
"Sip Alex, pekerjaanmu sangat bagus. papah sangat menyukainya. Bisnis properti perusahaan kita semakin melesat ke atas semenjak kamu memimpin. kamu memang mewarisi bakat ayahmu!" Sambil menuruni anak tangga dia tak berhenti memuji anak menantunya yang telah berhasil membuat perubahan besar di perusahaan.
"Yah alex sangat berterimaa kasih atas pujian yang papa berikan. Tapi sebenarnya Alex masih kurang puas." balas Alex singkat setelah mendengar banyak pujian.
"Kurang puas? Apa masih ada lagi yang ingin kamu capai." Lanjut Hastomo pada mènantunya. "Meskipun bisnis properti kita berjalan sangat baik. Tapi bisnis kita di bidang produksi pangan semakin turun, kita semakin tertinggal oleh beberapa peruasahaan. Terutama PT Bumi Rahayu yang saat ini semakin mendominasi pasar." jelas Alex dengan raut wajah yang agak suram.
"Wah wah sungguh kamu ini pembisnis yang sangat hebat. Tidak hanya puas dengan satu kemenangan, tapi juga ingin menang dan menguasai segalanya." Dia tertawa sembari menepuk tangannya. Begitu kagumnya hastomo pada menantunya. Dia yakin seratus persen, pilihannya tidak salah. Alex akan menjadi penerus perusahaannya yang dapat diandalkan.
Beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai disebuah mobil mewah berwarna hitam dove milik hastomo. Sebelum masuk ke mobil dia sempat menyampaikan beberapa kata pada memantunya. "Lex, papah dan papah mertuamu ini sudah tua. Kami sudah mau pensiun, dan setelah kami pensiun 2 perusahaan kami akan jatuh ke tangan kamu. Papah harap kamu bisa menjaga perusahaan yang kami berdua bangun dengan jerih payah." ujarnya dalam.
"Alex mengerti! Papah tidak usah khawatir, Alex akan melakukan yang terbaik." ujarnya ramah dengan penuh keyakinan.
"Kalau masalah itu papah nggak khawatir. Justru yang kami khawatirkan itu diri kami sendiri. Kami kepengin cepet cepet liat cucu kami sebelum nantinya kami meninggal." ujarnya pelan.
"husst... Papah nggak usah ngomong yang aneh aneh. Kalian pasti bisa ngeliat cucu kalian nanti. Alex mohon doanya saja ya pah!" ujar Alex sambil tersenyum dan memeluk mertuanya.
"Alex! om titip putri om satu satunya yah. Jaga dia baik baik, om pamit dulu." ujarnya ditelinga Alex. Kemudian dia masuk kedalam mobil dan pergi meninggalakan menantunya di kantor.
Setelah kepergian mertuanya Alex hendak kembali ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaannya yang sangat melelahkan. Namun sesaat dia menyadari ada sebuah mobil yang sangat mencurigakan dari sebrang kantornya. Alex menatap mobil itu terus dan berusaha mengindikasi siapa penilik dan sosok yang berada didalam sana.
"Hey kau kemari!" ujarnya pada satpam.
"Ada apa Tuan?" Tanya satpam pada Alex.
"Mobil putih disebrang jalan itu, sejak kapan dia berada disana." Tanya Alex pada satpamnya.
"Mobil putih itu sudah berada disana mulai dari pukul 6 pagi hari tadi. Tapi sejak saya datang dan mulai bertugas, saya tidak melihat ada orang yang keluar dari sana." Ujar satpam jujur. Alex memang sangat otoriter, dia bahkan meminta semua satpam sudah stand by di kantor mulai dari pukul 06.00 wib.
"Dia sedang mengawasi kantor kita!" ujar Alex tegas dengan tataoan tajam. sejenak setelah melihatnya satpam langsung gemetar dan merasa gugup.
"Cari tahu tentang mobil itu dan siapa penggunanya!" perintah Alex tegas pada si satpam. Sisatpam langsung menangguk mengerti maksud dati tuannya.
Beberapa detik kemudian saat Alex berbalik dan hendak kembali ke kantornya. Satpam tergesa gesa kembali memanggilnya. "Tunggu tuan Tunggu!" ujar satpam.
"Apa?" Tanya Alex dingin.
__ADS_1
"Ternyata pengendara tadi hanya menunggu pesanan buburnya tuan!" ujarnya sambil menunduk. Alex segera berbalik untuk memeriksa mobil itu lagi. Namun yang Alex dapati hanyalah tukang bubur yang berdiri di samping mobil. Serta kaca mobil yang telah terututup 3/4, sampai mobil putih itu pergi. Alex tak melihat siapa pengendara yang berada didalamnya. Orang aneh! Batin Alex.
***
Hastomo Hastomo, terus saja tertawa dan bersenang senang selagi kamu masih bisa melakukannya. Tapi segera berdoalah semoga dosamu diampuni. Sebab tak lama lagi aku akan mengirimu ke Alam baka. Batin Nanda saat melihat Hastomo pergi dengan mobilnya setelah sekilas terlihat tertawa dan tersenyum bersama sang menantu tercinta.
Beberapa saat kemudian Nanda melihat ke Arah Alex dan ia menyadari kalo Alex juga tengah menatap ke arahnya. "Apa dia sadar aku sedang mengintainya dari tadi?" Nanda tersenyum geli didalam mobil. Menyadari Alex bukan orang sembarangan batinnya terasa tertantang untuk mengadu kemampuan.
Alex juga nampak berbincang dengan satpam disana sampai akhirnya dia berbalik dan hendak pergi. Disaat yang sama seseorang mengetok pintu mobilnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Bang buburnya udah jadi!" ujarnya dikaca mobil.
"oke thank you! nih duitnya." ujar Nanda kemudian menukarkan lembaran kertas dengan sebungkus bubur.
"kembaliannya Bang!" ujarnya lalu merogok kantong.
"Nggak usah ambil aja!" Ujar Nanda kemudian menutup kaca mobilnya lagi. Lalu dia mulai memacu mobilnya meninggalakn tempat itu.
Belum menyuap sesendokpun kedalam mulutnya. Telepon tiba tiba berdering, sejenak dia menghela nafas panjang. Saiapa sih, Ganggu!. Batin Nanda kesal.
Namun perasaannya seketika berubah saat melihat nama istrinya di layar ponsel. Ella!. Nanda tersenyum.
Tet....
"Halo!" Nanda gemetar
"Mas, Aku hamil!" Terdengar suara yang sangat indah dari sana. Yes.. Yes.. Yes.. Ujarnya sambil menggerakan tangan merayakan kabar baik ini. Ah.. syukurlah kalo gini Ella gak bisa minta cerai lagi, Yes.. Yes.. Yes..
"Mas! Mas! Mas! kamu masih disanakan?" Ujar Ella keras dari dalam telepon.
"Hah.. Iyah aku disini kok!" Ujar Nanda gelagapan karena kaget.
"Kamu mainin aku lagi ya?" Bentak Ella Keras pada suaminya. Saat ini dia sedang mengandung tapi sayang sang suami tidak ada disampingnya.
__ADS_1
"Enggak La sumpah!" Ujar Nanda meyakinkan.
"Bo'ong! Kamu dimana?" Tanya Ella lebih jelas lagi.
"Aku didepan mini market abis beli minum." Jawab Nanda santai. "La...! Anak kita laki laki apa perempuan?" Ujar Nanda lembut.
Beberapa saat Ella tidak menjawab dan suasana menjadi senyap. Lalu seketika suara teriakan kembali muncul didalamnya. "Tuhkan kamu mainin aku!" ujar Ella jengkel dengan pertanyaan suaminya.
"Apa? Aku cuman tanya La!" ujar Nanda cengengesan sambil merasa puas. "Yaudah aku mau kesana sekarang yah. Kamu mau dibawain apa?" Tanyanya pada Ella.
"Nggak usah! yang penting kamu buru datang kesini dulu!" ujar Ella tegas.
"Okey..!" Setelah mengakhiri percakapak Nanda kemudian melajukan mobilnya ketempat Ella.
***
"Bu dokter! Dedenya laki laki atau perempuan?" Tanya Ella pada Dr.Anne dengan wajah merah padam. Tangannya juga mencengkram erat ponsel supaya suaminya tidak mendengar.
"Hahaha..!" Dokter Anne tertawa mendengar pertanyaan Ella. "Sayang! kita masih belum bisa tahu kalau kandunganmu baru 5 minggu. Kita harus tunggu sampai 14 minggu." lanjut Bu dokter ramah.
Ella kembali menghubungi suaminya, kali ini dia agak jengkel karena merasa Nanda berusaha menipunya lagi. Seseaat setelah lama berbincang Ella kemudian mematikan telepon.
Secepat kilat Ella langsung mendapatkan tatapan intimidasi dari ibunya sendiri. "Kamu yakin mau balik lagi sama Nanda?" Ujarnya penuh makna.
"Iyah bu, Ella yakin..! Semalem Nanda temenin Ella semalaman." Ella kemudian menceritakan malam panjang yang dia lalui bersama suaminya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...Like comment vote...