My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 60


__ADS_3

15 menit kemudian Ella dan Lily sampai di deoan pintu apartemennya.


"Nah, kita sudah sampai. Sekarang buka pintunya!" Ucap Lily pada Ella. Ella memandang penuh curiga pada Lily.


"Apa kau sudah masuk ke dalam apartemenku?" Tanya Ella tegas.


"Tadikan sudah aku bilang aku sudah bertemu dengan Nanda di apartemenmu." Jawab Lily cengengesan.


"Tidak, Aku curiga padamu." Ujar Ella sinis.


"Apa, Kau gila ya?" balas Lily.


"Sudahlah masuk saja!" perintah Lily mulai kesal pada ella.


Ella kemudian memberanikan diri dan memegang kenop pintu. Saat hatinya mulai kuat Ella kemudian mendorong pintu dan membukanya. Nampaklah disana seorang pria sedang duduk merenung di lantai.


"Nanda..!" Ucap Ella terkejut.


"Sudah aku bilangkan, Nanda sudah siuman." Ujar Lily dari samping.


Ketika melihat istrinya Nanda langsung berlari menghampiri Ella. Lalu dia memeluknya dengan Erat dihadapan Lily.


"Ahm.." Teriak Ella kecil.


"Kenapa kamu meninggalkan aku sendirian di rumah sakit. Apa Kamu masih marah kepadaku?" Tanya Nanda serak.


Ella yang dipeluk oleh suaminya hanya bisa pasrah dan membals pelukan hangat itu. Namun saat Ella melihat ke sampingnya. Ella menjadi risih karena ada lily yang menyaksikan moment itu. Tanpa diketahui oleh Ella, Nanda mengedipkan sebelah matanya pada Lily.


'Dasar cabul!' Pikir Lily, memalingkan wajah.


***


"Nanda, Apa kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya Ella.


"Ehmm... ehhmm.." Nanada menganggukan kepala.


"Apa kepalamu sudah tidak sakit lagi?" lanjut Ella.


"Tidak, tapi aku lapar." Gumam Nanda.


"Ehm.. kau lapar, kalau begitu aku akan masakan makanan untukmu." Ella kemudian berdiri dari sofa dan mengambil apron. Lily juga mengikuti Ella kedapur dan memakai apron yang lain.


"Apa kau punya daging segar?" Tanya Lily


"Tidak, aku belum berbelanja lagi. Tapi aku masih punya beberapa sayuran." Ujar Ella membalas Lily.


"Kalau begitu, kita harus membeli daging dulu. Dimana kita bisa mendapatkan daging segar, disekitar sini." Tanya Lily.


"Ada supermarket dibawah. Memangnya kenapa kau sangat ingin daging." Tanya Ella sebal.


"Ehmm.. soalnya Nanda sangat suka rendang." balasnya. Ella mengrenyit kesal pada Lily, Karena lily terus saja bersikap sok tahu tentang Nanda.


"Ayolah, jangan kesal seperti itu. Aku hanya memberitahumu." Ujar Lily.


"Aku tidak kesal, hanya saja aku merasa seperti istri yang tidak berguna." gumam Ella.


"Jangan terlalu dipikirkan La. Aku tahu kau masih bingung. Saranku, ikuti saja alurnya." Ujar Lily halus.

__ADS_1


"Aneh sekali, kali ini kau tidak berbicara tegas seperti biasanya." Ujar Lily.


"Nanda, tolong belikan daging di supermarket." Ujar Lily mengabaikan Ella.


'Arggghhhh... dia mencampakkanku, Kurang ajar.' Pikir Ella.


"Oh baiklah!" Jawab Nanda pada Lily.


"Heh... tidak! Kamu tidak boleh pergi." Ujar Ella spontan.


"Lily, apa yang kau pikirkan. Nanda baru saja siuman, bagaimana kalau ada apa apa yang terjadi padanya." Ujar Ella keras pada Lily.


"La.. aku baik baik saja." Balas Nanda perlahan.


"Tidak kamu tidak tahu apa apa, aku yang tahu." ujar Ella keras pada Nanda. Lily kemudian berbalik menghadap ke Ella.


"Ella, aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu. Jadi aku menyuruh Nanda pergi membeli daging." Ujar Lily.


"Apa yang kau lakukan, kenapa kamu membentak Nanda. Lihatlah dia jadi sedih." Ucap Lily berbisik pada Ella.


Mata Ella membundar tidak percaya. Lalu dia melihat ke arah suaminya yang tengah duduk di sofa. Nanda menundukan kepala dan kelihatan sangat bersedih.


"Lily, aku tidak bernaksud untuk.."


"Payah! kamu tidak mengerti suamimu sendiri." ujar Lily.


Rasanya tamparan keras telah melayang ke arah Ella, Akibat perbuatannya sendiri.


"Nanda tenang saja, tidak akan terjadi apa apa kok. Nandakan sudah baik baik saja. Ayo ambilah uang ini dan beli daging di bawah." Ujar Lily menghibur Nanda.


"Argghhhh..." gumam Ella terkejut.


'Apa, bodoh kau bilang. Lihat saja, kalau kau saat ini tidak sedang berpura pura. Aku pasti sudah mencabik cabik mulut itu.' Pikir Lily sambil mengrenyit kesal.didepan Nanda.


'oh tidak, sepertinya aku dalam bahaya?' pikir Nanda.


Ella yang melihat pemandangan tersebut didepan matanya juga heran. Sebelumnya Nanda tidak pernah membentak siapapun. Setidaknya sebelum mereka bertengkar.


"Eh.. Nanda mungkin tidak apa jika hanya sebentar saja." Ucap Ella pelan.


"Tapi La?" Ujar Nanda ragu.


"Aku bilang tidak apakan. Lagipula tempatnya dekat. Kamu hanya perlu membeli daging lalu segera pulang setelah selesai." ujar Ella tersenyum pada Nanda.


"Benar apa yang dikatakan Ella. Ambil uangnya dan belilah daging." ujar Lily tersenyum.


"Ehmm.. baiklah." Nanda kemudian mengambil uangnya lalu pergi menuju supermarket.


***


Sambil menunggu Nanda membeli daging. Ella dan Lily mempersiapkan bumbu bumbu yang dibutuhkan untuk memasak rendang. Ditengah kesibukan mereka Ella kemudian melayangkan pertanyaan yang belum dijawan oleh Lily.


"Kau belum menjawab pertanyaanku." ujar Ella.


"Pertanyaan yang mana?" Jawab Lily polos.


"Yang tadi aku tanyakan di mobil. Kenapa kau pura pura mencium Nanda?" Ujar Ella tegas sedikit jengkel.

__ADS_1


"Hem.... aku hanya iseng saja." Balas Lily cengengesan.


"Iseng saja. Kau bilang mencium suami orang lain itu iseng saja." Ujar Ella marah sambil menodongkan sepatula ke arah Lily.


"Habisnya kau bertanya lagi, Bukankah aku sudah menjawabnya. Aku ingin yang terbaik untuk Nanda." jelas Lily ketus.


"Jawabanmu Ambigu, aku tidak menyukainya." Balas Ella.


"Lebih tepatnya, kau tidak mengerti iyakan." Kini giliran Lily yang menodongkan ulekan bekas cabai pada Ella. Ella kemudian menepis tangan Lily dan menatapnya dengan sorot tajam.


"Sikapmu itu sangat mencurigakan, awalnya kau sangat bersikap gahar padaku. Tapi sekarang kau malah membantuku memasak, seolah kau teman yang baik." Ujar Ella.


"Hah.. Dengar yah, Aku hanya ingin tahu saja orang seperti apa yang menikahi sahabatku. Saat pertama aku bertemu denganmu aku sadar kau sedang labil. Kau sendiri bingung dimana posisimu. Kamu bingung tentang hubunganmu sendiri dengan Nanda. Apakah Nanda suamimu atau musuhmu? dan apakah kau mencintainya atau membencinya?" Ujar Lily dengan ekspresi wajah malas.


"Kenapa wajahmu seperti itu. Kau mau aku pukul hah! Lagipula apa pentingnya bagimu, aku tahu apa yang aku lakukan dalam hidupku." Ujar Ella kesal pada bosnya.


"Sudah aku bilangkan, aku ingin yang terbaik untuk Nanda. Jadi aku mencoba mengarahkanmu untuk memilih peran yang benar. Dan aku memancingmu dengan adegan itu muach.." Ujar Lily sambil mencium udara didepan Ella. Ella semakin kesal saja pada tingkah bosnya.


"Lalu bagiamana jika aku menjadikan Nanda musuh dan membencinya." Ujar Ella sarkas.


"Aku akan membujuk Nanda untuk menceraikanmu." Ujar Lily singkat.


"Lalu bagaimana jika aku mencintainya?" Tanya Ella lagi.


"Tanyakan saja itu pada dirimu sendiri." Ujar Lily sambil tersenyum.


"hah.." Ella menganga karena terkejut. Sejenak dia berhenti bergerak dan menghadap Lily. Lily membalas Ella dengan tersenyum dan menggerakan alisnya 2 kali.


'Wanita ini, dia tidak mudah di tebak.' pikir Ella.


"Jika akhirnya kamu bisa mencintai Nanda. Maka itu artinya Nanda telah menemukan seseorang yabg tepat untuk dia sebut sebagai keluarga. Aku juga akan turut senang untuk hal itu." Ujar Lily.


"Hey apa yang kamu katakan, bukankah Nanda masih punya pamannya." Ujar Ella.


"Iya, tapi dia membenci pamannya!" Ujar Lily.


"Heh.." balas Ella terkejut. Lily kemudian mengangguk meyakinkan Ella.


"Pernah suatu hari, Nanda mengatakan kalimat itu 'Jika ada 2 orang yang paling aku benci di dunia ini, maka dia adalah ayahku dan juga pamanku.' Nanda said." ujar Lily.


"Benarkah hal itu?" Tanya Ella terkejut.


Ceklek..


"Ella aku sudah membeli dagingnya. Ini dia." Ujar Nanda sambil menunjukan belanjaannya.


Ella kemudian memasak rendangnya dibantu oleh Lily. Sementara Nanda membantu menyiapkan piring dan meja makan.


.


.


.


.


.Like comment vote

__ADS_1


__ADS_2