My Little Hubby

My Little Hubby
BAB 48


__ADS_3

Perbedaan Antara Nanda dan saudaranya semakin mencolok dikala mereka mulai bersekolah.James dan remi sekolah di Sekolah terbaik sementara Nanda hanya sekolah dasar Negeri biasa.


Nanda selalu berangkat sendirian dan hanya berjalan kaki karena memang jarak dengan sekolahnya yang cukup dekat.Tapi Remi dan james diantar menggunakan mobil mewah. Bahkan setiap dari mereka diberikan masing masing tunggangan yang berbeda.


Tapi kali ini Nanda bungkam,Dia tidak bertanya kenapa,Apa,ataupun Bagaimana. Karena dia tahu bahwa bi inah dan mang asep tidak akan menjawab pertanyaannya. Mereka hanya akan mengelak dan mengalihkan pertanyaan Nanda pada topik lain.


Selama 8 tahun lamanya Nanda selalu hidup dibawah tekanan. Kekecewaan,ketakutan,Tangisan,Serta perlakuan kasar ibu tirinya telah mengisi hidup Nanda. Tapi apa yang dilakukannya pada hari itu sungguh tidak bermoral dan melewati batas.


Saat itu Nanda bermain bola dengan Remi di halaman belakang. Saat sedang berebut bola tanpa sengaja Nanda memendang kaki Remi sehingga Remi jatuh terpingkal dan menangis.Kaki Remi juga memar karena hal tersebut.


Alhasil Nyonya besar marah,Dia memukul Nanda beberapa kali. Lalu menyeret Nanda masuk kedalam rumah sambil menyeru Bi Inah. Nanda yang kesakitan meminta maaf dan memohon ampunan pada ibunya.


"Bu,maafin Nanda.. bu.Nanda nggak sengaja.Ampun bu.. ampun." Ujar Nanda diiringi tangisan deras da rintihan kesakitan.


"Heh.. denger yah,saya bukan ibu kamu dan kamu bukan anak saya. Kamu hanya kesalahan yang seharusnya tidak pernah ada. Dasar anak pembawa sial." Ujarnya sembari mencengkram pipi Nanda dengan begitu keras.


Tidak sampai disitu dihadapan sejumlah pegawai rumah yang meminta dan memohon nyonya besar memaafkan Nanda. Dia mengangkat Anak berusia 8 tahun itu dan membantingnya ke lantai. Akhirnya Nanda pingsan karena bagian belakang kepalanya terbentur dengan sangat keras.


Semua orang yang menyaksikan itu histeris. Tapi mereka tidak melakukan apa apa karena mereka takut. Bi inah yang datang terakhiran berteriak kencang dan mencoba mengangkat Nanda sendirian dan berkata.


"Tega sekali nyonya melakukan hal ini pada Nanda. Nyonya adalah wanita yang sangat kejam." ujar Bi inah tegas sambil menangis.


Lalu tanpa pikir panjang dan memperdulikan siapapun Bi inah mengangkat Nanda dan membawanya ke rumah sakit. Sayang.. tidak ada yang mau membantunya. Semua orang takut akan dipecat nantinya.


Namun untunglah ada seorang bapak tua yang bersedia memberi tumpangan dan mengantar Nanda. Ketika sampai dirumah salit,Bi inah berteriak memanggil saya. Saat saya mengetahui hal itu. Langsung saja saya memberikan penaganan kepada Nanda dengan cepat dan sebaik mungkin.

__ADS_1


Ternyata Benturan itu menyebabkan Nanda mengalami pendarahan dalam. Itu adalah benturan pertama yang Nanda alami di kepalanya. Memang saat itu Nanda tetao baik baik saja. Tetapi hal ini ternyata berdampak dimasa depan.


Menyadari kondisi Nanda yang cukup parah. Bi inah mengabari Mang Asep dan juga bu joko. Mang Asep sempat berusaha mengatkan kondisi Nanda pada Tuan besar. Namun dia tidak mendapat respon yang baik dari tuannya. Sementara bu joko juga memaksa suaminya untuk menjenguk Nanda. Akhirnyapun Pak joko bersedia karena terus dipaksa istrinya.


Singkatnya saat Nanda siuman,Dia memohon kepada pamannya untuk membawa Nanda pergi. Nanda benar benar trauma,dan takut kepada ibu tirinya.


"Paman.. Nanda mohon bawa Nanda pergi bersama paman. Nanda tidak mau lagi tinggal dirumah sana bersama ibu. Dia sangat jahat kepada Nanda. Tolong paman,tidak apa apa jika Nanda harus tidur digudang. Nanda akan melakukan apapun asal Nanda boleh tinggal di rumah paman." Ujar Nanda sambil memegang erat tangan pamannya.


...----------------...


"Tunggu dulu dok,tissue nya habis. Kenapa masa lalu Nanda sessdih ini. Tega sekali ibu tirinya." Ujar Ella sembari mengelap Air matanya.


"Jangan habiskan tissue mu dulu. Bagian sedihnya masih belum berakhir." Balas Bu dokter sambil menangis dan mengelap air matanya.


"Apa kamu tahu yang dilakukan pak joko?" Tanya bu dokter sesenggukan.


"Tidak.. La. Pak joko membuang Nanda."


...----------------...


"Tidak tidak tidak,paman tidak bisa mengajak kamu. Kalau paman mengajak kamu maka paman akan semakin repot. Saat ini paman sibuk untuk meningkatkan bisnis palan. Sudahlah kamu akan baik baik saja,Selama kamu tidak meyenggol ibu tiri kamu." Ujar Pak joko keras lalu meninggalkan Nanda.


"Tidak tunggu paman.. jangan pergi! Paman jangan pergi!" Teriak Nanda sangat keras.


Setelah pamannya pergi Nanda hanya bisa berharap pada bibinya. Tetapi bibinya juga tidak bisa berbuat banyak. Karena dia takut pada suaminya. Bi inah yang baru saja kembali selepas beribadah. Begitu terkejut saat melihat Nanda menangis dan Berteiak histeris di atas ranjang.

__ADS_1


Langsung saja Bi inah memeluk Nanda dan menenangkannya. Setelah 1 jam lamanya bersedih Nanda mulai tenang. Bi inah masih berada dirumah sakit,dia hendak menyuapi Nanda. Tanpa diduga dia mendapat tolakan tidak mengenakan yang di lontarkan Nanda.


"Sebaiknya bi inah pergi saja sana. Pergi seperti yang lainnya. Untuk apa aku terus hidup jika tidak ada yang menyangiku. Leboh baik aku mati saja." Ucap Nanda ketus. Bi inah segera merespon Nanda dengan mencubit pipinya seraya berkata.


"Apa yang baru saja kamu katakan? Dengar yah Bibi memang cuman pelayan dan pengasuh kamu. Tapi sejak kamu lahir,bibi yang membesarkan kamu. Meski Nanda bukam anak kandung bibi. Tapi bibi menyayangi kamu melebihi apapun juga." Teriak Bi inah keras pada Nanda.


Nanda hanya terdiam saat dibentak oleh Bi inah. Dia tidak sanggup berkata apapun pada pengasuhnya. Nanda juga nampak pasrah saat Bi inah dari sebelah kiri meletakan tangannya di bahu kanan Nanda dan merangkulnya.


Saya yang sedari tadi menahan tangis saat mendengar percakapan Nanda dan bi inah. Saya mencoba memberanikan diri dan masuk kedalam ruangan Nanda. Saya kemudian berdiri di sebelah kanan ranjang Nanda


"Apa yang dikatakan bi inah itu benar Nanda. Dia sangat menyayangi kamu. Setiap saat Nanda sakit bi inah akan menghubungi Dokter. Lalu Dokter alan datang dan mengobati sakit Nanda kapanpun saja." Ucap saya.


Lalu tanpa diduga Nanda menggenggam tangan saya dan meletakannya dipundak kirinya. Lalu Nanda berkata dengan Nanda lirih yang selalu saya ingat sampai sekarang.


"Aku mohon jadilah ibuku,Aku akan berusaha membahagiakan kalian suatu saat nanti. Tapi tolong jangan pernah kalian meninggalkan aku." Pinta Nanda sambil menangis.


Saya dan bi inah tidak punya pilihan lain selain berkata Iya pada Nanda. Lalu saya dan bi inah memeluk Nanda dari kedua sisi. Sejak saat itulah Nanda menjadi putra saya hingga hari ini dan seterusnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.Like comment vote.


__ADS_2