My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 53


__ADS_3

"Selamat siang pak mochtar!" Sapa Ella pada satpam kantor.


"Eh, selamat siang non! Ada yang bisa saya bantu?" Balas pak satpam tersenyum.


"Saya cuman mau tanya tanya dikit. Bolehkan pak? ya masalah kantorlah." Tanya Ella balas tersenyum.


"oh, boleh non. Silahkan duduk!" Pak mochtar mengangguk mengiyakan permintaan Ella. Dia juga menyuguhkan sebuah kursi di pos jaga. Ella kemudian duduk di samping pak mochtar dan mulai menyampaikan hajatnya.


"Pak bukannya bapak sudah bekerja disini selama 7 tahun. Saya ingin banyak tahu tentang sejarah kantor ini. Bisalah bapak beritahu beberapa peristiwa unik selama perusahaan ini berdiri." Ujar Ella menggoda pak satpam.


"Kalau masalah itu tentulah saya tahu banyak. Misalnya 5 tahun lalu perusahaan ini pernah hampir bangkrut. Sebab Gudang penyimpanan produk terbakar gara gara konsleting listrik. Semua barang ludes jadi abu, termasuk juga gudangnya. Hampir tidak ada yang tersisa semuanya habis di makan sijago merah." Ujar pak mochtar.


"Uhm astaga buruk sekali!" Balas Ella membundarkan mata.


"Betul, bisa dibilang itu adalah saat saat terburuk perusahaan ini. Tidak sampai di sana saja, Karena banyak produk yang rusak Perusahaan jadi rugi besar. Semua hutang yang sudah jatuh tempo tidak bisa dibayar. Ditambah sejumlah investor mulai hengkang dan menarik semua investasi mereka. Akibatnya Harga saham anjlok sampai 78%. Pengajuan pinjaman juga ditolak oleh bank. Apalagi beberapa karyawan mulai mogok bekerja karena merasa perusahaan sudah tidak mampu lagi membayar gaji mereka.


"Lalu bagaimana dengan Lily?" Tanya Ella.


"Waktu itu non Lily yang baru berusia 18 tahun tidak berhenti menangis karena bersedih. Meski begitu dia terus berusaha untuk mencari investor, walaupun hasilnya gagal. Kalau dipikir secara akal sehat. Memang siapa yang mau menginvestasikan uangnya pada perusahaan sekarat yang dipimpin olrh seorang remaja. Tapi akhirnya Perusahaan berhasil mendapat dana segar dari seseorang. Jumlahnya tidak main main, 25 miliar!" Ujar Pak mochtar dengan Nada yang bergema.


'huh.. seandainya aku bisa melihat Lily menangis. Pasti rasanya sangat seru, aku akan tertawa lebar disana.' Gumam Ella dihatinya


"Ehmm.. Ella mengerti. Jadi Lily berhasil bangkit dengan Dana 25 miliar itu. Selama 5 tahun hingga hari ini dia terus berusaha sampai Perusahaan bisa menjadi maju seperti sekarang." Ujar Ella balas tertawa.

__ADS_1


"Betul sekali. Selama 5 tahun, non Lily terus berusaha keras membangun perusahaan. Mulai dari cari resep minuman sampai hingga produk produk baru seperti: Mie instan, Mie lidi, Wafer dan sejumlah makanan ringan yang lain." Ujar Pak mochtar bergembira.


"Astaga Lily hebat sekali. Bagaimana dia bisa melakukan semua ini sendirian. Pasti dia sangat pandai saat bersekolah." Ujar Ella.


"Mungkin saja! Tapi sebenarnya Non Lily itu hanya lulusan SD. Soalnya dia tinggal di panti asuhan!" Ujar pak mochtar.


Ella mengerutkan dahi saat mendengar kalimat pak mochtar. Fakta ini sangat mencengangkan dan jauh berbalik 180° jika melihat pemikiran lily yang begitu tajam. Bagaimana mungkin seorang tamatan SD bisa secerdas Lily.


"Apa? jadi Lily cuman tamatan SD. Kok ganjil yah. Pak mochtar salah kali!" Ujar Ella.


"Tidak pak mochtar tidak salah. Sampai sekarang Lily masih tinggal di panti asuhan bersama adik adiknya. Letaknya juga tidak jauh sekitar 15 menit naik bus dari sini."


"Oh jadi begitu, Eh pak mochtar. Apa selama ini Lily pernah terlihat bersama seorang pria. Pacarnya atau siapa mungkin." Ujar Ella.


"Saya rasa tidak pernah!" Jawab pak satpam.


"Lalu bagaimana dengan Nanda pak! Sepertinya Lily sangat dekat dengan Nanda. Apa mereka punya hubungan yang istimewa atau semacamnya?" Tanya Ella.


Ketika Ella mulai menyebut Nama Nanda. Pak mochtar nampak terkejut dan gelagapan. Seolah dia berusaha menyembunyikan sesuatu. Hal ini lantas menjadi perhatian bagi Ella. Ella semakin yakin pasti ada suatu hubungan antara suaminya dan perusahaan ini.


"Nanda itu berteman bauk dengan non Lily!" Ujar pak mochtar gelagapan.


Pedalah siang itu cuaca tidak panas. Mereka juga sedang berada didalam ruangan. Tapi pak mochtar malah mengeluarkan keringat. Melihat gelagat pak satpam Ella semakin yakin dengan firasatnya.

__ADS_1


"Kenapa pak mochtar berkeringat dan ketakutan. Pasti ada yang pak mochtar sembunyikan dari saya kan. Saya juga masih ingat ketika pak mochtae memanggil saya dengan sebutan nyonya dulu. Pak tolonglah beri tahu semuanya kepada saya pak! Ella mohon sekali pada bapak." Ujar Ella melipatkan kedua tangannya.


"Eh jangan Non. Jangan seperti ini, baik saya akan menceritakannya!" Ujar Pak satpam sambil menepis tangan Ella yang berusaha memohon.


"Seperti yang saya katakan sebelumnya Lily tinggal di sebuah panti asuhan. Setelah lulus dari SD Lily membuat sebuah minuman dingin dan menjualnya. Hal itu terus lily lakukan sampai berusia 16 tahun. Suatu hari ketika dia membuka bazar untuk menjual Esnya. Mereka tidak sengaja bertemu." Ujar pak mochtar.


"Maksudnya Nanda dan Lily." Ujar Ella menegaskan.


"Betul! Waktu itu Nanda juga baru berusia 17 tahun. Dulu dia merasa bahwa Resep minuman Lily sangat Enak. Lalu dia memberikan ide supaya minuman Lily di jual onlie. Nanda terus saja membujuk Lily untuk bekerja sama dengannya Nanda juga berjanji akan memberi tahu Lily semua hal tentang bisnis. Singkatnya Lily setujuh lalu mereka mulai berjualan. Lama lama mereka mempunyai ide untuk menjadikan minuman buatan Lily kedalam bungkus sachetan. Lalu dengan modal seadanya dari Nanda mereka mjlai membuatnya. Perlahan perusahaan ini mulai tumbuh. PT bumi rahayu menjadi perusahaan produsen minuman dan Nanda adalah CEO pertamanya, Dan Lily yang mengurus HRD. Produk minuman laku keras sehingga banyak investor yang datang." Jelas pak mochtar.


"Lalu apa yang terjadi berikutnya?" Tanya Ella penasaran.


"Lalu saat mereka hampir bangkrut karena perusahaan mengalami kebakaran hebat setelah 2 tahun berdiri. Mereka berdua putus asa, sampai akhirnya Ayahnya Nanda datang dan menjanjikan Dana segar untuk mereka berdua. Tapi dengan satu syarat Nanda harus pergi dan bergabung dengan perusahaan ayahnya. Nandapun setuju dia meninggalkan Lily sendiri untuk bergabung dengan ayahnya. Dengan modal pengetahuan dari Nanda. Lily terus berjuang membangun perusahaan ini sendirian. Tapi Nanda juga tidak memutuskan koneksinya dia terus memantau perusahaan meski dia berada di luar negeri. Namanya juga masih ada di daftar pemegang saham." Ujar Pak mochtar.


"Jadi begitu, Nanda juga pendiri sekaligus pemegang saham di perusahaan ini." Ujar Ella.


"Benar, Nama perusahan ini juga diambil dari Nama ibunya Nanda, Sri Rahayu!"


.


.


.

__ADS_1


.


.Like comment vote


__ADS_2