
Selama semalaman Ella tertidur di samping suaminya.Kepala Ella bersender tepat diatas sebelah kanan dada bidang suaminya.Dan wajahnya semalaman menghadap ke wajah Nanda.
"La.. bangun La!" Ucap Dr.Anne
"Ehm... hah dokter.Dokter nggak jadi pulang?" Tanya Ella sambil mengucek matanya yang masih sepet.
"Saya udah pulang kok! Kamu hari ini mau libur? Sebaiknya kamu berangkat saja ke kantor." ucap Dr. Anne pada Ella yang masih lemah.Dengan santaina Dr.Anne menunjuk ke arah jam dingding.
"Hmm.. ini udah jam 05.30!" ucap Ella terkejut.Ella langsung berdiri dan menatap ke arah Dr.Anne.
"Dok ini beneran udah pagi!" Ucap Ella terkejut.
"Iya La.Sebaiknya kamu pulang sekarang terus berangkat ke kantor.Jangan sampai Lily curiga gara gara kamu nggak ngantor hari ini."
"Tapi saya tidak bisa meninggalkan Nanda dokter.Nanda sangat membutuhkan saya sekarang!" Balas Ella tegas.
"Saya yang akan menemani Nanda disini,Kebetulan hari ini saya tidak bertugas.Yang terpenting sekarang adalah Jangan sampai Lily tahu kondisi Nanda.Apalagi pak joko dan keluarganya."
Ella Hendak membantah lagi perkataan Dr.Anne.Namun dia kembali mengingat perkataan Lily padanya.
'Aku mencintai Nanda.Dan jika kamu menyianyiakan Nanda,maka aku akan membawanya pergi jauh darimu.' ucapan Lily kini terngiang ngiang dikepala Ella.Kali ini Ella takut jika Lily akan benar benar membawa Nanda pergi.
'Benar apa kata Dr.Anne kalau sampai Lily tahu.Dia pasti akan memisahkan Aku dengan Nanda.Tidak aku tidak mau hal itu terjadi.jadi Memang sebaiknya aku berangkat kerja saja hari ini.' Lanjut Ella dalam hatinya.
"Ella kok ngelamun?" Tegur Dr.Anne mengejutkan Ella.
"Hah.. emm.. iya Dokter benar.Saya akan berangkat bekerja hari ini.Saya titip Nanda yah Dokter." Ucap Ella lalu bersalaman dengan Dr.Anne.
"Nanda aku pergi dulu yah.Tapi kamu tenang saja,Aku pasti akan kembali lagi.Cepat sembuh ya nda!" Pamit Ella pada Suaminya.Ella langsung saja mengambil tasnya dan pulang seusai mengecup hangat kening Nanda.
Dr.Anne hanya diam terkekeh melihat tingkah Ella pada putranya.Lalu dia duduk disamping Nanda seraya berkata.
''Nanda,kamu punya seorang istri yang sangat cantik,baik dan juga lugu.Hanya saja memang dia sangat labil.Akan tetapi selama Ella masih memahami apa yang disebut kasih sayang dan budi pekerti.Ella masih bisa diselamatkan dan dia akan kembali ke jalan yang benar."
__ADS_1
Ditempat lain Ella sedang bergegas pulang untuk bersiap ke kantor.Selepas sampai di Apartemen dia langsung membuka jilbabnya dan terurailah rambut panjang yang selama ini dia sembunyikan.
Ella Langsung masuk ke kamar Mandi dan melepaskan satu persatu helai kain yang menutupi tubuhnya.Lalu dia membersihkan seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali.
Sejenak Ella menunduk dan menghela nafas dalam dan menenangkan pikirannya.Ditengah serbuan air yang mengalir dari shower yang membasahi kepala dan rambutnya,dia berkata didalam hatinya.
'Pasti hari ini Lily dan teman teman kantor akan mengintrogasiku habis habisan.Kemarinkan Aku menyeret Nanda pulang secara paksa.Tapi Kali ini aku tidak akan lari aku akan menghadapinya dengan kuat.Dan yang terpenting jangan sampai Lily tahu kondisi Nanda.'
Setelah yakin dengan keputusannya,Ella langsung mematikan shower dan mengambil handuk untuk mengelap tubuhnya.Dia lalu berganti kostum dan bersiap untuk berangkat ke kantor.Tak lupa Ella juga menyiapkan roti tawar untuk sarapannya.
Seusai sarapan Ella langsung mengambil Tasnya dan menyabet kunci mobil dan segera berangkat ke kantor.Mengingat Waktu yang hampir siang,Ella menancap pedal gasnya agak dalam.
Saat sampai di kantor benar saja seluruh mata langsung tertuju kepadanya.Namun Ella yang sudah mendapatkan satu Quotes dari suaminya berjalan melewati koridor tanpa takut sedikitpun.Bahkan Ella masih bisa tersenyun dengan lebar layaknya seorang model.
Saat bertemu dengan teman teman kantornya.Ella menyapa mereka seolah semuanya baik baik saja.Lalu sampailah dia dimeja kerjanya.Dengan wajah yang masih berseri dia membuka worksheet dan kembali manjadwal ulang jadwal Lily yang kemarin sempat di batalkan.
Melihat gelagat Aneh dari Temannya.Arin menghampiri Ella dan menegurnya dengan ramah.
"Iya aku okeh kok." Balas Ella tersenyum.
"Oh ya.Tapi aku yakin,kamu nggak akan baik baik aja setelah Lily marahin kamu.Dia bener bener nggak suka kalau ada orang yang kasar sama Nanda." jelas Arin.
"Oh gitu.." Balas Ella singkat.
Tidak berselang Lama Lily datang dan menghampiri mereka berdua.Dengan suara batuk khas seorang bos dia menyindir Arin dan Ella.
"Ehhem.. Sepertinya ini adalah pagi yang cerah dan sangat pas untuk bergosip.'' Ucap Lily mendekati mereka.
"Hm... maaf bu!" Arin menunduk lalu dia kembali ke tempat dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara duel yang sesungguhnya akan segera dimulai.Antara Ella melawan Lily.Mereka berdua bahkan sudah menatap sinis satu sama lain.Meskipun bibir mereka sama sama tersenyum.
"Aku heran Kenapa kamu bisa tersenyum seperti itu.Setelah apa yang kamu lakukan kemarin." Ucap Lily Tegas.
__ADS_1
"Memangnya Apa yang Aku lakukan.Seingatku aku tidak mengganggumu sama sekali." Balas Ella tersenyum ramah.
Meski begitu tidak dapat dibohongi jika dia takut menghadapi Lily.Karena dibawah sana kaki Ella terus bergetar tanpa berhenti.
"Jangan pura pura bodoh Ella.Cepat katakan dimana Nanda!" ujar Lily keras tapi masih dengan senyum lebar diwajahnya.
"Dimana Nanda? hah.. pertanyaan macam apa itu.Semua orang disini termasuk dengan dirimu tahu Nanda adalah suamiku.Jadi aku rasa kamu juga tahu dimana Nanda.Lalu bagaimana bisa kamu masih bertanya hal serperti itu?" Ujar Ella keras masih dengan wajah tersenyumnya.
'Aku harus sangat berhati hati saat berbicara dengan Lily.Jangan jangan Dia hanya memancingku untuk mengatakan kondisi Nanda.Tidak aku tidak akan tertipu oleh senyum busukmu.Kau tidak akan bisa memisahkan aku dengan Nanda.' Pikir Ella.
'Kenapa Ella berkata seperti ini.Jawaban yang dia berikan menggantung,Tanpa kejelasan.hah.. aku sangat tidak menyukai situasi ini.Hentikan senyum palsumu itu La.Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dariku.' Pikir Lily
Sementara pegawai yang lain hanya diam terperangah melihat duel antara Ella dan Lily.
Mereka tidak ikut campur lebih jauh.Dan akhirnya mereka hanya cukup tahu saja.
'Gawat.. pedahal mereka saling serang tapi wajah mereka masih bisa tersenyum dengan begitu lebarnya.Apa ini yang dimaksud perang dingin." Pikir Arin.
'Ah.. entah kenapa meski jadi penonton rasanya ini sangat mencekam bagiku.melihat mereka tersenyum disaat berkelahi seperti ini membuat aku merasa takut.Ternyata wanita itu memang seorang psikopat.Pedahal mereka hanya memperebutkan Nandakan.hah... kenapa tidak ada yang memperebutkan Aku." pikir Faiz.
"Ini adalah jadwal baru yang telah aku buatkan untukmu.Aku harap kamu bisa memeriksanya terlebih dahulu." Ucap Ella tersenyum sambil memeberikan print out jadwal Lily.
"Hemmm... aku rasa tidak usah.Aku percaya pada kemampuanmu dalam bekerja.Sekertaris!" Ujar Lily menerim Jadwal barunya.
Selepas itu Lily dan Ella berhadapan lurus satu sama lain sambil terus tersenyum.Dan Akhirnya semua selesai ketika Lily pergi dan kembali keruangannya.Untuk sementara Ella bisa menarik Nafas Lega.
.
.
.
.Like comment vote
__ADS_1