My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 136


__ADS_3

Setelah sesi mandi bersama pagi ini, Nanda sekarang sedang bersiap siap dan memakai setelan jasnya. Ella sendiri sudah siap karena dia hanya mengenakan pakaian biasa dan mendapatkan bantuan dari suaminya. Ella sedang duduk di atas ranjang sambil memperhatikan suaminya yang sedang berkaca.


"Mau aku bantuin nggak pakai dasinya? " Tanya Ella.


"Mau? boleh nih? " Nanda mendekat dan berlutut didepan istrinya. Dia menyerahkan dasi berwarna hitam itu kepada Ella untuk dipakekan padanya.


Ella kemudian dengan lihai langsung memakaikannya pada Nanda.


"Kamu bisa berdiri pakai 1 kaki nggak sih La? " Tanya Nanda.


"Bisa kok, tapi nggak lama. " ujar Ella.


"oh gitu"


"kenapa emangnya? " Tanya Ella lagi.


"Kamu bisa masak nggak buat aku? "


"dih kangen ya masakan aku. " Tanya Ella sambil tertawa didepan wajah suaminya.


"Iyalah, soalnya udah lama banget kan nggak masakin buat aku. " balas Nanda tersenyum.


"hahaha!" Ella tertawa lagi, sambil menatap gemas ke arah suaminya. dia kemudian memegang kepala Nanda dan mengacak ngacak rambut Nanda. Dia merasa begitu senang karena Nanda memintanya dibuatkan masakan. sudah lama sekali sejak terakhir kali Nanda merengek meminta makanan kepadanya.


"Ayoklah la, masakin buat aku. " Balas Nanda.


"emang kamu mau makan apa? " Nanda mengulum bibir bawahnya dan sejenak berpikir.


"Gurame asam manis! " kali Ini Ella yang mengulum bibirnya malu malu.


"okeh deh, aku masakin! " balas Ella bersemangat. Nanda sendiri langsung melonjak kegirangan saat mendapat persetujuan dari istrinya.


"Tapi buat makan malam nanti ya! "


"lah...! " Nanda langsung menunduk murung, membuat Ella tertawa dengan perubahan sikap super mendadak dari suaminya.


Setelah bersiap Nanda kemudian membawa istrinya keluar ke ruang keluarga. Lalu berpamitan kepada mertua dan istrinya untuk berangkat. Tidak lupa 1 kecupan manis dia berikan pada istrinya.


"Aku berangkat yah! Dah!" pamit Nanda.


"Hati hati ya sayang! " Ujar Ella. Dia kemudian menaiki mobil dan menginjak pedal gas.


...****************...


Saat suaminya sudah pergi, Ella memanggil ibunya.


"Bu kita ke pasar yu, belanja! " Ajak Ella.


"Loh kamu mau belanja? " Tanya Ibunya.


"Ella mau bikin gurame asam manis. Tadi Nanda mesen itu buat makan malam. " Ujar Ella.


"Biar ibu aja yang belanja, kamu tunggu di rumah. " ujar ibunya.


"Ella juga mau ikut bu, bosen di rumah terus. " Timpal Ella. Kali ini Ella ingin dirinya sendiri yang belanja dan membeli kebutuhan makan malam. Rasanya dia sangat ingin memenuhi keinginan suaminya.


"Aduh la, ibu susah kalau bawa kamu. Ibu kan biasanya pakai angkot, Kalau bawa kamu gimana coba caranya. " Ujar ibunya kembali berkata. Ella sedikit merenung dan menghembus nafas pelan. Benar juga apa yang dikatakan ibunya. Dia pasti akan sangat kesusahan jika harus pergi bersama Ella yang masih membutuhkan kursi roda.


Tapi Ella tiba tiba mengingat seseorang yang bisa dia andalkan. Lagipula dia tidak akan menolak permintaan kecil dari seorang ibu hamil.


Di pasar

__ADS_1


"katanya mau jalan jalan. " Ujar Rima mengernyit kesal sambil menenteng keranjang belanjaan ditangannya.


"Ya inikan juga lagi jalan jalan sayang! " Saut Ella sambil tersenyum pada Rima.


"Ini.. ini.. bukan.. nggak nggak pokoknya. Teh Ella bohong sama aku! " Ujar Rima sambil sedikit merengek kecil dan menggerakkan badannya kesal. Sementara Ella sendiri tertawa usil saat mengingat bagaimana cara dia mengajak Rima.


"Halo Rima! jalan jalan yuk! " Ujar Ella ditelepon.


"Hah seriusan? sekarang? kemana? " terdengar nada antusias dari sana.


"Ada deh pokoknya, kamu jemput teteh ya kesini! " Ujar Ella lagi.


"Iya teh siap, mau mau mau mau! " Balas Rima bersorak kegirangan.


Ella kini sedang menyusuri supermarket dan memilah milih barang yang dia butuhkan. Rima mendorong kursi roda nya dari belakang sambil sedikit cemberut karena merasa dibohongi.


"Rima kamu suka masak nggak? " Tanya Ella memulai obrolan.


"Nggak teh, Rima nggak suka masak. " Balasnya lagi.


"Lah kok nggak suka, kenapa emangnya? " Tanya Ella lagi.


"Nggak suka aja." Balas Rima.


"Masak itu seru tahu! " Ujar Ella.


"Nggak ah, menurut Rima malah ngebosenin. Gimana nggak bosen coba. Tahapannya cuman gitu gitu aja kok. Persiapin bumbu terus tinggal di masak sama lauknya. " Balas Rima sambil mengernyit sebal.


"Berarti kamu nggak menjiwai. masakan kamu Rim. " balas Ella lagi.


Rima mendengus kasar dan memasang muka malas. Anak ini paling tidak suka jika disuruh memasak. Meski dia menguasai beberapa hidangan nusantara. Rima tidak merasa ada yang menyenangkan di sana.


Mereka kemudian berhenti di tempat rempah rempah, Ella kemudian menunjuk beberapa bahan seperti jahe, lengkuas, kencur, daun salam, daun jeruk, pala dan cengkeh. Rima juga dengan sigap mengambil barang barang yang tadi Ella tunjuk dan mengambil cukup banyak. Ella bilang sekalian buat stok.


"Enggak sih, itu buat menu yang lainnya besok. Teteh juga mau masak Ayam besok." Ujar Ella. Rima kemudian mendekat ke arah Ella yang sedang memilih lemon yang berwarna kuning terang dan segar sekali. Tidak lupa dia juga mengambil beberapa jeruk nipis dan memasukannya ke keranjang.


"Kamu capek yah? " Tanya Ella.


"Nggak"


"Sini keranjangnya teteh yang pegang aja. " Ujarnya lagi sambil tersenyum.


"Nggak usah teh biar Rima aja. " Tegasnya.


"Udah nggak papa, sini kasih ke teteh. " pinta Ella kembali. Dia kemudian mengambil keranjang dari Rima dan meletakkannya di pangkuannya lalu melihat bahan bahan yang sudah dia beli.


"kayaknya ada yang kurang? " Ucap Ella lirih.


"Nggak mungkin ah, udah Rima ambil semua sesuai perintah teteh.


" Iya sih udah semua, tapi kok masih kayak ada yang kurang. Apa yah? " ujar Ella lagi sambil melipat dahinya.


"Kitakan belum beli ikan sama ayamnya teh " ujar Rima. Ella membelalakan mata saat mengingatnya.


"oh iya! " Ujar Ella lagi.


"Yaudah yu meluncur! " Ujar Rima panjang sambil mendorong kursi roda setengah berlari.


"Hayu...! " Timpal Ella panjang.


Ketika mereka sampai di tempat Ikan dan Ayam, mereka langsung memilih milih bahan yang terlihat bagus dan paling baik.

__ADS_1


"Tau nggak Rim, Pas kamu masak buat orang yang kamu sayang. Apalagi kalau dia suka banget sama masakan buatan kita, itu rasanya seneng banget. Perjuangan kita tuh jadi nggak sia sia, semuanya jadi berarti. Percaya deh! " ujar Ella.


"oh ya, kalau nggak enak gimana? " Tanya Rima.


"Harus belajar yang giat dong, biar masakannya enak. Apalagi kan kamu itu cewe, harus bisa masak buat suamimu nanti. " Jelas Ella lagi.


"Tuhkan berarti kalau nggak enak sama aja bohong dong. Lagipula kalau nggak bisa masak bisa pesan lewat online aja. seneng, gampang, enak lagi. " Jelas Rima.


"ih beda tahu esensinya. Aku kasih bocoran mau nggak? " Ujar Ella.


"Bocoran apa nih? " Tanya Rima.


"Suami itu pasti akan selalu nganggap masakan buatan istrinya enak. Walaupun kadang enggak enak. " Jelas Ella.


"Ah masa teh? " lanjut Rima.


"Iyah serius, Nanda juga dulu gitu. Pernah sekali teteh kerjain dia. Teteh masakin dia makanan yang bener bener asin banget. sampai nggak enak buat dimakan. Tapi pas teteh kasihin ke dia, dia tetap makan itu sampai habis. Tanpa protes sama sekali, pedahalmah kan teteh lagi kerjain dia aja. Tapi Nanda kayak enak enak aja makannya. " Ujar Ella.


"Hah seriusan dia nggak protes! " Ujar Rima kaget.


"Nggak protes sama sekali, jadi teteh juga mikir. Wah kayaknya Nanda emang suka aja kalau aku yang masak. sejak saat itu aku jadi mikir kalau Nanda itu pasti baik banget. Dia nggak mau protes buat menghargai perasaan aku. jadi Teteh naruh simpati yang besar banget sama dia. Lama lama aku malah kepincut sama Nanda. " Ujar Ella sambil tertawa bahagia. Rima apalagi dia tertawa terbahak bahak dengan sangat keras.


"Bisa gitu sih, Nandamah hoki aja dapat istri yang kayak teteh. " lanjut Nanda terbahak.


"Menurutku mah dia bukannya mau menghargai, tapi memang dianya aja bodo. " jelas Rima lagi.


"Heh ya nggaklah, Nanda emang tulus waktu itu. " Bela Ella.


"Ah iyadeh terserah teteh aja. " Balesnya lagi.


"Sekarang Rima jadi percaya, kalau orang jatuh cinta itu suka yang Asin. " ledek Rima


"ih awas aja ya nanti kalau kamu udah nikah, terus masakin buat si Rio. Terus sikap dia sama aja..." belum menyelesaikan kalimatnya Rima menggelejanh didepan Ella.


"ih teteh mah kan Rima juga bilang nggak usah bahas dia lagi. " Rima mengejang ngejang seperti kepanasan dengan wajah memerah.


"iya seumpamanya sayang, emang kamu nggak mau nikah sama Dia? " Tanya Ella lagi sambil meledek Rima.


"Ya mau, tapi kan dianya belum tentu mau sama rima. " Ujar Rima melandai tak percaya diri.


"Dibikin mau dong dianya. " perintah Ella.


"Tapi gimana teh? " Lanjut Rima melandai


"Bikinin masakan yang paling enak buat dia. Biar dia nagih. " Ujar Ella, Rima kemudian tersenyum malu lalu mengangguk setuju dengan perkataan Rima.


"Ih udah ah, Rima nggak mau bahas soal itu. " ujar Rima lalu hendak beranjak pergi.


"Eh Rima jangan tinggalin teteh dong! " Ujar Ella.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. Like comment Vote


__ADS_2