
"Aku ingin bertanya hal yang penting,ini mengenai Nanda.Apa kamu menyukainya? Apa kamu mencintai Nanda?" Tanya ella.
Setelah mendengar perkataan Ella.Lily kemudian melepas kaca mata yang dia pakai.Kemudian Lily menunjukan sorot mata tajam pada wanita yang ada dihadapannya.
"Apa yang kau katakan Ella?" Ucap lily
"Maksudku kamu masih muda dan sangat cantik.kenapa kamu masih belum menikah" lanjut ella.
"Mungkin karena seleraku sangat tinggi.Pria yang tampan,sukses,dan juga kaya.Seperti Alex mungkin." sindir Lily.
"Pintar sekali.Tapi sayangnya kau tidak bisa mengalihkan perhatianku." Tegas Ella.
"Tidak ada gunanya jika kau ingin mencari tahu sesuatu tentangku.Kau tidak akan mendapatkan apa apa.Pulanglah Nanda pasti sudah menunggumu." Jelas Lily.
"Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku.Apa kamu mencintai Nanda?" Tanya Ella.
Lily sedikit tersenyum saat menghadapi ella.Ternyata Ella adalah orang yang keras kepala dan ambisius.
"Nanda adalah satu dari sekian banyak orang yang tidak beruntung dalam hidupnya.Namun tetap saja Nanda harus mendapatkan kebahagian.Aku peduli kepadanya,bahkan aku membiarkan agar dia bermain di kantor ini bersama pegawai yang lain."
"Ternyata kamu adalah orang yang bersosialitas tinggi.Sampai sampai kamu memberikan tempat bagi orang cacat seperti Nanda.Sepertinya kamu sangat mengetahui bagaimana perasaan Nanda." ucap Ella.
"Tentu saja aku tahu apa yang dia rasakan,karena aku juga pernah terpuruk sangat dalam.Sampai suatu ketika seseorang mengajakku bersamanya dan memperkenalkan aku dengan dunia bisnis.Lalu aku mulai membangun usaha kecil sampai akhirnya aku memiliki tempat sebesar ini." jelas Lily.
"Wow,itu jawaban yang sangat fantastis.Tapi bukan itu jawaban yang ingin aku dengar." Tegas ella.
"Kamu benar benar keras kepala Ella." Ucap Lily menyeringai.
"Jawab pertanyaanku Lily.Apakah kamu mencintai Nanda?" ucap Ella lantang.
"Iya,kamu benar.Aku mencintai Nanda.Dan jika kamu menyianyiakan Nanda,maka aku akan membawanya pergi jauh darimu." Tegas Lily.
kemudian Lily pergi keluar melewati ella.Ella hanya terdiam karena terkejut,ucapan Lily bagaikan petir yang menyambar hatinya.
Lily sudah memutar kenop pintu dan hendak keluar namun sebelum itu Lily kembali berbicara kepada Ella.
"Ella,Pandanganmu terlalu dangkal jika hanya melihat Nanda sebagai orang cacat.Lihatlah lebih jauh kedalam diri Nanda.Maka kamu akan mengetahui kenyataan yang sebenarnya." ucap Lily,kemudian dia pergi meninggalkan Ella.
'Sial,kenapa semuanya jadi seperti ini.Kenapa hatiku rasanya sakit saat mendengar setiap perkataan Lily.' Pikir Ella.
Setelah kejadian itu Ella kemudian pulang ke apartemen.Selama perjalanan Ella terus memikirkan Perkataan Atasannya.Ella terus bertanya tanya,Apa yang membuat Lily jatuh cinta kepada Nanda.
__ADS_1
5 menit kemudian akhirnya Ella sampai di apartemen.Ketika membuka pintu Apartemen.Nanda sudah berdiri dihadapan Ella dengan sikap hormat layaknya seorang perwira.Nanda memakai baju lengan panjang dengan motif loreng dan celana hijau panjang.
Gayanya semakin lengkap dengan riasan hitam,yang menutupi setiap bagian wajahnya.Yang terlihat hanyalah mata dan bibirnya yang berwarna semu merah.
"Nanda.. kamu ngapain.Hhamm haha.. hahah.. " Ella tidak bisa menahan tawanya,dia tertawa begitu keras didepan Nanda.
"Lapor,Sersan Nanda telah selesai membersihkan ruang Apartemen dari debu.Laporan selesai." ucap Nanda tegas.
Lalu Nanda ikut tertawa saat melihat istrinya.Ketika Nanda tertawa yang terlihat hanyalah gigi putihnya yang bersinar.Ella malah tertawa ngakak saat melihat pemandangan didepannya.
"Hahaha.. apasih Ayo cepetan duduk di sofa." Perintah Ella.Tetapi Nanda masih berdiri terdiam dengan posisi hormatnya.
"Loh kok diam,hayuk duduk aku mau ngomong sama kamu." ucap Ella masih cengengesan.
"Siap,Ella belum membalas Hormatku." Balas Nanda sambil tersenyum.
"Oh iya aku lupa." Kemudian Ella mengangkat tangannya untuk memberi hormat.Lalu tangannya turun dan diikuti oleh Nanda.
"Udah ah bercanda,Ayo duduk dulu." Ajak Ella.
Nanda kemudian mengikuti Ella dan duduk disofa panjang diruang tamu.Mereka saling bertatapan satu sama lain.
"Apa senyum senyum liatin aku kaya gitu?" Tanya Ella.
"Mukamu item banget,Lucu liatnya.Tapi kenapa Kamu dangdan kaya gini." Ucap Ella.
"Aku gak mau ella pusing karena ngurusin kerjaan.Aku pengen liat ella ketawa,Ella jangan suka marah marah terus." balas Nanda.
'Nanda melakukan semua ini hanya untuk melihat aku tertawa.' batin Ella.
Ella termengun saat mendengar kalimat Nanda.Dia masih tidak percaya Nanda berdangdan seperti ini hanya untuk melihat Dirinya tertawa.
Ella kemudian menoleh kearah dapur,dan benar saja dugaan ella.Wajan dan panci tergeletak begitu saja diatas meja dapur.Nanda pasti menggunakannya untuk mencoreng coreng mukanya sendiri.
Ella kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan tisu basah untuk membersihkan wajah suaminya.Ella mengusap dengan perlahan dan membersihkan kotoran diwajah Nanda.
"Harusnya kamu nggak usah berbuat sampai segininya,cuman buat ngeliat aku ketawa." Ella terus mengusap wajah Nanda dengan tisu basah yang dia pegang.
"Nggak papa kok,aku seneng kalo liat ella senyum." Balas Nanda sambil tersenyum.
Saat ella membersihkan wajah Nanda.Nanda tiba tiba mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Uh.. uh.. sakit La." Rintih Nanda saat ella mulai mengusap pipinya.
Kemudian Ella menyentuh wajah Nanda perlahan dengan jari telunjuknya.Ella terkejut saat jarinya menyentuh daerah yang agak lebam disana.
"Uh.. sakit la." Rintih Nanda.
"Pipimu lebam." Lalu Ella mengingat kejadian kemarin saat Nanda hendak memeluk dirinya dari belakang.Lalu Ella menghajar Nanda dengan sapu dan mengenai pipinya.
"Ini gara gara aku pukul kamu pake sapu kemarinkan." Ucap Ella dengan nada rendah yang menunjukan perasaan bersalahnya.
"Ehmmm... Nggak papa ko La.Udah agak mendingan.Besok juga sembuh." Ucap Nanda sambil tertawa.
"Luka kamu harus diobatin sekarang." ucap Ella.
Kemudian setelah membersihkan seluruh wajah Nanda.Ella juga mengobati lukanya menggunakan obat merah.Ella kembali bertanya kepada Nanda.
"Kenapa kamu masih mau liat aku senyum.Pedahal aku sering pukul kamu setiap hari." Tanya Ella.
"Itu gak penting,yang penting Ella bahagia." Goda Nanda.
Mendengar kalimat Nanda,Ella menekan dalam kapas yang sudah dia baluri obat merah ke arah luka dipipi nanda.
"Nih rasain,awas aja godain aku lagi." ucapnya.
"uh.. galak Amat." Lanjut Nanda.
"Biarain." Balas ella.
Kemudian Ella kedapur dan memasakan makan malam untuk mereka berdua.Diam diam ella mengeluarkan tawa kecil diwajahnya.
'Nanda sialan.Berani banget dia godain aku,Tapi kenapa aku malah sating kaya gini sih.Setiap dia puji masakanku tiba tiba aku juga ngerasa seneng sendiri.Apalagi saat Lily bilang dia juga cinta sama Nanda.Kenapa saat itu hatiku terasa remuk.Tidak mungkin,aku tidak akan mencintai Nanda." batin ella.
.
.
.
.
.Like comment vote.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.Ella Nanda makin seru nih,jangan lupa commentnya ya.
Semakin banyak comment semakin cepet juga updatenya.