My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 95


__ADS_3

Ketika mendapatkan moment yang tepat Ella langsung naik ke atas suaminya dan melepaskan kancing piyama miliknya satu persatu.


"La..!" ujar Nanda panjang.


"Terserah akukan." Balas Ella membentangkan senyuman.


Nanda bangkit dalam posisi duduk dan mwnciumi istrinya lagi disana. Tak lama Ella meminta Nanda melepaskan celana panjang miliknya.


"Bajunya nggak La?" Tanya Nanda heran saat Ella mulai melepaskan CD nya.


"Aku mau kamu tetep pake baju, Yang telanjang biar aku aja." pinta Ella.


Nanda mengangguk dan tersenyum tanda mengerti. Beberapa saat kemudian Ella mulai menjalankan aksinya. Kali ini dia memegang kendali permainan.


"Huftt...!" Desah Ella panjang.


"Anget banget La!" Ujar Nanda cengengesan sambil melimat leher istrinya.


Nanda membiarkan Ella bermain sepuasnya dengan bergoyang kesana kemari mengikuti naluri. Sementara Dia hanya ikut membantu dengan memberikan pijitan di kedua tombol Ella yang berada didepan wajahnya.


Sesekali Nanda mengusap rambut istrinya, menggenggam tangan Ella dan menciumi leher mulus bersih dihadapannya. Hingga beberapa lama permainan berjalan Ella mulai kewalahan.


"Argh.. yank aku udah nggak kuat." Ujar Ella mengrenyit nyeri.


"Semangat dong La, Katanya mau punya anak cowo." Nanda tersenyum geli melihat tingkah istrinya. Bilangnya tidak tahan tapi masih tetap saja menggoyangkan pinggang diatasnya.


"Gak mau ah mas, punyamu nusuk banget." Ujar Ella makin pelan.


Nanda tertawa lalu menarik tubuh Ella untuk tidur diatas tubuhnya yang juga ikut roboh kebelakang. Hangat sekali pikir Nanda tersenyum. Nanda bisa merasakan jelas kenyal dan padat payudara istrinya.


Sesaat Nanda membiarkan istrinya beristirahat dan mengambil nafas segar. Lalu tak lama Nanda membalik keadaan tubuhnya dan meletakkan Ella dibagian bawah untuk mengambil kendali permainan.


"Aku mulai lagi ya La!" ujar Nanda tertawa.


Ella hanya mengangguk dan tersenyum membalas suaminya. Nanda mulai memacu istrinya lagi memberikan sensasi geli dan kenikmatan luar biasa pada Ella.


Permainan berlanjut dengan gerakan dan tempo yang semakin cepat. Nanda tak menyia nyiakan satu detikpun untuk menikmati waktu bersama istrinya.


Hingga Akhirnya Nanda melakukan pelepasan yang sangat hebat dan membuat Ella menjerit kencang.


"Arghhh.. yank!" Teriak Ella keras.


Sejenak Nanda roboh dan menindih badan mungil istrinya. Cup... Nanda mencium bibir dan wajah istrinya beberapa kali sebeluk akhirnya dia berpindah ke samping dan menyudahi pergulatan.


Ella juga ikut tidur menyamping dan memeluk suaminya. Deru nafasnya saja masih terdengar, tapi Ella masih sempat bertanya pada suaminya.


"Jadinya cowo apa cewe?" Tanya Ella dengan nada lirih karena lelah.


"Cowo atau cewe nggak masalah, yang ownting nanti kita rawat sama sama!" Ujar Nanda.


"Ok my hubby!" Lanjut Ella.


Beberapa saat kemudian Ella tertidur Lelap. Capek ya batin Nanda sambil melihat istrinya. Kemudian Nanda bangun dengan perlahan dan mengambil pakaian di lemari. Dia memakai celana panjang dan jaket warna hitam, lengkap dengan masker miliknya.

__ADS_1


Aku pengen nemenin kamu semalaman La. Tapi sekarang malam punya penjaganya. Aku janji gak lama, jangan bangun sebelum aku pulang ya La. Batin Nanda lalu menaikan selimut istrinya.


Tengah malam Nanda melakukan kegiatan barunya dibelakang Ella. Lari malam beberapa saat sebelum melakukan penyelidikannya lagi.


Teet...


"Halo!" Ucap Nanda mengangkat telepon.


"Dimana?" Tanya seorang wanita dari sebrang.


"Aku sedang lari mengelilingi taman sebentar!" Ujar Nanda terengah.


"Lama sekali, Lalu kenapa baru sekarang mengangkat teleponku?" Tanya lily jengkel.


"Kamu tahulah Istriku, tadi aku olahraga bersamanya sebelum lari di taman." Ujar Nanda pelan.


"Hmm... dasar tukang pamer! Aku ke taman sekarang tunggu aku!" Ujar Lily


"Okeh.!!"


Sambungan kemudian terputus, Nanda memasukan ponselnya ke kantong dan melanjutkan lari beberapa putaran lagi.


"Aghm... ugh.. agh.. "


Beberapa lama kemudian mobil Lily datang dan Nanda langsung masuk kedalam untuk menemuinya.


"huft.. huft.. hagh.. " Nanda terengos.


Lily memberikan Nanda air minum sebelum memulai percakapan mereka. glek glek glek air itu akhirnya masuk membasahi tenggorokannya.


"Kamu yakin tadi pagi itu marissa dan Alex." Saut Lily.


"Kamu tidak percaya?" Jawab Nanda tertawa kecil.


"Ini bahaya!" Lily mengrenyit kesal. Dia mengerti dengan baik keadaannya, setelah ini Alex pasti akan berusaha mencari tahu tentang Ella.


"Jangan khawatir ini tidak terlalu buruk!" Saut Nanda enteng.


"Jangan terlalu yakin, dulu kamu menyepelekam lawan dan berakhir tragis." Ujar Lily tertawa mengejek.


"Jalankan mobilnya!" Perintah Nanda.


Lily kemudian memasukan gigi masuk dan menjalankan mobilnya dengan perlahan.


"Jika jadi Alex apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Nanda sambil tertawa.


"Kalau aku jadi Alex, aku akan mencari tahu semua informasi tentang Ella. Terutama posisinua di pt bumi rahayu." Saut Lily.


"Bagus, lalu bagaimana caramu untuk menyelidikinya?" Tanya Nanda sambio mwnggwrakan satu alis.


Lily adalah pengamat yang tajam, dia juga pandai dalam mengatur rencana dan memperhitungkan gerakan lawan. Tidak salah jika Nanda merasa lwbih tenang jika Lily ada bersamanya.


"Stalking sosmed? oh tidak tidak mungkin! Jadi aku rasa dia akan menyuruh orang untuk memata matainya. Orang di Hasanata Group yang dekat dengan Ella." Saut Lily yakin.

__ADS_1


"Yeah.. Fanny!" Lanjut Nanda sembari menjentikan jari.


"Siapa Fanny?" Lanjut Lily.


"Fanny adalah sahabat Ella, dia sekertaris alex sekarang. Masalahnya dia tahu persis kejadian dimalam pertamaku dengan Ella. Dia akan memberitahukannya pada Alex!" Ujar Nanda senyum.


Break...


Lily mengerem secara mendadak saat mendengar penjelasan sahabatnya.


"Agh.. Kau gila ya! Yang bener kalau bawa mobil." Teriak Nanda jengkel.


"Kau yang Gila!" Balas Lily spontan.


"Huftt... Jalankan mobilnya dan bersiaplah untuk dongeng malam ini." Lanjut Nanda.


Lily sejenak menarik nafas dan berpikir sebentar sebelum kembali menjalankan mobilnya.


"Fanny akan menceritakan semua yang dia ketahui pada Alex. Sebenarnya dia bisa diam tapi diam didepan Alex adalah mustahil. Saat Alex tahu yang terjadi sebenarnya di malam itu, dia akan menggila. Dia akan menulusuri semuanya untuk mendapat kebenaran. Dan saat kebenaran itu ada didepan matanya..." Nanda menghentikan kalimatnya dan melirik ke arah lily.


"Apa? Apa yang akan terjadi?" Lanjut Lily.


"Hahahaha.. coba tebak sendiri." Ujar Nanda.


"Nanda cepat katakan padaku sekarang juga." ujar Lily jengkel.


"Skenario terburuk yang paling kamu takutkan akan terjadi!" Ujar Nanda memandang sinis.


"Jangan melihatku seperti itu, kau membuatku takut!" Ujar Lily Lirih.


Nanda tertawa melihat wajah Lily yang ketakutan. Memang sudah sejak lama Nanda tidak pernah melihat Lily polos seperti awal mereka bertemu dulu.


"Club of heaven! kita sudah sampai." ujar Lily melihat kearah club di sebrang jalan.


"Club yang menarik, kamu mau ikut ke dalam?" Tanya Nanda.


"Tidak, aku akan menunggu di mobil. Ngomong ngomong mangsamu sudah datang." Ujar Lily menunjuk ke arah seorang wanita muda tang turun dari mobil.


"Sexy sekali! Mungkin dia bisa jadi selingkuhan yang ideal." Ujar Nanda.


Plek..


Satu pukulan mendarat dikepalanya. Lily memandang jengkel kepada Nanda yang suka asal bicara.


"Apa kamu yakin mau melakukan ini? Kalo Ella tahu kamu jalan dengan Adiknya Alex. Dia bisa sangat sedih bahkan lebih parah lagi." Ujar Lily menatap serius.


"Rita hasanata, Dia bisa menjadi pion yang bagus, kita bisa mendapatkan informasi terbaru darinya. Yang aku lakukan disana hanya masuk, sedikit berbicara dan pura pura menyukainya." Lanjut Nanda.


"Aku hanya bisa mengatakan semoga kau berhasil!" lanjut Lily pelan.


"Okey, kalau begitu sampai bertemu lagi."


Nanda kemudian membuka pintu dan turun dari mobil. Dia sempat berbalik untuk tersenyum dan memberikan jempol pada Lily.

__ADS_1


__ADS_2