
"Ibu maaf aku sudah lama tidak datang kemari. ini sudah 2 tahun dan banyak sekali yang terjadi. Oh iya sebelumnya aku juga sudah mampir ke makam Bi inah dan mang Asep. Jujur aku sangat merasa bersalah sekali kepada mereka. Seandainya saat itu aku lebih waspada, Pasti bi inah, mang asep, dan yang lainnya masih hidup. Seharusnya aku langsung saja mengakuisisi priyambodo group. Menahan diri menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya adalah hal paling bodoh yang pernah aku lakukan." Ujar Nanda.
Dia juga membersihkan sampah yang berserakan disekitar ibunya. Rumput yang sudah panjang, juga tidak luput dari perhatiannya. Satu persatu dia cabut lalu dia kumpulkan untuk dibuang nantinya.
...----------------...
2 Tahun Lalu.
"Selamat siang tuan!" Sapa seorang pria, kepada bosnya dengan senyum gembira di wajahnya.
"Reginold! sudah lama aku menunggumu. Pasti kau membawakan kabar gembira untukku bukan." Jawab seorang Pria muda dengan santai di meja kantornya.
"Tentu saja tuan, Rencana kita telah berhasil. Sekarang setiap detiknya, harga saham priyambodo Group terus menurun dan semakin anjlog Sejak 1 minggu kemarin. Dengan kekuatan financial perusahaan kita saat ini, Segera priyambodo group bisa kita akuisisi. Saat ini kami hanya menunggu keputusan dan perintah dari Tuan saja." Jelas Reginold dengan senyum bangga.
"Ehahahha.. baguslah kalau begitu. Kerja keras kita selama ini akan terbayarkan. Kemarilah dan rayakan bersamaku." Pinta Pria tadi sembari menuangkan anggur kedalam 2 gelas didepan mejanya.
Reginold kemudian mendekat dan mengangkat salah satu gelas. Lalu Dengan sigap mereka berdua mengadu gelas dan bersulang untuk keberhasilan mereka.
"Selamat atas keberhasilan anda tuan!" Ujar Reginold.
"Selamat juga untukmu!"
__ADS_1
"Chers" Ujar mereka bersamaan. Lalu meminum cairan merah di gelas mereka.
"Tuan, lalu bagaimana dengan partner bisnis mereka. Hasanata Group! Pastilah tuan sudah menyiapkan rencana untuk mereka." Tanya Reginold.
"Ini yang aku suka darimu, kau selalu pandai dalam mencermati langkah langkahku." Ujarnya tertawa lalu kembali duduk.
"Kedua perusahaan yang sedang aku coba kuasai ini. Mereka adalah dwi tunggal, kalau aku melukai salah satunya maka yang lain juga akan kesakitan. Lalu Dia akan menolong temannya yang terluka, meski dia juga akan berdarah darah. Dan akhirnya, saat temannya yang terluka kemudian meninggal. Maka dirinya juga akan sekarat. Aku akan menunggu sampai Priyambodo group benar benar tidak berdaya, baru aku akan memguasainya dengan harga murah. Jika sudah selesai aku juga akan mengakuisisi Hasanata Group yang sudah sekarat." Jelasnya.
"Saya mengerti, Ini lah yang dinamakan Sekali mendayung 2 pulau terlampaui. Rupanya tuan ingin menelan PC dan HG sekaligus." Balas Reginold.
"Yah,kau benar!" Balasnya Tersenyum.
"Tapi Tuan, mungkin tidak akan sesederhana itu. Karena Marisa priyambodo, Dia merupakan kekasih daripada Tuan muda james." Ujar Reginold.
"Iyah tuan. Saya akan menjaga tempat ini selama anda pulang!" Ujar Reginold kembali tertawa bahagia.
"Hey.. Reginold, Ada apa? Kenapa kau terus tersenyum seperti itu? Apa yang tengah kau lakukan saat ini? Ayo, Berbagilah kepadaku." Ujarnya lagi kepada sekertaris yang menemaninya siang dan malam selama bertahun tahun.
"Saya sudah mendengar dan mengetahui cerita tentang masa lalu tuan." Ujar Reginold. Bos muda itupun langsung terkekeh kepada sekertaisnya.
"Ceritakanlah padaku!" pintanya.
__ADS_1
"Tuan lahir dari seorang perempuan berdarah jawa, Sri rahayu. Akan tetapi sejak lahir Tuan besar tidak pernah mengakui keberadaan Anda. Anda dibesarkan oleh seorang pembantu. Bersama dengan ART yang lain. Saat menginjak Usia remaja tuan mulai belajar bisnis hingga akhirnya Tuan besar mulai tertarik pada Anda. Lalu Anda bergabung ke Perusahan ini, dan melakukakn invasi ke sejumlah bidang usaha dan tercatat sudah mengakuisisi 14 perusahaan termasuk 3 perusaahan besar. Anda sangatlah dihormati dan dihargai oleh semua orang. Anak yang tidak pernah diakui ayahnya. Kini berdiri begitu gagahnya menunjukan kewibaawan dan kekuasaan yang tinggi. Sungguh saya salut dengan perjalanan hidup anda, Tuan." Jelas Reginold. Pria muda itu kemudian tertawa mendengar penjelasan sekertarisnya.
"Benarkah, demikian Reginold. Sebab aku melihat kamu tidak terkejut setelah mengetahui kebebaran tenteng diriku!" Balasnya Tegas.
"Sejak awal saya sudah curiga saat mendengar Nama Anda. Saya yakin anda punya hubungan darah dengan Tuan Besar. Rupanya benarlah kecurigaan saya selama ini. Sekarang Anda begitu dicintai oleh Tuan besar. Bahkan beberapa orang sudah yakin bahwa anda adalah pewaris dan pemimpin berikutnya perusahaan besar ini. Tuanku, Ananda Putra Wiratmaja."
...----------------...
"Ibu, tadinya aku juga hendak mengunjungi ayah dan juga james. Tapi sepertinya mereka tidak dikuburkan disini. Tapi aku akan tetap mendoakan mereka. Bagaimanapun mereka adalah keluargaku. Di hari Keluargaku dibantai, sampai kecelakaan yang menimpaku. Aku sangatlah terpuruk karenannya ibu. Masih banyak yang janggal bagiku, dan belum aku ketahui. Makanya aku akan menyelidiki semuanya sekarang. Aku harap Lily sudah mempunyai datanya untukku. Tapi sebenarnya aku juga takut, Kalau sampai dia tahu aku yang mengirim pacarnya ke luar negeri. Bisa bisa dia akan menghabisiku. Tapi seharusnya karena Remi di luar negeri dia spasti selamat!" Ujar Nanda didepan makam ibunya yang selesai dia bersihkan.
"Oh iya bu, Aku juga sudah menikah. Istriku sangat cantik dan pintar, tapi sayangnya dia sangat labil dan keras kepala. Dia mudah terpengaruh dan gampang menilai sesuatu hal hanya dari luarnya saja. Tapi aku rasa ini sangat menarik, aku akan tetap berpura pura menjadi anak kecil didepannya. Aku akan mempermainkan Ella dan Aku pasti akan sangat menikmatinya. Ibu jangan bilang aku ini usil, Aku hanya sekedar ingin bermain dengan istriku saja." Ujar Nanda didepan ibunya dengan ceria. setelahnya beberapa saat Nanda terdiam. Kemudian dia kembali berkata dan berbicara kepada ibunya.
"Hem... ibu tidak pernah membalas perkataanku selama ini. Tapi aku tahu apa yang akan ibu katakan kepadaku. Lagi pula seorang Ibu dan Anak memiliki ikatan batin yang Kuat. Aku akan menjaga Ella. Aku tidak akan meninggalkannya. Tidak akan aku biarkan seseorang mengambilnya dariku. Aku akan memakan masakannya meski seburuk apapun itu. Aku akan sangat mencintainya. Semua pesan yang kamu sampaikan dalam surat telah aku pahami dan akan aku jalani. Terima kasih kau selalu membelaiku dari Surga, ibu." Ujar Nanda dengan penuh kesungguhan.
"Yoshh.. waktunya aku pergi. Sampai jumpa!" pamitnya lalu pergi.
.
.
.
__ADS_1
.
.Like comment vote