My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 97


__ADS_3

Sesampainya dikantor Ella bersapaan bersama teman temannya seperti biasa. Dia kemudian menuju ruangannya dan bekerja bersama layar monitor didepannya.


Hingga jam makan siang tiba dia memesan sejumlah makanan dari kantin dan makan sendiri di ruanganya. Pekerjaan Ella agak banyak hari ini, jadi dia tak punya waktu untuk mengobrol dan makan siang dengan temannya.


"Boleh aku masuk!" Ujar Lily dari pintu depan.


"Masuk saja Ly!" Ujar Ella mempersilahkan Lily masuk.


"Masih sibuk La?" Tanya Lily lalu duduk dikursi tepat di depan Ella.


"Kamu sendiri tahukan bagaimana kondisi perusahaan sekarang. Aku sedang semangat semangatnya bekerja saat ini." Ujar Ella sambil tertawa.


"Oh iya kamu sendiri gimana? Gak sibuk!" Lanjut Ella mengerutkan dahi.


"Tidak, Semenjak perusahaan memasang Line up baru. Tugasku jadi banyak berkurang dan aku bisa cepat selesai mengerjakan sisanya. Aku harus banyak berterima kasih padamu untuk itu. Idemu membawa perubahan yang besar pada perusahaan terutama padaku." Jelas Lily pada COO nya.


"Seharusnya itu tidak menjadikan alasan untukmu bermalas malasan. Sekarang aku merasa asing padamu, kamu tidak seperti Lily yang aku kenal." Ujar Ella meledek Lily.


"Hush.. sembarangan Aku mana ada males malesan. Justru aku kesisni karena ada perlu sama kamu, Ya soal kerjaan." Jelas Lily mengatakan tujuannya pada Ella


"Apa yang bisa aku bantu untukmu Mrs. CEO?" Ujar Ella tersenyum kecil.


"Kamu pasti ingat dengan Alexkan?" Ujar Lily menyeringai.


Senyum Ella langsung pudar saat Lily menyebutkan nama Alex. Ella sudah muak dengan mantan bosnya itu. Sejujurnya dia juga shock saat Alex tiba tiba datang di acara syukuran kemarin.


"Kenapa tiba tiba kamu menyebut namanya?" Tanya Ella dengan wajah agak kesal.


"Perusahaan kita sedang sangat maju saat ini. Sementara Hasanata Group sedang payah di industri makanan ringan. Aku tahu mereka adalah perusahaan besar dan menggeluti berbagai industri dan bidang bisnis. Tapi.."


"Tapi apa?" Lanjut Ella gusar. Perasaannya semakin tidak enak saat Lily menerobos masa lalunya lebih dalam.


"Menurutmu aneh tidak saat tiba tiba Alex datang ke acara syukuran perusahaan kita tanpa sengaja?" Ujar Lily.


"Kamu menuduhku berkhianat!" Ujar Ella spontan.


"Aku tidak ingin mengatakan hal itu dan sejujurnya aku yakin kamu tidak akan melakukannya. Tapi semua orang tahu kamu satu satunya matan pegawai HG yang ada disini." Jelas Lily lebih lanjut.


Pembicaraan mereka semakin memanas dan mengerucut ke satu arah. Lily tahu kalau Ella akan merasa tidak enak hati dan mungkin akan marah, tapi dia telah siap dengan kemungkinan terburuk. Namun semuanya kembaki pecah saat tiba tiba Ella tertawa keras didepan Lily.


"Hahaha.. ini baru Lily yang aku kenal. Sudah aku duga pasti ada suatu hal penting yang ingin kamu sampaikan." Lanjut Ella sambil tertawa didepan Lily.


"Kamu tertawa!" Ujar Lily bingung melihat perangah temannya.

__ADS_1


"Tentu saja! Aku tahu perusahaan ini adalah segalanya bagimu. Aku bisa mengerti kalau kamu mencurigaiki seperti itu. Aku tahu kamu hanya ingin yang terbaik." Ujar Ella menjelaskan.


"Ouh ya itu!" Saut Lily pelan. Dia bingung ingin mengatakan apa sekarang.


"Sudahlah jangan tertawa seperti itu!" Ujar Lily agak keras jarena Ella tak kunjung berhenti.


Setelah puas tertawa Ella mengajak Lily untuk makan siang bersama. Kebetulan Ella terlalu banyak memesan makanan tadi. Mereka berbagi makanan dan terlihat sangat akrab sekali.


"Ly aku mau tanya deh." Ujar Ella disela makan siang.


"Tanya apa?" balas Lily santai sambil menikmati makanannya.


"Kenapa Pak joko tidak bergabung dengan perusahaan? Kalau aku lihat sebenarnya pak joko punya kemampuan yang cukup berguna." Tanya Ella mengerutkan dahi.


"Hem.. Karena Nanda tidak menginginkannya. Diatas kertas mereka memang masih keluarga. Tapi kenyataannya Nanda membenci pamannya sendiri." Balas Liky santai.


"Aku pernah dengar sih, katanya pak joko kasar pada Nanda, Dr. Anne yang cerita sama aku. Tapi kalau Nanda benci sama pamannya, Kenapa dia masih mau memberikan tokonya pada pak joko?" Lanjut Ella.


Lily kemudian meminum air putih dan mengambil tisu untuk mengelap bibirnya.


"Karena Rima!" Ujar Lily tegas.


......***......


Pak joko dulu punya sebuah sorum jual beli motor dan mobil bekas. Tapi usahanya bangkrut, dia juga sempat terlilit hutang yang cukup banyak. Disaat bersamaan usahaku dan Nanda semakin berbuah manis, Kami semakin maju.


"Nanda kamu tidak mau masuk?" Tanyaku pada Nanda didepan pintu kamar pak joko.


"Tidak aku hanya datang untuk memastikan Rima baik baik saja." Ujar Nanda pelan membalasku.


"Aku tidak pernah mengerti jalan pikiranmu, Ayahnya yang celaka anaknya yang kamu jenguk." Ujarku keras.


Selanjutnya aku masuk kedalam dan menemui pak joko. Kondisinya cukup parah tulang kakinya retak dan kepalanya terluka.


"Selamat siang pak, Apa pak joko sudah baikan?" Tanyaku pelan sambil tersenyum.


"Saya mulai membaik, terima kasih kamu sudah mau menjenguk saya. Apa Nanda ada bersamamu? Tolong saya ingin bertemu dengannya sebentar." pinta pak joko padaku.


Suara pak joko lirih aku yakin dia menahan tangis. Secepatnya aku pergi keluar dan meminta Nanda masuk. Tapi Nanda langsung menolak, aku membujuknya cukup lama dia tetap tidak mau.


Kemudian Rima ikut keluar dan menangis. Dia memeluk Nanda dan memintanya supaya mau masuj ke dalam. Baru setelah melihat Rima menangus dia masuk kedalam.


Tangis pak joko pecah saat melihat Nanda, Dia meminta maaf pada Nanda atas semua kesalahannya. Aku melihat semua kejadian itu didepan mataku. Pak joko mengatakan semuanya dengan tulus. Tapi Nanda diam tatapannya kosong ekspresinya juga datar.

__ADS_1


"Nanda paman sangat menyesal! Tolong maafkan paman!" Ujar Pak joko sambil menangis. Disana juga ada bu joko dan juga rima yang aku lihat sedang bersedih.


"Hufft... Ayo kita bekerja sama. Tapi paman garus berjanji untuk bersungguh sungguh kali ini. " Ujar Nanda membalas pamannya.


"Paman boleh mengelola toko miliku dan lily karena selanjutnya aku akan memulai usaha yang baru. Lalu Jangan khawatir soal diriku aku sudah memaafkan semuanya Jauh sebelum hari ini tiba." Ujar Nanda singkat sambil tersenyum.


Setelahnya Nanda keluar dari sana dengan cepat. Aku lihat Nanda terburu buru jadi aku mengikutinya pergi. Dia menuju ke sebuah ruangan diujung gedung, itu ruangannya Dr. Anne. Dari luar aku mendengar Nanda terisak jadi aku mengintipnya dan tidak berani masuk.


Nanda sedang duduk dan air matanya berjatuahan. Dr. Anne juga disana, dia sedang mengusap ngusap punggung Nanda dan sedikit menceramahi Nanda untuk berhenti menangis.


"Nanda kamu harus iklhas untuk memaafkan dan melupakan perbuatan pamanmu!" Ujar Dr. Anne.


"Ibu ini bicara apa? Jika didunia ini ada 2 orang yang paling aku benci, maka itu adalah ayah dan juga pamanku. Mungkin aku bisa memaafkan mereka tapi ingatanku tak akan luput dari perbuatan mereka padaku." Ujar Nanda sambil menahan tangis.


"Aku telah merasakan sakitnya hidup tanpa kasih sayang orang tua. Aku tak ingin Rima merasakan hak yang sama. Dia yang terpenting buatku, Karena itu aku rela memberikan toko miliku pada Paman." Lanjut Nanda sedu.


......***......


"Nanda masih rela jika hanya memberikan toko itupun supaya pak joko bisa merawat Rima. Tapi bergabung kedalam perusahaan ini, Nanda tidak akan pernah membiarkannya." Jelas Lily pada Ella.


"Tuhkan Nanda, pedahal hanya cerita saja. Tapi Nanda membuatku merasa sedih." Saut Ella sambil meneteskan air mata.


"Eh kenapa kamu menangis? dasar lebay!" Ledek Lily sambil tertawa.


Ella mengelap air matanya dengan tisu lalu meminum air putih dan menyudahi makan siangnya.


"Habisnya meski cuman cerita tapi perbuatan Nanda sangat menyentuh sekali. Aku sangat kagum pada sikapnya itu, dia masih mau mengalah dan merelakan toko demi saudarinya." ujar Ella sambil membayangkan perbuatan suaminya.


"Aku jadi semakin mencintai suamiku saja tapi kalau mengingat kejadian tadi pagi aku jadi sedikit was was." Ujar Ella senyum.


"Tadi pagi kenapa?" lanjut Lily bingung.


"Menurutmu lucu tidak kalau Nanda selingkuh?" Tanya ella.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like comment vote.


__ADS_2