My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 72


__ADS_3

Ella berhenti tepat di sebuah Mall didekat pusat kota. Dia sengaja membawa Nanda kesana, untuk membelikan sejumlah pakaian, dan kebutuhan lainnya.


"Rukonya gede banget La." Ujar Nanda saat keluar dari mobil.


"Ini namanya Mall Mas, bukan Ruko." Ujar Ella tertawa.


"Udah yu masuk." ucap Ella.


Ella berusaha untuk meraih tangan suaminya. Namun, Nanda langsung menolak Ella dan mengalihkan tangannya.


"Ko Mas ngehindar dari aku." Ujar Ella.


"Aku nggak mau masuk kesana La. Aku masih curiga sama kamu. Dari awal sikap kamu udah aneh." Ujar Nanda.


Ella kemudian menghela nafas saat mendapat tolakan dari suaminya. Apalagi Nanda sudah menuduh macam macam padanya.


"Mas, aku cuman mau beliin kamu baju ajah disini. Nggak ada apa apa ko." Bujuk Ella.


"Buat apa beli baju. Bajuku udah banyak dilemari La." Balas Nanda malas.


"Mas aku beliin baju buat kamu. Biar penampilan kamu makin keren." Ujar Ella lalu mengusap bahu dan dada sebelah kanan Nanda.


"Kalau penampilan kamu makin keren, kan aku tambah-" Ujar Ella terdiam.


"Tambah apa?" spontan Nanda.


"Tambah tambah deh, pokoknya." Lanjut Ella gelagapan.


'Duh, hampir aja aku keceplosan.' Pikir Ella.


"Udahlah Mas Ayo." Lanjut Ella.


Ella lalu menarik tangan Nanda dan buru buru melangkah menuju mall. Namun Nanda lagi lagi menolak Ella, kali ini dia menggunakan cara yang sedikit kasar, dengan menghempaskan tangannya dari genggaman Ella.


Ella yang mendapat tolakan dari suaminya, mulai merasa jengkel. Dia kemudian mendekati nanda dan berbicara lantang didepan suaminya.


"Kamu udah berani kasar gitu sama aku." Ujar Ella.


"Aku udah capek ya mas, dengan sikap kamu yang kaya gini." Ujar Ella mengrenyit kesal.


"Terserah kamu mau bilang apa. Tapi aku nggak mau masuk ke dalam sama kamu." Ujar Nanda agak keras.


"Aku nggak suka sama nada bicara kamu yang barusan. Sekarang kamu mau ikut aku masuk apa nggak." balas Ella lebih keras.


"Nggak mau aku!" Balas Nanda.


"yakin kamu nggak mau?" Lanjut Ella.


"Nggak!" lanjut Nanda ketus.


"Yaudah aku tinggal!" Balas Ella.


"Yaudah sana!" Ujar Nanda.


"Yaudah!" Balas Ella.


Ella kemudian melangkah pergi sambil menghentakan kakinya dengan keras. Sementara Nanda membuka pintu mobil untuk menetap disana. Tapi tiba tiba Ella kembali berbalik sambil merengek.


"Mas ayo ih, ikut sama aku." Ujar Ella.


Ella kembali menemui Nanda dan menghalangi suaminya masuk ke mobil. Dengan cepat Ella menggandeng tangan suaminya menggunakan kedua tangan dengan erat. Lalu dia berjalan sambil memaksa Nanda ikut bersamanya.


Karena melihat istrinya yang sudah kesal. Kali ini Nanda tidak menolak dan ikut bersama istrinya. Namun untuk menjaga kondisi tetap kondusif. Nanda sengaja memberi perlawanan kecil kecilan yang bisa dipatahkan oleh Ella. Alhasil Ella terus menggandeng tangan Nanda dengan erat hingga masuk kedalam mall.


"Aku nggak mau La." Rengek Nanda.


"Aku nggak mau tahu, pokoknya Mas harus ikut sama Ella." Balas Ella.


Sampai didalam Mall Ella masih enggan melepaskan tangan suaminya. Dia terus menggandeng tangan Nanda sambil melihat lihat tempat yang menarik. Sebelum memilihkan pakaian Untuk suaminya. Ella mampir dulu untuk membeli parfum yang cocok untuk Nanda.


"Mas, kamu mau pilih parfum yang mana?" Tanya Ella.


"La bisa nggak lepasin tangan aku dulu." Ujar Nanda menatap Ella.


Ella kemudian balas menatap suaminya sambil tersdnyum dan berkata.


"Nggak mau, nanti kamu kabur dari aku." ucap Ella.


"Hufftt.." Nanda menghela Nafas.


'Tenang La, Aku aja ogah jauh dari kamu. Apalagi kabur?' Pikir Nanda dihatinya.


"Gimana kalo yang ini aja. Baunya wangi banget!" Ujar Ella Melirik suaminya.

__ADS_1


Namun Ella dibuat terenyuh saat melihat Nanda terdiam dan menatap hangat sambil senyum kearahnya.


"Mas! kamu kenapa?" Lanjut Ella tertawa dengan melambaykan tangan dimata Nanda.


"Euhmm.. eh kenapa La." Ujar Nanda kaget.


"Kamu kenapa sih mas, ko ngelamun." ujar Ella tersenyum.


"Eh.. enggak papa La. Aku cuman meleng sedikit." Balas Nanda.


'Anjir.. bisa bisanya gue salting disaat kayak gini.' gerutu Nanda dihatinya.


"Bilang aja kamu seneng aku gandeng kaya gini." Ujar Ella berbisik dengan perasaan malu.


"Em.. sebenarnya iya, Aku seneng deket sama kamu La." Ujar Nanda pelan.


"Aku juga seneng bisa jalan sama kamu hari ini. Mas jangan pernah tolak aku lagi ya." Lanjut Ella.


"iyah!" Balas Nanda.


Setelah sejenak bermesraan disana, Nanda kembali mencairkan suasana dengan mengajak Ella berpindah tempat.


"La, kita lihat yang disebelah sana yu." Ajak Nanda.


"Ehm ayo!" Balas Ella.


"La, tanganmu jangan dilepas yah." Bisik Nanda.


Ella kemudian tersenyum malu mendengar perkataan suaminya. Ella tidak sanggup menjawab karena perasaan dihatinya yang semakin memuncak. Alhasil Ella hanya menguatkan pegangannya ditangan Nanda.


Setelah Nanda menemukan parfum yang dulu sangat suka dia pakai. Dia menyampaikan keinginanya ke Ella.


"La parfum yang ini wanginya enak, Beli yang ini aja." ujar Nanda.


"Eh iya yang ini wanginya Enak. kamu mau yang ini Mas!" Tawar Ella.


"Cek dulu harganya La." Ujar Nanda.


"Paling cuman 700 rb." Ujar Ella.


Ella kemudia mengecek harga si parfum. Setelah melihat angka dari parfumnya ella langsung shock dan tidak percaya.


"Berapa harganya La?" Tanya Nanda.


"Murah banget la, mie ayam aja harganya 10 ribu." Ujar Nanda.


"Itu ribu ini juta, beda jauhlah." balas Ella.


"Oh gitu ya." Balas Nanda datar.


'Baru sadar parfumku mahal heheh..' pikir Nanda.


"Kita cari yang lain aja yu mas." pinta Ella.


"Ok" Balas Nanda singkat.


Mereka kemudian berjalan ke bagian lainnya. Untuk menemukan parfum yang tepat.


"Mas, emang kamu suka parfum yang gimana sih."


"Gini aja La, kamu pilih parfum yang wanginya kamu suka aja." Balas nanda.


"Tapikan yang nanti pakai kamu mas, bukan aku." Lanjut Ella.


"Gapapa la, kalau kita cari parfum yang baunya kamu suka. Jadikan kamu bisa betah deket aku terus." Balasnya.


"Bilang aja kamu mau godain aku." Balas Ella tersenyum.


"aku serius ko La." Lanjut Nanda.


"Udah ah, hayu." Saut Ella tertawa.


Setelah lama mencari, Ella kemudian menemukan parfum yang tepat untuk suaminya, dan pas untuk isi dompetnya. Selanjutnya dia mencari minyak rambut untuk Nanda.


"Mas minyak rambutnya yang ini aja, ini bagus loh." Ujar Ella.


"Iya ambil aja." Ucap Nanda.


Setelah membeli minyak rambut dan parfum. Mereka lantas pergi mencari pakaian untuk Ella. Pertama Ella mencarikan beberapa kaos polos berwarna hitam dan putih. Lalu Ella kembali memilihkan kemeja untuk suaminya.


"Nih mas, cobain dulu dikamar ganti." Ujar Ella.


Nandapun menerima baju yang dipilihkan Ella. Dan mengganti pakaiannya di ruang ganti. Lalu Dia keluar dari kamar ganti.

__ADS_1


"Nah, baguskan La." Ujar Nanda.


"Hem.. iya cocok sama kamu." Ujar Ella.


"yaudah yu bayar dikasir." ujar Nanda.


"Nanti dulu masa cuman beli 1, nih cobain yang ini." ujar Ella.


Nanda kemudian mengganti bajunya lagi lalu menunjukannya pada Ella.


"Udah baguskan." Ucap Nanda.


"Hmm.... Kayaknya celananya gak cocok deh mas." Ujar Ella.


"Ella, celana item itu cocok sama kaos warna apapun." Ujar Nanda kesal.


"Iya aku tahu, tapi kalo celanamu item semua. Gak ada variasinya. Bentar aku cariin celana yang cocok." ujar Ella.


Setelah Ella menemukan celana yang tepat dia memberikannya pada Nanda. Nandapun kembali mengganti celananya.


"Nah ini baru cocok." Ujar Ella


memberikan jempol.


"Hufft... akhirnya ada yang pas." Ujar Nanda menghela nafas.


"Tapi sandalmu gak cocok deh. Aku cariin sepatu buat kamu yah!" Ujar Ella.


'Hah, astaga sampai kapan penderitaan ini berakhir.' pikir Nanda.


Setelah beberapa kali menggangti baju, sweater, jaket , celana, dan sepatu. Akhirnya mereka selesai, dan Nandapun bisa menarik nafas Lega.


"Aku udah capek La, kita pulang yuk." Ajak Nanda.


"Kamu doang yang beli baju, aku nggak?" Ucap Ella.


Nanda kemudian menghela nafas karena dia tahu kemana arah pembicaraan istrinya. Setelah mengira semuanya telah berakhir, Nanda sekarang menepuk jidat. Karena penederitaan yang sebebarnya baru dimulai.


"Mas coba liat deh, cocokan yang hitam atau putih." Ujar Ella sambil memegangi 2 baju.


"Dua duanya bagus kok La."


"Kamu kenapa sih. loyo gitu jawabnya, akukan nanya serius Mas." Ujar Nanda kesal.


'Cantiksih, tapi reseh' gumam Nanda.


Setelah dibuat capek dengan terus berganti baju oleh istrinya. Kini Nanda dibuat sekarat karena disuruh memilih pakaian mana yang cocok untuk istrinya. Setelah berlama lama akhirnya Ella menemukan pakaian yang tepat.


"Mas bajunya bagus banget kan. Aku suka banget sama yang ini, menurut kamu bagus nggak." Tanya Ella sambil memamerkan baju baru yang dia kenakan.


"Wah cocok bu, bagus banget!" Saut seorang customer service disana.


"Iya La, kamu jadi 100 kali lebih cantik." Ujar Nanda.


Nandapun dibuat terpukau oleh penampilan Ella saat ini. Warna biru gelap dari kain yang membalut istrinya terlihat begitu elegan dan berkelas. Apalagi model bajunya yang juga sangat sinkron dengan model hijab yang dipakai Ella.


"Tapi bu, kalau menurut saya baju yang tadi dipilih untuk suami ibu nggak ada yang cocok sama baju ibu yang ini." Saut customer service tadi.


'Seandaikan aja lu laki, pasti udah gua gampar lu ya.' pikir Nanda.


Setelahnya Ella memilah dan memilih pakaian akhirnya Ella jatuh hati pada sebuah pakaian. Setelan Jas berwarna biru dongker, disandingkan dengan sepatu pantofel.


Hasilnya sangat diluar dugaan, Nanda benar benar berubah menjadi sosok yang sangat berbeda didepan Ella.


"Waw mas, kamu-" Ujar Ella


"Wah tuan terlihat sangat tampan sekali. Setelan jasnya juga cocok dengan pakaian ibu. Kalian teh bener bener pasangan yang serasi." ujar customer service.


Ella dan Nandapun hanya bisa tertawa saat mendengar pujian dari orang lain. Mereka saling berhadapan dan kagum dengan penampilan dari pasanganannya.


.


.


.


.


.


.


.Like comment vote

__ADS_1


__ADS_2