My Little Hubby

My Little Hubby
Youth Café


__ADS_3

'Tunggu jadi dia WAKIL KETUA OSIS? Jadi orang yang ku anggap kecil ini ...'


'Matilah aku, kalau sampai berurusan dengannya'


*****


Dan saat itu aku baru menyadari bahwa dia termasuk orang populer yang ku umpat sesuka hati. Mereka masih tertegun dengan menatap introgasi padaku.


"Kau kenapa bisa sampai terjatuh?",tanya Avan padaku dengan penuh perhatian.


"Kau bagaimana sih, lihat tuh banyak kerumunan tidak jelas disana", jawab Aldo sambil menatap sinis ke arah kerumunan penggemar OSIS.


Sedangkan Andra yang hanya cuek bebek seperti kesal padaku karena jatuh menimpanya. Dan diriku hanya menatapnya penuh rasa takut setelah mengetahui bahwa ia adalah anggota OSIS yang di kagumi para siswa.


Dan aku masih setia dengan menatap kebingungan diantara ketiganya.


Sedangkan mereka masih asyik dengan karakter mereka yang begitu berbeda. Setelah mengamati mereka secara diam, aku memundurkan langkahku menjauhi mereka.


'Sebaiknya aku kabur dari sini sebelum mereka menyadarinya', benakku berkata demikian.


Srekk... Sreekk... (suara langkah berjalan mundur)


"Hei!!! Dia kabur!",ucap Andra kesal karena tidak mempedulikan yang berada di depannya.


Aku berlari sekuat tenaga untuk kabur darinya yang membuatku hilang oksigen.


Tiba-tiba...


Aku kaget dengan kehadiran seseorang yang dibelakangku dan menarik pergelangan tanganku secara tiba-tiba dengan membungkam mulutku yang ingin berteriak.


"Ssstt... Nanti ketahuan... ", bisiknya yang terdengar familiar di telingaku. Seperti dugaanku, ya dia adalah Rendy, mungkin jika bukan dia yang menolongku hari ini untuk sembunyi bukanlah hari keberuntunganku. Akan menjadi sial jika bertemu dan berurusan dengan Mini WO (Wakil OSIS) yang temperamen sekali.


Dia mulai melepaskan tangan yang membungkam mulutku secara perlahan.


"Hufh... (bernafas lega) ,bagaimana kau secepat ini datang kemari?",tanyaku penasaran dan membuatku bingung.


'Seingatku dia masih di lantai dua? Kenapa bisa tau ya?',tanyaku dalam hati.


"Ya? Tadi aku melihatmu disana seperti ingin kabur dari para anggota OSIS, dan kau pergi dengan kabur seperti itu, bukankah itu bahaya bagimu?", jelasnya padaku.


"Coba pikirkan kalau saja aku tidak ada bagaimana?", ucapnya dengan narsis.


"Entahlah jika aku tertangkap mereka mungkin akan lebih rumit daripada saat ini".


Kemudian aku berjalan berbeda arah tanpa terduga pergelangan tanganku serasa seperti di tarik lagi.


"Ada apa?"


"Apa kau punya waktu luang untuk nanti sore?", tanya Rendy padaku.

__ADS_1


"A-ah, maaf hari ini aku ada sesuatu hal yang harus ku kerjakan".


"Sebelumnya... Terimakasih sudah membantuku", tambahku untuk menutup pembicaraan.


Setelah beberapa langkah yang lumayan jauh Rendy berteriak samar-samar di telingaku.


"KALAU KAU ADA WAKTU LUANG, IKUTLAH BERSAMAKU UNTUK JALAN-JALAN",teriaknya.


Aku hanya terdiam menghindarinya dan terus berjalan, karena ini sudah waktuku untuk kerja. Pasti kalian tau aku kerja apa, bukan? Part time ku, dan hari ini aku bertindak dengan cerobohnya.


"Gawat... Udah jam berapa ini?! Ampun jam 4.15?! Aku telat 15 menit?! Matilah aku... Bos pasti marah... ",umpatku sekenanya.


Dan aku bergegas lari cepat ke arah halte menunggu bis datang.


...30 Menit Kemudian...


"MANA PEGAWAI 1 LAGI?! "


"Hadir Pak! Maaf saya terlambat! ",ucapku terburu-buru.


'Sial! Kali ini pasti kena marah', umpatku dalam hati.


"KAU TAU SUDAH JAM BERAPA INI?!"


"Saya terlambat karena ada tugas mendadak, jadi... ",


'Belum juga selesai berbicara sudah dipotong lagi??!, Ya Tuhan, ujian apa ini yang kau berikan padaku, kenapa hari ini aku sial sekali?!',gerutuku dalam hati.


'Gak sanggup, aku gak sanggup liat', batinku mulai takut sesekali mataku terpejam ketakutan.


"Kamu... "


Aku membuka mataku kebingungan dan seketika terbelalak.


"Aku?",tanyaku balik.


Dia hanya melayangkan beberapa pertanyaan untukku.


POV Avan Nova


Aku terburu-buru karena teringat jam kerja, dan ya aku sedikit tertarik pada gadis nan ceroboh ini. Dia jatuh dengan lucu dan tak sadarkan diri tepatnya jatuh di atas temanku.


Namun, saat aku memperkenalkan yang lain sepertinya dia hanya mengiyakan saja. Tak ada rasa kagum seperti yang lainnya (penggemar OSIS). Tak lupa caranya memperkenalkan dirinya sendiri pun terlihat kaku dan membuat bingung.


Saat ini dia berusaha kabur dari kami yang menatap dirinya terintrograsi. Aku menyadarinya, namun hanya berdiam diri dan memperhatikan saja. Sedangkan Aldo meneriaki dan membuatnya ketakutan.


flashback ON


Kami mulai mengejar dirinya yang ku ingat nama depannya adalah Caca. Sungguh manis sekali namanya untuk didengar.

__ADS_1


"Kok larinya cepet banget deh?! Padahalkan dia cewek?!! ", ucap Aldo kesal.


"Hah...(nafas tersengal-sengal) ngapain sih kita kejar dia?! KuKer deh kalian?!", tak kalah kesal lagi ucapan Andra.


"Entahlah, buat apa juga, lagian ya kalian juga udah denger nama sama kelasnya, kan?", jelasku dan mengingatkan untuk berhenti mengejar.


"Wah, iya ya, keren juga idemu tadi. Tapi gue lupa namanya, broo... ", dengus Aldo kesal.


Dan akhirnya kami menyerah untuk mengejar lalu kembali ke kelas.


flashback OFF


Tak kusangka juga dia berada di tempat kerja yang sama denganku. Dan teganya dia melupakanku padahal tadi di sekolah kita bertemu akibat insiden itu. Tapi aku bersyukur karena sudah bertemu dengannya.


"Iya, kamu... kenapa baru datang?! ", tegasku padanya.


"Ng... aku tadi ada urusan, maaf", dengan rasa bersalah ia menundukkan kepalanya.


'Apa aku terlalu kasar padanya ya?'


'Tapi ini kan untuk kebaikannya juga, agar dia konsisten pada pekerjaannya'


"Baiklah, kali ini ku maafkan tapi ada hukuman kecil untukmu", aku mulai melakukan trik kecilku.


"Ikutlah dengan kepala Café", lanjutku dengan mengedipkan mata pada kepala Café.


Dia hanya menganggukkan kepalanya saja yang menandakan bahwa setuju.


POV Caca Nandika


'Tuh kan jadi kena hukuman, emang deh ya OSIS pembawa sial!', umpatku lirih.


"Oh iya, kira-kira hukumannya apa ya pak Kepala Café? ",tanyaku enggan.


"Cuci piring dan gelas, karena ini ulahmu jadi kamu dihukum membersihkan piring dan gelas kotor", jelas pak Kepala Café.


Aku hanya mengangguk dan mulai membersihkan piring dan gelas kotor sisa makanan. Untungnya aku sudah belajar membereskan hal seperti ini selama aku sendirian. Tapi tetap saja aku merasa masih kesal atas kejadian tadi. Apalagi dihadang oleh Rendy secara mendadak pula. Setelah ini aku pulang atau menjenguk Ayah, ya?


"Sudah ku putuskan untuk pulang, lalu esoknya aku akan mampir sebentar ke tempat Ayah"


Setelah selesai menyelesaikan hukuman kecil aku ke arah biasa aku kerjakan yaitu sebagai pelayan.


Seseorang menahanku untuk tidak ke sana, tepatnya orang yang tak asing bagiku.


'Sepertinya aku pernah lihat, tapi dimana ya?'


'Masa setiap kali aku lupa? Apa perlu ku periksakan ke dokter saja ya? Tapi mana ada lupa perlu ke dokter?',gumamku seraya bertanya-tanya.


"Ka-kamu siapa?", tanyaku penasaran dengan tatapan tajamnya yang menghentikanku ke tempat biasa.

__ADS_1


"Kamu beristirahatlah, disana sudah hampir selesai, lain kali jangan sampai datang terlambat", ucapnya mengalihkan tanyaku dengan memperingatiku.


Aku hanya terdiam kemudian duduk sebentar di area para pelanggan. Aku mengistirahatkan sesuai permintaannya dan aku tertidur tanpa sadar.


__ADS_2