My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 37


__ADS_3

ELLA POV


Seusai beribadah dan merenungkan berbagai kejadian selama seminggu kemarin.Aku telah sampai pada tahap yang paling menentukan di sepanjang hidupku.


Dengan mempertimbangkan beberapa hal Aku telah sampai pada beberapa kesimpulan.Pada akhirnya Aku harus menerima kebeneran bahwa memang Akulah yang bersalah kepada Nanda.


Dimalam itu saat Nanda tidur bersamaku dan membuat Aku harus berpisah dengan Alex,Nanda bisa dianggap bersalah.Tapi jika melihat fakta yang ada bahwasanya Nanda memang cacat dia bisa lepas dari tuduhan.


Sementara aku hanya didasarkan kebencian dan hasratku.Aku langsung memutuskan untuk menikahi Nanda dengan satu tujuan,Balas dendam.Pedahal yang aku lakukan sama sekali tidak benar.


Rekam jejaku yang menghiasi tubuh Nanda bahkan belum hilang sampai saat ini.Sering kali dia tidak melawan saat aku menghajarnya habis habisan.Entah kenapa dengan anak itu?


Jujur aku juga merasa geram dan heran dengan sikap keluarganya.Mereka seperti menutupi masalah Nanda dariku.Begitu juga masa lalu Nanda yang belum aku ketahui sampai hari ini.


Begitu banyak misteri dan masalah yang terjadi belakangan ini.Kini aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan yaitu tidak menambah masalah.Dan itu juga berarti aku harus membawa Nanda pulang.


Setelah kegagalan pencarianku kepada Nanda di sore tadi.Aku merasa kurang informasi dan membutuhkan lebih banyak lagi.Oleh karena itu aku mengambil ponsel dan handycam milik Nanda dan juga menggeladah kamar Nanda.


Aku masuk kekamarnya,aku buka seluruh storage disana.baju baju dilemarinya sangat berantakan.Mainannya berserakan dimana mana.Dan dikasurnya terdapat remah remah roti yang mengotori kasur dan selimutnya.


'Nanda sangat jorok sekali!' Pikirku.


Namun ketika aku melihat ke kolong ranjag.Disitulah kira kira hatiku bak dicambuk sangat kencang.Sesak langsung kurasakan ketika melihat pil-pil obat Nanda berserakan dilantai.Nanda menyembunyikannya dariku.


Rupanya Selama ini Nanda tidak meminum obatnya.Dia menyembunyikannya dibawah ranjang supaya aku tidak mengetahuinya.Bodohnya aku sampai tidak mengira hal ini sama sekali.


Aku meremas obat Nanda digenggaman telapak tanganku yang bergetar.Lalu aku melemparnya kesudut ruangan.Aku berdiri sempoyongan dan melihat seisi kamar Nanda yang berantakan.


Miris rasanya jika diingat lagi,Aku menyuruh Nanda untuk membersihkan dan mengurus apartemenku.Tapi sekalipun aku tidak mengurusnya.Aku tidak pernah bertanya apakah dia sudah meminum obatnya apa belum?


Aku membawa seorang pria yang berstatus sebagai suamiku.Yang seharusnya aku hormati dan aku layani sepenuh hati.Tapi aku malah menjadikannya pelayan.Seorang budak yang aku bayar hanya dengan sepiring Nasi goreng.


Beberapa saat Aku hanya bisa berdiri gemetar disana.Tangan kiriku tidak berhenti mengusap tetesan air mata yang mengalir sedu.Sementara tangan kananku terus mengusap dada saat aku meratapi penyesalan yang kian aku rasakan.


Sakit dan pahit rasanya jika aku berada diposisi Nanda waktu itu.Pantas jika akhirnya Nanda membalasku dan membentaku balik.Pasti rasa sakit yang dia rasakan karena perbuatanku begitu deras sampai tidak dapat terbendung lagi.

__ADS_1


Ketika itu juga aku langsung memantapkan hati.Aku berkata pada diriku sendiri 'Nanda aku akan membawamu pulang kembali,Aku berjanji.' Ucapku teguh.


Merasa belum menemukan titik tetang aku mengambil handycam Nanda.Dan sialnya ketika aku cek ternyata Handycam itu rusak.Mungkin karena Nanda membantingnya dengan sangat keras kelantai sehingga beberapa komponen dalamnya rontok.


Tapi aku tidak kehabisan ide,aku mencabut memory cardnya dan aku koneksikan kepada Laptopku melalui card reader.Dengan begitu aku bisa melihat semua hal yang pernah Nanda rekam selama ini.


Dimulai dari rekaman pertama dihari pernikahan kami.Acaranya cukup ramai,disana terpampang aku bersama Nanda sedang duduk berdua di atas pelaminan.


Aku melihat Nanda duduk disana,disampingku.Dia terlihat begitu bahagia dan tidak berhenti tersenyum.Berbeda dengan aku yang sedikit jutek,beberapa kali aku menyenggol Nanda untuk memperingatkannya.Supaya dia tidak bersikap berlebihan terutama ketika bersalaman dengan Tamu undangan.


Sementata Rima yang masih terus merekam acara pernikahan kami,Dia beberapa kali meledek Nanda yang tengah gembira.


"ciee.. yang udah kawin!" Ledek Rima mendekati Nanda.


"Heheh... makanya buruan Nyusul.Pacaran mulu nikah nggakk.." Balas Nanda tertawa.


"Anjir... sungung lu." Mereka berdua tertawa saling meledek satu sama lain.


Lalu akhirnya Nanda mulai menperhatikan Lurus ke arah benda yang sedari tadi dibawa oleh Rima.


"Kameramu bagus,baru beli yah?" Tanya Nanda.


"Terus punya siapa?" lanjut Nanda.


"Coba kamu tebak sendiri" balas Rima sembari terus merekam Ke arah Nanda.


"Punya Paman?"


"Bukan"


"Punya Bibi" Lanjut Nanda.


"Bukan juga!" Balas Rima.


"Hmm.. pasti Punya Ella." Saut Nanda keras.

__ADS_1


"Salah,Handycam itu buat kamu.Ibu yang beliin." Saut Ibuku kepada Nanda.


"Ah yang bener bu?" Ucap Nanda terkejut.


"Iya bener" Balas Ibuku.


"Uh.. makasih ya bu." Nanda kemudian berdiri dari pelaminan dan berusaha merebut handycam itu dari tangan Rima.


"Ehh.. kamu mau apa?" Tanya Rima.


"Siniin itukan punyaku." Balas Nanda.


Mereka berdua saling berebut Handycam tersebut.Sampai Akhirnya Nanda berhasil melucuti handycam dari tangan Rima.


"Ih.. Nanda gak sabaran Banget sih." Ucap rima sambil menghadap Nanda yang mengarahkan Kameranya ke arah Rima.


Nampak wajah kesal Rima di layar Laptopku.Tapi dia tidak marah sama sekali,dia mengerti betul bagaimana tingkah laku saudaranya.Melihat rekaman ini menunjukan jelas kasih sayang Rima pada saudaranya Itu.


"Lihat nih kamera baruku.Kalau kamu mau,buruan Nikah juga hehehe.." Ledek Nanda.


"Iya percaya deh.yang habis Nikahmah." Balas rima cemberut.


"Eh tapi kok ini ada yang kedip kedip merah?" Tanya Nanda heran.


"Ehhmm.. Baterainya abis kali!" Saut Rima.


"Yah yah kamera pudar.." Ujar Nanda saat melihat layar kameranya meredup.


Suara dari rekaman tersebut juga semakin mengecil sampai pada akhirnya rekaman video itu berakhir karena baterai handycamnya habis.


Seusai melihat Rekaman itu aku semakin merasa bersalah kepada Nanda.Aku melihat jelas betapa senangnya dia ketika kami menikah.Tapi aku justru menghancurkan kebahagian Nanda dengan sangat menyedihkan.


Bahkan ketika aku melihat Nanda bercengkerama bersama Rima.Aku semakin melihat dan mengetahui,seberapa polosnya suamiku.Nanda begitu lugu sehingga yang dia tahu hanyalah bersenang senang dan bermain.


Aku mengelus dadaku setelah melihat rekaman video yang pertama.Aku mulai bertanya tanya kepada diriku sendiri. 'Apakah aku sanggup untuk melihat semua rekaman video yang tersisa?'

__ADS_1


Setelah menenangkan diriku beberapa saat.Kemudian aku memutuskan untuk kembali melihat video yang berikutnya.Ini adalah satu satunya cara bagiku untuk mengenal Nanda lebih jauh.Supaya aku tahu dimana keberadaan Nanda?


"Supaya aku bisa membawa Nanda pulang kembali!"


__ADS_2