My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 121


__ADS_3

"Bapak lo diakhirat." saut Rima keras dari pintu. Rima perlahan berjalan dan mendekati saudaranya yang baru terbangun.


"Depan kios orang! Bisa bisanya lo tidur depan kios orang! " Bentaknya lagi kesal.


"Gue ngantuk! " Jawab Nanda polos. Klep.... Rima langsung mensetil kening Nanda dan mengatakan 1 kata didepan wajahnya. "Be*o!!" Ujar Rima lalu berjalan menuju Ella.


"Untung aja Rima datang cepet, Kalo nggak! Nggak tau deh nasibnya dia gimana sekarang."


"Kalian emang selalu berantem ya. " saut Ella pelan sambil tersenyum.


"Rima sebenarnya juga nggak mau berantem. Ya abis.. Kelakuannya si Nanda udah kelewat absurd mau gimana lagi." Ujar Rima menjelaskan.


Selang beberapa detik seorang wanita paruh baya masuk dengan tergesa gesa dan mendekati Nanda. "Ibu..!" Ucap Ella pelan...


"Kenapa kamu bisa menabrak mobil suami saya?" Ujarnya langsung. Dia masih sangat jengkel tapi dia juga menginginkan kejelasan dari laki laki dihadapannya.


Tanpa basa basi Nanda kemudian mengubah arah duduknya menghadap pada ibu mertua. Lalu dia menceritakan bagaimana dirinya kabur. Dari sekelompok orang yang telah membantai keluarganya. "Saat melarikan diri itu Aku memacu mobil sangat kencang. Hingga saat di tikungan dekat jurang aku terlambat menyadari ada mobil lain disana. Seketika Aku menabraknya dan kami berdua sama sama terjun ke jurang." Ujar Nanda singkat.


Mertuanya menarik nafas panjang dan terdiam seketika. Dia tak pernah menyangka menantunya adalah salah satu korban yang selamat dan 1 dari sejumlah orang yang terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut. 2 Tahun lalu 'Banjur getih' Menjadi insiden yang menggetarkan Seantero negri.


"Lantas bagaimana kamu bisa selamat, sementara suamiku tidak? " Tanyanya lagi.


"Aku melompat sesaat sebelum mobil benar benar jatuh ke tanah dan meledak. Aku berhasil selamat dari rentetan kejadian yang menimpa suamimu. Aku terjatuh ke dedahanan pohon yang cukup rindang. jadi luka yang ku terima tidak terlalu parah."


"Meski begitu tulang bahunya retak, kakinya juga cidera dan yang paling parah adalah pendarahan hebat dikepala. Yang akhirnya mengubah sikap Nanda menjadi Anak kecil.'' ujar Rima menambahkan.


"Terus orang orang yang ngejar kamu kemana? " lanjut Ella.


"Mereka pergi setelah liat mobil aku meledak! " ujar Nanda.


"10 menit kemudian saya datang ke TKP. Saya langsung menelepon polisi dan ambulance untuk segera datang. lebih dari itu saya juga turun menyusuri jurang sendirian. Waktu itu saya menemukan Nanda yang sangat kesakitan. Saya berusaha mengamankan nya sebisa mungkin. Hingga akhirnya polisi dan ambulance datang. Mereka turun kebawah dan membawa Nanda ke atas. Lalu polisi juga menemukan jasad dari pak hasimun. " Saut pak joko yang baru masuk.0


"jadi ayah saya sudah meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit." Sambung Ella.

__ADS_1


"Iyah! " Balas Pak joko.


Ella dan ibunya menarik nafas untuk menghilangkan sesak yang mereka rasakan. "Jadi Bapak pergi kesana waktu itu. Tapi darimana bapak tahu kalau Nanda ada disana."


"Lily! Lily memberikan lokasi Nanda dengan melacak ponsel miliknya. Bapak pergi ke sana sesuai arahan dari lokasi tersebut. Tapi bapak tidak menyangka, Nanda sedang dalam posisi yang sangat memprihatinkan."


"Waktu di rumah sakit Ini, Rima denger kalo Rumah kita juga kebakaran. Lily bilang kalo semua itu masih perbuatan dari sekelompok orang yang sama." Lanjut Rima bertanya.


"Setelah Nanda dibawa ke rumah sakit Pratama. Lily memberikan kabar bahwa Rumah kediaman Mas Wira sudah dipenuhi darah dan mayat. Beritanya langsung heboh dimana mana. Lily memberikan informasi bahwa ada sekelompok orang yang mendalanginya. Jadi Lily meminta bapak untuk mengamankan Nanda. Akhirnya bapak meminta dokter untuk menyatakan bahwa kedua korban meninggal. Sementara disisi lain Bapak pindahin Nanda ke rumah sakit Tanjung harapan."


"Disisi lain Lily menghubungi beberapa kantor berita dan meminta mereka menerbitkan sejumlah berita hoax untuk menyamarkan kematian Nanda. Saat ini 1 Dunia mengetahui bahwa Ananda putra wiratmaja telah meninggal dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan jasadnya tidak pernah ditemukan." lanjutnya.


"Ditambah lagi Mereka tahu Nanda masih punya kerabat lain. Dan mereka juga ingin supaya kita meninggal. Makanya mereka juga turut membakar rumah kita." jelasnya lagi.


Sejenak mereka semua terdiam mendengar pernyataan pak joko. Bu hatimu juga diam setelah mendengar banyak cerita yang tidak ia ketahui. Tapi Ella dengan polosnya kembali bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahu yang mengguncang pikirannya.


"Mas Siapa mereka?" ujar Ella berlinang air mata.


"Semua ini bisa terjadi karena masalah internal keluarga. Saat Papahnya mengatakan bahwa aku yang akan meneruskan perusahaan. James langsung marah dan tidak terima. Dia lalu bersekutu dengan musuh musuh Papahnya sendiri. Mereka berencana melakukan pembantaian massal dan aku yang akan mereka jadikan kambing hitam untuk menutupi kebusukan mereka." Ujar Nanda menjelaskan.


"Diem lo bocil! Banyak omong.. " Ujar Nanda tegas menjawab.


"Tunggu kalau James dalang semuanya. Tapi kenapa dia juga meninggal waktu kejadian." Tanya Ella lagi.


"Alur nya berubah disaat saat akhir. James dikhianati oleh sekutunya. Dia juga dibunuh disaat saat akhir. Lalu setelah James meninggal korban yang selanjutnya mereka cari adalah aku. Tapi aku melakukan hal nekat sampai akhirnya aku bisa kabur dari mereka. Cerita berikutnya kalian juga udah tahu." ujar Nanda.


"James! " ujar Pak joko terkejut.


"Jadi karena itu Pak joko dan keluarganya dilepas begitu aja setelah rumah mereka kebakaran. Karena bisa ajakan mereka terus cari kalian sampai dapat kalau mereka mau."


"Iyah kamu bener. Waktu itu pasti mereka mikir tugas mereka udah selesai. Wiratama atmaja sudah mati, Ananda putra wiratmaja juga sudah mati, Dan James siha'an wiratmaja juga sudah mereka habisi. Jadi bagi mereka Kerabat jauh seperti Pak joko dan keluarganya tidak penting." ujar Nanda menjelaskan lalu tersenyum.


"Bisa bisanya kamu senyum pas nyeritain hal buruk kayak gitu." ujar Ella agak jengkel.

__ADS_1


"Habisnya aku masih nggak nyangka kamu bisa mikir sejauh itu. Ternyata kamu pintar juga ya La." ujar Nanda mencairkan suasana.


"Aku dari dulu juga pintar, cuman kamu aja yang keterlaluan mau bohongin aku." ujar Ella agak jengkel.


"Itu artinya aku lebih pinter dong dari kamu! " Balas Nanda lagi.


"cih...! " Ella memalingkan wajahnya karena kesal.


"Heh.. stop godain Ella kayak gitu. " Ujar Ibunya membela Ella. "Apa pelakunya masih hidup sampai sekarang? " Tanya ibunya penasaran.


" Iyah! " Balas Nanda singkat. "Lalu selanjutnya apa yang mau kamu lakukan? " Tanya mertuanya.


Nanda kemudian berdiri dan berjalan beberapa langkah kedepan. Jaraknya sekarang berada beberapa langkah lagi didepan Ella. Dia sesaat menatap istrinya lalu tersenyum. Tak lama kemudian dia menghadap ke arah kiri dan menatap keluar jendela.


"Aku akan menuntut keadilan bagi keluargaku! " ujar Nanda singkat.


" Nanda lakukan sebaik mungkin tuntut juga hukuman bagi mereka. Berikan juga keadilan bagi suami saya." Ujar ibunya.


"Iyah. Ini akan menjadi awal dari semuanya ujar Nanda tersenyum lebar.


Beberapa saat mereka semua nampak tersenyum mendengar tekad dari Nanda yang amat kuat. Namun beberapa saat kemudian Nanda kembali mengacaukan nya.


" Kok nggak ada Sunrise yah! " ujar Nanda singkat.


"ini udah jam 7 bodo. " ujar Rima singkat.


.


.


.


..

__ADS_1


.


. Like comment vote


__ADS_2