My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 83


__ADS_3

"Ugh.. agh.!" Nanda mengerang pelan saat Istrinya mulai berulah.


Ella memberikan pijitan lembut dengan bibirnya ditengkuk leher Nanda. Tentu hal itu membuat gairah suaminya Naik dan semakin menjadi. Tak sampai disitu saja, Ella kembali melancarkan aksinya di arah bawah.


"Eh la kamu ngapain." Ujar Nanda spontan. Saat tiba tiba Ella sedikit menurunkan celananya. Lalu mengeluarkan benda yang menjuntai dari dalam sana.


"Sssttt... Nurut ya Mas!" Bisik Ella pelan ditelinga suaminya.


"Eh.. "


Perlahan tapi pasti, Ella memberikan pijatan lembut dari jari jarinya pada Nanda. Ditarik dan dipilin benda itu hingga dia berdiri dengan tegaknya. Sementara tangannya sedang bekerja dengen begitu lihai. Ella lebih suka bersembunyi dibalik tengkuk suaminya.


Wajahnya memerah saat memikirkan perbuatannya sekarang. Entah darimana dia mendapatkan kekuatan sehingga dia berani melakukan hal seperti ini. Pikirannya juga tak lepas dari benda yang saat ini sedang dia raba. Besar, panjang, dan sedikit bertekstur.


Sementara Nanda hanya tertawa geli melihat tingkah istrinya. Bagaimana mungkin wanita anggun yang selama ini dia sukai bisa berbuat hal seliar ini.


"Nanda!" panggil Ella pelan.


"Iyah.. " ujar Nanda


"Ehm.. kalo Anak kecil di giniin pasti lama lama rasanya sakit terus perih. Tapi kalo orang dewasa pasti nggak sakit, malahan.. "


"Malahan apa la?" saut Nanda.


"Ya kamu rasanya gimana? Sakit nggak!" Ujar Ella kesal. Dengan Nada yang membentak.


"Eh.. Emm. jangan marah dong La! Kalo aku rasanya Enak sih, ada geli gelinya gituh." Ujar Nanda cengengesan.


'Ih dasar..!' Ella mengrenyit kesal mendengar jawaban Nanda.


"Ya itu bukti kalo kamu udah dewasa, bukan anak kecil lagi. Sekarang kamu percayakan Mas. Kalo kamu udah dewasa!" Ujar Ella sambil menempelkan wajahnya dipipi suaminya.


"agh.. kamu berat La!" Ujar Nanda sedikit melirik kearah wajah istrinya.


"Jawab dulu sayank!" Pinta Ella tepat dideoan wajah suaminya.


Nanda kemudian berbalik dan tidur terlentang, Jarak wajah mereka sangat dekat hampir menempel.


"Iyah aku percaya!" Ujar Nanda tersenyum tulus.


Much....


1 ciuman mendarat diwajahnya, Ella mencium suaminya dengan penuh rasa cinta.


"Ehhhahha.. " Nanda mengerang sambil tertawa dibawah istrinya.


"Kamu bilang apa sayank?" Tanya Ella tersenyum.


"Aku percaya!" Ujar Nanda.


Much..


1 lagi ciuman mendarat diwajahnya.


"Ehmm. Udah Ella, aku malu!" saut Nanda tertawa.


"Hemm.. kamu bilang apa?"


"Ellaaa..!"


"Sayank, kamu bilang apa?"


"Iya, aku percaya!" Ujar Nanda semakin jelas.


**Much...


1** lagi ciuman jatuh kewajahnya dan kali ini diikuti dengan serentetan ciuman hangat dari bibir istrinya. Kebahagian membuncah dihati Ella, dia sangat senang dan semakin yakin, meski Nanda berbeda. Rumah tangga mereka akan tetap baik baik saja.


"Udah La!" Pinta Nanda sambil cengengesan bersama istrinya.


"Gak mau!" Ujar Ella.


"Aku ngantuk La, mau tidur." Ujar Nanda lalu mencium istrinya.


"Nanti jangan tidur dulu!" Ujar Ella tertawa geli.


Kali ini Ella berani berdiri dan melihat kejantanna suaminya yang menongol keluar. Lalu tanpa basa basi lagi Ella melepaskan celana suaminya.


"Ella, kamu mau ngapain lagi?" Tanya Nanda spontan.


"Terserah akulah!" Ujar Ella tertawa.


Lalu Ella naik keatas suaminya dan duduk dipaha Nanda. Tepat didepan alat vital yang mulai terangsang lagi. Ella dengan cepat kembali memberikan pijatan lembut dari tangannya disana. Sontak saja Nanda kembali mengalamai ereksi.


"La...!" Teriak Nanda panjang.


"Ssttt....!" Ella memalangkan jari diantara bibir dan memberi isyarat diam pada Nanda. Setelah beberapa saat Ella memegang dua tangan suaminya.


"Sini!" Lanjut Ella. Dia menarik kedua tangan suaminya untuk ikut duduk didepannya.

__ADS_1


"Mau ngapain?" Tanya Nanda sedikit ragu.


"Sini, aku mau cium kamu!" Ujar Ella tersenyum geli. Nandapun duduk dan berhadapan dengan Ella.


Much....


Ella langsung mencium bibir suaminya dengan hangat dan sedikit liar. Lalu tangannya mengarahkan tangan Nanda untuk berani memeluk tubuhnya. Kegiatan panas antara suami istri tersebut berjalan beberapa saat. Hingga akhirnya membuat Ella agak kesal dan jenuh sebab Nanda tak memberikan balasan.


'Ish... Nanda kok kayaknya lemes banget, kayak pasrah gitu, Gak asik ah!' pikir Ella.


'Nandakan baru pertama kali main kayak gini sama cewek. Jadi ya wajarlah' Ucap sisi lain membantah.


'Hmm... iyasih, tapi masa sekaku ini!' pikir Ella agak kecewa.


'Santai aja, masih ada kok yang berikut berikutnya. Kalo yang pertama gini aja udah cukup, Yang penting Nanda udah mau berubah."


Terjadi perang batin didalam diri Ella, disisi lain Ella merasa cukup dan senang dengan perubahan Nanda. Tapi di sisi lain Ella juga merasa kecewa dan tidak puas karena Nanda terlalu kaku.


Lalu bagaimana dengan Nanda sendiri. Rupanya hal yang sama menyambangi suaminya, perang batin juga terjadi didalam diri bocah besar itu.


'Hajar balik Nda, lu ditantangin tuh!' pikir Nanda.


'Eh janganlah nanti Ella malah sadar kalo sebenarnya lo udah balik normal.'


'Hmm.. iya juga sih, ah gua punya ide! Gimana kalo lo tetep serang Ella. Tapi agak agak disalahin gitu biar disangka masih noobie.'


'Gue setuju sih kalo itu, ide lu bagus juga. Lagian moment yang kayak gini, langka banget. Masa iya ditolak'


'Nah sip, tunggu apa lagi terabas ajalah Nda!'


Setelah mendapat kesimpulan dari konflik dalam dirinya. Tanpa basa basi lagi, Nanda mulai membalas ciuman istrinya dengan begitu instan. Nanda mulai memberikan permainan bibir yang menarik gelora istrinya.


'Eh.. si kecil mulai aktif bun!' pikir Ella.


'Awhm... Dah mau gigit ya! Sini deh aku ladenin, kalo ginikan asik.'


'Bravo nda!'


'Gumush.. banget ayang!'


Ella mulai merasa semakin panas ketika Nanda mulai memberikan balasan yang tak kalah liar. Nanda memberikan aksi yang cukup spektakuler dengan memberikan beberapa gigitan dibibir istrinya. Namun tak cukup sampai disana, ketika mendapat moment yang tepat. Lidahnya menerobos masuk kedalam mulut Ella.


Agghh.....


Akhirnya satu desahan lolos dari bibir Ella, Matanya membundar saat Lidah Nanda menerobos mulutnya. Ella benar benar kacau, tatkala lidah Nanda menari begitu liar, sampai sampai dia tak punya waktu untuk bernafas.


"Hehh.. arghh.. argh.. argh..!" erang Ella dengan Nafas tersenggal. Ella lalu menempelkan jidatnya tepat kejidat suaminya.


"Ayank!" ucap Ella didepan wajah suaminya.


"Apa La?" Balas Nanda lembut sambil mengencangkan pelukamnya ditubuh Ella. Tanpa menjawab pertanyaan Nanda, Ella langsung membuka baju Nanda dan melempernya ke lantai.


"Kenapa bajuku dibuang? Lagian kita mau apasih la? kok aku harus telanjang kaya gini, kan dingin." ujar Nanda mengrenyit kesal.


"Buka bajuku!" Ujar Ella agak tersenyum.


"Hah Gak mau ah." Balas Nanda so polos mempertahankan karakternya sebagai anak kecil.


"Kenapa? bukannya kamu suka sama ini." Balas Ella sambil mengusap kedua asset berharga miliknya.


"Aku nggak suka." Balas Nanda memalingkan muka ke samping.


"Bohong! Orang kamu sendiri kok yang bilang, mainan ini sampai ketiduran. Pedahal waktu itu kita belum kenal sama sekali loh Mas!"


Nanda hanya bisa menekuk wajah mendengar perkataan istrinya. Sebab apa yang dikatakan Ella itu semuanya benar.


"Boleh kok, kalau kamu mau lagi. Sekarangkan kita udah nikah, jadi aku nggak akan marah." Lanjut Ella sambil meletakan tangan Nanda di dadanya.


"Eh.. tapi?" ujar Nanda ragu.


"Mainin sepuas kamu yank!" Ujar Ella kembali menggoda suaminya.


Akhirnya Nanda goyah dia sekarang berani membuka kacing piyama istrinya. Sedengkan Ella hanya tertawa geli melihat tingkah menggemashkan dari suaminya. Malu tapi mau..


Satu persatu kancing sudah terbuka dan terpaparlah dua buah besar dihadapan Nanda saat ini. Ella lalu menghempas bajunya ke lantai. Lalu dengan cepat dia membenamkan wajah suaminya dalam pelukan dadanya yang hangat.


Nanda tak menyia nyiakan kesempatan yang ada. Langsung dia remas keduanya dengan sangat kuat.


"Arggh.. Ayang pelan pelan aja!" Jerit Ella pada suaminya.


"Eh hahah.. ok La!" Ujar Nanda cengengesan.


"Tadi aja belagak gak mau." Ejek Ella.


"Ella...!" Ujar Nanda lalu mencubit pucuk buah besar itu.


"Ah ayang, Sakit ih..." Teriak Ella agak kencang.


"Biarin hahaha... "

__ADS_1


"Ih dasar.. Nakal!" Gumam Ella.


Tak peduli apa yang dikatakan Istrinya, Nanda terus mengusap, meremas dan menciumi benda kembar didepannya. Ella semakin menggila akibat perbuatan suaminya, kenikmatan dicampur geli dan sedikit agak nyeri ia rasakan dari ulah nakal suaminya.


Setelah dirasa cukup Ella turun dari paha suaminya. Lalu perlahan dia melepaskan celananya. Tapi Nanda dengan otak mes*mnya yang sudah tak karuan. Menarik celana Ella dengan cepat beserta CD yang dikenakan istrinya.


'This moment bro, tunjukin kebodohan lo sekarang biar Ella gak curiga.' pikir Nanda.


"Yank.. Argh.." Teriak Ella panjang saat tiba tiba Nanda lamgsung brrpindag keatasnya dan memberikan sengatan pertama dan beberapa dorongan kuat.


"Awh.. Arghb.. Sakit, Ayang awas dulu." Ujar Nanda sambil mendorong dan mencubit Nanda.


"Pelan pelan!" Ujar Ella kesal sambil mencubit pipi Nanda


"Eh maaf maaf, sakit ya La?" balas Nanda cengengesan.


"La.. itu berdarah!" Ujar Nanda menunjuk darah segar yang mengalir dari mr. V istrinya. Ella kemudian mengambil tisu dan mengelap darah kewanitannya.


"Nggak papa yank, normal kok. Keluar darah pas pertama kali senggama itu wajar, artinya aku masih perawan!" Jelas Ella sambil membersihkan darahnya.


"Hah gimana gimana?" Tanya Nanda spontan.


"Udahlah jangan dipikirin kamu nggak akan ngerti." Jelas Ella agak jengkel.


"Sini sini ikutin aku yah!" ujar Ella. Ella kemudian menadahkan tangan meminta Nanda mendekat. Sementara tangan yang satunya memegang kejantanan Nanda dan menuntunnya masuk secara perlahan.


"Argh... Dorong pelan pelan!" Ujar Ella agak mendesah.


'Iya La, aku ngerti kok'pikir Nanda.


Perlahan namun pasti, Nanda memasukan seluruh kejantananya pada Ella. Setelah seluruhnya masuk dengan rapih. Sah, sekarang Ella sepenuhnya milik Nanda. Malam ini mereka menjadi pasangan suami istri yang sempurna.


Nanda sengaja diam tak memulai aksinya, Dia sedang menunggu Ella terbiasa dengan kondisi saat ini. Dia malah iseng memperhatikan ajah istrinya yang sedah mengerang sakit kenikmatan.


"argh.. argh.. argh.."


"Apa liatinya kek gitu?" Ujar Ella menutupi wajahnya dari pandangan Nanda.


"Enak banget la, anget!" Ujar Nanda cengengesan.


"Ugh dasar. sekarang ehm.. gerakin punaymu hah.. tapi pelan pelan aja." Ujar Ella tersenggal.


Nanda mengikuti instruksi istrinya dengan sangat baik. Dia mulai bergerak dengan perlahan, memberikan buaian demi buaian dan kenikmatan setiao detiknya. Setelah cukup lama Ella terlihat sangat kewalahan mengungat ukuran kejantanan Nanda yang diatas rata rata.


Melihat istrinya yang seperti itu Nanda langsung mendekap Ella. Memeluknya dan menciumi bibir dan wajahnya. Tangan Nanda juga mulai aktif meraba setiap inci tubuh istrinya. Tanganya menyelinap melewati cup bra, dan meremas benda didalamnya.


"yank BH nya lepasin aja." ujar Nanda. Ella tersenyum lalu mengangguk.


Secepat kilat Nanda melepaskan Bra hitam berenda dari tubuh istrinya. Kemudian Nanda melanjutkan pergerakannya secara intens. Perlahan Nanda menaikan ritme permainanya sedikit sedikit hingga mencapai klimaks.


Perlahan namun pasti Nanda terus memantapkan serangannya memaksa semua suara yang ingin dia dengar keluar dari mulut istrinya. Sementara Ella nampak mengerang mendapati semua kenikmatan yang ia dapati dari suaminya.


Tekadang Ella membalas Nanda dengan mencium pundak, leher, hingga pipinya. Namun yang pasti pelukannya sangat erat dan dia tak mau melepaskannya dari Nanda. Hingga beberapa saat kemudian, Nanda berhasil membuat Ella mencapai klimaks dan menyemburkan cairan kewanitaan yang sangat banyak.


"Stop.. dulu yank, ah.. aku keluar!" ujar Ella lirih.


Tapi Nanda selalu berusaha keras menjaga caracter anak kecilnya didepan Ella. Jadi dengan sembrono dan tak memperdulikan istrinya. Nanda tak mau berhenti bahkan untuk melambat sejenakpun tidak. Dia tetap asyik, dan dengan wajah tanpa dosa terus bergerak maju.


'Terabas ajalah anjir!' gumamnya dalam hati.


Ella hanya bisa pasrah dan sedikit menahan nyeri sekaligus kenikmatan yang belum oernah dia rasakan sebelumnya. Meski begitu pikirannya terus berangan memikirkan perbuatan yang tengah dia lakukan saat ini.


Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Sungguh aku tak mengira hari ini akan tiba. Dia benar benar telah mengambil semuanya dariku. Pria yang dulu sangat aku benci, kini sepenuhnya menjadi suamiku.


Aku terbuai dengan setiap pesonanya, dengan semua kebaikan dan kesabarannya padaku. Kini aku telah jatuh kepelukannya. Entah bagaimana? aku tak bisa mengerti bahkan tak pernah aku membayangkan akan mencintai Nanda seperti ini. upss.. bukan Nanda tapi suami. Yeah suamiku, suami kecilku. My little hubby.


"La aku pengin pipis." Saut Nanda.


"Hemm. langsung pipis aja didalem yank!" balas Ella.


"Arggh......!" Ella mengerang panjang saat Nanda mengeluarkan semuanya cairan putih didalam tubuhnya.


Hal ini juga menandai berakhirnya pergulatan diantara mereka. Nanda ambruk seketika setelah bertatung cukup lama. Ela mengusap suaminya dan memuji kehebetan Nanda yang membuatnya dirinya kewalahan.


Setrlah beberapa saat berada diatas istrinya, Nanda berpindah turun kesamping. Lalu diikuti juga oleh istrinya yang tidur menyamping kearahnya.


"Hem.. Capek yah!" ujar Ella lemas dengan suara agak serak.


"he'em!" balas Nanda mengangguk.


"Tadi sore aku liat anak kecil, tapi sekarang aku liat orang dewasa." lanjut Ella.


"Hem.. iyasih, emang anak kecil gak pernah main kayak gini." saut Nanda tertawa. Ella mengusap pipi Nanda perlahan sambil tersenyum. Kemudian dia mengambil selimut dan membaginya bersama Nanda.


"Mas janji ya kamu nggak akan ninggalin aku." ujar Ella menatap suaminya.


"Iyah aku janji La, dalam keadaan apapun aku nggak akan pernah ninggalin kamu." Balas Nanda serius.


"Sekarang tidur ya sayank!" ujar Ella. Lalu dia menciun kening Nanda dan diapun memejapkan mata untuk beristirahat. Begitu juga dengan Nanda.

__ADS_1


__ADS_2