


Kenapa jadi gini sih.. Anj*ng!. Batin Nanda.


Tak berhenti sampai disana Nanda juga menghantam tembok rumah sakit dengan sangat kuat untuk meluapkan emosinya. Pukulannya sangat kuat sampai sampai beberapa bagian tembok rusak cukup parah. Begitu juga dengan tangannya yang mulai mengeluarkan darah.


Brukk... Brukk... Brukk..


Hal ini cukup membuat perhatian 1 rumah sakit tertarik padanya. Semua orang hanya bisa melihat dan terdiam. Mereka semua takut menjadi sasaran luapan emosi dari Nanda yang sedang sangat jengkel.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.***Like comment vote.


Sorry baru update***


__ADS_2