My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 111


__ADS_3

Malam hari, pukul 01.00wib


"Mas..!" Panggil ella pelan kearah suaminya yang tidur disofa, "Mas..!" Panggilnya lagi.


Sesaat kemudian Nanda terbangun dan mengucek matanya yang berair karena baru bangun tidur. "Ada apa La?" Lanjutnya sambil mendekat dan duduk disamping ranjang istrinya.


"Maaf ya mas, pedahal tadi siang aku udah janji, tapi aku malah kayak gini." Ella menggenggam tangan suaminya erat.


"Janji? Janji apa?" Lanjut Nanda masih bingung.


"Itu loh yang tadi siang nggak jadi dikantor!" Lanjut Ella lagi. Nanda mengerutkan dahi lalu tersenyum setelah mengingatnya.


"Nggak papa kok La, yang penting sekarang kamu sembuh dulu. Nggak bisa hari ini, ya masih besok, minggu besok, bulan besok. pokoknya banyak waktu deh." ujar Nanda santai.


"Hmm.. makasih ya mas! Kamu nggak marahkan sama aku?" Lanjut Ella lagi.


"Nggak kok! Udah sekarang tidur lagi ya La." Nanda kemudian menaikan selimutnya Ella.


"Mas temenin aku tidur!" Pinta Ella pada suaminya.


"Iyah aku temenin kok." ujar Nanda bersemangat. Lalu dia mencium kening istrinya.


***


Dipagi hari aku terbangun lebih dulu dari suamiku, tapi aku tetap melihatnya disana, dia tertidur dikursi dengan kepala yang bersandar diatas ranjang. Tangan kami juga masih menggenggam satu sama lain.


Rasanya aku sangat senang melihatnya tetap disisiku, tapi disisi lain aku juga merasa kasihan. Tak tega rasanya melihat dia tertidur begitu, badannya pasti nanti terasa pegal pegal. Meski aku yakin dia tak akan marah nantinya, tetap saja rasa tak enak hati menggelimangi perasaanku.


Apalagi saat melihat luka ditangannya. Kemarin saat aku baru siuman dan mendapati Nanda tidak ada. Alu langsung menanyakan keberadaannya pada Ibu dan bu Dokter. Dia bilang Nanda menghajar kaca mobil belakang demi bisa mengeluarkanku.


Aku


Aku melihat ke arah jam yang sudah pukul 06.30 pagi. Saat itu kakiku mulai terasa sakit lagi. Dengan Nada suaraku yang nasih serak aku membangunkan suamiku dan mengadu sakit padanya.


"Mas..! Mas..!" Panggilku hingga dia terbangun. "Kakiku sakit!" Ujarku merintih.


Dia membuka matanya dan aku melihat matanya memerah mungkin karrna kurang tidur. "Tunggu sebentar aku panggil bu dokter." Dia berlari keluar untuk memanggil dokter Anne.


5 menit kemudian Dia kembali bersama ibu dan bu dokter. "La kakimu sakit lagi?" Ujar bu dokter.


"Iya bu, sakit banget " Balasku.

__ADS_1


Dia kemudian membuka selimutku dan memperlijatkan kakiku yang diperban disertai bidai yang menjepit. Nanda mendekat melihat kakiku dan nampak panik.


"Sebentar ya ibu buka perbannya." Ujar dokter ane. Selama sekitar 20 menit dia membuka perban, mengoleskan sebuah krim dan sedikit memijat kakiku, lalu memasang perban yang baru. Selama 20 menit itu Nanda tetap disana menyaksikan semuanya dan menggenggam tanganku dengan erat.


***


"Udah La! Nggak terlalu sakit lagikan." Ujar bu dokter pada Ella. Sial aku merasa dikucilkan disini, kakinya diperban seperti itu, tapi dia masih tersenyum dan tertawa padaku kemarin. Apa sih yang tidak aku tahu?


"Bu kenapa sama kaki Ella?" Tanyaku langsung pada bu dokter.


"Nda kamu harus tahu satu hal, Karena kecelakaan kemarin Kaki Ella terjepit. Tulang kaki Ella cidera sampai retak, jadi untuk sementara waktu Ella nggak bisa jalan." Ujarnya halus.


"Kenapa jadi gini sih?" ujarku melamun tak menerima keadaan.


"Aku nggak papa Mas!" Saut istriku sambil tersenyum." Aku terdiam dan merenung.


"Nggak papa apanya?" balasku singkat. "Aku baik baik aja kok." saut nya lagi.


"Kakimu lumpuh..!" Bentakku spontan. Aku geram sekali melihat tingkahnya yang so kuat. Jelas jelas Dia tidak baik baik saja. Tapi masih berusaha untuk tersenyum seperti itu.


"Aku masih bisa sembuh kok!" sautnya lagi. "Mulai sekarang kamu nggak boleh nyetir mobil sendiri lagi." Lanjutku memearahinya.


"Kok gitu sih mas, terus aku kekantor naik apa?" lanjutnya lagi. "Aku gendong sampai kantor!" Lanjut lagi.


"Ibu tuh mamasnya marah marah!" Lanjutnya lagi mengandu pada ibunya.


"Kamu.." Aku geram sekali sampai ingin mencubit pipi tembemnya itu saat mengadu tadi.


"Nanda udah! Harusnya sekarnag kamu support Ella. Bukannya malah marahin Ella." Bela ibunya.


"Nda kaki Ella masih bisa sembuh kok. Paling cepet 2 minggu ini tapi paling lama bisa sampai 3 bulan." Jelas bu dokter sambil tertawa geli didepanku.


"Apa liat liat? sana cuci muka!" Ujar Ella menunjuk ke arah kamar mandi.


Tadinya aku ingin meladeni omongannya, tapi bu dikter memegang bahuku dan menperingatkan aku untuk berhenti. Akhirnya aku mengalah dan oergi kekamar mandi untuk mencuci muka.


Pukul 07.00 tepat, Seorang suster mengantarkan sarapan untuk Ella. Ibunya lalu menerima piring dan langsung meminta Ella memakan sarapannya. Bubur ayam ala rumah sakit.


Kebetulan waktu itu aku juga belum sarapan jadi aku bilang pada Ella dan ibunya kalo aku akan pergi sarapan ke luar.


"Mamas, Suapin!" Pinta Ella sebelum aku sempat berpamitan.

__ADS_1


"Iyah!" jawabku singkat lalu mengambil sendok dan duduk disampingnya. Aku malas berdebat, jadi aku turuti saja keinginanya.


"Nih.. A" Ujarku menyodorkan sendok.


"Ehm.." Ella memekan sesuap bubur dari sendokku. "Gak enak!" Saut Ella.


"Ya namanya juga makanan buat orang sakit!" Lanjutku tersenyum. "Abisin La, biar badanmu nggak lemes!" ujarku menyeringai.


"Loh kamu juga belum sarapan kan Nda!" Tanya bumer padaku.


"Iya bu belum!" Sautku pelan.


"Kamu mau apa? Gado gado? ketoprak? atau bubur juga? Ibu beliin deh diluar." Tanyanya lagi.


"Terserah ibu aja !" jawabku singkat.


"Yaudah deh ketoprak, ibu lagi oengin itu juga soalnya." Saut nya.


"Ella juga mau ketoprak." Saut Ella tiba tiba.


"Kamu masih sakit La,Nanti ya kalau udah sembuh aku beliin ketoprak yang paling enak buat kamu." Bujukku.


"Hemm. iyadeh." Sautnya jutek dan cemberut.


"hahaahah..." Beliau tertawa saat melihat putri semata wayangnya kesal seperti itu. "Cepet sembuh ya sayang!" lanjutnya mengelus kepala Ella.


"Kalau begitu ibu keluar dulu sebentar!" Pamitnya pada kami.


"Iya, hati hati ya bu." Sautku padanya.


Setelah beliau keluar, Ella menolak untuk aku suaoi lagi. Dia menyingkarkan sendok yang mengarah padanya dengan tangan.


"Ibuku kayaknya lebih sayang mantu daripada anaknya sendiri." Ujarnya menatap ke arahku.


"Perasaan kamu aja kali La. Nih makan Lagi" Sautku lembali menyuapkan bubur kemulutnya.


"Nanti ketopraknya bagi 2 ya mas!" Saut Ella tiba tiba.


"Kamu masih sakit!" Ujarku keras.


"Sejak kapan kamu jadi pelit gini, Pokoknya Aku nggak mau makan kalau nggak dikasoh ketoprak!" Ujar Ella memalingkan muka dari sarapannya.

__ADS_1


"huftt..!" Aku menghela nafas panjang lalu berfikir sebentar. "Yaudah aku bagi 2, tapi abisin buburnya!" Tawarku padanya.


"Okeh.." Jawabnya sambil tersenyum. "Yeiy! makasih ya Mas!" Ujarnya menyeringai lalu lanjut memakan bubur.


__ADS_2