My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 66


__ADS_3

sudah sejak 5 menit yang lalu jam kantor telah usai. Semua karyawan sudah mulai pulang, menyisakan beberapa orang saja yang masih ada kepentingan. Termasuk Ella karena beberapa saat yang lalu Lily memanggilnya masuk ke dalam ruangan pribadinya.


"Inih, ambilah." ujar Lily


Lily nampak memberikan sebuah kartu debit bank beserta buku tabungan.


"Apa ini?" Balas Ella heran.


Ella melihat lihat kartu debit tersebut dan membuka buku tabungannya. Yang tertera nama Nanda, suaminya.


"Ini Rekening milik Nanda, selama ini aku menyimpan pembagian Deviden milik Nanda ke dalamnya. Tapi karena dia sudah punya istri. Jadi aku rasa kamulah yang harus menyimpannya." jelas Lily.


Ella mengerutkan dahi, lalu menatap bosnya dengan tatapan tajam.


"Kenapa kamu melakukan semua ini, Lily?" Tanya Ella.


"Kenapa tidak?" Balasnya.


"Maksudku, kamu sendirikan yang bilang aku ini labil. Aku tidak tahu dimana posisiku. Dan aku katakan padamu ya. Aku masih bingung Lily, hatiku masih bimbang." Ucap Ella tegas.


Lily kemudian memegang pundak ella, dan mengusap ngusap bahunya.


"La, aku yakin sebentar lagi kamu akan tahu dimana posisimu. Percayalah pada dirimu sendiri." Ucap Lily.


"Tapi?"


"Santai saja La, nikmati prosesnya!" Ujar Lily tersenyum.


lalu Lily pergi mendahului Ella yang masih merenung. Ini hari yang cukup berat baginya, karena hari ini dia sudah mendapat 2 surprise dari bosnya.


Tiba tiba Lily kembali memanggil Ella dari belakang. Dan ellapun berbalik menghadapnya.


"oh, iya Ella. Supaya kamu lebih dekat dengan Nanda. Bagaimana kalau kamu-"


Lily diam sejenak dan mengangkat dua jari dan menggerak gerakkannya.


"Kamu ngertikan La!, Dah.." Ujar Lily cengengesan.


Setelahnya lily keluar dari ruangan dan pergi pulang. Lalu Ella yang baru ngeh maksud dari Lily, kembali dibuat terkejut olehnya.


"Argghhh..." Jerit Ella pelan.


***


Selama perjalanan pulang Ella terus memikirkan perkataan Lily padanya.


"Mungkin bener apa yang lily bilang, aku bisa lebih deket sama Nanda kalo-"


"Arggh... apasih La yang kamu pikirin. Masa iya aku yang ngajak Nanda duluan. Tapikan ngeri juga kalau dipikir pikir." ujar Ella.


Ella menggerutu sendirian didalam mobil, saat perjalan pulang. Sampai tiba tiba dia menghentikan mobilnya karena melihat seseorang yang tidak asing baginya.


"Eh itukan Nanda, ko dia ada ditaman." Ujar Ella.


Ella kemudian mencari tempat bagus untuk parkir, lalu turun dari mobil menghampiri suaminya. Ella berjalan dengan santai mendekati suaminya yang tengah duduk di ayunan. Tampak sekali Nanda sedang bersedih dan terus menundukan kepalanya. Sampai sampai dia tidak menyadari kedatangan Ella.


"Mas, kamu lagi nunggu apa disini. Ini Udah sore loh, ayo kita pulang!" Ujar Ella tersenyum.


Saat Nanda menyadari kedatangan Istrinya. Dia langsung tersenyum, dan lekas berlari memeluk Ella.

__ADS_1


***


Nanda POV


'Taman ini, aku mengingatnya. Selama 2 tahun terakhir, aku selalu bermain bersama anak kecil dan remaja yang ada disini. Dan tidak jarang aku sering dimarahi oleh orang tua mereka. Dan saat sore menjelang, semua orang akan pulang dijemput oleh orang tuanya. Lalu aku tinggal sendiri disini!' ujarku dalam hati.


Namun hari ini aku tidak menyangka, seseorang akan datang dan menjemputku untuk pulang.


"Mas, kamu lagi nunggu apa disini. Ini Udah sore loh, ayo kita pulang!" Ujar Ella tersenyum.


Saat aku melihatnya tersenyum padaku. Entah kenapa perasaanku langsung berubah menjadi lebih baik. Lekas sajalah aku berlari dan memeluknya.


''Euumm.. udah kangen yah, sama aku." ujarnya tepat ditelingaku.


Lalu aku melepaskan pelukanku padanya dan menatap matanya sambil tertawa.


"Kamu kenapa senyun senyum gitu sama aku?" Ujarnya lagi.


"Aku selalu merindukan Ella saat Ella jauh dariku." Balasku.


"Ah bohong, Udah yuk pulang!" lanjutnya lagi.


Kemudian Ella menggenggam tanganku dan menuntunku pulang.


"Serius La, aku nggak bohong!" Ujarku dengan logat anak kecil.


"Iya aku percaya!" Balasnya.


Saat didalam mobil, Ella banyak bertanya kepadaku. Apa yang aku lakukan seharian? Dengan siapa aku pergi? dan lain sebagainya. Aku hanya menjawab seperlunya pertanyaan Ella. Dan tidak mengatakan beberapa hal kepadanya.


Selanjutnya saat hampir mendekati restoran Ahong food. Aku sengaja melirik terus kearah resto itu. Dan tetap diam saat Ella mulai mengajakku bicara lagi.


Mungkin dia kesal karena beberapa saat yang lalu. Aku mengabaikannya begitu saja.


"Hmm.." balasku singkat.


"Kamu liatin apaan sih? Aku dari tadi ngomong aja, kamu cuekin!" balas Ella agak kesal.


"Aku nggak liatin apa apa kok La." Balasku so polos.


Sesuai dengan perkiraanku, Ella langsung melirik lirik ke arah jendela mencari tahu apa yang dari tadi aku perhatikan.


"Oh, kamu liatin Ahong food dari tadi." Ujarnya.


Lalu aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan perkataan Ella.


"Mau, mampir kesana!" Tawarnya.


Jelaslah aku mengangguk lagi, Karena hanya dengan cara ini. Aku bisa mengajak Ella makan diluar.


***


Kini aku dan Ella tengah menyantap masakan khas tionghoa yang tadi kami pesan. Mie ayam, pangsit, kue tiay, fuyung hay dll.


"Mas, setelah ini kalo Mas mau apa apa bilang ke aku." Ujarnya.


"Apapun itu." Balasku singkat padanya.


"Iya!" Saut Ella.

__ADS_1


Kali ini lagi lagi aku berusaha memancing Ella, untuk memberikan perhatiannya padaku. Sengaja aku makan dengan tidak teratur supaya ada sedikit noda yang terukir disekitar bibir dan pipiku.


"Mas, makannya pelan pelan dong. Biar nggak belepotan." Balasnya


Dengan sigap dia mengelap noda yang ada diujung bibirku dengan tisu. Untunglah istriku ini sangat perhatian, jadi dengan mudah aku bisa menarik perhatiannya padaku.


Lalu saat dia hendak selesai, aku membuka mulutku hendak memakan tangannya yang masih mengelapi bibirku.


"Ih Mas, tanganku jangan dimakan." ujarnya sedikit kesal sambil tertawa.


"Haha soalnya jarimu mulus La. Baunya wangi lagi, jadi pengin aku makan sekalian." Ujarku sambil cengengesan.


"Bibirmu sini, aku makan!" Balas Ella.


Ellapun sempat kesal, lalu ikut tertawa bersamaku. Kami saling meledek dan bercanda kala itu.


"Boleh kok, kalau kamu maksa!" Balasku lagi.


Disaat kami masih asik mengobrol dan bercanda. Ponsel Ella tiba tiba berdering, nampak ada panggilan masuk ke ponselnya.


"Fanny nelepon, Aku kebelakang dulu yah! Mas tunggu disini aja!" ucapnya.


Ella lalu pergi kebelakang untuk mengangkat telepon dari Fanny. Tak lama saat Ella pergi, pesan singkat juga masuk kedalam ponselku.


Aku membukanya dan membaca pesan itu yang rupanya berasal dari Lily.


Hari ini aku mengangkat Ella menjadi dewan direksi dan membuka rehasiamu sebagai pendiri perusahaan pada karyawan lainnya. Aku juga memberikan kartu debit dan buku tabunganmu pada Ella.


Tulisnya padaku.


Setelah membaca pesan dari Lily, aku langsung menghapusnya. Supaya tidak ada lagi jejak digital yang mungkin nanti akan diketahui Ella.


10 menit berlalu Ella belum kembali dari belakang. Jadi aku menggunakan waktu itu untuk melihat kesekitar. Sore ini pengunjungnya cukup ramai dan memang rata rata diantaranya adalah perempuan.


"Matanya jelalatan!" Ucap Ella memukul tanganku yang berada diatas meja.


Aku tidak menyadari kedatangan Ella karena mataku sedang memperhatikan setiap sudut dari restoran.


"Aku nggak jelalatan kok La. Aku cuman lagi liatin cewek diujung sana!" Balasku so polos.


"Ya itu namanya jelalatan." Balas Ella ketus.


"Bukan La, itu namanya nonton!" Ujarku sengaja membuatnya kesal


"Ya itu sama aja,Mas!" balas Ella sedikit keras.


"Emang gak boleh!" Balasku.


"Ya nggak lah." Ujar Ella mengerucutkan bibirnya.


.


.


.


.


.Like comment vote

__ADS_1


__ADS_2