
"Sayank apa kau baik baik saja." Ujar Seorang wanita menatap suaminya penuh kehangatan.
"Aku hanya kelelahan marissa." Jawab lelaki itu sambil melepaskan kemeja putih dari tubuh letihnya.
"Apasih yang kau pikirkan. Saat direstoranpun kau beberapa kali mengacuhkan aku begitu saja." Marissa lantas memeluk dada bidang suaminya yang terlihat jelas tanpa busana.
"Maaf yah, Aku sedang banyak pikiran belakangan ini." Alex balas memeluk istrinya. Alex kini sedang belajar dan berusaha keras untuk mencintai marissa dan melupakan sekertaris yang menghianatinya dulu.
"Kau tadi mengabaikanku begitu saja, sekarang aku tidak akan melepaskanmu. Kamu adalah miliku malam ini."
Wanita itu kemudian mulai menciumi leher suaminya dan memberikan tanda kepemilikannya disana. Ciumannya berlanjut hingga ke pipi lalu mendapat respond yang cukup liar dari bibir suaminya. ciuman yang awalnya pelan dan hangat berubah semakin hot ketika Alex memaksa lidahnya menari didalam mulut istrinya.
Sudah sejak lama Marissa memimpikah hal ini. Memiliki Alex dan menjadi pendampingnya hingga hari tua adalah impian terbesarnya. Seusai asik berciuman Alex lalu membawa istrinya ke atas ranjang, satu persatu ia melucuti semua pakaian yang dikenakan istrinya.
"Ahhh.. Alex! rupanya kau sudah tidak sabar untuk menjamu istrimu." ujar wanita itu tersenyum malu karena ulah suaminya. Alex tidak terlalu memperdulikan perkataan marissa dan langsung menciumi bibir mungil dibawahnya.
"Ahhh...!" Satu desahan lolos dari bibirnya ketika Alex sudah merangsek turun dan mengecupi lehernya. Tangan nakalnya juga sudah mulai meremas payudara marissa yang terasa pas ditangannya.
"Ahmm... Alex!" Marissa semakin dibuat gelisah, ketika bibir hangat Alex mulai menjamahi putingnya. Dijilat dan dihisap ****** istrinya yang sudah tidak berdaya itu. Tangan Alex juga sudah mulai turun menuju kewanitaan marissa yang sudah sangat lembab disana. Alex terus mengusap ngusap ******** istrinya yang mengirimkan geli pada istrinya.
"Kaupun sudah tak sabar ingin aku jamahikan sayang!" Alex menatap hangat pada istrinya yang sudah kewalahan menghadapi tingkah usilnya.
Marissa hanya tersenyum malu dengan pipi meronanya. Dia kemudian merangkul dan memeluk suaminya dengan penuh cinta.
"Cintai aku, sedalam aku mencintaimu Alex!" Alex semakin bergairah saat mendengar permintaan marissa ditelinganya. Dalam seketika celana hitam dan CD yang dia pakai terlempar kesamping ranjang.
Alex kemudian kembali mendekat pada wajah marissa. Saat hanya berjarak 2 cm, marissa menutup matanya. Langsung saja alex mengecup pelan bibir istrinya, disaat yang bersamaan diarah bawah senjatanya mulai menerobos liang kewanitaan marissa.
"Argghm.!" Marissa memekik kesakitan hampir berteriak saat Alex mulai mensetubuhinya.
"Tahan sedikit saja, sayank!" Alex mengecupi lagi bibir marissa supaya dia tidak terlalu bertetiak kencang saat ia memulai aksinya. Nafas mereka berdua saling memburu menarik gairah satu sama lain.
Ketika kejantanan Alex sudah masuk seluruhnya. Sejenak ia menunggu marissa memperbaiki deru nafasnya yang sangat tersenggal. Setelah tenang Alex melanjutkan aksinya dengan sedikit liar. Dia terus menggerakan panggulnya untuk menjamahi kewanitaan istrinya.
Sementara Marissa hanya sibuk merasakan kewanitaannya yang telah diobrak abrik oleh suaminya. Marissa terus tersenyum dan menciumi bibir, pipi, dan leher suaminya. Mereka berdua begitu menikmati moment ini hingga alex melepaskan cairannya didalam marissa.
__ADS_1
"Arhghh... Alex!" Rintih marissa sambil memeluk erat tubuh suaminya.
seusai menjamahi istrinya Alex bergeser kesamping diikuti marissa yang tidur menyamping. Alex menatap wajah istrinya yang begitu memerah akibat ulahnya.
"Marissa sebesar apa perasaanmu padaku?" Tanya Alex pada istrinya.
"Begitu besar Alex, sampai aku rela melakuakan apapun demi mendapatkan cinta darimu." Marissa merapat dan memeluk suaminya dengan erat.
"Karena itulah aku mohon lupakan sekertarismu. Aku tahu kau masih memikirkan wanita itukan." Ujar Marrisa mengerucutkan bibirnya.
"2 tahun aku memendam perasaan kepadanya marissa, butuh keberanian besar bagiku untuk melamarnya." Ujar Alex menahan marah dan sumpah serapah dimulutnya.
"Tapi akhirnya kau melihat siapa dia yang sebenarnyakan. Dia tidur dengan seorang pria setelah makan malam dirumahmu." Saut marissa tenang. Dia terus menjelek jelekan Ella dan dia mengunggulkan dirinya didepan Alex.
"Aku yang menemanimu selama ini, kala kita masih kanak kanak hingga remaja. Aku yang tidak pernah meninggalkanmu Alex. Percayalah padaku, aku begitu mencintaimu!" Lanjut marissa.
"Aku pasti akan melupakannya marissa, tapi tolong jangan terlalu memaksaku. Aku butuh waktu untuknya." pinta Alex pada istrinya.
"Iyah, ambilah semua waktu yang kau butuhkan." Ujar marissa tersenyum. Aku sudah mendapatkanmu Alex tak ada lagi yang aku inginkan. Tapi jika kau kembali berhubungan dengan mantan sekertarismu. Aku akan menghabisinya, aku rela melakukannya sama seperti saat aku menjadi kaki tangan dari kejahatan ayah kita.
***
"Marissa, ayah ingin kau mendekati seorang pria. James putra dari wira!" pintanya tegas pada putrinya.
"Apa? aku tidak mau ayah!" Marissa mengerutkan dahi, matanya membundar tidak percaya mendengar permintaan Ayahnya. Baginya jika ada seorang laki laki yang ingin dia dekati hanyalah teman masa kecilnya, Alex.
"Marissa, perusahaan ayah sekarang berada diujung tanduk. Perusahaan kita terus melemah setiap detiknya karena wiratmaja instituate. kamu harus mendekati james supaya kita bisa menemukan kelemahan mereka." Tegas hastomo.
"Marissa tidak mau ayah, Tolong jangan korbankan marissa hanya demi menyelamatkan perusahaan." ujar marissa lirih menahan air mata yang ada dipelupuk matanya.
"Tidak apa marissa tenanglah, ini hanya untuk sementara waktu. Kamu harus mendekatinya dan mencari informasi untuk kami." ucap seorang pria paruh baya lainnya yang tak lain adalah sahabat dari ayahnya.
"Om darma." ujar marissa terkejut melihat kedatangan Darma. Ayah dari pria yang sangat ia cintai.
"Kenapa om juga mau aku melakukannya. Bukankah om juga tahu, marissa sangat mencintai Alex." Ujarnya keras.
__ADS_1
"Iya om sangat mengerti dengan perasaanmu." Balas Darma lembut menatap gadis didepannya.
"Karena itulah om akan menjodohkan kamu dengan Alex. Jika kamu bersedia melakukan tugas besar ini." Lanjutnya.
Jelaslah Marissa mensetujui permintaan dari Darma dan juga Hastomo, ayahnya. Mereka berdua memulai rencana bejadnya dengan mengirim marissa sebagai mata mata untuk mengawasi keluarga wiratmaja.
***
Marissa memulai rencananya dan mendekati james yang kala itu berada disebuah club malam.
"Saat melihatmu untuk pertama kalinya. Aku selalu bertanya tanya hal apa yang sedang dilakukan oleh orang terhormat sepertimu disini." Ujar marisa sambil menyapu rambutnya kesamping dengan tangan untuk menarik perhatian orang yang duduk di depannya.
"Katakan apa aku mengenalmu?" balas pria tadi sambil mengangkat sebelah alisnya. Marissa membungkuk dan menatap wajah pria itu dengan jarak yang sangat dekat.
"Tidak, tapi aku mengenalmu James anshuari atmaja. Kau putra sulung wira atmaja sang pemilik perusahaan besar Wiratmaja instituate." ujar Marissa menggoda james.
"Rupanya sudah banyak yang mengenalku. Tapi kau kekurangan satu hal. Aku adalah pewaris dari perusahaan tersebut kau ingat itu baik baik." Balas james tepat didepan marissa. Marissa balas tersenyum manis mananggapi kesombongan james.
"Kau tampan dan sangat kaya raya. Tapi kau kurang menarik bagiku." Marissa kembali bangun dan beranjak pergi meninggalkan james. Namun marissa kembali tersenyum ketika james memegang sebelah tangannya, lalu dia ditarik dan dipaksa duduk dipangkuan lelaki tadi.
"Kau akan tahu seberapa menariknya aku saat kita berada sangat dekat." Ujar james memeluk marissa yang berada di pangkuannya.
***
Waktu berjalan cukup lama, mariisa akhirnya berpacaran dengan james. Mereka berdua sudah sangat dekat bahkan dia sudah diajak ke rumah megah keluarga wiratmaja. Marissa tidak menyianyiakan kesempatan yang ada dia terus mengirek informasi dadi james dan menyetorkan hasilnya pada Darma dan hastomo.
Hingga pada suatu ketika saat makan malam bersama james dan keluarganya. Marissa mendapati fakta menarik dan rahasia terbesar keluarga konglomerat tersebut. Putra tertua keluarga wiratmaja yang sebenarnya, Ananda putra wiratmaja.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Like comment vote