
Setelah Dewa selesai melaksanakan hukumannya diapun pergi ke ruangan Bu Stefy.
Dewa langsung Duduk di sofa yang ada di depan meja kerja Bu Stefy.
dengan tatapan lembut Bu Stefy duduk di hadapan Dewa.
"Dew,kamu kenapa bikin ulah lagi.apa semalam belum juga cukup,Tanya Bu Stefy dengan tatapan yang menyejukkan.
"Masa depan kamu masih panjang,kalau kamu seperti ini akan jadi apa kamu,",Tanya Bu Stefy lagi.
Dewapun menatap Bu Stefy dengan intens dan tersenyum.
"Dewa maunya jadi suami ibu saja,dewa g mau jadi apa-apa maunya bisa jadi suami dan menemani ibu terus,"Jawabnya sambil terus mengukir senyumannya.
"Kamufuh pikirin dulu sekolahnya,malah ngegombal,"Jawab Bu Stefy dengan pipi merona yang menandakan dia malu.
sementara di kediaman Bu Stefy.
"Ma, apa Stefy sudah punya pacar,"Tanya Lily yang tak lain adalah Kakak sepupu Bu Stefy.
"Mama tidak tahu nak",Jawab Bu Anna yang tidak lain adalah bibi dari Bu Stefy.
Karena asyik berbincang-bincang,kedua perempuan tadi pun tidak sadar bahwa Alex yang tak lain adalah suami dari Lily sudah ada di belakang mereka dengan menggendong Bryan.
"Nenek, Bunda,"Sapa Bryan.
Saat ini Bryan sudah berusia 2 tahun dan dia sudah sangat lancar ngomong.
Tak lama kemudian mereka berempat pun duduk di meja makan dan menikmati makanan yang sudah berada di meja makan.
Sementara di SMA BHAKTI BANGSA
Dewa yang sedari tadi sudah kembali dari hukuman yang diberikan oleh Bu Stefy enggan melanjutkan pelajaran bahkan sampai jam pelajaran usai Dewapun hanya meletakkan kepala di atas meja sambil bermalas-malasan.
"kalau tahu begini tadi tidak masuk saja,bolos sekolah dan ke bengkel saja". batin Dewa
kriiiiiiing kriiiiing kriiiiiiing.bunyi bel yang menandakan sekolah telah usai dan para siswa pun berhamburan keluar menuju parkiran untuk pulang,tak terkecuali Dewa dan Anjas.
"hei bro pulang yuk,"ucap Anjas sambilenepuk pundak Dewa dari kanan.
__ADS_1
"loe duluan aja gue mau mampir ke bengkel dulu buat ngecek laporan keuangan,bengkel yang ada di pinggiran kota S itu,sudah 2 bulan gue tidak ke sana " Jawab Dewa.
"ya udah gue duluan kalo begitu,by.".Ucap Anjas seraya mengangkat tangan kanannya untuk keluar menuju parkiran sekolah.
setelah Anjas pergi dengan motor kesayangannya.Dewapun keluar untuk ke bengkelnya.
Meski masih berusia 17 tahun Dewa sudah pandai berbisnis dia sudah punya 5 bengkel yang tersebar di kota S,selain itu di setiap bengkelnya dia mendirikan kafe dengan konsep yang menarik.Dari hasil balap liarnya Dewa tidak menggunakan untuk bersenang-senang tapi sebagian dia pakai untuk berbisnis sehingga seperti sekarang.
setelah berjalan menuju parkiran Dewa melajukan motor sport putih kesayangannya dengan kecepatan sedang
Beberapa saat kemudian....
Ketika dia sampai di pertigaan dekat dengan bengkelnya Dewa berhenti ke toko buah buat beli beberpa buah untuk di bagikan ke pekerja Yang ada di bengkelnya.
"gue beli buah aja deh,mereka pasti seneng," batin Dewa.
di dalam toko buah Dewa membeli beberapa buah diantaranya semangka,jeruk, anggur dan pisang,dia beliblumayan banyak karena memang di bengkel ada 5 orang yang bekerja di sana.
setelah melakukan pembayaran Dewapun berjalan menuju motornya untuk lanjut perlajanan menuju ke Bengkelnya.
tiba-tiba dari jauh muncul 5 orang asing yang seumuran dengan Dewa membawa tingkat berlari menuju Dewa,
"Hei itu orangnya ayo kita hajar,"Sahut salah satu dari mereka.
Dewa yang melihatnya pun kaget dan heran.tapi dia tidak berniat melarikan diri.
Dewa menghadapi mereka,meski kalah jumlah.itu tidakmembuat Dewa menyiutkan nyalinya menghadapi mereka.
tanpa di hindari perkalian pun terjadi,Dewa di tonjok dengan keras tapi Dewa bisa menghindar,mereka memukul dengan membabi buta tapi Dewa bisa menghadapinya meski Dewa kalah jumlah tapi Mereka kalah.
Dewa yang mendapat luka beberapa di wajahnya tersenyum puas dan menyuruh mereka pergi,tapi sebelum itu Dewa mencekik salah satu dari mereka untuk mengatakan siapa di balik pengeroyokan ini.
"Dasar Ady sialan,sudah kalah balap liar masih tidak terima,kesal Dewa.
"Sudah pergi sana sebelum kesabaran gue habis,"Ucap Dewa dengan Marah.
Dewapun berjalan ke arah motornya,sebelum melajukan motornya Dewa berniat menelpon melalui video call Bu Stefy,dia sangat ingin tahu perasaan Bu Stefy kalau tahu Dewa babak belur karena habis di keroyok tadi.
Kriiiiing kriiing kriiiiing.bunyi handpone Bu Stefy.
__ADS_1
Saat ini Bu Stefy masih ada di sekolah karena masih ada beberapa laporan yang harus diselesaikan.
dilihatnya handphonenya Yang ada di meja.setelah tahu yang melakukan video call adalah Dewa,maka diangkat langsung handphonenya.
"Dew ada apa kamu telpon ibu,Jawab Bu Stefy yang masih sibuk dengan beberapa berkasnya tanpa melihat wajah Dewa.
"Bu bisa tolong Dewa tidak,"Jawab Dewa dengan terbata sambil menahan perih.
iiishhhht sakit,Rengek Dewa sambil memegangi bibirnya yang berdarah
mendengar rintihan Dewa Bu Stefy menatap handphonenya.
"kamu kenapa kok babak belur sih Dew,"Jawab Bu Stefy khawatir.
"Sakit Bu,ibu bisa ke sini tidak saya tidak bisa mengendarai sepeda motor saya badan saya sakit semua,"Jawab Dewa sambil berakting seperti menahan rasa sakit.
"Ok kamu di mana ibu akan ke sana sekarang,"Jawab Bu Stefy khawatir.
Dewapun men-share posisinya ke handphone Bu Stefy.
setelah mendapatkan posisi Dewa Bu Stefy segera meletakkan berkas berkas yang di pelajari tadi.
"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa Dewa,"Gumam Bu Stefy.
Bu Stefy pun bergegas pergi dengan membuka pintu ruangannya dan langsung menuju parkiran dan mengambil mobilnya.
tanpa berpikir lama lama Bu Stefy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang sudah Dewa share lokasinya karena sangat khawatir dengan Dewa.meski khawatir Bu Stefy tetap tidak mau kebut kebutan mengendarai mobilnya.
setelah 30 menit berkendara Bu Stefypun sampai di tempat Dewa,dan dengan tergesa-gesa Bu Stefy berlari menuju Dewa setelah sebelumnya menutup pintu mobilnya.
Bu Stefy berjalan menghampiri Dewa yang terduduk di sebelah motornya.
"Dew kamu tidak apa-apa kan,"Tanya Bu Stefy khawatir.
setelah itu Bu Stefy mendudukkan badannya di sebelah kiri Dewa. dan memegang wajah Dewa melihat keadaan Dewa.karena posisi mereka sangat dekat membuat jantung keduanya berdegup kencang,seandainya bisa loncat mungkin jantung mereka berdua akan langsung loncat keluar dari tempatnya.
"saya tidak apa-apa Bu hanya luka kecil,"Jawab Dewa dengan masih memandang wajah Bu Stefy.
"aku rela sakit jika bisa setiap hari bisa melihat wajah cantik kamu bu Stefy," batin Dewa.
__ADS_1
Mereka saling pandang beberapa saat.
*****************Apa yang terjadi selanjutnya.....Tunggu kelanjutannya ya kawan