My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 126


__ADS_3

"Awas kepalamu! Nunduk nunduk! " Nanda mengangkat tubuh istrinya dan membantunya masuk ke dalam mobil.


"uhh.. ehm mas! "


"Apa? "


"Eh nggak deh."


Nanda menekuk wajah lalu keluar dan menutup pintu mobil. Dia juga berpindah ke sisi lain dan masuk ke mobil dibalik kemudi.


"Mas! "


"Apa? "


" Hmm anu? " Ella gugup dan menggigit bibir bawahnya.


"Bilang aja La! Kenapa sih? Kayak sama siapa aja ah." Ujar Nanda mulia kesal.


Ella langsung memukul bahu suaminya itu, dalam hati dia merajuk karena Nanda tak mengerti apa yang ia pikirkan.


"Kalo nanti Rima marah sama aku gimana? "


"Nggak akan, yang penting dia jangan sampai tahu. " Nanda santai menyalakan mesin mobil.


"Aku gak yakin! " Ella cemas.


"Nanti Mas nggak sadar lagi cerita ke Rima." Nanda tertawa.


"Itu kamu bukan aku! "


"Argh... tuhkan kamumah nggak mau bantuin. Mas nggak ngerti!? " Ella semakin risih dan khawatir dia tanpa henti mencubit tubuh suaminya yang terus tertawa meledek dari tadi.


"Yaudah sih, tinggal kamu jujur aja biar nggak jadi beban pikiran. " Nanda memegang kedua tangan istrinya yang dari tadi tak berhenti menyerang. Pria itu tersenyum mendapati garis melengkung di wajah istrinya.


"Tapi gimana kalo dia langsung marah marah sama aku. Itu yang aku pikirin dari tadi! "


"Kasih dia sesuatu! sogok dia biar gak marah sama kamu." Saran Nanda. Dalam hatinya dia berkata Rima nggak akan marah, mana berani dia sama ibu hamil. Apalagi yang banyak maunya kayak kamu.


"Rima suka Tokpokki! " Ujar Ella spontan.


"Mas bungkusin Tokpokki buat Rima ya! Please please please! " Ujar Ella.


"La liat antreannya panjang banget, aku nggak mau ah ngantri lagi."


"Kamu tega nggak mau bantuin isteri kamu! "


"Iyah! " Nanda mematikan mesin dan segera keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Diluar Antrean panjang sudah menunggunya bagaikan perangkap maut yang di siapkan musuh. Pedahal dibelakang ada seorang jenderal rewel yang tak memperdulikan keadannya di medan perang nanti.


"Semangat ya Sayang! " Teriak Elladari dalam mobil.


"Okeh! " Kalo tau bakal begini, aku tidak akan memberikan saran padanya. Tidak akan pernah.


***


Teet


Ella membuka ponsel dan melihat nama yang tak asing baginya.


"Ella, aku ke apartemen kamu!" Tulis Fanny.


"Tapi kamu nggak ada. Kamu dimana sekarang? Aku pengin ngobrol." Lanjutnya lagi.


Ella kemudian mengetikan beberapa kata untuk membalasnya. Tapi setelah mengingat pertemuan terakhir dengan Fanny. Ella jadi ragu untuk membalas pesan dari Fanny. Dia sempat melirik ke arah suaminya yang terlihat masih mengantri di sana.


"Sorry ya aku pengin banget temenin kamu, Tapi nggak bisa karena masalah kantor. Kamu tahu sendiri kian Pak Alex gimana orangnya. " Fanny berkata lebih jauh lagi.


Tetapi Ella hanya mengangguk dan mengerti dengan apa yang dikatakan fanny. Benar Alex memang sangat rajin dalam bekerja, sehingga dia juga butuh sekertaris yang begitu tlaten.


Dia bahkan masih ingat saat masih bekerja bersama Alex. Dia tak memiliki sedikit waktu pun untuk bersantai dan menyeruput segelas teh hangat.


"Gimana Sama laki laki brengsek itu, Kamu udah minta cerai darinya kan." Lanjut fanny. Ella terkejut membaca pesan dari sahabatnya.


Ella langsung mematikan ponsel dan menyimpannya kembali. Dia tak ingin lagi membaca sepotong pesan pun dari sahabatnya.


Jantungnya berdetak kencang, Pikirannya melayang ke udara. Ella baru sadar dengan tingkah fanny. Dia sangat menginginkan hubungannya dengan Nanda bubar ditengah jalan.


Tapi apa alasannya, pertanyaan kecil itu kini terngiyang ngiyang dikepalanya.


Sejenak dia melihat keluar dan mencari suaminya. Tapi entah ada apa, disana. Banyak orang berkumpul, paling kehabisan Tokpokki pikir Ella singkat.


30 menit kemudian kerumunan semakin berkurang. Namun Nanda masih saja tak terlihat. Ella mulai cemas dan kembali memperhatikan tempat makannya tadi dengan seksama. Selang beberapa saat Nanda muncul kembali.


Dia memasuki mobil dengan tawa melintang dan bekas biru disudut bibirnya.


"nih, yo jalan! " Mesin langsung dijalankan dan Nanda langsung mnancap gas pergi dari sana.


"Pipi kamu bibir kamu, kok lebam gitu?" Tanya Ella keras.


"Ouh biasalah tadi ada... ! "


"Kamu berantem! " Potong Ella.


"Yang tadi aku liat rame rame itu, kamu lagi berantem." Nanda mengangguk

__ADS_1


"Astaghfirullah! haha.. ah.. ah.. " Ella lemas seketika saat menerima kebenarannya. Suaminya bertengkar tepat didepan matanya dan dia tak mengetahuinya saat peristiwa itu terjadi.


Mobil seketika berhenti saat Ella bersandar lemah ke jok yang nyaman dan empuk. "Aku nggak papa kok La, Santai aja! " Balas Nanda Ringan. Pria tengil itu bahkan masih bisa tertawa dikondisikan seperti ini.


Jelas Ella marah dan mencubit bekas biru di bibir suaminya. "Adeh.. Adeh... Adeh...! " Nanda berteriak.


"Tega kamu La sama aku! " Ujar Nanda mengusap bibirnya.


"Biarin! Kurang ajar kamu ya. Baru pisah sama aku berapa menit udah berantem lagi. Terus aja terus kayak gitu. Cari masalah doang bisanya. " Ella mengeluarkan air mata dari sudut sudut matanya.


"Ya maaf! "


"Maaf! maaf! " Bentak Ella. Kemudian dia mengusap perutnya.


"Semoga pas kamu lahir, papahmu masih ada di dunia ya nak! "


"heh.. heh.. heh.. heh.. heh.. hehhhh!! " Nanda menyanggah istrinya spontan.


"Aku perhatiin dari kemarin doa kamu jelek banget! " Ujar Nanda. Ella terdiam matanya menatap suaminya tajam.


"Bisa nggak sih doa yang bagusan dikit. Semoga kamu lahiran sehat. Jadi anak baik, pinter, sholeh apa gimana kek." lanjut Nanda. Ella mencubit bibir suaminya lagi dengan lebih keras.


"Itu gak akan terjadi kalo papahnya ngajarin cara buat cari ribut terus! " Sekali Lagi Nanda mengaduh kesakitan dan mengusap bibirnya sendiri.


Sadar akan kondisinya yang tidak akan pernah menang melawan Ella. Dia memilih diam dan melanjutkan mobil sambil mendengar omelan dari istrinya. Ella berkata ini dan berkata itu sampai membuat Nanda frustasi dan ingin segera pindah Alam.


Tapi di ujung Kalimatnya Ella tiba tiba menangis dan dia mengungkapkan dengan sendirinya. sebenarnya Ella merasa takut akan sesuatu hal buruk yang mungkin terjadi.


"Rumah tangga kita aja masih belum bener loh mas, kamu stop dong cari masalah. Aku aja belum pulih total. Ahh...! " Ella menghembuskan nafas yang tersenggal lalu mengelap air matanya.


"Iam so sorry! " Nanda mengusap kepala istrinya perlahan lalu berpindah ke wajah lalu tangan Ella dan menggenggamnya.


"Aku pengen keluarga kita utuh, aku takut kalau salah satu dari kita bakal pergi. Terutama kamu! " Ujar Ella lalu menggandeng tangan suaminya.


"Mau Tokpokki lagi nggak, tadi aku beli 3. yang 1 buat kamu! " Balas Nanda.


"cuma 1! "


"yakan aku juga mau 1." Balas Nanda.


"Suami itu harus ngalah sama istri! pokoknya jatah kamu buat aku! " Ujar Ella kekeh. Nanda tertawa melihat tingkah isterinya.


.


.


.

__ADS_1


. Like comment vote


__ADS_2